Menebar sejuta manfaat
Feb 07 2010

Redefinisi Arti Sukses

“Andaikan dimasa depan nanti kamu jadi orang kaya, punya banyak uang, punya gedung bertingkat, punya segala-galanya. Apakah itu berarti kamu sudah sukses? BELUM TENTU! Kita hanya bisa tahu apakah kita sukses atau tidak di akhirat nanti, bukan di dunia.”

Beberapa minggu lalu saya terhenyak oleh pernyataan tersebut. Sebuah pernyataan yang disampaikan oleh mentor saya. Sebuah pernyataan yang mengingatkan kembali diri saya akan orientasi awal saya dalam berbisnis, yaitu untuk menebar manfaat yang seluas-luasnya ke seluruh penduduk bumi. Bisa dibilang beberapa waktu belakangan ini orientasi saya agak mengabur. Mulai terkikis oleh realitas-realitas dalam dunia usaha. Alhamdulillah saya diingatkan kembali dengan pernyataan tersebut. Makanya saya sangat bersyukur punya peer group yang selalu bisa mengingatkan saya agar tidak silau oleh kerlap-kerlip dunia.

Banyak sekali kita lihat pengusaha-pengusaha yang rela bermain kotor demi mendapatkan sekedar semilyar dua milyar (kayak dikit aje semilyar 2 milyar :p ). Coba saja lihat Anggodo brothers, dia rela mengeluarkan uang sekian banyak untuk menyuap pejabat demi kelancaran bisnisnya. Hal ini merupakan salah satu penyebab masih banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak begitu mengapresiasi profesi sebagai pengusaha. Para pengusaha dipandang sebagai golongan masyarakat elit yang culas. Golongan masyarakat yang bisa berada di puncak atas karena menghisap orang-orang di sekitarnya. Pengusaha-pengusaha seperti itu bisa lahir karena arti sukses dalam benaknya hanyalah uang dan harta dan juga uang serta harta. Tak ubahnya seperti karakter Mister Crab dalam kartun SpongeBob Squarepants yang rela melakukan apa saja demi uang. Terkait hal ini, Ibnu Hajar Rahimahullah pernah berkata:

“Budak dinar adalah orang yang mencarinya dengan semangat tinggi. (Bila mendapatkannya), dia menjaganya seolah-olah dia menjadi khadim, pembantu, dan budak.”

Pengusaha dengan tipikal “Budak Dinar” seperti yang disebutkan diatas tadi mungkin saja bisa mendapatkan semua keinginannya di dunia. Dia bisa saja “sukses” di dunia, tapi di akhirat dia pasti jadi orang yang paling melarat. Di dunia mungkin dia jadi orang paling banyak mendapat untung, tapi di akhirat dia adalah orang yang paling merugi.

Untuk itu, buat teman-teman pengusaha semua, marilah kita luruskan niat kita dalam berbisnis. Jangan jadikan uang, harta dan kekayaan sebagai orientasi utamanya. Menjadikan hal itu sebagai orientasi utama tak akan pernah bisa membuat kita benar-benar hidup bahagia dunia akhirat. Kita akan terus terobsesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Lalu seandainya harta tersebut sudah tertumpuk di tangan kita, so what? mau apa lagi? Jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama kita. Jadikanlah keridhoan Allah sebagai alasan kenapa kita memilih menjadi pengusaha. Menumpukan orientasi bisnis kita pada akhirat bisa dijamin akan membuat kita menjadi pengusaha yang sangat-sangat tangguh dan pantang menyerah.

So, mari kita redefinisi arti sukses. Sukses sebenarnya bukanlah di dunia melainkan di akhirat kelak!

Mari kita kejar akhirat, dan biarkan dunia mengejar-ngejar kita :)

May 28 2009

Resep Sukses dari Pak Chairul Tandjung

Melanjutkan postingan saya yang berjudul Inspirasi Entrepreneurship dari Pak Chairul Tandjung. Saya ingin menyampaikan resep sukses yang disampaikan pak Chairul Tandjung saat menjadi pengisi seminar pembukaan UI Smart and Young Entrepreneur. Pada seminar itu, pak chairul tandjung memberikan 4 resep suksesnya. Ini dia:

Mulai dengan niat yang baik

Kalau kita ingin berbisnis, mulailah dengan niat yang baik. Niatkanlah usaha yang kita jalankan itu untuk memberi manfaat paling tidak untuk diri kita sendiri. Kalau sudah begitu berilah manfaat untuk keluarga kita. Dan yang jauh lebih baik lagi, niatkanlah bisnis kita untuk memberi manfaat pada orang lain.

Kerja keras

Pak Chairul tandjung bilang bahwa dulu waktu masih bujangan, beliau kerja 18 jam/hari. Wow… 8-O Saya cukup kaget mendengar hal itu. Itu berarti waktu istirahat pak Chairul dalam sehari hanya 3 jam. Setelah berkeluarga, barulah beliau mengurangi jam kerjanya menjadi 14 jam/hari (Tetep aja ya lebih banyak dari kebanyakan kita). Itu menunjukkan betapa kerasnya usaha yang ditempuh pak Chairul menuju kesuksesan. Memang begitulah jalan kesuksesan. Jalan itu membutuhkan pengorbanan yang besar dari kita.

Kerja cerdas

Kerja keras saja tentu tidak cukup. Coba lihat tukang gorengan atau tukang sayur atau tukang roti atau siapapun yang menjalankan usahanya sendiri di dekat rumah kita. Banyak pengusaha-pengusaha itu yang tidak pernah mengalami kemajuan dalam usahanya. Usahanya mandek di satu tempat, tidak pernah berkembang. Pengusaha-pengusaha informal itu biasanya adalah seorang pekerja keras, tapi mereka belum bekerja cerdas. Akhirnya usahany tidak berkembang. Pak Chairul Tandjung bilang bahwa bekerja keras saja tidak cukup. Kerja keras itu harus diiringi dengan kerja cerdas. Pak Chairul Tandjung memberikan contoh usahanya bekerja cerdas dengan salah satu usahanya sebagai penjual es krim. Dia membeli perusahaan es krim bernama Robin Baskin (Kalo gak salah). Usaha es krim itu sebelumnya berupa restoran khusus es krim. Positioning sebagai restoran es krim itu dinilai Pak Chairul sebagai strategi yang salah, karena duduk di restoran hanya untuk makan es krim bukanlah kultur orang Indonesia. Lalu Pak Chairul merubah total strategi penjualannya. Bukan lagi restoran melainkan kedai kecil. Dia menaruh kedai kecil itu di mal. Dia tidak menaruh 1 kedai untuk setiap mal melainkan 7 sampai 8 kedai. Kalau seseorang datang melewati salah satu kedai dan dia merasa tergiur dengan es krim itu, ada kemungkinan dia menunda dulu untuk membelinya. “Nanti ah… jalan-jalan dulu“. Nah nanti ketika sambil jalan-jalan ternyata ketemu lagi dengan kedai tersebut. Harapannya orang yang tadinya memang sudah tergiur akhirnya akan membeli. Itulah strategi dagang yang cerdas.

Hasil serahkan sama Yang Di Atas

Inilah resep terakhir yang diberikan Pak Chairul. Apabila kita sudah mulai dengan niat yang baik, lalu kita sudah bekerja sedemikian keras dan tak lupa juga bekerja cerdas, namun ternyata hasilnya belum juga memuaskan. Maka itulah takdir yang diberikan oleh Allah. Tak perlu disesali, tak perlu kecewa. Apapun hasil yang diberikan oleh Allah, terima saja dan syukuri. Yakini saja bahwa memang itulah yang terbaik untuk kita.

Okeh… segitu aja, semoga bermanfaat.

Jun 11 2008

Impian saja tidak cukup, butuh kedisiplinan

Arah tujuanSaya ini termasuk orang yang punya impian yang sangat besar. Impian untuk benar-benar membawa perubahan pada seluruh dunia. Impian untuk menggapai prestasi-prestasi internasional. Impian untuk memberikan kebermanfaatan yang luas buat seluruh penduduk bumi. Saya sudah membuat lifeplan saya tahun demi tahun. Saya sudah detailkan setiap targetan-targetan saya. Saya tentukan setiap akhir tahun sebagai masa evaluasi tahunan. Pada proses evaluasi tahunan tersebut saya selalu mendapati bahwa banyak sekali (sekitar 70-80%) target hidup saya yang tidak tercapai. Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah ketidakdisiplinan.

Saya sering berapologi dengan kegagalan mencapai target tersebut dengan mengatakan dalam hati “gagal itu biasa, saya akan coba lagi dan lagi sampai berhasil…”. Tapi sayangnya sikap pantang menyerah tersebut masih belum saya iringi dengan sikap disiplin diri. Sehingga kegagalan tersebut datang lagi dan lagi. Alhamdulillah semua kegagalan yang datang silih berganti itu tidak dapat menjatuhkan saya. Saya tidak mudah menyerah. Ketika gagal, saya akan terus mencoba sampai berhasil. Saya kan terus berupaya menanamkan kedisiplinan dalam diri saya.

Tulisan ini bisa dibilang merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul: Milikilah peta hidup. Pada tulisan tersebut, saya menerangkan bahwa untuk hidup sukses, kita harus punya impian. Kita harus punya sebuah tujuan besar. Apa yang ingin kita raih dalam hidup ini. Kita juga harus membuat gambaran yang detail langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan besar kita.

Tapi semua rencana hidup terperinci itu belum cukup. Saya cukup tertegun dengan status YM-nya mas romi belakangan ini: Perdjoeangan adalah pelaksanaan kata-kata. Rencana yang kita lakukan itu masih belum bisa merubah apa-apa jika tidak kita laksanakan, jika tidak kita amalkan secara nyata. Dan pengamalan tersebut (istilahnya mas romi perdjoeangan) butuh kedisiplinan.

Lalu bagaimana caranya menumbuhkan kedisiplinan dalam diri kita? jujur saya sendiri juga belum tahu. Saat ini saya juga sedang mencari-cari cara supaya saya bisa melatih kedisiplinan dalam diri saya. Saya lagi banyak baca-baca artikel or buku yang membahas kayak begituan. Salah satu cara yang sedang saya coba adalah tipsnya mas romi di postingan blognya yang berjudul 3 kiat jitu mengatur waktu. Inti tulisan itu adalah menyarankan kita untuk KURANGI TIDUR. Saya sebenarnya sudah lama sepakat. Saya juga sudah lama sadar, bahwa kalau saya mau benar-benar berkembang terus sampai sukses. Saya harus kurangi jatah tidur saya. Saya sudah lama mencoba membiasakan untuk bangun dan memulai aktivitas pada 2/3 malam terakhir. Tapi memang saya akui, sampai saat ini saya belum mampu benar-benar konsisten dengan tekad saya untuk bangun pagi. Tapi saya akan coba terus.

Intinya, kalo kita mau hidup kita bermakna. Klo kita mau sukses dalam hidup kita harus punya impian yang besar. Kita harus buat targetan-targetan jangka pendek. Dan kita harus jalankan rencana hidup kita itu secara disiplin. Jangan pernah berhenti menyerah. Terus latih diri kita supaya bisa disiplin dan memanfaatkan waktu yg kita miliki ini seoptimal mungkin.

Apr 21 2008

menyikapi kegagalan

Belum lama ini saya mengikuti lomba KKTM (Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa). Sejak lama saya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tersebut. Sejak jauh hari saya juga sudah mulai mengumpulkan data, menganalisa dan membuat tulisannya. Saya benar-benar telah berusaha maksimal dalam mengikuti lomba ini. Tapi ketika diberi undangan untuk mempresentasikan karya tulis saya, saya agak terkejut karena saya diundang untuk mengikuti presentasi KKTM bidang pendidikan. Padahal saya hendak mengikuti KKTM IPS. Rupanya ketika saya mengecek bagian halaman cover karya tulis saya, disana terdapat sebuah kesalahan kecil yang fatal. Hanya satu kesalahan kata disana, seharusnya di bagian cover tersebut saya menulis “Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPS” tapi saya justru menulis “Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Pendidikan”. Alhasil, karya tulis saya salah alamat. karya tulis yang saya buat itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pendidikan. Peluang saya untuk menang dalam kompetisi tersebut tiba-tiba menjadi sangat kecil. Hanya satu kata dari ribuan kata yang terhimpun dalam karya tulis tersebut, namun efeknya begitu besar menghantarkan kegagalan untuk saya.

Seperti biasa, saya tidak akan curhat disini. Saya justru ingin memberikan nasihat buat diri saya sendiri dan juga buat Anda semua yang membaca tulisan saya. Nasihat ini adalah mengenai bagaimana kita menyikpai kegagalan tersebut. Banyak orang yang ketika mengalami kegagalan maka dia langsung jatuh depresi. Hidupnya seolah penuh tekanan. Banyak yang tidak bisa bangkit lagi setelah jatuh.
Sikap tersebut merupakan sikap yang salah. Orang-orang seperti itu biasanya adalah orang yang
tidak mampu melihat sisi terang dari sebuah keburukan. Pikiran negatifnya sudah menutupinya dari celah terang yang masih sangat mungkin dilalui.

Bagaimana kita menyikapi kegagalan? pertama, tentunya beristighfar. Perasaan sedih yang muncul dalam diri kita itu adalah sikap yang wajar. Tapi yang penting jangan sampai kesedihan ini terus berlarut-larut. Kesedihan yang berlarut-larut itu cuma akan membunuh kita secara perlahan. Oleh karena itu kita mesti banyak-banyak beristighfar. Mengingat Allah. Kita mesti percaya bahwa pasti ada suatu hikah dibalik kegagalan ini.

Kedua, cari hikmahnya. Seburuk apapun suatu kondisi itu pasti ada hikmah positif dibaliknya. Sebenarnya segala sesuatu di dunia itu positif dan pasti punya kebaikan buat kita. Semuanya tergantung bagaimana kita memandang setiap kondisi tersebut. Kalau kita berpikir positif maka otak kita akan terdorong untuk mencari hikmah dan mengambil pelajaran dari setiap kegagalan yang kita alami.

ketiga, segera cukupkan evaluasinya. Langsung bergerak lagi. Kali ini Anda bisa bergerak dengan lebih cerdas karena Anda sudah lebih tahu mana jalan yang tidak seharusnya dilewati. Thomas Alfa Edison melakukan percobaan penemuan lampu sampai 9999x, baru pada percobaan ke 10000 dia berhasil. Apa yang dikatakan olah mas alfa itu “saya bukan menemukan 9999 kegagalan tapi saya menemukan 9999 jalan untuk membawa saya pada kesuksesan”. Yah… kira2 gitulah (salah2 dikit gak napa yak :mrgreen: )

Kalau sudah begitu, dijamin. Anda pasti akan terus menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Karena setiap kegagalan yang Anda alami itu Anda jadikan pelajaran yang berharag suapay tidak terpersosok dalam jurang yang sama. Kegagalan demi kegagalan itu cuma akan membuat Anda semakin kuat, semakin kokoh. Berdiri sebagai manusia dengan sejuta potensi.

Apr 18 2008

Maraknya Komunitas IT di Indonesia

Dunia IT akan dikenal apabila komunitasnya berkembang. Sebut saja India, Singapura, Korea, dan lain-lain komunitas IT-nya sejak beberapa tahun lalu sudah berkembang. Di Indonesia sendiri komunitas IT memang sudah berkembang sejak lama, hanya saja perkembangannya timbul dan tenggelam.

Sejak beberapa tahun lalu, komunitas IT khususnya sistem operasi mulai bermunculan, misalnya Komunitas Linux dengan KPLI-nya, komunitas MacOS, MUGI (Microsoft User Group Indonesia), INDC, WSS-ID (Windows Server System Indonesia), dan sebagainya. Dengan banyaknya komunitas IT di Indonesia, diharapkan akan terbentuk masyarakat IT yang handal dan professional. Maraknya blog dan portal IT menandakan bahwa masyarakat IT Indonesia sudah semakin berkembang. Dalam komunitas IT, sebenarnya tidak hanya tempat
berkumpulnya IT Pro saja, melainkan semua lapisan masyarakat IT di Indonesia, mulai dari IT Pro, Developer, dosen, mahasiswa sampai end user atau pemakai. Komunitasnya sendiri bermacam-macam mulai dari IT Pro, Komunitas Developer, Komunitas MacOS, Komunitas Linux, dan sebagainya. Begitu juga dengan anggotanya
juga bermacam-macam, mulai dari IT Professional, Trainer Independent, PNS, dosen, guru, mahasiswa, sampai end user.

Berkembangnya komunitas IT merupakan pertanda bahwa SDM IT di Indonesia mulai diperhitungkan. Pada dasarnya tujuan utama dari suatu komunitas IT adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman sesama penggunanya. Namun, tentu saja akhirnya akan tumbuh dan berkembang juga peluang bagi kita untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Masyarakat IT di Indonesia kini bisa dengan mudah mengikuti perkembangan, karena para IT Pro yang ada di kota-kota besar bisa menuliskan pengalamannya dalam suatu media, bisa blog, portal ataupun milis. Sementara itu masyarakat lainnya terutama yang jauh dari kota besar bisa mendapatkan informasi melalui media blog, milist atau portal yang ada. Portal IT Pro yang saat ini membernya hampir mencapai 10.000 orang merupakan
komunitas online yang banyak dikunjungi masyarakat. Portal ini bernama WSS-ID.ORG (Windows Server System Indonesia) dengan alamat http://wss-id. org. Pada portal ini selain menampilkan blog, juga e-book gratis. Portal dengan konsep KPLI (Knowledge, People, Leadership, dan Inovation) ini masih tergolong baru. Di mana knowldge sebagai bottom line dan inovasi berada di ujung garis portal. Dalam dunia komunitas knowledge merupakan hal yang sangat vital, yang datang dari orang-orang yang hebat, orang-orang yang memiliki leadership sehingga mampu menciptakan inovasi baru. Dengan adanya portal IT Pro bisa membawa Indonesia sebagai negara terpandang di industri IT dunia. Karena bukan tidak mungkin jika dari portal ini suatu saat akan muncul inovasi-inovasi baru untuk mendukung perkembangan IT di Indonesia.

Komunitas lain yang juga termasuk cukup dikenal adalah MUGI (Microsoft User Group Indonesia) dengan alamat http://www.mugi. org. Komunitas ini sampai sekarang tetap eksis dan terus melebarkan sayapnya ke berbagai daerah dan perguruan tinggi di Indonesia. Sementara itu kelompok lain yang mengkhususnya dalam dunia desain adalah Desainer Comunity atau cebeijo ini mempunyai alamat http://cabeijo. com. Aktifitasnya tetap mengandalkan online community yang di dalamnya mengupas berbagai hal yang berhubungan dengan desain. Komuci User Group dengan alamat http://kemailomuci. net adalah komunitas fokus pada komunitas mobile dengan tujuan bisa saling berkomunikasi dan interaksi sesama manusia. Pada bidang bisnis, komunikasi juga telah menjadi tulang punggung berbagai keputusan, kebijakan, serta keberhasilan bisnis. Bersamaan dengan tumbuhnya teknologi informasi di dunia, kehidupan bergeser ke suatu konsep intelligent evironment suatu lingkungan kehidupan yang terintegrasi dengan teknologi untuk memberi suatu kehidupan yang lebih baik. Pada bidang komunikasi hal ini dapat ditelaah melalui lahirnya berbagai dukungan komunikasi yang bervariasi, sehingga melahirkan konsep multimodal communications.

Kalau Anda lebih suka memanfaatkan e-mail untuk berbagi pengalaman sesama pengguna komputer di Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas miling list atau milist. Saat ini hampir semua komunitas memanfaatkan media ini untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. Hanya saja bagi pengguna yang enggan membuka e-mail atau space e-mail-nya terbatas mungkin akan lebih baik apabila memanfaatkan media
lain seperti forum atau blog. Milinglist memang masih banyak digunakan oleh komunitas IT di Indonesia dan
masih diyakini tergolong ampuh untuk saling tukar menukar informasi. Hanya saja kalau menggunakan media ini akan membebani mailbox, apalagi apabila komunitas tersebut sudah semakin besar, maka pemanfaatan mailinglist jelas kurang efektif, terutama bagi mereka yang memanfaatkan e-mail gratisan. Semakin banyak anggota yang mendaftar atau join akan semakin banyak pula e-mail yang masuk ke dalam
mailbox kita.

Tidak sedikit komunitas IT di Indonesia yang memanfaatkan forum di yahoogroup, karena selain gratis juga diyakini pengunjungnya cukup banyak. Karena sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan fasilitas e-mail di yahoo.com atau yahoo.co.id. Dengan adanya dalam suatu komunitas tidak hanya anggota saja yang bisa membaca, masyarakat umum pun bisa membacanya. Memang saat ini tersedia blog baik gratisan maupun membuat sendiri dengan membeli sebuah domain. Bagi komunitas yang sudah besar tentu akan membangun servernya sendiri, karena isi atau contentnya bisa disesuaikan dengan kebutuan dan perkembangan teknologi. Sebagai contoh Windows Server System Indonesia menyediakan berbagai fasilitas mulai dari blog, video, galeri, forum, e-book, artikel dan lain-lain.
Memang cukup banyak komunitas IT di Indonesia. Mungkin kalau dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, di Indonesia komunitas IT termasuk paling banyak dan menyebar di seluruh Indonesia. Namun demikian dengan semakin berkembangnya komunitas IT diharapkan sumber daya IT Indonesia bisa  diandalkan untuk mengisi pembangunan yang masih jauh membentang. Yang lebih penting lagi dalam sebuah komunitas jangan mencari kelemahan suatu produk, berbau politis, menjelek-jelekan produk tertentu, karena semua teknologi pada dasarnya untuk mensejaherakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Sumber:

Tutang Pranata Komputer Madya- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
http://kompas. com/kompascetak/ read.php? cnt=.xml. 2008.04.16. 03043995& channel=2& mn=245&idx= 245

Jan 06 2008

Univind goes to sukabumi

Baru saja saya pulang dari Sukabumi tempat saya dan teman-teman satu perusahaan saya di univind mengadakan team building plus rapat kerja. Besar sekali hasrat saya untuk mendokumentasikan perjalanan yang sangat menyenangkan tersebut dari awal sampai akhir. Tapi, saya pikir tulisan seperti itu akan tidak sesuai dengan tujuan dibuatnya blog ini. Saya membuat blog ini untuk belajar menulis artikel yang bermanfaat, supaya nanti cita-cita saya utuk membuat buku bisa tercapai, plus juga saya ingin blog ini menjadi blog yang benar-benar bermanfaat bagi semua orang yang membacanya. Oleh karena itu, saya tidak akan menulis perjalanan univindCrew seperti layaknya sebuah diary perjalanan biasa tapi juga dengan upaya menginspirasi teman-teman semua yang berkunjung ke blog saya tentang begitu pentingnya team building dalam sebuah tim, dan juga tentang betapa pentingnya membuat sebuah grand design untuk perusahaan kita.

Team building perusahaan saya, univind.com, memang inginnya diadakan setiap akhir tahun. Kita ingin team building ini menjadi salah satu corporate culture dari univind. Kalau tahun lalu univindCrew pergi ke dufan menikmati wahana-wahana yang ada disana, maka pada tahun ini univind pergi ke sukabumi, tempat asal salah satu univindCrew, yaitu ikhlas purwanto sang CTO (Chief Technology Officer) Univind.

Sewaktu awal sampai di sukabumi kita sudah disambut oleh cuaca yang sangat menarik, cuaca yang jarang ada dijakarta, sukabumi kala itu dipenuhi kabut membuat suasananya jadi sangat sejuk. Setelah sampai kita langsung menyambangi salah satu masjid disana karena kita belum sempat sholat ashar. Setelah selesai sholat, kami langsung beranjak ke rumah Ikhlas. Setelah sampai dirumahnya kami istirahat sebentar ditemani oleh teh hangat dan beberapa cemilan, sambil ngobrol2 santai. Setelah selesai sholat maghrib dan isya, baru kemudian kami univind melaksanakan rapat kerja besar Univind. rapat ini membahas tentang tujuan besar Univind, tentang langkah-langkah strategis jangka panjang univind sampai kepada tujuan akhirnya. Intinya, disana kami telah mendeklarasikan bahwa univind akan menjadi perusahaan yang go international, perusahaan yang bisa menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Kami nyatakan bahwa suatu saat nanti univind akan mampu menyaingi bahkan melampaui perusahaan-perusahaan lain seperti microsoft, google, yahoo, dll.

Setelah selesai berpusing-pusing merumuskan sebuah grand design untuk univind, kami lantas tidur untuk menyiapkan diri menghadapi hari esok yang pasti sangat melelahkan sekaligus menyenangkan. Besoknya kami berangkat ke perkebunan nusantara goalpara. Disana kami melakukan teawalk, berjalan-jalan disekitar kebun teh. Setelah lama ber-teawalk ria, kami mulai memasuki hutan untuk terus naik ke tempat air terjun. perjalanan didalam hutan itu bisa dibilang sangat melelahkan, tapi kami tetap semangat untuk terus maju sampai ke tujuan utama kami yaitu air terjun cibeureum. Setelah sampai di air terjun cibeureum kami langsung memuaskan diri kami dengan mandi di air terjun tersebut. Tak terbayang betapa deras dan dinginnya aliran air terjun tersebut sampai-sampai kami tidak berani untuk masuk ditengah-tengah air terjun tersebut. Setelah puas bermain-main di air terjun kami kembali menempuh perjalanan menembus hutan melewati kebun teh kembali kerumah ikhlas purwanto, sang pemimpin ukhuwah groups.

Itu tadi sedikit ceritanya, dari perjalanan tersebut ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan buat teman-teman semua para enterpreneur dan atau para leader dalam sebuah tim. Pertama, saya ingin menunjukkan tentang betapa pentingnya melakukan team building dalam tim yang kita pimpin. Disini, team building univind telah berhasil me-refresh otak kita yang selama ini sudah sangat jenuh dengan berbagai macam pikiran. Jadi buat teman-teman perusahaan lain yang ada difasilkom seperti jaffa, make and touch, metafor, bersahabat dll kalau kalian belum mengadakan team building, adakanlah! mumpung masih liburan. Univind sangat ingin semua perusahaan yang muncul dari para mahasiswa fasilkom bisa maju. Sewaktu rapat besar kita, salah satu hal yang kita pikirkan adalah bagaimana caranya supaya kita bisa ikut mendorong perusahaan-perusahaan lain yang baru mulai dibuat seperti metafor dan bersahabat.

Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah tentang pentingnya kita membuat visi yang jelas, tegas, besar, dan realistis untuk perusahaan kita. Setelah membuat visi tersebut, penting juga bagi kita untuk membuat langkah-langkah strategis menuju visi tersebut. Kalau teman-teman semua belum membuat itu semua, maka buatlah! Supaya perusahaan yang kita buat bisa berjalan terus maju dan semakin maju sesuai dengan arah perjalanan yang kita inginkan. Tanpa itu, saya yakin100% perusahaan yang kita buat tidak akan mampu benar-benar maju.

Sekian tulisannya, semoga menginspirasi… berikut beberapa foto2 Univind goes to Sukabumi

Univind Goes to Sukabumi

more photo at here: kamal87 – photobucket


↑ Back to top