Aug 06 2008
Wahh… udah lama juga gak ngeblog. Akhirnya sekarang baru sempat. Beberapa minggu belakangan ini saya sedang disibukkan oleh Kerja Praktek. Saya harus ngutak-ngatik openbravo dengan printer dan cash drawernya. Seru juga sih ngutak-ngatik gituan. Nanti kapan-kapan saya mau tulis tutorial lengkapnya deh
Sebelumnya saya sudah sempat posting juga salah satu tutorial tentang openbravo ERP disini: Openbravo ERP Empty Region Problem.
Berkaitan dengan judul diatas, sebenarnya mungkin kurang tepat. Tapi karena saya bingung memilih judul yang ringkas, akhirnya terpilihlah kalimat tersebut sebagai judul dari postingan kali ini. Sugesti positif, obat segala penyakit.
Kalau tadi saya bilang bahwa judulnya kurang tepat, maka disini saya jelaskan dulu dimana letak ketidaktepatannya. Sebenarnya sugesti positif itu bukanlah obatnya. Namun dengan sugesti positif itu paling tidak kita tidak akan terlalu merasa sakit dengan sakit yang memang kita alami. Hmm… bingung ya…
nih saya kasih contoh.
Anggaplah saat ini Anda sedang sakit kepala. Kepala Anda agak uring-uringan sedikit. Lalu Anda terus mengeluh tentang sakit kepala tersebut: “Aduh… pusing nih kepala”, “Lemes nih, sakit kepala”, “Pusing nih, tidur aja deh…”. Semua celetukan-celetukan itu merupakan contoh sugesti negatif yang akhirnya membuat penyakit Anda terasa semakin parah. Padahal penyakitnya sih segitu-segitu aja. Tapi karena kita memasukkan dalam otak kita pemikiran bahwa kita sedang sakit, maka otak kita akan menggerakkan seluruh tubuh kita dengan instruksi2 untuk tubuh yangs edang sakit. Hal ini membuat tubuh kita jadi terasa lebih lemas.
Itu tadi contoh sugesti negatif. Sekarang saya berikan contoh sugesti positif. Anggaplah saat ini Anda sedang pilek. Tapi Anda berkeras bahwa anda masih sanggup beraktivitas. Anda merasa pilek ini tidak selayaknya jadi penghalang berbagai macam kegiatan Anda. Anda mengatakan pada otak Anda “Saya masih kuat”, “Saya sehat” dsb. Walhasil, Anda tidak akan merasa terlalu tersiksa oleh penyakit tersebut. Anda masih tetap bisa bergerak. Anda masih tetap bisa beraktivitas. Gangguan-gangguan pilek itu hanyalah sedikit rintangan yang harus diterabas. Dengan begitu penyakit yang kita alami itu tidak akan membuat kita benar-benar merasa sakit.
Lho koq gitu sih? kalau sakit itu ya berarti kita harus istirahat! jangan malah dipaksakan terus kerja! Hmmm… Kalau menurut pendapat saya (yang bukan dokter ini), tubuh manusia itu punya ukuran ketahanannya sendiri. Ketika kita memang sudah benar-benar sakit, maka secara natural tubuh kita akan merespons dalam gejala-gejala tertentu. Jadi intinya, kalau memang sudah benar-benar tidak kuat, maka tubuh kita sendiri yang akan “memaksa” kita untuk istirahat. Misal: otot kaki kita dibuat lemas sehingga tidak bisa jalan sama sekali. Atau kita dibuat tidur lebih lama tanpa kita atur. Jadi, kapan ukuran kita masih harus beraktivitas atau sudah harus istirahat pada saat kita sakit itu biar tubuh kita sendiri saja yang menentukan. Kita tidak usah menambah-nambahkan penyakit dengan mengatakan “saya letih, saya harus istirahat seharian”. Padahal penyakitnya cuma sekedar batuk-batuk.
Tapi terlepas dari itu semua, kita juga wajib berusaha untuk menyembuhkan penyakit kita. Jangan sampai merasa cukup mengandalkan sugesti positif. Tapi penyakitnya itu sendiri sama sekali dibiarkan begitu saja. Sugesti positif itu hanya untuk sekedar “mengurangi rasa sakit”. Namun sugesti positif tidak dapat menyembuhkan penyakit itu sendiri. Bagaimana menyembuhkan penyakitnya? silahkan tanya sama pak dokter
Sekian saja, postingan kala sakit (pilek) saya ini.
Semoga Bermanfaat
Nov 30 2007
1 Desember telah ditetapkan sebagai hari AIDS sedunia. Banyak orang yang memperingati hari ini sebagai momen untuk memberantas virus HIV/AIDS yang telah membunuh jutaan korban. Semua orang didunia tentunya setuju bahwa virus HIV/AIDS adalah virus berbahaya yang harus segera dimusnahkan dari muka bumi ini. Sudah banyak media-media yang menyebarluaskan pentingnya menjaga diri dari virus tersebut. Opini publik sudah tersebar luas.Persepsi orang tentang AIDS sudah diarahkan dengan baik. Namun, opini publik tentang bagaimana membarntas virus HIV terasa amat rancu, terutama yang berkaitan dengan kondom.
“kenakan kondom atau… KENAA…!!!”
begitulah semboyan yang dipaparkan oleh sang aktor (siapa sih namanya? lupa… ) dalam iklan layanan masyarakat tentang AIDS. kata KENA yang dimaksud disini tentunya adalah virus HIV/AIDS, karena memang ini iklan tentang AIDS. Namun, apakah pernyataan tersebut benar adanya? bahwa kalau kita mengenakan kondom maka kita akan terbebas dari virus HIV AIDS. berikut beberpa fakta yang menyanggah hal tersebut:
Dua fakta diatas sudah cukup untuk menegaskan pada dunia bahwa apa yang selama ini digembar-gemborkan oleh media massa tentang penggunaan kondom untuk keamanan dari virus HIV adalah SALAH TOTAL.
Namun, opini tersebut sudah terlanjur meluas. Kebanyakan orang telah berpikir bahwa kondom bisa menyelamatkan mereka dari ancaman virus HIV. Bahkan opini ini sudah mewujud dalam bentuk program-program pemerintah seperti ATM kondom. na’udzubillah. program ATM kondom dibuat dengan harapan mengurangi tingkat penderita AIDS di Indonesia. padahal justru program tersebut bisa semakin menyebarluaskan seks bebas dan implikasinya adalah semakin luasnya virus HIV/AIDS.
OK, sekarang saya mau menghimbau pada siapapun anda yang membaca tulisan ini. AYO KITA LAKUKAN OPINION ENCOUNTER terhadap opini bahwa kondom bisa menjadi solusi untuk masalah AIDS. Sebarkanlah tulisan-tulisan ini dimanapun anda bisa.
Kalau anda punya blog, tulislah opini ini di blog anda. Supaya opini umum yang muncul dijagad blog ini bisa membantu melawan arus opini dunia tentang AIDS saat ini
Kalau anda mengikuti banyak milis, maka sebarkanlah tulisan ini ke berbagai milis yang anda ikuti.
kalau anda sering membuka forum online. buatlah sebuah topik baru untuk membawa counter opinion ini pada komunnitas forum tersebut.
AYO TOLAK LEGALISASI SEKS BEBAS DI INDONESIA YANG BERKEDOK PEKAN KONDOM NASIONAL
(memang inilah gunanya blog, blog bisa melawan arus opini yang dibawa oleh media2 besar yang sudah dikuasai oleh sekelompok orang tertentu yang menghendaki kehancuran umat manusia)