Jun 23 2008

Melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya: Membangun silicon valley Indonesia. Pada tulisan itu saya mengatakan bahwa ada sebuah peluang besar yang memungkinkan terbentuknya iklim layaknya iklim yang terjadi di silcon valley, Amerika. Pada artikel tersebut saya katakan bahwa satu hal yang kurang dari orang-orang di Indonesia adalah entrepreneurship.

Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan pak valentino dinsi, seorang pengusaha sukses yang membuat buku “jangan mau seumur hidup jadi orang gajian”. Berdasarakan obrolan-obrolan saya dengan beliau, ternyata beliau telah lama mencari-cari SDM IT yang handal yang punya ide brilian tentang memanfaatkan IT untuk usaha. Alhamdulillah Allah mempertemukan pak valen dengan saya dan teman-teman saya yang sudah tergabung membentuk perusahaan bernama univind. Intinya beliau ingin memberikan investasi pada perusahaan saya itu. Pak valen berkata pada saya dan teman-teman saya “Anggaplah saya ini capital venture bagi kalian”. Ya… capital venture, saya menemukan capital venture untuk menumbuhkan perusahaan saya. Seperti yang saya nyatakan pada tulisan sebelumnya, bahwa di Indonesia itu sangat sulit mencari capital venture. Sangat sulit bagi mahasiswa yang mempunyai ide bisnis yang brilian untuk mencari penyokong bisnisnya kelak. Insya Allah kedepannya, perusahaan saya bisa lebih serius dalam bergerak dengan adanya pihak yang mau membantu baik dalam hal dana maupun jaringan.

Saya ceritakan hal tersebut untuk menunjukkan bahwa ternyata di Indonesia kita masih bisa menemukan orang-orang berjiwa entrepreneur yang dengan penuh semangat mau memberikan bimbingan bagi para mahasiswa kreatif yg ingin memulai bisnis.

Ahh…. tapi itu kan cuma pak valen seorang? kalo capital venture nya cuma dia sendirian sih gak bakal ngaruh buat Indonesia!

tunggu dulu… ceritanya belum selesai :) Selama saya sering bertemu dengan pak valen itu, saya juga diperkenalkan oleh beliau dengan seorang mahasiswa IPB bernama Elang Gumilang. Elang Gumilang adalah juara 1 lomba wirausaha muda mandiri se-nasional. Dia menjalankan bisnis properti didaerah bogor dengan omzet mencapai 20 miliar. Wahh… saya juga kaget waktu tau hal itu. Seorang mahasiswa bisa bikin usaha yang pendapatannya bisa sampai miliar2an. Hebat ya… Singkat cerita, saya diberitahu oleh pak valen bahwa beliau sedang membantu elang untuk membuat sebuah organisasi nasional bernama MaestroMuda (ini dia nama organisasi yang saya sebutkan pada tulisan pertama saya).

MaestroMuda adalah sebuah organisasi yang menghimpun seluruh pengusaha mahasiswa di Indonesia. Organisasi ini bertujuan menumbuhkan jiwa entrepreneurship dikalangan mahasiswa. Organisasi ini juga akan menjadi tempat inkubasi bisnis bagi mahasiswa yang sudah menjalankan usahanya. Dengan begitu, setiap mahasiswa yang sudah memulai usahanya akan lebih mudah untuk memajukan usahanya karena mendapat dukungan dalam berbagai macam hal.

Dengan dukungan dari pak valen dan pamor dari mas elang, maka organisasi maestro ini berpotensi untuk menjadi organisasi yang besar dan mampu memberikan manfaat yang banyak buat anggota-anggotanya.

Saat ini, organisasi itu sudah mendapat sokongan yang sangat besar baik dari kalangan pengusaha maupun dari pemerintah. Pak valen sering sekali mempertemukan anggota-anggota maestro itu dengan pengusaha-pengusaha sukses di Indonesai seperti: Bob Sadino, Ciputra dll. Pak valen yang juga merupakan ketua perhimpunan seluruh komunitas pengusaha Indonesia juga sering menunjukkan keberadaan maestro ini pada komunitas-komunitas pengusaha yang ada. Selain itu, pak valen juga membawa orang-orang maestro ini ke pemerintah untuk mendapatkan dukungan institusional.

Hari senin yang lalu saya diajak oleh mas elang untuk bertemu dengan pak Adhyaksa Dault dikantor menpora di senayan. Namun sayang, ternyat pak adhyaksa berhalangan hadir. Akhirnya kami bertemu dengan pak panca (deputi menpora bidang kewirausahaan). Nah… dalam pertemuan tersebut ada 2 poin yang ingin saya beritahukan disini ke teman-teman semua:

1. Pak panca selaku bagian pemerintah sudah menyatakan dukungan penuhnya pada organisasi maestro. Jadi secara formal pemerintah sudah mendukung maestro. Dan kalau tidak salah minggu lalu maestro sudah resmi menjadi badan hukum sehingga Maestro kini sudah bisa mendapatkan dukungan formal dari pemerintah. Itu berarti Maestro akan benar-benar mampu secara serius menjadi inkubator bisnis buat kita para mahasiswa yang ingin memulai bisnis.
2. Pak panca juga bilang bahwa dipemerintahan itu buaannyyaakkk sekali dana yang tertimbun. Tidak diputar ke masyarakat. Alasannya adalah karena tidak ada orang yang berani menjamin dana tersebut. Beliau bilang bahwa di Menneg BUMN itu ada dana sebesar 2,3 trilyun yang penginnya sih diberikan ke masyarakat untuk jadi modal usaha. tapi karena tidak ada yang bisa menjamin dana tersebut. Akhirnya dana itu dibiarkan diam begitu saja. Nah… pak panca bilang bahwa dengan keberadaan maestro ini bisa memudahkan cairnya uang tersebut. Karena pemerintah bisa memberikan dana tersebut kepada maestro untuk disalurkan sebagai modal usaha bagi para angota maestro. Itu berarti, Maestro juga bisa memberikan suntikan dana buat para pengusaha mahasiswa.

Kesimpulannya… Maestro muda ini bisa menjadi model capital venture buat para mahasiswa kreatif inovatif yang ingin menjadikan kreatifitasnya sebagai sebuah bisnis. Semoga keberadaan maestro ini kelak bisa menumbuhsuburkan entrepreneurship dikalangan mahasiswa.

Apr 18 2008

Dunia IT akan dikenal apabila komunitasnya berkembang. Sebut saja India, Singapura, Korea, dan lain-lain komunitas IT-nya sejak beberapa tahun lalu sudah berkembang. Di Indonesia sendiri komunitas IT memang sudah berkembang sejak lama, hanya saja perkembangannya timbul dan tenggelam.

Sejak beberapa tahun lalu, komunitas IT khususnya sistem operasi mulai bermunculan, misalnya Komunitas Linux dengan KPLI-nya, komunitas MacOS, MUGI (Microsoft User Group Indonesia), INDC, WSS-ID (Windows Server System Indonesia), dan sebagainya. Dengan banyaknya komunitas IT di Indonesia, diharapkan akan terbentuk masyarakat IT yang handal dan professional. Maraknya blog dan portal IT menandakan bahwa masyarakat IT Indonesia sudah semakin berkembang. Dalam komunitas IT, sebenarnya tidak hanya tempat
berkumpulnya IT Pro saja, melainkan semua lapisan masyarakat IT di Indonesia, mulai dari IT Pro, Developer, dosen, mahasiswa sampai end user atau pemakai. Komunitasnya sendiri bermacam-macam mulai dari IT Pro, Komunitas Developer, Komunitas MacOS, Komunitas Linux, dan sebagainya. Begitu juga dengan anggotanya
juga bermacam-macam, mulai dari IT Professional, Trainer Independent, PNS, dosen, guru, mahasiswa, sampai end user.

Berkembangnya komunitas IT merupakan pertanda bahwa SDM IT di Indonesia mulai diperhitungkan. Pada dasarnya tujuan utama dari suatu komunitas IT adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman sesama penggunanya. Namun, tentu saja akhirnya akan tumbuh dan berkembang juga peluang bagi kita untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Masyarakat IT di Indonesia kini bisa dengan mudah mengikuti perkembangan, karena para IT Pro yang ada di kota-kota besar bisa menuliskan pengalamannya dalam suatu media, bisa blog, portal ataupun milis. Sementara itu masyarakat lainnya terutama yang jauh dari kota besar bisa mendapatkan informasi melalui media blog, milist atau portal yang ada. Portal IT Pro yang saat ini membernya hampir mencapai 10.000 orang merupakan
komunitas online yang banyak dikunjungi masyarakat. Portal ini bernama WSS-ID.ORG (Windows Server System Indonesia) dengan alamat http://wss-id. org. Pada portal ini selain menampilkan blog, juga e-book gratis. Portal dengan konsep KPLI (Knowledge, People, Leadership, dan Inovation) ini masih tergolong baru. Di mana knowldge sebagai bottom line dan inovasi berada di ujung garis portal. Dalam dunia komunitas knowledge merupakan hal yang sangat vital, yang datang dari orang-orang yang hebat, orang-orang yang memiliki leadership sehingga mampu menciptakan inovasi baru. Dengan adanya portal IT Pro bisa membawa Indonesia sebagai negara terpandang di industri IT dunia. Karena bukan tidak mungkin jika dari portal ini suatu saat akan muncul inovasi-inovasi baru untuk mendukung perkembangan IT di Indonesia.

Komunitas lain yang juga termasuk cukup dikenal adalah MUGI (Microsoft User Group Indonesia) dengan alamat http://www.mugi. org. Komunitas ini sampai sekarang tetap eksis dan terus melebarkan sayapnya ke berbagai daerah dan perguruan tinggi di Indonesia. Sementara itu kelompok lain yang mengkhususnya dalam dunia desain adalah Desainer Comunity atau cebeijo ini mempunyai alamat http://cabeijo. com. Aktifitasnya tetap mengandalkan online community yang di dalamnya mengupas berbagai hal yang berhubungan dengan desain. Komuci User Group dengan alamat http://kemailomuci. net adalah komunitas fokus pada komunitas mobile dengan tujuan bisa saling berkomunikasi dan interaksi sesama manusia. Pada bidang bisnis, komunikasi juga telah menjadi tulang punggung berbagai keputusan, kebijakan, serta keberhasilan bisnis. Bersamaan dengan tumbuhnya teknologi informasi di dunia, kehidupan bergeser ke suatu konsep intelligent evironment suatu lingkungan kehidupan yang terintegrasi dengan teknologi untuk memberi suatu kehidupan yang lebih baik. Pada bidang komunikasi hal ini dapat ditelaah melalui lahirnya berbagai dukungan komunikasi yang bervariasi, sehingga melahirkan konsep multimodal communications.

Kalau Anda lebih suka memanfaatkan e-mail untuk berbagi pengalaman sesama pengguna komputer di Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas miling list atau milist. Saat ini hampir semua komunitas memanfaatkan media ini untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. Hanya saja bagi pengguna yang enggan membuka e-mail atau space e-mail-nya terbatas mungkin akan lebih baik apabila memanfaatkan media
lain seperti forum atau blog. Milinglist memang masih banyak digunakan oleh komunitas IT di Indonesia dan
masih diyakini tergolong ampuh untuk saling tukar menukar informasi. Hanya saja kalau menggunakan media ini akan membebani mailbox, apalagi apabila komunitas tersebut sudah semakin besar, maka pemanfaatan mailinglist jelas kurang efektif, terutama bagi mereka yang memanfaatkan e-mail gratisan. Semakin banyak anggota yang mendaftar atau join akan semakin banyak pula e-mail yang masuk ke dalam
mailbox kita.

Tidak sedikit komunitas IT di Indonesia yang memanfaatkan forum di yahoogroup, karena selain gratis juga diyakini pengunjungnya cukup banyak. Karena sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan fasilitas e-mail di yahoo.com atau yahoo.co.id. Dengan adanya dalam suatu komunitas tidak hanya anggota saja yang bisa membaca, masyarakat umum pun bisa membacanya. Memang saat ini tersedia blog baik gratisan maupun membuat sendiri dengan membeli sebuah domain. Bagi komunitas yang sudah besar tentu akan membangun servernya sendiri, karena isi atau contentnya bisa disesuaikan dengan kebutuan dan perkembangan teknologi. Sebagai contoh Windows Server System Indonesia menyediakan berbagai fasilitas mulai dari blog, video, galeri, forum, e-book, artikel dan lain-lain.
Memang cukup banyak komunitas IT di Indonesia. Mungkin kalau dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, di Indonesia komunitas IT termasuk paling banyak dan menyebar di seluruh Indonesia. Namun demikian dengan semakin berkembangnya komunitas IT diharapkan sumber daya IT Indonesia bisa  diandalkan untuk mengisi pembangunan yang masih jauh membentang. Yang lebih penting lagi dalam sebuah komunitas jangan mencari kelemahan suatu produk, berbau politis, menjelek-jelekan produk tertentu, karena semua teknologi pada dasarnya untuk mensejaherakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Sumber:

Tutang Pranata Komputer Madya- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
http://kompas. com/kompascetak/ read.php? cnt=.xml. 2008.04.16. 03043995& channel=2& mn=245&idx= 245

Nov 14 2007

Selama ini banyak sekali saya temukan forum2 online / situs portal komunita yang garing gak ada isinya. sepi tak bertuan. gak ada yang ngurus. Banyak juga situs2 portal komunitas yang mati dan gak berlanjut. Ini tiga contoh portal komunitas yang saya tahu gak bisa berjalan dimana saya ada kaitannya dengan situs-situs ini:

  • lele.vlsm.org, ini merupakan forum online buat mahasiswa-mahasiswi UI. Disini penginnya sih bisa ngumpul semua anak UI. Paling tidak itu harapan Mr Ibam (Rahmat M Samik Ibrahim) terhadap situs forum ini. Beliau adalah penggagas forum ini, tapi dia menyerahkan pelaksanaannya ke badan otonom ristek Fasilkom UI
  • fokus70.com/forum, kalo yang satu ini adalah forum online untuk para alumni rohis di SMA saya. Kondisinya sama, forumnya mati sebelum berjalan.Gak tau deh, mungkin suatu saat nanti bakal hidup. amin.
  • ukhuwah.or.id, Situs portal ini dulu pernah terkenal. Situs ini merupakan salah satu situs dakwah pertama yang cukup berkembang. Situs portal ini dibuat oleh salah satu departemen di lembaga dakwah fakultas saya, fasilkom UI. Saat ini ukhuwah.or.id telah kehilangan masa kejayaannya dan sedang berusaha bangkit kembali.

Kenapa semua itu bisa terjadi??? tanya kenapa? saya akan coba jawab pertanyaan tersebut. Kebanyakan pihak yang membuat forum-forum online tersebut hanya berorientasi pada teknologi. Mereka berpikir betapa mudahnya membuat forum online. Tinggal beli hosting dan domain trus install deh PHPBB ato vBulletin yang lain…

Kenyataannya, membuat komunitas online tidak semudah itu. Jika dilihat dari segi implementasi teknologinya sih memang mudah, hanya butuh waktu sekitar 1 jam untuk membuat sebuah situs portal komunitas atau forum online. Tapi untuk me-maintain aspek manusia nya, itu sangat sulit. Seringkali sebuah situs portal komunitas langsung ditinggalkan begitu saja oleh pengunjungnya karena mereka merasa tidak punya keterikatan pada situs tersebut.

berikut ini adalah ide (sekali lagi, IDE, bukan TIPS, karena klo mo ngasi tips berarti saya harus udah jago duluan dan sudah berpengalaman, sementara saat ini saya masih belum banyak pengalaman :)) dari saya supaya situs portal komunitas / forum online yang kita buat bisa rame:

  1. Coba bikin blog aggregator, lho koqnyambungnya ke blog aggregator? jadi begini, salah satu permasalahan utama suatu portal komunitas yang baru lahir sulit berkembang adalah karena tidak ada starting point yang baik. Pada masa-masa awal tentunya portal komunitas itu masih sepi. Dan ketika ada pengunjung yang datang ke portal tersebut lalu melihat portal tersebut masih sepi konten maka mereka akan enggan untuk kembali lagi ke situs tersebut. Oleh karena itu, pertanyaannya adalah bagaimana supaya situs portal yang baru lahir itu bisa segera dipenuhi dengan konten yang siap dijelajah oleh pengunjung. Salah satu jawabannya adalah blog aggregator. dengan blog aggregator, admin/pembuat situs portal tak perlu repot-repot memenuhi konten situsnya yang baru lahir itu. Dengan blog aggregator konten situs portal kita akan otomatis terupdate seiring dengan ter-updatenya blog yang kita aggregate. Jadi, paling tidak pengunjung punya sesuatu yang dapat dilihat diportal kita sambil menunggu forum online nya benar-benar ramai dan asik buat diskusi.
  2. Pada forum online, segera buat banyak thread/topic yang menarik untuk dibahas. Banyaknya topik yang siap di-reply, akan merangsang pengunjung untuk membalas posting pertama itu. Sehingga obroloan online dapat dimulai.
  3. Buat tim kecil, mungkin terdiri dari 2 - 4 orang yang bertugas mengisi konten situs secara rapid pada masa-masa awal. Mungkin dalam waktu kurang lebih 1 minggu, tim kecil ini bertugas menambah konten situs setiap harinya. Dengan begitu jumlah konten situs portal dapat naik dengan cepat.
  4. Buat konten yang konsisten pada frekuensi tertentu. Setelah pada masa-masa awal, melakukan rapid content injection (wuiiihhh… istilahnya dibikin-bikin banget :)) pada situs portal. pada masa-masa selanjutnya konten situs tersebut harus terus konsisiten di-update secara periodik.

4 ide diatas saya rasa sudah cukup untuk mulai membangun komunitas online yang aktif. Tapi diluar aspek internal tersebut jangan lupa juga untuk terus mempromosikan situs portal kita di tempat lain. Metode promosinya juga beragam. bisa dari mulut ke mulut, bisa lewat milis-milis, bisa dengan tuker-tukeran link dll.

itu aja dulu IDE dari saya. Saya sendiri juga sedang mencoba membangun komunitas online yang aktif. Ide-ide yang saya tulis diatas, belum tentu benar seratus persen. Kalau kamu setuju, bagus. Kalau tidak setuju coba kasih komentar pada postingan ini. Supaya kita bisa saling share ide.