Jul 23 2008

Today, when i check my inbox, surprisingly there is someone from India who emailed me a message to ask about his problem facing openbravo ERP. The problem is about empty region field. Fortunately, i’ve also have faced this problem and i’ve already knows how to solve this problem. With the spirit to help, i reply his email with my answer. And now, i think there will be another person who faced the same problem. So I think, it will be helpful to write my answer to that guy on this blog. So another person who had the same problem could make a little search on Google on ended up in this blog. I hope it could help your problem. Enjoy it :)

// Last but not least, I’m sorry if my english explanation is bad. I’m not too fluent in english. But i hope you could still understand my explanation.

There is some country in Openbravo which already has the regions put on it. Such as: USA and Spain.
But for many country, the regions data is not inserted yet. We must insert it manually. To do this, at first we must check field “has region” on the country which we want to insert the data region. Let me give you the example:

For example, we want to insert the region data for country India. Then go to

General Setup || Application || Country Region and City || Country

Look at the long list of country on the table section. Double click on India. There will be a form containing a check box named “Has region”. Check it and then click save. By doing that, we will able to insert a new data region for any the country.

Now, go to the sub tab “region”. There will be a blank table. Click “New” Icon. There will be a form to create one new region. Fill it. Repeat this step every time you want to make a new region.

After you do those step, that empty region field will be magically filled with the regions you’ve made before.

Happy Openbravoing :)

Apr 18 2008

Dunia IT akan dikenal apabila komunitasnya berkembang. Sebut saja India, Singapura, Korea, dan lain-lain komunitas IT-nya sejak beberapa tahun lalu sudah berkembang. Di Indonesia sendiri komunitas IT memang sudah berkembang sejak lama, hanya saja perkembangannya timbul dan tenggelam.

Sejak beberapa tahun lalu, komunitas IT khususnya sistem operasi mulai bermunculan, misalnya Komunitas Linux dengan KPLI-nya, komunitas MacOS, MUGI (Microsoft User Group Indonesia), INDC, WSS-ID (Windows Server System Indonesia), dan sebagainya. Dengan banyaknya komunitas IT di Indonesia, diharapkan akan terbentuk masyarakat IT yang handal dan professional. Maraknya blog dan portal IT menandakan bahwa masyarakat IT Indonesia sudah semakin berkembang. Dalam komunitas IT, sebenarnya tidak hanya tempat
berkumpulnya IT Pro saja, melainkan semua lapisan masyarakat IT di Indonesia, mulai dari IT Pro, Developer, dosen, mahasiswa sampai end user atau pemakai. Komunitasnya sendiri bermacam-macam mulai dari IT Pro, Komunitas Developer, Komunitas MacOS, Komunitas Linux, dan sebagainya. Begitu juga dengan anggotanya
juga bermacam-macam, mulai dari IT Professional, Trainer Independent, PNS, dosen, guru, mahasiswa, sampai end user.

Berkembangnya komunitas IT merupakan pertanda bahwa SDM IT di Indonesia mulai diperhitungkan. Pada dasarnya tujuan utama dari suatu komunitas IT adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman sesama penggunanya. Namun, tentu saja akhirnya akan tumbuh dan berkembang juga peluang bagi kita untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Masyarakat IT di Indonesia kini bisa dengan mudah mengikuti perkembangan, karena para IT Pro yang ada di kota-kota besar bisa menuliskan pengalamannya dalam suatu media, bisa blog, portal ataupun milis. Sementara itu masyarakat lainnya terutama yang jauh dari kota besar bisa mendapatkan informasi melalui media blog, milist atau portal yang ada. Portal IT Pro yang saat ini membernya hampir mencapai 10.000 orang merupakan
komunitas online yang banyak dikunjungi masyarakat. Portal ini bernama WSS-ID.ORG (Windows Server System Indonesia) dengan alamat http://wss-id. org. Pada portal ini selain menampilkan blog, juga e-book gratis. Portal dengan konsep KPLI (Knowledge, People, Leadership, dan Inovation) ini masih tergolong baru. Di mana knowldge sebagai bottom line dan inovasi berada di ujung garis portal. Dalam dunia komunitas knowledge merupakan hal yang sangat vital, yang datang dari orang-orang yang hebat, orang-orang yang memiliki leadership sehingga mampu menciptakan inovasi baru. Dengan adanya portal IT Pro bisa membawa Indonesia sebagai negara terpandang di industri IT dunia. Karena bukan tidak mungkin jika dari portal ini suatu saat akan muncul inovasi-inovasi baru untuk mendukung perkembangan IT di Indonesia.

Komunitas lain yang juga termasuk cukup dikenal adalah MUGI (Microsoft User Group Indonesia) dengan alamat http://www.mugi. org. Komunitas ini sampai sekarang tetap eksis dan terus melebarkan sayapnya ke berbagai daerah dan perguruan tinggi di Indonesia. Sementara itu kelompok lain yang mengkhususnya dalam dunia desain adalah Desainer Comunity atau cebeijo ini mempunyai alamat http://cabeijo. com. Aktifitasnya tetap mengandalkan online community yang di dalamnya mengupas berbagai hal yang berhubungan dengan desain. Komuci User Group dengan alamat http://kemailomuci. net adalah komunitas fokus pada komunitas mobile dengan tujuan bisa saling berkomunikasi dan interaksi sesama manusia. Pada bidang bisnis, komunikasi juga telah menjadi tulang punggung berbagai keputusan, kebijakan, serta keberhasilan bisnis. Bersamaan dengan tumbuhnya teknologi informasi di dunia, kehidupan bergeser ke suatu konsep intelligent evironment suatu lingkungan kehidupan yang terintegrasi dengan teknologi untuk memberi suatu kehidupan yang lebih baik. Pada bidang komunikasi hal ini dapat ditelaah melalui lahirnya berbagai dukungan komunikasi yang bervariasi, sehingga melahirkan konsep multimodal communications.

Kalau Anda lebih suka memanfaatkan e-mail untuk berbagi pengalaman sesama pengguna komputer di Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas miling list atau milist. Saat ini hampir semua komunitas memanfaatkan media ini untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. Hanya saja bagi pengguna yang enggan membuka e-mail atau space e-mail-nya terbatas mungkin akan lebih baik apabila memanfaatkan media
lain seperti forum atau blog. Milinglist memang masih banyak digunakan oleh komunitas IT di Indonesia dan
masih diyakini tergolong ampuh untuk saling tukar menukar informasi. Hanya saja kalau menggunakan media ini akan membebani mailbox, apalagi apabila komunitas tersebut sudah semakin besar, maka pemanfaatan mailinglist jelas kurang efektif, terutama bagi mereka yang memanfaatkan e-mail gratisan. Semakin banyak anggota yang mendaftar atau join akan semakin banyak pula e-mail yang masuk ke dalam
mailbox kita.

Tidak sedikit komunitas IT di Indonesia yang memanfaatkan forum di yahoogroup, karena selain gratis juga diyakini pengunjungnya cukup banyak. Karena sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan fasilitas e-mail di yahoo.com atau yahoo.co.id. Dengan adanya dalam suatu komunitas tidak hanya anggota saja yang bisa membaca, masyarakat umum pun bisa membacanya. Memang saat ini tersedia blog baik gratisan maupun membuat sendiri dengan membeli sebuah domain. Bagi komunitas yang sudah besar tentu akan membangun servernya sendiri, karena isi atau contentnya bisa disesuaikan dengan kebutuan dan perkembangan teknologi. Sebagai contoh Windows Server System Indonesia menyediakan berbagai fasilitas mulai dari blog, video, galeri, forum, e-book, artikel dan lain-lain.
Memang cukup banyak komunitas IT di Indonesia. Mungkin kalau dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, di Indonesia komunitas IT termasuk paling banyak dan menyebar di seluruh Indonesia. Namun demikian dengan semakin berkembangnya komunitas IT diharapkan sumber daya IT Indonesia bisa  diandalkan untuk mengisi pembangunan yang masih jauh membentang. Yang lebih penting lagi dalam sebuah komunitas jangan mencari kelemahan suatu produk, berbau politis, menjelek-jelekan produk tertentu, karena semua teknologi pada dasarnya untuk mensejaherakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Sumber:

Tutang Pranata Komputer Madya- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
http://kompas. com/kompascetak/ read.php? cnt=.xml. 2008.04.16. 03043995& channel=2& mn=245&idx= 245

Dec 29 2007

Ada seorang teman saya satu kampus di fasilkom yang apabila ditanya sesuatu tentang IT, dengan tegas dia bilang tidak tahu. Jika diajak untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan yang banyak menyentuh aspek IT, dia juga pasti menolak mentah-mentah. Fenomena seperti ini cukup banyak terjadi dikalangan SDM IT di Indonesia. Sebaliknya banyak pula SDM yang latar belakang pendidikannya sebenarnya bukan IT tapi lebih punya ketertarikan pada bidang IT, bahkan mereka biasanya justru lebih ke-IT-IT-an daripada SDM IT itu sendiri. Sebagian besar latar belakang mereka adalah berasal dari jurusan matematika (MIPA) atau elektro (Teknik). Diluar itu ada juga SDM yang berasal dari jurusan ekonomi, budaya, bahkan ilmu sosial politik, yang akhirnya malah terjun kedunia IT setelah memasuki dunia kerja.

untuk SDM IT yang tidak ke-IT-IT-an biasanya mengarahkan dirinya pada bidang sistem informasi. Dimana memang bidang ICT yang satu ini lebih banyak menyentuh aspek manajerial dari suatu sistem IT daripada aspek teknikal IT-nya. Disini, pemahaman terhadap aspek teknikal IT cenderung tidak terlalu dibutuhkan, walaupun TETAP perlu. Sementara itu, mereka yang tidak berasal dari jurusan IT dan tertarik pada IT biasanya lebih tertarik pada aspek teknikalnya. Biasanya orang-orang seperti ini akan menggali kompetensinya sendiri dibidang IT. Dia akan belajar programming sendiri, dia akan belajar hacking sendiri dll dia akan belajar dari berbagai sumber semisal kursus, buku dan khususnya internet.

Sebenarnya bagaimanakah imbas dari kondisi seperti itu? apakah kondisi yang seperti itu akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan IT di Indoensia, ataukah tidak berpengaruh, atau malah justru meruntuhkan kekokohan sendi-sendi pembangunan IT di Indonesia? berikut ulasannya dari saya:

SDM IT yang tidak berjiwa IT

kita mulai dulu dari SDM IT yang tidak berjiwa IT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa SDM IT yang seperti ini cenderung akan memilih sistem informasi sebagai bidang minat jurusannya. Disinilah muncul permasalahan, sebagian besar orang yang memilih bidang minat sistem informasi itu bertipe seperti ini. Hasilnya, banyak spesialis IT bidang Sistem Informasi yang tidak benar-benar kompeten dalam bidangnya. Memang jurusan sistem informasi itu tidak terlalu membutuhkan pemahaman yang mendalam akan aspek teknikal IT, tapi biar bagaimanapun pemahaman tersebut tetap diperlukan supaya SDM yg bersangkutan dapat seutuhnya mengerti tentang apa yang dia kelola.

  • Apa jadinya kalau mereka tidak tahu bagaimana suatu server dapat bekerja (aspek teknikal IT) sehingga cocok dengan pengimplementasian bussiness process di suatu organisasi (aspek sistem informasi)?

kondisi yang seperti itu akan mengurangi tingkat produktifitas dan kreatifitas dari SDM yang bersangkutan. Tidak bisa produktif karena dia cenderung tidak ingin mempelajari suatu teknologi baru yang muncul yang dapat diimplementasikan pada suatu organisasi. Tidak kreatif karena dia akan terpaku pada batasan-batasan teknologi yang dia ketahui saja sehingga tidak bisa memanfaatkan teknologi lain yang mungkin lebih canggih untuk diimplemetasikan. Sementara SDM-SDM yang seperti ini cenderung tidak ingin mempelajari aspek teknikal dari suatu teknologi baru yang belum dia tahu. Akhirnya, SDM yang seperti ini terancam tergilas oleh putaran zaman. tergilas oleh inovasi teknologi yang terus berjalan. Dan bagaimana efeknya pada tataran makro? Apa jadinya kalau sebagian besar SDM Sistem informasi di Indonesia seperti itu? yang terjadi adalah munculnya banyak inkompetensi SDM dibidang ini. SDM-SDM Sistem informasi dari Indonesia akan berkualitas rendah, sehingga akan berdampak secara tidak langsung pada citra SDM IT secara umum di Indonesia.

SDM non IT yang cinta IT

Sekarang kita coba telaah tentang mereka yang tidak punya kesempatan untuk mendalami IT dikampus, tapi punya ketertarika yang tinggi pada bidang IT. Seperti yang telah saya katakan tadi bahwa mereka biasanya merupakan self learner yang baik. Mereka mampu menggali kompetensi dibidang IT secara mandiri melalui berbagai sumber-sumber informal. Dan mereka cenderung mampu menguasai berbagai aspek teknis IT yang memang mereka sukai, banyak dari mereka yang bahkan lebih jago dibandingkan dengan SDM IT yang memang benar-benar berasal dari jurusan IT. Namun sayangnya, karena mereka tidak mendapatkan pendidikan formal dibidang IT, maka banyak dari mereka yang akhirnya hanya mengetahui kulit luar dari IT itu sendiri. Dan biasanya mereka mempunyai kompetensi yang sangat tinggi pada berbagai aspek teknikal dari IT tapi mereka tidak tahu menahu tentang bagaimana pengoptimalan yang bisa dilakukan dari implementasi IT yang bersangkutan. Misal: mereka cenderung sangat jago dalam hal programming terutama pemahaman terhadap suatu bahasa, tapi mereka tidak terlalu pandai dalam hal implementasi algoritma yg baik dalam suatu bahasa pemrograman. Mereka mampu membuat sebuah sistem informasi, tapi mereka tidak mampu membuat pola database yang baik untuk sistem informasi tersebut. Mereka mampu membuat sebuah desktop software tapi mereka tidak mampu mengimplementasikan algoritma yang canggih untuk aplikasi yang dibuat olehnya. Mereka mampu membuat software-software kecil tapi tidak bisa membuat software-software profesional yang butuh sistematika software engineering yang baik. Mereka tahu PHP, MySQL, Java, ASP, hacking dll tapi mereka tidak tahu perancangan database, software engineering, artificial intelligence, organisasi arsitektur komputer dll. Mereka jago teknis tapi mereka payah konsep.

Lalu bagaimana efeknya secara makro? Saat ini di Indonesia, jumlah SDM IT yang tersedia masih sangat jauh dari cukup untuk mengisi pos-pos pekerjaan yang bisa disediakan. Akhirnya banyak SDM non IT yang pindah jalur didunia kerja dengan memilih pekerjaan yang berkaitan dengan IT. Kondisi seperti ini juga akan memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan IT di Indonesia. Dengan munculnya SDM-SDM ‘karbitan’ ini (no offense, udah bingung nih milih bahasa/ punya usulan bahas yang lebih halus :) ) Maka banyak produk-produk IT yang dihasilkan menjadi berkualitas rendah. Kode pemrograman tidak terformalisasi, pola database tida teratur dsb. Akhirnya, Indonesia sulit menghasilkan suatu produk IT yang berkaulitas tinggi, dan ini nantinya akan kembali ke kredibilitas produk IT di Indonesia. Contoh yang menarik adalah aplikasi ERP bermerek SAP, dimana banyak pihak Indonesia (BUMN, Swasta dll) yang sudah miskin ini rela mengeluarkan uang miliaran bahkan triliunan rupiah supaya dapat memakai aplikasi ini. Kenapa mereka rela, karena mereka tidak punya pilihan, mereka tidak percaya dengan produk-produk sejenis yang dihasilkan didalam negeri. Padahal produk-produk yang sejenis dengan SAP itu cenderung mudah dibuat tapi sulit dikelola. Itulah permasalahan kita di Indonesia, kita mungkin bisa saja membuat aplikasi sejenis dengan kondisi SDM yg seperti ini, tapi kondisi SDM seperti ini tidak akan bisa membuat kita mampu mengelola keberlangsungan aplikasi ini dengan baik. Hasilnya? Begitu banyak rupiah yang akhirnya mengalir keluar negeri dan pergi meninggalkan Indoensia yang semakin lama semakin miskin.

Begitulah dilema kondisi SDM IT di Indonesia. Namun permasalahan ini bukan hanya untuk kita renungi, bukan cuma untuk kita pahami, tapi juga untuk kita cari solusinya. Solusi yang paling efektif adalah sadarkan diri Anda sendiri. Jika anda merasa sebagai salah satu tipe SDM dari dua tipe SDM diatas, maka pikirkanlah solusinya. Kelola kompetensi pribadi anda dengan baik. Supaya benar-benar dapat menjadi seorang profesional dibidang IT dan memberikan banyak manfaat buat orang lain.

jika anda SDM IT yang tidak suka IT: cintailah IT! Anda sdah terlanjur masuk didunia ini. Anda sudah punya kesempatan besar untuk mengobok-obok wilayah kompetensi ini. Jangan disia-siakan!Galilah kompetensi IT anda supaya bisa benar-benar memberikan kontribusi maksimum untuk pertumbuhan IT di Indonesia

jika anda SDM non IT yang suka dengan IT: pelajarilah IT lebih dalam, coba pelajari IT dari slide-slide perkuliahan IT yang banyak terdapat di Internet (kira-kira bakal ngerti gak ya ^_^). Kalau memungkinkan, cobalah untuk masuk dijurusan IT. Kalau tidak memungkinkan, ya… mau bagaimana lagi :) gali saja terus kompetensi Anda. Dan jangan terlalu banyak berkutat pada aspek teknis, cobalah ambil satu topik IT yang menarik bagi Anda lalu pelajari konsep-konsepnya. Dengan begitu Anda benar-benar mempunyai spesialisasi dibidang IT dan Anda juga punya senajat yang ampuh berupa pemahaman teknis untuk mengimplementasikan konsep yang sudah anda dalami dalam wujud nyata yang bermanfaat didunia nyata.

Sekian saja ya ulasannya. Semoga bermanfaat