Nov 24 2008
Melanjutkan tulisan saya yang berjudul “Wahai mahasiswa, berbisnislah!” disini saya ingin menambahkan beberapa poin yang membuat bisnis pada saat masih menjadi mahasiswa itu sangat menyenangkan. Berbisnis sebagai mahasiswa lebih mudah daripada berbisnis sebagai pebisnis. Kenapa begitu? karena ada begitu banyak peluang dan potensi yang bisa kita garap dengan status mahasiswa. Ini dia dua diantaranya:
Gimana enak kan jadi pengusaha mahasiswa… so, mumpung masih mahasiswa, berbisnislah!
Nov 17 2008
Beberapa waktu yang lalu, saya melihat spanduk yang sangat bagus di dekat rumah saya yang bertuliskan seperti ini:
Jadilah bagian dari solusi permasalahan pengangguran dan kemiskinan
Karya Aziz Peduli
Sebuah spanduk yang sederhana namun mengutarakan pesan yang sangat kuat dan berkualitas bukan?! Disitu tertulis karya aziz peduli, saya sendiri tidak tahu apa itu karya aziz peduli. Tapi saya sangat mengapresiasi spanduk yang mereka buat. Mereka tidak hendak menonjolkan golongan mereka. Dari spanduk itu terlihat sekali mereka benar-benar tulus dalam menyampaikan pesan tersebut. Subgguh spanduk yang sangat berkualitas. Jauh lebih berkualitas daripada spanduk-spanduk yang seperti dibawah ini yang belakangan banyak beredar di sudut-sudut kota. Bikin suasana kota makin riweh…
Merasa pernah lihat spanduk kayak gitu??? :p
Jun 23 2008
Melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya: Membangun silicon valley Indonesia. Pada tulisan itu saya mengatakan bahwa ada sebuah peluang besar yang memungkinkan terbentuknya iklim layaknya iklim yang terjadi di silcon valley, Amerika. Pada artikel tersebut saya katakan bahwa satu hal yang kurang dari orang-orang di Indonesia adalah entrepreneurship.
Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan pak valentino dinsi, seorang pengusaha sukses yang membuat buku “jangan mau seumur hidup jadi orang gajian”. Berdasarakan obrolan-obrolan saya dengan beliau, ternyata beliau telah lama mencari-cari SDM IT yang handal yang punya ide brilian tentang memanfaatkan IT untuk usaha. Alhamdulillah Allah mempertemukan pak valen dengan saya dan teman-teman saya yang sudah tergabung membentuk perusahaan bernama univind. Intinya beliau ingin memberikan investasi pada perusahaan saya itu. Pak valen berkata pada saya dan teman-teman saya “Anggaplah saya ini capital venture bagi kalian”. Ya… capital venture, saya menemukan capital venture untuk menumbuhkan perusahaan saya. Seperti yang saya nyatakan pada tulisan sebelumnya, bahwa di Indonesia itu sangat sulit mencari capital venture. Sangat sulit bagi mahasiswa yang mempunyai ide bisnis yang brilian untuk mencari penyokong bisnisnya kelak. Insya Allah kedepannya, perusahaan saya bisa lebih serius dalam bergerak dengan adanya pihak yang mau membantu baik dalam hal dana maupun jaringan.
Saya ceritakan hal tersebut untuk menunjukkan bahwa ternyata di Indonesia kita masih bisa menemukan orang-orang berjiwa entrepreneur yang dengan penuh semangat mau memberikan bimbingan bagi para mahasiswa kreatif yg ingin memulai bisnis.
Ahh…. tapi itu kan cuma pak valen seorang? kalo capital venture nya cuma dia sendirian sih gak bakal ngaruh buat Indonesia!
tunggu dulu… ceritanya belum selesai
Selama saya sering bertemu dengan pak valen itu, saya juga diperkenalkan oleh beliau dengan seorang mahasiswa IPB bernama Elang Gumilang. Elang Gumilang adalah juara 1 lomba wirausaha muda mandiri se-nasional. Dia menjalankan bisnis properti didaerah bogor dengan omzet mencapai 20 miliar. Wahh… saya juga kaget waktu tau hal itu. Seorang mahasiswa bisa bikin usaha yang pendapatannya bisa sampai miliar2an. Hebat ya… Singkat cerita, saya diberitahu oleh pak valen bahwa beliau sedang membantu elang untuk membuat sebuah organisasi nasional bernama MaestroMuda (ini dia nama organisasi yang saya sebutkan pada tulisan pertama saya).
MaestroMuda adalah sebuah organisasi yang menghimpun seluruh pengusaha mahasiswa di Indonesia. Organisasi ini bertujuan menumbuhkan jiwa entrepreneurship dikalangan mahasiswa. Organisasi ini juga akan menjadi tempat inkubasi bisnis bagi mahasiswa yang sudah menjalankan usahanya. Dengan begitu, setiap mahasiswa yang sudah memulai usahanya akan lebih mudah untuk memajukan usahanya karena mendapat dukungan dalam berbagai macam hal.
Dengan dukungan dari pak valen dan pamor dari mas elang, maka organisasi maestro ini berpotensi untuk menjadi organisasi yang besar dan mampu memberikan manfaat yang banyak buat anggota-anggotanya.
Saat ini, organisasi itu sudah mendapat sokongan yang sangat besar baik dari kalangan pengusaha maupun dari pemerintah. Pak valen sering sekali mempertemukan anggota-anggota maestro itu dengan pengusaha-pengusaha sukses di Indonesai seperti: Bob Sadino, Ciputra dll. Pak valen yang juga merupakan ketua perhimpunan seluruh komunitas pengusaha Indonesia juga sering menunjukkan keberadaan maestro ini pada komunitas-komunitas pengusaha yang ada. Selain itu, pak valen juga membawa orang-orang maestro ini ke pemerintah untuk mendapatkan dukungan institusional.
Hari senin yang lalu saya diajak oleh mas elang untuk bertemu dengan pak Adhyaksa Dault dikantor menpora di senayan. Namun sayang, ternyat pak adhyaksa berhalangan hadir. Akhirnya kami bertemu dengan pak panca (deputi menpora bidang kewirausahaan). Nah… dalam pertemuan tersebut ada 2 poin yang ingin saya beritahukan disini ke teman-teman semua:
1. Pak panca selaku bagian pemerintah sudah menyatakan dukungan penuhnya pada organisasi maestro. Jadi secara formal pemerintah sudah mendukung maestro. Dan kalau tidak salah minggu lalu maestro sudah resmi menjadi badan hukum sehingga Maestro kini sudah bisa mendapatkan dukungan formal dari pemerintah. Itu berarti Maestro akan benar-benar mampu secara serius menjadi inkubator bisnis buat kita para mahasiswa yang ingin memulai bisnis.
2. Pak panca juga bilang bahwa dipemerintahan itu buaannyyaakkk sekali dana yang tertimbun. Tidak diputar ke masyarakat. Alasannya adalah karena tidak ada orang yang berani menjamin dana tersebut. Beliau bilang bahwa di Menneg BUMN itu ada dana sebesar 2,3 trilyun yang penginnya sih diberikan ke masyarakat untuk jadi modal usaha. tapi karena tidak ada yang bisa menjamin dana tersebut. Akhirnya dana itu dibiarkan diam begitu saja. Nah… pak panca bilang bahwa dengan keberadaan maestro ini bisa memudahkan cairnya uang tersebut. Karena pemerintah bisa memberikan dana tersebut kepada maestro untuk disalurkan sebagai modal usaha bagi para angota maestro. Itu berarti, Maestro juga bisa memberikan suntikan dana buat para pengusaha mahasiswa.
Kesimpulannya… Maestro muda ini bisa menjadi model capital venture buat para mahasiswa kreatif inovatif yang ingin menjadikan kreatifitasnya sebagai sebuah bisnis. Semoga keberadaan maestro ini kelak bisa menumbuhsuburkan entrepreneurship dikalangan mahasiswa.
May 19 2008
Setelah beberapa waktu belakangan ini selalu membuat tulisan-tulisan berbau politis. Sekarang saya mau balik lagi ke dunia yang sedang saya geluti dengan penuh semangat, dunia entrepreneurship. Kali ini saya mau menulis tentang kenekatan, sebuah kata yang menjadi modal terbesar yang dimiliki oleh entrepreneur-entrepreneur sukses yang pernah hidup dimuka bumi.
Inspirasi tulisan saya kali ini adalah dari postingan teman saya leni di blognya yang berjudul “jadi sales di pondok indah“. Disana dia bercerita tentang kenekatannya membagi-bagikan leaflet mengenai usahanya di mal pondok indah jakarta. Dia beserta rekan-rekan usahanya berusaha tebal muka dengan membagi-bagikan leaflet tersebut. Mereka berhasil membuang rasa malu mereka jauh-jauh. Upaya mereka melakukan hal tersebut tentunya membutuhkan kenekatan tingkat tinggi, mereka harus bisa menyingkirkan rasa malu yang biasa hinggap dalam diri kita ketika akan memulai kegiatan-kegiatan seperti itu.
Kenyataannya, memang kenekatan itulah yang memberi banyak perubahan pada dunia. Tanpa kenekatan mungkin saat ini dunia belum akan sampai semaju ini. Untuk itu, butuh kenekatan tingkat tinggi untuk memulai sebuah usaha. Banyak orang yang terus menerus memikirkan resiko demi resiko yang mungkin muncul dalam suatu usaha. Hingga akhirnya dia sama sekali tidak berani memulai usahanya. Dia berhenti apada tataran ide. Tapi ide tersebut tak dapat dia realisasikan karena kurangnya kenekatan dalam dirinya untuk menangggung segala resiko.
Dulu, ketika awal saya membangun perusahaan saya, univind, modal yang saya miliki cuma satu: KENEKATAN. Modal uang, saya sama sekali tidak punya (justru waktu itu saya baru saja menghilangkan uang ayah saya yang seharusnya dipakai untuk bayaran kuliah). Modal teknis, saya juga tidak punya. Saya sama sekali belum menguasai berbagi macam hal teknis pembuatan web seperti bahasa-bahasa yang diperlukan untuk membuat web dinasmis (PHP, ASP, JSP dkk), saya juga belum mengerti apa itu web server? bagaimana wujudnya database? Bagaimana cara mendeploy sebuah website? dan sebagainya. Intinya saya sama sekali tak punya modal kemampuan teknis saat itu. Modal pengetahuan bisnis juga sama sekali belum saya miliki. Saya belum tahu bagaimana caranya membuat proposal penawaran, saya belum tahu bagaimana caranya menghadapi klien. Saya juga belum tahu mengenai kisaran harga pada bisnis yang saa geluti itu (web development). Intinya, ketika saya membangun perusahaan tersebut saya tidak punya apa-apa kecuali KENEKATAN!
Alhamdulillah, pada akhirnya langkah-langkah nekad yang selalu kami ambil dalam perusahaan tersebut justru membawa kami semakin dewasa. Semakin mengerti proses-proses bisnis dan juga semakin paham hal-hal teknis didunia web. Sekarang, perusahaan saya itu juga sedang mencoba sebuah ide bisnis baru dengan resiko ribuan trilyun milyar dollar rupiah (berlebihan banget
). Tanpa kenekatan, saya tidak yakin perusahaan saya dapat terus berkembang seperti sekarang (walaupun sampe sekarang juga belum manteb-manteb amat sih
)
Oleh karena itu, buat kamu semua yang punya ide usaha tertentu, ambillah langkah NEKAD untuk segera memulai usaha tersebut. Tanpa perlu terlalu banyak berpikir panjang akan ribuan resiko yang mungkin muncul. Buat kamu yang sudah memulai bisnis, teruslah mengambil langkah-langkah NEKAD untuk mengembangkan usaha kamu. Peliharalah kenekatan tersebut. Sehingga dengan begitu, usaha kita dapat terus melakukan locatan-loncatan besar dalam pengembangannya.
salam entrepreneur!
Jan 28 2008
Ada seseorang yang bertanya pada saya melalui komentar disini. Waktu itu saya berjanji akan memberikan jawaban melalui suatu post tersendiri. Nah… setelah sekian lama terbawa arus menulis topik-topik yang lagi hot, baru sekarang bisa menyempatkan diri untuk memberikan jawaban secara komprehensif tentang bagaimana menumbuhkan jiwa enterpreneurship.
Sebenarnya saya sendiri juga masih belum bisa dibilang enterpreneur yang handal. Saya juga masih coba-coba. Saya baru mulai bergelut dngan dunia enterpreneurship waktu kuliah semester 2. Waktu itulah saya membangun perusahaan pertama saya, univind (dulu bernama apadonk), yang berbasis KENEKATAN. Waktu itu saya gak ngerti apa-apa tentang dunia usaha, saya tidak mengerti banyak tentang lahan bisnis yang saya geluti. Tapi karena kenekatan sudah sedemikian besar semua halangan tersebut saya terobos aja. Nah… karena saya juga baru mulai usaha, saya akan ceritakan apa yang saya alami saja. Saya gak akan terlalu njlimet dengan teori-teori bisnis enterpreneur manajerial blablabla… Jadi, mohon maaf juga kalau terasa kurang menggigit.
Bagaimana caranya menumuhkan jiwa enterpreneurship dalam diri kita?
Sebenarnya hal tersebut dapat dilakukan dengan banyak cara. Hal pertama yang harus ditumbuhkan adlah keinginan dalam diri sendiri. Kita harus mengisi pikiran kita bahwa suatu saat nanti kita akan mampu menjadi enterpreneur sukses. Impikanlah saat-saat dimana Anda berhasil membangun sebuah usaha yang sukses dan maju. Terus tanamkan impian ini dalam diri kita. Lama-lama impian ini akan menjadi motivasi terbesar bagi kita untuk menjadi enterpreneur.
Setelah motivasi internal sudah terbentuk, buru-buru cari motivasi eksternal. Motivasi eksternal ini bisa didapat dengan berbagai macam cara seperti:
Semua motivasi eksternal yang kita temukan akan semakin memperkuat hasrat dalam diri kita untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Sekaligus juga sebagai batu loncatan awal bagi kita untuk menemukan ide-ide bisnis yang bagus. Melalui sarana-sarana yang tersebut diatas biasa muncul inspiras-inspirasi usaha yang punya potensi besar untuk maju.
Setelah motivasi terebut sudah sedemikian kuat baik internal maupun eksternal. Maka biasanya kita akan mulai gelisah kalau tidak segera memulai usaha. Pikiran kita akan terdorong untuk segera mencari peluang usaha dan langsung menjalankannya. Dorongan terebut akan terus menguat.
Kalau sudah seperti itu, saatnya mencari momen yang tepat untuk segera memulai usaha. Banyak orang yang hasratnya sudah sedemikian besar untuk menjadi pengusaha tapi belum juga memulai sebuah usaha, padahal dibenaknya sudah tersimpan sekian banyak ide-ide usaha yang brilian. Itu terjadi karena dia tidak menemukan momen yang tepat. Dulu waktu saya pertama kali membangun univind, momen yang mendorong saya untuk membangun perusahaan tersebut adalah kehilangan uang sebesar Rp. 1.500.000. Itu adalah kehilangan uang terbesar sepanjang sejarah saya. Namun saya sangat bersyukur pada Allah SWT karena telah menakdirkan saya untuk kehilangan uan. Saya bersyukur pada Allah karen telah memberikan momen tersebut. Saya beryukur pada Allah karena telah memberikan arahan bagi saya supaya mengalihkan musibah tersebut menjadi sesuatu yang positif.
Tapi kalau harus nunggu momen, bisa kelamaan donk? yap, betul sekali. Kalau kita hanya duduk-duduk santai sambil terus berangan-angan untuk menjadi enterpreneur dengan alasan sedang menunggu momen, kita tak pernah bisa menjadi the real entrepreneur. Karena enterpreneur yang sesungguhhnya tidak akan bisa membiarkan dirinya diam terlalu lama tanpa bergerak. Enterpreneur tidak akan bersifat opportunis (untung-untungan). Enterpreneur yag sejati akan membuat momen bagi dirnya sendiri. Momen ini tidak seyogyanya hanya ditunggu. Karena momen yang bagus itu sulit didapat kalau ita tidak melakukan apa-apa. Itu jadinya untung-untungan, kalau yang seperti itu sih bukan entrepreneur namanya.
Jadi, buatlah momen untuk diri kita sendiri. Bagaimana membuat momen tersebut? yaitu dengan menceburkan diri kita dalam masalah atau konflik. Dalam suasana konflik, maka otak kita cenderung bekerja lebih cepat dan juga lebih cepat dalam melakukan aksi-aksi konkrit. Saya pernah diceritakan oleh mas reza m. syarief, bahwa beliau selalu membuat momen-momen besar dalam hidupnya. Dia selalu mencari tantangan-tantangan baru. Momen terkahir yang dia ciptakan adalah memberikan training selama 72 jam nonstop pada sekian ribu peserta trainer secara kontinyu. Beliau berhasil membuat momen untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, buat Anda yang mengaku sebagai enterpreneur sejati, seing-seringlah membuat kejutan-kejutan dalam hidup. Jangan bersantai dalam zona nyaman. Kita harus terus me-recode change DNA kita.
Intinya, bagaimana menumbuhkan jiwa enterpreneurship dalam diri kita?
Sekian, Semoga bermanfaat
Nov 22 2007
Dikampus saya, fasilkom UI sudah banyak perusahaan-perusahaan yang dibuat oleh para mahasiswa yang penuh semangat, penuh keberanian untuk bergerak didunia enterpreneurship melawan perusahaan-perusahaan lain yang sudah well developed. Paling tidak ada 5 perusahaan yang saya tahu keberadaannya, ini dia:
Diluar yang saya tahu itu, mungkin masih banyak lagi perusahaan-perusahaan mahasiswa yang sudah terbentuk dan berjalan secara diam-diam ( tau2 udah kaya aja
). itu juga baru perusahaan yang terbentuk difakultas saya. Belum lagi kalau perusahaan2 yang terbentuk di UI keseluruhan. Saya yakin jumlahnya sangat banyak.
Tumbuh suburnya jiwa enterpreneurship dikalangan mahasiswa ini tentunya merupakan suatu hal yang sangat positif. Saya merasa punya keyakinan besar bahwa suatu saat nanti perusahaan-perusahaan yang dibangun oleh para mahasiswa itu akan mampu menjadi perusahaan yang besar. Kenapa? karena memang perusahaan-perusahaan yang dibangun oleh para mahasiswa sebagian besar dijalankan dengan pola yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan konvensional yang selama ini sudah exist. Kebanyakan mereka secara alamiah menggunakan pola baru dalam menjalankan perusahaan. Dibuku “Change!” buatannya om rhenald kasali, disitu om rhenald menceritakan tentang arus gelombang baru korporasi. Salah satu point yang dituliskan disana mengenai pola baru korporasi adalah korporasi tersebut berjalan secara “campus-liked“. Sudah banyak perusahaan di Amerika yang sekarang sudah berjalan dengan pola yang baru, contoh yang paling terkenal adalah google. Dimana google dengan style barunya itu berhasil mengobok-obok microsoft yang bergerak dengan pola yang lama, kaku dan tegang.
Jadi, dengan ini saya mengajak teman-teman mahasiswa semuanya. AYO KITA TUMBUHKAN JIWA ENTERPRENEURSHIP KITA untuk kemajuan Indonesia. Yakinlah kita pasti akan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sudah terlanjur besar di Indonesia, di Dunia. Karena sebagian besar perusahaan besar yang sudah ada saat ini masih berjalan dengan pola konvensional. mari manfaatkan kondisi ini.
Pada tulisan berikutnya saya akan coba kasih tips buat teman-teman semua yang udah gak tahan untuk membangun sebuah perusahaan. Berhubung sudah banyak juga mahasiswa yang nanya ke saya atau teman-teman seperjuangan saya di Univind tentang bagaimana memulai suatu perusahaan. Saya akan beritahu apa saja sih sebenarnya yang benar-benar diperlukan untuk mulai membangun perusahaan yang segar. Perusahaan yang berjalan dengan pola yang baru. Tunggu tanggal mainnya.