Menebar sejuta manfaat
May 28 2009

Resep Sukses dari Pak Chairul Tandjung

Melanjutkan postingan saya yang berjudul Inspirasi Entrepreneurship dari Pak Chairul Tandjung. Saya ingin menyampaikan resep sukses yang disampaikan pak Chairul Tandjung saat menjadi pengisi seminar pembukaan UI Smart and Young Entrepreneur. Pada seminar itu, pak chairul tandjung memberikan 4 resep suksesnya. Ini dia:

Mulai dengan niat yang baik

Kalau kita ingin berbisnis, mulailah dengan niat yang baik. Niatkanlah usaha yang kita jalankan itu untuk memberi manfaat paling tidak untuk diri kita sendiri. Kalau sudah begitu berilah manfaat untuk keluarga kita. Dan yang jauh lebih baik lagi, niatkanlah bisnis kita untuk memberi manfaat pada orang lain.

Kerja keras

Pak Chairul tandjung bilang bahwa dulu waktu masih bujangan, beliau kerja 18 jam/hari. Wow… 8-O Saya cukup kaget mendengar hal itu. Itu berarti waktu istirahat pak Chairul dalam sehari hanya 3 jam. Setelah berkeluarga, barulah beliau mengurangi jam kerjanya menjadi 14 jam/hari (Tetep aja ya lebih banyak dari kebanyakan kita). Itu menunjukkan betapa kerasnya usaha yang ditempuh pak Chairul menuju kesuksesan. Memang begitulah jalan kesuksesan. Jalan itu membutuhkan pengorbanan yang besar dari kita.

Kerja cerdas

Kerja keras saja tentu tidak cukup. Coba lihat tukang gorengan atau tukang sayur atau tukang roti atau siapapun yang menjalankan usahanya sendiri di dekat rumah kita. Banyak pengusaha-pengusaha itu yang tidak pernah mengalami kemajuan dalam usahanya. Usahanya mandek di satu tempat, tidak pernah berkembang. Pengusaha-pengusaha informal itu biasanya adalah seorang pekerja keras, tapi mereka belum bekerja cerdas. Akhirnya usahany tidak berkembang. Pak Chairul Tandjung bilang bahwa bekerja keras saja tidak cukup. Kerja keras itu harus diiringi dengan kerja cerdas. Pak Chairul Tandjung memberikan contoh usahanya bekerja cerdas dengan salah satu usahanya sebagai penjual es krim. Dia membeli perusahaan es krim bernama Robin Baskin (Kalo gak salah). Usaha es krim itu sebelumnya berupa restoran khusus es krim. Positioning sebagai restoran es krim itu dinilai Pak Chairul sebagai strategi yang salah, karena duduk di restoran hanya untuk makan es krim bukanlah kultur orang Indonesia. Lalu Pak Chairul merubah total strategi penjualannya. Bukan lagi restoran melainkan kedai kecil. Dia menaruh kedai kecil itu di mal. Dia tidak menaruh 1 kedai untuk setiap mal melainkan 7 sampai 8 kedai. Kalau seseorang datang melewati salah satu kedai dan dia merasa tergiur dengan es krim itu, ada kemungkinan dia menunda dulu untuk membelinya. “Nanti ah… jalan-jalan dulu“. Nah nanti ketika sambil jalan-jalan ternyata ketemu lagi dengan kedai tersebut. Harapannya orang yang tadinya memang sudah tergiur akhirnya akan membeli. Itulah strategi dagang yang cerdas.

Hasil serahkan sama Yang Di Atas

Inilah resep terakhir yang diberikan Pak Chairul. Apabila kita sudah mulai dengan niat yang baik, lalu kita sudah bekerja sedemikian keras dan tak lupa juga bekerja cerdas, namun ternyata hasilnya belum juga memuaskan. Maka itulah takdir yang diberikan oleh Allah. Tak perlu disesali, tak perlu kecewa. Apapun hasil yang diberikan oleh Allah, terima saja dan syukuri. Yakini saja bahwa memang itulah yang terbaik untuk kita.

Okeh… segitu aja, semoga bermanfaat.

Apr 24 2009

Ngeblog cuma berguna kalau…

Ditulis secara konsisten

Blog yang tidak diisi secara konsisten tidak akan bisa benar-benar memberikan manfaat. Baik buat kita sendiri maupun buat orang lain. Blog yang diisi terus secara konsisten akan bisa terus bertumbuh. Konsisten yang saya maksud disini bukan berarti harus terus update sehari sekali. Seberapa sering frekuensinya menurut saya tidak terlalu masalah. Walaupun kita cuma bisa update 2 minggu sekali tapi jika dilakukan konsisten pasti hasilnya jauh lebih baik daripada blog yang diisi dengan semangat penuh diawal tapi pelan-pelan memudar. Coba tengok website 24ways.org, website itu hanya di-update pada bulan Desember setiap tahunnya. Tapi karena update-nya benar-benar berjalan konsisten, akhirnya blog itu bisa benar-benar eksis.

Diluar sana, banyak orang yang sudah membuat blog. Pada awalnya dia semangat mengisi blognya. Dua minggu berlalu, frekuensinya mulai menurun. 1 bulan berjalan, cuma ada 1 update post. Itupun isinya “Wahhh… udah lama gak apdet blog… udah ah gitu aja, cuma skedar apdet :p”. 2 bulan… sepi… 4 bulan….. MATI!

Akhirnya blog itu ditinggalkan, bukan cuma oleh pembacanya tapi juga oleh penulisnya. Jadilah blog itu sebagai kontributor halaman-halaman hampa di dunia maya (Saahh… bahasanya :) ).

Diisi dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat

Jangan isi blog kita dengan curhat-curhat pribadi! Apalagi kalau curhatnya cuma berisi keluhan. Hampir tidak ada satupun orang yang suka membaca blog seperti itu. Isilah blog kita itu dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat. Bisa berupa ilmu yang kita punya. Bisa juga pengalaman kita yang inspiratif. Taushiyah alias nasihat juga boleh. Bisa juga sesuatu yang menghibur. Pokoknya apapun yang bermanfaat buat orang lain yang membacanya.

Dulu, saya pernah punya blog yang isinya cuma curhat-curhat pribadi saya saja. Lama-lama saya bosan mengisi blog itu, terasa buang-buang waktu. Lalu saya pindah ke blog baru di kamal87.wordpress.com, disana saya merubah strategi saya. Tujuan saya ngeblog saya rubah total kalau yang sebelumnya sekedar catatan harian saja, sekarang saya ingin memberi manfaat buat orang lain. Setelah beberapa update postingan pada blog tersebut, banyak yang berkomentar positif pada postingan saya. Akhirnya saya jadi makin bersemangat. Semangat dalam ngeblog dan semangat juga dalam memberikan manfaat buat orang lain.

Dengan begitu, blog bisa bermanfaat bukan cuma buat pembacanya tapi juga buat kita pribadi.

Dipublikasikan ke orang lain

Bagi saya blog yang tidak dipublikasikan itu kayak sayur tanpa garam (dangdut abis :p ). Katakanlah kita sudah mengisi blog dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat secara konsisten. Namun, kalau isi tulisannya tidak kita publikasikan atau sebarluaskan ke orang lain. Lantas buat apa kita membuat tulisan itu. Sebarkanlah setiap update postingan kita ke berbagai tempat. Ke milis-milis, forum, website online bookmark (technorati, lintasberita, infogue, delicious dkk), Social network (facebook, friendster, liveconnector dkk), microblog (twitter, plurk, koprol dkk) dan lain sebagainya. Supaya semakin banyak orang yang membacanya.

Sekian saja tiga tips dari saya untuk ngeblog yang bermanfaat. Percayalah! Kalau kita tidak menjalankan tiga tips ini, aktivitas ngeblog kita tidak lain dan tidak bukan cuma aktivitas yang buang-buang waktu. Setuju?

Apr 20 2009

Teknologi tak harus canggih, yang penting bermanfaat

Barusan saya melihat salah satu berita terbaru di detikinet mengenai TI Khas Indonesia yang Bikin Kagum Dunia Internasional. Berita itu menunjukkan pada kita bagaimana perjuangan pak Onno W Purbo untuk memajukan IT di Indonesia. Cara-cara yang selama ini dijalankan pak Onno sebenarnya gak bisa dibilang canggih-canggih amat. Coba saja lihat salah satu hasil ide kreatifnya, WajanBolic. Idenya sederhana, menggunakan wajan sebagai pengganti media parabolik untuk memantulkan gelombang yang nantinya bisa membuat internet kita bisa lebih ngebut. Coba pikirkan juga dengan RT/RW-net. Itu kan cuma sekedar “patungan” se-RT/RW untuk mendapat akses internet yang bisa dipakai bersama-sama. Bukan ide yang terlalu wah… Bukan juga ide yang fantastis secara teknologi. Tapi itu ide yang BOMBASTIS (lebay dikit :p ) jika dilihat dari sisi kebermanfaatan.

Meskipun sederhana dan tidak memerlukan intelijensi IT tingkat tinggi sekelas profesor, kenyataannya hasil karya-karya pak Onno mampu mengundang decak kagum dunia internasional. Dari apa yang dilakukan oleh pak Onno, kita belajar menyadari bahwa yang penting dari sebuah teknologi bukanlah sejauh apa kecanggihan teknologi tersebut melainkan seberapa besar kebermanfaatan yang bisa diberikan oleh teknologi tersebut.

Di kampus saya, Fasilkom UI, banyak sekali hasil-hasil riset tingkat tinggi yang digawangi oleh dosen-dosen saya para profesor-profesor IT kelas berat. Contoh yang paling kentara di kampus saya itu ada pada lab Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Beberapa teman saya ikut andil menjadi pelaksana risetnya. Namun, yang saya tahu hanya sedikit dari hasil riset IT tingkat tinggi itu yang benar-benar serius diimplementasikan ke dunia nyata. Hasil-hasil riset itu lebih banyak “ngerem” di lab-lab kampus saya.

Paradigma pemikiran teknologi-tidak-harus-canggih-yang-penting-bermanfaat itu juga sangat cocok buat kita orang Indonesia (yang kebetulan masih miskin). Dengan kondisi kita yang masih miskin, kita harus pinter-pinter memanfaatkan teknologi sedemikian rupa supaya kita bisa membuatnya dengan murah tanpa kehilangan kebermanfaatan yang bisa diberikannya. Tul gak…

“Orang Indonesia itu memang miskin, tapi bukan berarti bodoh. Perangkat yang kita buat tidak harus canggih, namun yang pasti harus bermanfaat,” -  Onno W. Purbo

Begitu kata pak Onno. Sebuah quote yang sederhana namun mengundang sejuta makna (halah…). Saya sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Semoga kedepannya kita bangsa Indonesia bisa menjadi pionir teknologi-teknologi yang bisa memberikan kebermanfaatan yang luas tidak hanya bagi orang Indonesia, tapi juga seluruh penduduk bumi.

Viva IT Indonesia!!!


↑ Back to top