Menebar sejuta manfaat
Apr 15 2008

Milikilah peta hidup

  • Apa tujuan hidupmu?
  • Ketika mati nanti, kamu ingin menjadi seperti apa?
  • bagaimana kamu ingin membangun keluarga kamu nantinya?
  • apa rencana kamu setelah lulus kuliah nanti?

sudahkah semua pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab jelas dalam benak kamu? Apakah jika seseorang menanyakan hal tersebut pada kamu maka kamu dapat menjawabnya dengan tegas atau malah justru dengan kebingungan mengatakan “hmm…. ngapain ya???”.

Kalau kamu sudah dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan lugas, itu berarti kamu sudah memiliki gambaran akan hidupmu dimasa depan nanti. Dan itu bagus. Gambaran-gambaran tersebut akan terus membayangi pikiran kita sehingga setiap langkah gerak kita nantinya akan terarahkan pada tujuan yang ingin kita capai.

Namun bagaimana kalau kita masih bingung saat disodorkan pertanyaan tersebut? itu berarti kita belum punya visi. Kita belum punya harapan-harapan spesifik dalam diri kita. Ingin seperti apa kita nantinya? Jika hal ini dibiarakan terus, maka hidup kita akan mengalir begitu saja tanpa arah. Kita tidak akan benar-benar menemukan muara yang tepat yang kita inginkan sebagai tempat bernanung kita.

Oleh karena itu, buatlah peta hidup untuk diri kita sendiri. Peta hidup tersebut akan menuntun dan mengarahkan kita sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai. Lalu bagaimana caranya membuat peta hidup? berikut langkah-langkahnya:

  1. Tentukan tujuan besar yang ingin kamu capai. Ingat, ini adalah tujuan besar! tentukan visi yang luas. Tentukan mau jadi seperti apa kamu saat kamu mati nanti.
  2. Setelah itu, pikirkanlah hal-hal apa saja yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
  3. Setelah kamu mendapatkan daftar hal-hal apa saja yang harus dikerjakan. Buatlah targetan-targetan spesifik berdasarkan daftar tadi. Buatlah targetan 20 tahun kedepan, 10 tahun, 5 tahun dan 1 tahun kedepan.
  4. Lanjutkan dengan membuat targetan bulanan yang akan ditransformasikan dalam kegiatan mingguan.
  5. Kegiatan mingguan ini akan terus dipecah menjadi kegiatan harian kita.

Jangan lupa untuk senantiasa mengevaluasi setiap targetan-targetan kita. Lakukan evaluasi tahunan, bulanan dan kalau perlu dan akalu sanggup :) evaluasi harian. Istilah kerennya adlah muhasabah. Dengan perencanaan hidup yang matang seperti ini maka setiap aktivitas kita akan terarah. Tidak mengalir begitu saja mengikuti arus kebanyakan. Dengan begitu kita tidak mudah terseret dalam arus mayoritas yang lebih banyak negatifnya.

Satu hal lagi yang paling penting tentang peta hidup ini adalah jangan lupa untuk MENULISKANNYA. Tulislah dalam satu atau beberapa lembar kertas. Lalu letakkan kertas tersebut ditempat yang seirng kita lihat sehingga dengan begitu semua visi dan targetan tadi bisa lebih terinternalisasi. Ada seorang sahabat saya yang berkeras merasa bahwa dia tidak perlu menuliskan tujuan-tujuan hidupnya karena dia merasa mampu mengingat semua itu. Padahal kenyataannya, tanpa menuliskan targetan-targetan tersebut dalam kertas maka semua tujuan-tujuan tersebut akan selamanya gamang, kabur dan tidak jelas. Kita membutuhkan visi yang jelas untuk bisa mengarahkan hidup kita dengan baik.

jadi, kalau belum punya peta hidup, BUATLAH dan jangan lupa, TULISKAN!

semoga bermanfaat.

Mar 24 2008

Jangan pernah berhenti bergerak!

  • “Udah telat 1 jam nih, males ah masuk kuliah…”
  • “Waduh… dedlain tugas tinggal 3 jam lagi! gak tau lagi mesti ngapain, udahan ah… bodo amat”
  • “besok vonis hukuman akan ditetakan buat saya, kalau begitu hari ini saya tidak usah mengerjakan yang lain lah…” (true story, sohib saya: purniawan)
  • “kini saya lumpuh, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. saya pasrah sajalah…”
  • “dokter bilang umur saya tinggal seminggu lagi, percuma saja saya berbuat apapun”

Ungkapan-ungkapan seperti itu seringkali kita dengan dalam keseharian kita. Mulai dari hal-hal sepele seperti males masuk kuliah sampai pada hal-hal berat seperti tidak ingin lagi berbuat apapun karena merasa ajal sudah mendekat. Perlu saya tekankan bahwa ungkapan-ungkapan seperti itu merupakan ungkapan skeptis pesimistis. Orang yang berkata seperti itu tidak percaya bahwa dia bisa merubah kondisi yang buruk. Dia sudah menjatuhkan dirinya sendiri dengan mengatakan “tidak bisa”, “sudah tidak mungkin lagi”, “bisa sih tapi pasti sulit…”. Pada postingan saya yang terakhir mengenai pornografi, ada seseorang yang memberi komentar pada tulisan tersebut seperti ini:

HALAH…. Memberantas yang di dunia nyata aja gak bisa, apalagi yang di dunia maya….. Teori2 ttg image recognizing, AI, neural network, dll, memang bisa dipakai untuk memblokir situs, bahkan content pornografi. Tapi hal itu tidak bisa dilakukan di indonesia !
Riset ? Sapa yang mau membiayai ? Pemerintah ? Omong kosong besar. Udahan ah, paling2 usaha ini juga bakal berhenti di tengah jalan….

Ungkapan tersebut jelas merupakan ungkapan negatif, skeptis dan pesimistis. Mengapa harus merasa bahwa apa yang sedang kita usahakan saat ini adalaha Omong besar?toh kita belum lihat hasilnya. Kalaupun hasilnya kelak benar-benar tak terlihat, paling tidak kita sudah berusaha, daripada kita cuma sekedar diam dan hanya terus menggerutu tentang betapa buruknya kondisi kita saat ini.

Kawan, satu hal yang ingin saya sampaikan dengan tegas adalah: “jangan pernah berpikiran seperti itu lagi!!!” buanglah sikap skeptis dalam diri kita. Jangan pernah menganggap bahwa segalanya itu salah. Dan buang pula sikap pesimis, yakinlah bahwa kita pasti bisa mencapai apa yang kita inginkan. INGAT! Keyakinan adalah 80% faktor keberhasilan usaha kita. Kebanyakan orang yang tidak berhasil seringkali menyalahkan aspek-aspek lain diluar dirinya, padahal kenyataannya ketidak berhasilannya itu lebih dikarenakan dia kurang yakin akan usaha yang dijalankannya itu akan benar-benar berhasil.

Jangan pernah berhenti bergerak! Walaupun kita tahu bahwa kita akan mati esok, tetaplah berjuang untuk harapan-harapan kita. Coba lihat hadits berikut:

“Beribadahlah seolah engkau mati esok dan bekerjalah seolah engkau mati seribu tahun lagi…”.

Memang hadits ini adalah hadits dhaif yang tidak bisa dijadikan dalil. Namun hadits dhaif tetap bisa dijadikan fadhail amal (keutamaan amal). Dan fadhail amal disini adalah untuk senantiasa bergerak. Lihatlah betapa hebatnya ungkapan tersebut. Kita dituntut untuk bekerja seolah kita masih hidup seribu tahun lagi. Seribu tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk maju. Untuk berjuang menuju kemenangan.

Coba lihat lagi hadits berikut. kali ini haditsnya sohih:

“Andaipun engkau tahu bahwa besok itu kiamat dan ditanganmu engkau masih memegang benih tanaman, maka tanamlah!”

Hadits yang satu ini juga tak kalah fenomenal bahasanya dibandingkan dengan hadits sebelumnya. Kita dituntut untuk tetap bergerak bagaimanapun kondisinya. Walaupun kita tahu bahwa besok adalah hari kiamat, kita tetap diminta untuk menanam biji sawi tersebut yang artinya kita diminta untuk terus bergerka berjuang mengejar harapan-harapan kita. Kita diminta untuk terus bergerak memberikan kebermanfaatan yang luas untuk umat manusia.

Jadi, Jangan berhenti berharap! Yakinlah Anda bisa merubah keadaan! Seberat apapun kondisinya. Berapa lamapun waktu yang Anda miliki, teruslah berjuang!!!

Jan 06 2008

Univind goes to sukabumi

Baru saja saya pulang dari Sukabumi tempat saya dan teman-teman satu perusahaan saya di univind mengadakan team building plus rapat kerja. Besar sekali hasrat saya untuk mendokumentasikan perjalanan yang sangat menyenangkan tersebut dari awal sampai akhir. Tapi, saya pikir tulisan seperti itu akan tidak sesuai dengan tujuan dibuatnya blog ini. Saya membuat blog ini untuk belajar menulis artikel yang bermanfaat, supaya nanti cita-cita saya utuk membuat buku bisa tercapai, plus juga saya ingin blog ini menjadi blog yang benar-benar bermanfaat bagi semua orang yang membacanya. Oleh karena itu, saya tidak akan menulis perjalanan univindCrew seperti layaknya sebuah diary perjalanan biasa tapi juga dengan upaya menginspirasi teman-teman semua yang berkunjung ke blog saya tentang begitu pentingnya team building dalam sebuah tim, dan juga tentang betapa pentingnya membuat sebuah grand design untuk perusahaan kita.

Team building perusahaan saya, univind.com, memang inginnya diadakan setiap akhir tahun. Kita ingin team building ini menjadi salah satu corporate culture dari univind. Kalau tahun lalu univindCrew pergi ke dufan menikmati wahana-wahana yang ada disana, maka pada tahun ini univind pergi ke sukabumi, tempat asal salah satu univindCrew, yaitu ikhlas purwanto sang CTO (Chief Technology Officer) Univind.

Sewaktu awal sampai di sukabumi kita sudah disambut oleh cuaca yang sangat menarik, cuaca yang jarang ada dijakarta, sukabumi kala itu dipenuhi kabut membuat suasananya jadi sangat sejuk. Setelah sampai kita langsung menyambangi salah satu masjid disana karena kita belum sempat sholat ashar. Setelah selesai sholat, kami langsung beranjak ke rumah Ikhlas. Setelah sampai dirumahnya kami istirahat sebentar ditemani oleh teh hangat dan beberapa cemilan, sambil ngobrol2 santai. Setelah selesai sholat maghrib dan isya, baru kemudian kami univind melaksanakan rapat kerja besar Univind. rapat ini membahas tentang tujuan besar Univind, tentang langkah-langkah strategis jangka panjang univind sampai kepada tujuan akhirnya. Intinya, disana kami telah mendeklarasikan bahwa univind akan menjadi perusahaan yang go international, perusahaan yang bisa menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Kami nyatakan bahwa suatu saat nanti univind akan mampu menyaingi bahkan melampaui perusahaan-perusahaan lain seperti microsoft, google, yahoo, dll.

Setelah selesai berpusing-pusing merumuskan sebuah grand design untuk univind, kami lantas tidur untuk menyiapkan diri menghadapi hari esok yang pasti sangat melelahkan sekaligus menyenangkan. Besoknya kami berangkat ke perkebunan nusantara goalpara. Disana kami melakukan teawalk, berjalan-jalan disekitar kebun teh. Setelah lama ber-teawalk ria, kami mulai memasuki hutan untuk terus naik ke tempat air terjun. perjalanan didalam hutan itu bisa dibilang sangat melelahkan, tapi kami tetap semangat untuk terus maju sampai ke tujuan utama kami yaitu air terjun cibeureum. Setelah sampai di air terjun cibeureum kami langsung memuaskan diri kami dengan mandi di air terjun tersebut. Tak terbayang betapa deras dan dinginnya aliran air terjun tersebut sampai-sampai kami tidak berani untuk masuk ditengah-tengah air terjun tersebut. Setelah puas bermain-main di air terjun kami kembali menempuh perjalanan menembus hutan melewati kebun teh kembali kerumah ikhlas purwanto, sang pemimpin ukhuwah groups.

Itu tadi sedikit ceritanya, dari perjalanan tersebut ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan buat teman-teman semua para enterpreneur dan atau para leader dalam sebuah tim. Pertama, saya ingin menunjukkan tentang betapa pentingnya melakukan team building dalam tim yang kita pimpin. Disini, team building univind telah berhasil me-refresh otak kita yang selama ini sudah sangat jenuh dengan berbagai macam pikiran. Jadi buat teman-teman perusahaan lain yang ada difasilkom seperti jaffa, make and touch, metafor, bersahabat dll kalau kalian belum mengadakan team building, adakanlah! mumpung masih liburan. Univind sangat ingin semua perusahaan yang muncul dari para mahasiswa fasilkom bisa maju. Sewaktu rapat besar kita, salah satu hal yang kita pikirkan adalah bagaimana caranya supaya kita bisa ikut mendorong perusahaan-perusahaan lain yang baru mulai dibuat seperti metafor dan bersahabat.

Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah tentang pentingnya kita membuat visi yang jelas, tegas, besar, dan realistis untuk perusahaan kita. Setelah membuat visi tersebut, penting juga bagi kita untuk membuat langkah-langkah strategis menuju visi tersebut. Kalau teman-teman semua belum membuat itu semua, maka buatlah! Supaya perusahaan yang kita buat bisa berjalan terus maju dan semakin maju sesuai dengan arah perjalanan yang kita inginkan. Tanpa itu, saya yakin100% perusahaan yang kita buat tidak akan mampu benar-benar maju.

Sekian tulisannya, semoga menginspirasi… berikut beberapa foto2 Univind goes to Sukabumi

Univind Goes to Sukabumi

more photo at here: kamal87 – photobucket


↑ Back to top