Menebar sejuta manfaat
Dec 03 2007

Tips membangun perusahaan

Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya yang ini

http://kamal87.wordpress.com/2007/11/22/enterpreneurship-di-kampus/ 

dimana disitu saya menjanjikan akan menulis tips dan trik untuk membangun perusahaan bagi mahasiswa. Maka pada kesempatan kali ini saya akan coba menuliskannya.

Sebelum dimulai, saya ingin meluruskan dulu pandangan kita tentang perusahaan disini. Jangan menganggap bahwa yang namanya perusahaan itu yang punya struktur pengorganisasian kompleks, harus punya banyak modal, harus menyiapkan infrastruktur dulu dsb. Anggaplah perusahaan ini hanya sebagai sebuah tim yang akan terus disolidkan. Di amerika sudah banyak perusahaan-perusahaan yang hanya dijalankan oleh DUA orang saja. Jadi, gak usah mikir terlalu ribet tentang wujud perusahaan disini.

OK, ini dia tipsnya, tips ini saya sarikan dari apa yang saya lakukan ketika membangun univind

  1. Jangan kelamaan mikir!! Banyak orang yang sudah berniat membangun sebuah perusahaan harus mengurungkan niatnya karena terlalu banyak yang dia pikirkan. Semakin lama kita berpikir, maka keragu-raguan akan semakin meningkat. Akhirnya malah tidak jadi membuat perusahaan dan terlena dengan kehidupan standar yang sudah dijalani sekarang.
  2. Segera buat institusionalisasi perusahaan. Apa sih maksudnya institusionalisasi? maksudnya adalah segera tentukan nama perusahaan, struktur perusahaan, ruang lingkup perusahaan. Tidak usah terlalu sempurna, yang penting ada dulu. Keberadaan formalitas-formalitas tersebut akan mendorong kita untuk serius menjalankan bisnis kita.
  3. Buang semua rasa takut. Ketika kita ingin membuat perusahaan, pasti banyak muncul pikiran-pikiran negatif yang muncul di otak kita. Saya katakan, segera buang pikiran tersebut.
  4. Kumpulkan keberanian dan kenekatan. Dulu ketika awal membangun univind (dulu bernama apaDonk) saya menentukan lingkup perusahaan saya adalah web design. padahal waktu itu saya sama sekali tidak punya keahlian dibidang tersebut. tapi, ya itulah… waktu itu saya super nekad. Yang penting ada dan jalan dulu. entar belajar pelan-pelan.
  5. Cari partner yang kompeten, kalau yang satu ini sebenarnya opsional. Banyak pengusaha yang memulai usahanya sendiri dan bisa sukses. Tapi, percayalah… dengan keberadaan partner atau teman kita bisa saling mengisi. Ini adalah hal pertama yang saya lakukan dulu ketika membangun univind. waktu itu saya masih diliputi keraguan untuk membangun perusahaan. lantas saya ajak beberapa teman saya untuk membangun perusahaan. Dari situ saya merasa punya kekuatan lebih untuk mulai bergerak. Sekarang, teman-teman saya itu bahkan lebih semangat daripada saya dalam menjalankan univind :)
  6. Jangan terhalang oleh modal uang. Banyak orang yang beralasan tidak mau usaha karena tidak punya modal. padahal uang bukan modal paling penting yang harus dimiliki. Modal yang paling penting adalah keberanian, kenekatan, integritas, komitmen, konsistensi dsb. Kalau masalah uang itu sih gampang. Modal uang bisa dicari melalui banyak cara. Nanti saya akan tulis, tips dan trik untuk membuat usaha tanpa modal uang. Dulu waktu saya mulai merintis univind, jujur waktu itu saya sedang tidak punya uang (bahkan baru saja kehilangan uang 1 juta rupiah). Dan itulah gunanya mencari teman, Kita bisa mengumpulkan modal uang dari teman-teman kita.
  7. Bersiaplah untuk berkorban. Ketika awal membentuk perusahaan, pasti perusahaan kita itu menyita banyak sekali waktu dan pikiran kita. Jadi… siaplah berkorban. siapkan diri anda untuk terus bekerja 24 jam. Kurangi jam tidur. Pokoknya berikan pengorbanan yang besar untuk perusahaan anda.
  8. Setelah perusahaan sudah terbentuk. Jalankan perusahaan tersebut dengan komitmen yang tinggi dan juga konsisten dalam bekerja. Jangan mudah menyerah. Dalam perjalanannya nanti anda akan menemukan banyak masalah dalam perusahaan anda. Bersabarlah, jangan mudah menyerah dengan masalah tersebut. Univind atau lebih tepatnya apaDonk pada masa-masa awalnya itu isinya cuma masalah doank. Hampir enam bulan sesudah saya mendeklarasikan apaDonk saya belum juga mendapatkan penghasilan. Internal tim apadonk juga pada tidak semangat menjalankan perusahaan. Sampai waktu itu ada selentingan “bubarin aja deh nih apadonk… gak ada gunanya”. Waktu itu saya sempat berpikir untuk membubarkan apadonk. Tapi setelah saya pikir2 lagi, kalau apadonk saya bubarin sekarang, trus apa gunanya semua perjuangan saya selama enam bulan belakangan. Saya tidak mau perjuangan saya sia-sia. Akhirnya apadonk terus berjalan walaupun terseok-seok, mengalami banyak kegagalan. Tapi semua kegagalan tersebutlah yang akhirnya membuat kami semua di univind (kamal, eko, ikhlas, sipur, yans, ilman) punya semangat yang lebih keras dari baja. Kita semua di univind sekarang bisa dibilang sudah cukup tahan banting.

mungkin segitu aja dulu tips dari saya. sebenarnya masih banyak sekali yang ingin saya share kepada teman-teman semua tentang perjuangan saya membangun univind. Saya berharap tulisan ini bisa memotivasi teman-teman semua untuk membangun perusahaan sendiri.

Jangan takut jadi pengusaha
salam enterpreneur!

Nov 19 2007

How to develop Indonesian IT

Bagaimana caranya mengembangkan IT di Indonesia?

Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan diatas, perlu sebuah analisis mendalam terlebih dahulu. Kita harus menelaah dulu setiap aspek yang berpengaruh. Tentunya, dalam skala nasional yang cukup besar, banyak sekali aspek-aspek lain yang mempengaruhi setiap upaya pengembangan IT di Indonesia, baik berkenaan dengan IT maupun non-IT. Mulai dari infrastruktur, konstelasi politik, kondisi ekonomi sampai ke moral bangsa, semua itu akan mempengaruhi pengembangan IT di Indonesia baik secara langsung maupun tak langsung. Oleh karena kompleksnya jawaban dari pertanyaan diatas, maka sudah semestinya jawaban dari pertanyaannya juga tidak asal-asalan, kita harus menganalisis dulu setiap masalah. nah… kemarin saya coba iseng-iseng menulis analisis SWOT dari IT di Indonesia. Ini dia hasil analisisnya:

Strength

  • Banyak SDM-SDM IT yang berkualitas dan diakui dunia
  • Tingkat ketertarikan orang Indonesia pada IT sangat tinggi
  • Indonesia punya banyak hacker handal yang keahliannya bisa diarahkan kepada banyak hal positif
  • Besarnya dukungan masyarakat akan program IGOS

Weakness

  • Persebaran tidak merata (pusat dan daerah)
  • Infrastruktur yang masih sangat terbatas
  • Sulitnya advokasi undang-undang pada elit politik
  • Tingkat pembajakan di Indonesia yang gila-gilaan
  • Ketergantungan rakyat Indonesia akan proprietary software

Opportunities

  • Pembukaan hubungan kerjasama dibidang IT dengan negara lain seperti, malaysia, singapura, india dll. cenderung mudah dilakukan
  • Tingkat pembajakan yang terus menurun
  • Semakin terbukanya peluang-peluang pengembangan open source di Indonesia

Threat

  • Tawaran-tawaran produk secara khusus dari perusahaan-perusahaan IT dari luar negeri yang menggiurkan
  • Banyaknya perusahaan-perusahaan IT luar yang merekrut SDM-SDM berkualitas dari Indonesia

Itu dia hasil analisis saya, saya yakin analisis SWOT tersebut masih terlalu sederhana untuk jika dibandingkan dengan skala objek yang dianalisis. Saya yakin sekali masih banyak aspek yang belum tersentuh oleh hasil analisis saya itu. Oleh karena itulah, setiap point terakhir saya isi dengan titik-titik, supaya Anda yang membaca tulisan ini bisa menambahkan lagi SWOT analysis yang terlintas dalam Anda.

Di negeri ini, sedikit sekali rakyat yang peduli dengan bangsanya sendiri. Dan kondisi itu juga termasuk SDM-SDM IT dari Indonesia yang telah menikmati enaknya hidup diluar negeri sebagai PEKERJA (TUKANG KETIK). Sedikit diantara SDM-SDM IT Indonesia yang senantiasa memikirkan bagaimana caranya supaya IT di Indonesia bisa maju.

Kalau Anda termasuk yang tidak memikirkan, maka bertobatlah :) bantulah bangsamu nak…

Kalau Anda termasuk orang yang peduli, maka berikanlah sumbangsih ide Anda untuk kemajuan IT di Indonesia. Lakukan hal konkrit untuk IT di Indonesia.

(hal konkrit pertama yg bisa anda lakukan saat ini juga adalah…. tambahkan SWOT analyisis diatas, kita lengkapi bareng2, isi melalui komentar)

Nov 14 2007

Susahnya membangun situs portal komunitas / forum online

Selama ini banyak sekali saya temukan forum2 online / situs portal komunita yang garing gak ada isinya. sepi tak bertuan. gak ada yang ngurus. Banyak juga situs2 portal komunitas yang mati dan gak berlanjut. Ini tiga contoh portal komunitas yang saya tahu gak bisa berjalan dimana saya ada kaitannya dengan situs-situs ini:

  • lele.vlsm.org, ini merupakan forum online buat mahasiswa-mahasiswi UI. Disini penginnya sih bisa ngumpul semua anak UI. Paling tidak itu harapan Mr Ibam (Rahmat M Samik Ibrahim) terhadap situs forum ini. Beliau adalah penggagas forum ini, tapi dia menyerahkan pelaksanaannya ke badan otonom ristek Fasilkom UI
  • fokus70.com/forum, kalo yang satu ini adalah forum online untuk para alumni rohis di SMA saya. Kondisinya sama, forumnya mati sebelum berjalan.Gak tau deh, mungkin suatu saat nanti bakal hidup. amin.
  • ukhuwah.or.id, Situs portal ini dulu pernah terkenal. Situs ini merupakan salah satu situs dakwah pertama yang cukup berkembang. Situs portal ini dibuat oleh salah satu departemen di lembaga dakwah fakultas saya, fasilkom UI. Saat ini ukhuwah.or.id telah kehilangan masa kejayaannya dan sedang berusaha bangkit kembali.

Kenapa semua itu bisa terjadi??? tanya kenapa? saya akan coba jawab pertanyaan tersebut. Kebanyakan pihak yang membuat forum-forum online tersebut hanya berorientasi pada teknologi. Mereka berpikir betapa mudahnya membuat forum online. Tinggal beli hosting dan domain trus install deh PHPBB ato vBulletin yang lain…

Kenyataannya, membuat komunitas online tidak semudah itu. Jika dilihat dari segi implementasi teknologinya sih memang mudah, hanya butuh waktu sekitar 1 jam untuk membuat sebuah situs portal komunitas atau forum online. Tapi untuk me-maintain aspek manusia nya, itu sangat sulit. Seringkali sebuah situs portal komunitas langsung ditinggalkan begitu saja oleh pengunjungnya karena mereka merasa tidak punya keterikatan pada situs tersebut.

berikut ini adalah ide (sekali lagi, IDE, bukan TIPS, karena klo mo ngasi tips berarti saya harus udah jago duluan dan sudah berpengalaman, sementara saat ini saya masih belum banyak pengalaman :) ) dari saya supaya situs portal komunitas / forum online yang kita buat bisa rame:

  1. Coba bikin blog aggregator, lho koqnyambungnya ke blog aggregator? jadi begini, salah satu permasalahan utama suatu portal komunitas yang baru lahir sulit berkembang adalah karena tidak ada starting point yang baik. Pada masa-masa awal tentunya portal komunitas itu masih sepi. Dan ketika ada pengunjung yang datang ke portal tersebut lalu melihat portal tersebut masih sepi konten maka mereka akan enggan untuk kembali lagi ke situs tersebut. Oleh karena itu, pertanyaannya adalah bagaimana supaya situs portal yang baru lahir itu bisa segera dipenuhi dengan konten yang siap dijelajah oleh pengunjung. Salah satu jawabannya adalah blog aggregator. dengan blog aggregator, admin/pembuat situs portal tak perlu repot-repot memenuhi konten situsnya yang baru lahir itu. Dengan blog aggregator konten situs portal kita akan otomatis terupdate seiring dengan ter-updatenya blog yang kita aggregate. Jadi, paling tidak pengunjung punya sesuatu yang dapat dilihat diportal kita sambil menunggu forum online nya benar-benar ramai dan asik buat diskusi.
  2. Pada forum online, segera buat banyak thread/topic yang menarik untuk dibahas. Banyaknya topik yang siap di-reply, akan merangsang pengunjung untuk membalas posting pertama itu. Sehingga obroloan online dapat dimulai.
  3. Buat tim kecil, mungkin terdiri dari 2 – 4 orang yang bertugas mengisi konten situs secara rapid pada masa-masa awal. Mungkin dalam waktu kurang lebih 1 minggu, tim kecil ini bertugas menambah konten situs setiap harinya. Dengan begitu jumlah konten situs portal dapat naik dengan cepat.
  4. Buat konten yang konsisten pada frekuensi tertentu. Setelah pada masa-masa awal, melakukan rapid content injection (wuiiihhh… istilahnya dibikin-bikin banget :) ) pada situs portal. pada masa-masa selanjutnya konten situs tersebut harus terus konsisiten di-update secara periodik.

4 ide diatas saya rasa sudah cukup untuk mulai membangun komunitas online yang aktif. Tapi diluar aspek internal tersebut jangan lupa juga untuk terus mempromosikan situs portal kita di tempat lain. Metode promosinya juga beragam. bisa dari mulut ke mulut, bisa lewat milis-milis, bisa dengan tuker-tukeran link dll.

itu aja dulu IDE dari saya. Saya sendiri juga sedang mencoba membangun komunitas online yang aktif. Ide-ide yang saya tulis diatas, belum tentu benar seratus persen. Kalau kamu setuju, bagus. Kalau tidak setuju coba kasih komentar pada postingan ini. Supaya kita bisa saling share ide.


↑ Back to top