Menebar sejuta manfaat
Apr 24 2009

Ngeblog cuma berguna kalau…

Ditulis secara konsisten

Blog yang tidak diisi secara konsisten tidak akan bisa benar-benar memberikan manfaat. Baik buat kita sendiri maupun buat orang lain. Blog yang diisi terus secara konsisten akan bisa terus bertumbuh. Konsisten yang saya maksud disini bukan berarti harus terus update sehari sekali. Seberapa sering frekuensinya menurut saya tidak terlalu masalah. Walaupun kita cuma bisa update 2 minggu sekali tapi jika dilakukan konsisten pasti hasilnya jauh lebih baik daripada blog yang diisi dengan semangat penuh diawal tapi pelan-pelan memudar. Coba tengok website 24ways.org, website itu hanya di-update pada bulan Desember setiap tahunnya. Tapi karena update-nya benar-benar berjalan konsisten, akhirnya blog itu bisa benar-benar eksis.

Diluar sana, banyak orang yang sudah membuat blog. Pada awalnya dia semangat mengisi blognya. Dua minggu berlalu, frekuensinya mulai menurun. 1 bulan berjalan, cuma ada 1 update post. Itupun isinya “Wahhh… udah lama gak apdet blog… udah ah gitu aja, cuma skedar apdet :p”. 2 bulan… sepi… 4 bulan….. MATI!

Akhirnya blog itu ditinggalkan, bukan cuma oleh pembacanya tapi juga oleh penulisnya. Jadilah blog itu sebagai kontributor halaman-halaman hampa di dunia maya (Saahh… bahasanya :) ).

Diisi dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat

Jangan isi blog kita dengan curhat-curhat pribadi! Apalagi kalau curhatnya cuma berisi keluhan. Hampir tidak ada satupun orang yang suka membaca blog seperti itu. Isilah blog kita itu dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat. Bisa berupa ilmu yang kita punya. Bisa juga pengalaman kita yang inspiratif. Taushiyah alias nasihat juga boleh. Bisa juga sesuatu yang menghibur. Pokoknya apapun yang bermanfaat buat orang lain yang membacanya.

Dulu, saya pernah punya blog yang isinya cuma curhat-curhat pribadi saya saja. Lama-lama saya bosan mengisi blog itu, terasa buang-buang waktu. Lalu saya pindah ke blog baru di kamal87.wordpress.com, disana saya merubah strategi saya. Tujuan saya ngeblog saya rubah total kalau yang sebelumnya sekedar catatan harian saja, sekarang saya ingin memberi manfaat buat orang lain. Setelah beberapa update postingan pada blog tersebut, banyak yang berkomentar positif pada postingan saya. Akhirnya saya jadi makin bersemangat. Semangat dalam ngeblog dan semangat juga dalam memberikan manfaat buat orang lain.

Dengan begitu, blog bisa bermanfaat bukan cuma buat pembacanya tapi juga buat kita pribadi.

Dipublikasikan ke orang lain

Bagi saya blog yang tidak dipublikasikan itu kayak sayur tanpa garam (dangdut abis :p ). Katakanlah kita sudah mengisi blog dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat secara konsisten. Namun, kalau isi tulisannya tidak kita publikasikan atau sebarluaskan ke orang lain. Lantas buat apa kita membuat tulisan itu. Sebarkanlah setiap update postingan kita ke berbagai tempat. Ke milis-milis, forum, website online bookmark (technorati, lintasberita, infogue, delicious dkk), Social network (facebook, friendster, liveconnector dkk), microblog (twitter, plurk, koprol dkk) dan lain sebagainya. Supaya semakin banyak orang yang membacanya.

Sekian saja tiga tips dari saya untuk ngeblog yang bermanfaat. Percayalah! Kalau kita tidak menjalankan tiga tips ini, aktivitas ngeblog kita tidak lain dan tidak bukan cuma aktivitas yang buang-buang waktu. Setuju?

Dec 03 2007

Tips membangun perusahaan

Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya yang ini

http://kamal87.wordpress.com/2007/11/22/enterpreneurship-di-kampus/ 

dimana disitu saya menjanjikan akan menulis tips dan trik untuk membangun perusahaan bagi mahasiswa. Maka pada kesempatan kali ini saya akan coba menuliskannya.

Sebelum dimulai, saya ingin meluruskan dulu pandangan kita tentang perusahaan disini. Jangan menganggap bahwa yang namanya perusahaan itu yang punya struktur pengorganisasian kompleks, harus punya banyak modal, harus menyiapkan infrastruktur dulu dsb. Anggaplah perusahaan ini hanya sebagai sebuah tim yang akan terus disolidkan. Di amerika sudah banyak perusahaan-perusahaan yang hanya dijalankan oleh DUA orang saja. Jadi, gak usah mikir terlalu ribet tentang wujud perusahaan disini.

OK, ini dia tipsnya, tips ini saya sarikan dari apa yang saya lakukan ketika membangun univind

  1. Jangan kelamaan mikir!! Banyak orang yang sudah berniat membangun sebuah perusahaan harus mengurungkan niatnya karena terlalu banyak yang dia pikirkan. Semakin lama kita berpikir, maka keragu-raguan akan semakin meningkat. Akhirnya malah tidak jadi membuat perusahaan dan terlena dengan kehidupan standar yang sudah dijalani sekarang.
  2. Segera buat institusionalisasi perusahaan. Apa sih maksudnya institusionalisasi? maksudnya adalah segera tentukan nama perusahaan, struktur perusahaan, ruang lingkup perusahaan. Tidak usah terlalu sempurna, yang penting ada dulu. Keberadaan formalitas-formalitas tersebut akan mendorong kita untuk serius menjalankan bisnis kita.
  3. Buang semua rasa takut. Ketika kita ingin membuat perusahaan, pasti banyak muncul pikiran-pikiran negatif yang muncul di otak kita. Saya katakan, segera buang pikiran tersebut.
  4. Kumpulkan keberanian dan kenekatan. Dulu ketika awal membangun univind (dulu bernama apaDonk) saya menentukan lingkup perusahaan saya adalah web design. padahal waktu itu saya sama sekali tidak punya keahlian dibidang tersebut. tapi, ya itulah… waktu itu saya super nekad. Yang penting ada dan jalan dulu. entar belajar pelan-pelan.
  5. Cari partner yang kompeten, kalau yang satu ini sebenarnya opsional. Banyak pengusaha yang memulai usahanya sendiri dan bisa sukses. Tapi, percayalah… dengan keberadaan partner atau teman kita bisa saling mengisi. Ini adalah hal pertama yang saya lakukan dulu ketika membangun univind. waktu itu saya masih diliputi keraguan untuk membangun perusahaan. lantas saya ajak beberapa teman saya untuk membangun perusahaan. Dari situ saya merasa punya kekuatan lebih untuk mulai bergerak. Sekarang, teman-teman saya itu bahkan lebih semangat daripada saya dalam menjalankan univind :)
  6. Jangan terhalang oleh modal uang. Banyak orang yang beralasan tidak mau usaha karena tidak punya modal. padahal uang bukan modal paling penting yang harus dimiliki. Modal yang paling penting adalah keberanian, kenekatan, integritas, komitmen, konsistensi dsb. Kalau masalah uang itu sih gampang. Modal uang bisa dicari melalui banyak cara. Nanti saya akan tulis, tips dan trik untuk membuat usaha tanpa modal uang. Dulu waktu saya mulai merintis univind, jujur waktu itu saya sedang tidak punya uang (bahkan baru saja kehilangan uang 1 juta rupiah). Dan itulah gunanya mencari teman, Kita bisa mengumpulkan modal uang dari teman-teman kita.
  7. Bersiaplah untuk berkorban. Ketika awal membentuk perusahaan, pasti perusahaan kita itu menyita banyak sekali waktu dan pikiran kita. Jadi… siaplah berkorban. siapkan diri anda untuk terus bekerja 24 jam. Kurangi jam tidur. Pokoknya berikan pengorbanan yang besar untuk perusahaan anda.
  8. Setelah perusahaan sudah terbentuk. Jalankan perusahaan tersebut dengan komitmen yang tinggi dan juga konsisten dalam bekerja. Jangan mudah menyerah. Dalam perjalanannya nanti anda akan menemukan banyak masalah dalam perusahaan anda. Bersabarlah, jangan mudah menyerah dengan masalah tersebut. Univind atau lebih tepatnya apaDonk pada masa-masa awalnya itu isinya cuma masalah doank. Hampir enam bulan sesudah saya mendeklarasikan apaDonk saya belum juga mendapatkan penghasilan. Internal tim apadonk juga pada tidak semangat menjalankan perusahaan. Sampai waktu itu ada selentingan “bubarin aja deh nih apadonk… gak ada gunanya”. Waktu itu saya sempat berpikir untuk membubarkan apadonk. Tapi setelah saya pikir2 lagi, kalau apadonk saya bubarin sekarang, trus apa gunanya semua perjuangan saya selama enam bulan belakangan. Saya tidak mau perjuangan saya sia-sia. Akhirnya apadonk terus berjalan walaupun terseok-seok, mengalami banyak kegagalan. Tapi semua kegagalan tersebutlah yang akhirnya membuat kami semua di univind (kamal, eko, ikhlas, sipur, yans, ilman) punya semangat yang lebih keras dari baja. Kita semua di univind sekarang bisa dibilang sudah cukup tahan banting.

mungkin segitu aja dulu tips dari saya. sebenarnya masih banyak sekali yang ingin saya share kepada teman-teman semua tentang perjuangan saya membangun univind. Saya berharap tulisan ini bisa memotivasi teman-teman semua untuk membangun perusahaan sendiri.

Jangan takut jadi pengusaha
salam enterpreneur!


↑ Back to top