IT, Entrepreneurship, Web, Internet, Motivation, Inspiration
Jul 26 2009

Ketika Google-pun tak berdaya

Pernahkah Anda mencoba mencari suatu informasi di internet, kemudian Anda dengan penuh percaya diri datang ke ustadz Google untuk menanyakan perihal informasi tersebut? Anda berharap bisa menemukan informasi tersebut dengan mudah namun ternyata profesor Google yang selama ini diagung-agungkan banyak orang itu cuma bisa memberikan ratusan ribu link yang hampir sama sekali tidak ada kaitannya dengan apa yang sebenarnya ingin kita cari.

Well, itulah yang terjadi pada saya saat ini. Saya sedang mencoba mencari contoh template surat perjanjian kontrak usaha bersama untuk mulai memprofesionalisasikan (halah…) kerja perusahaan yang sudah saya bangun dengan darah dan pengorbanan sejak 3,5 tahun yang lalu, Univind, sebuah perusahaan web development. Sangat sulit buat saya untuk mendapatkan apa yang saya mau itu. Saya sudah coba jutaan keyword (hehehe… enggak deng, paling belasan doank) namun saya tidak juga berhasil mendapatkannya. Kenapa bisa begitu? Itu karena informasi yang saya inginkan itu sudah tertutup oleh bejibunnya informasi lain yang lebih populis yang terkait dengan kata kunci yang saya masukkan. Bingung ya? Begini… yang saya cari adalah contoh surat perjanjian usaha bersama untuk dipakai pada perusahaan yang saya bangun bersama rekan-rekan saya. Namun, semua kemungkinan keyword yang saya coba ternyata teralih ke surat kontrak kerjasama biasa antara klien dan penyedia jasa. Kalo surat kontrak begitu sih saya sudah sering pakai.

Karena sepertinya belum ada studi tentang permasalahan ini dan belum ada yang memberi istilah pada kondisi ini, maka saya klaim saja deh ini sebegai penemuan saya. Hohoho… kondisi ini saya beri istilah “Cloud-Vagued Information“. Beeuuhh… keren kan istilahnya. Artinya adalah informasi penting yang menjadi tersamar (Vagued Information) disebabkan sangat banyaknya informasi lain (Cloud Information) yang dikaitkan dengan informasi penting tadi.

Contoh yang paling gampang mengenai Cloud-Vagued Information adalah tentang bisnis internet. Coba saja anda ketikkan keyword “bisnis internet”, “online business” atau “bisnis online” dan sejenisnya. Maka hampir pasti Anda hanya akan mendapatkan daftar puluhan website-website referral marketing yang isinya penuh dengan janji-janji buta dengan font besar-besar dan warna-warni mencolok yang bikin sakit mata (ini contohnya). Padahal seharusnya bisnis internet itu jauh lebih luas daripada skema bisnis seperti itu (yang terkadang banyak banget yang cuma tipuan).

Contoh diatas tadi adalah contoh seriusnya. Sohib saya Agung pernah memberikan contoh yang lucu. Coba baca tulisannya disini. Beliau “menjebak” para pengguna search engine yang ingin mencari informasi tentang Manohara. Baca aja deh tulisannya baik-baik, lucu deh :)

Saya sendiri juga belum tahu apa yang harus kita lakukan jika menghadapi kondisi Cloud-Vagued Information ini. Sampai saat ini teknologi mesin pencari masih hanya memberikan informasi yang populis dan bukan informasi yang tepat. Walaupun memang dalam mayoritas kasus, informasi yang populis itu adalah informasi yang tepat. Namun dengan konsep ini, akan sangat sulit jadinya untuk mencari suatu informasi penting yang tertutup oleh jutaan informasi tak penting lainnya. Teknologi web masa depan seperti web semantic pun tampaknya juga masih akan menggunakan konsep ini sehingga masalah Cloud-Vagued Information ini akan tetap ada.

Eniwei, saya pikir masalah Cloud-Vagued Information ini bisa saja jadi salah satu solusi untuk memberantas pornografi di internet. Andaikan saja suatu saat nanti semua orang jadi baik (kapan ya… :roll: ), lalu mereka menulis banyak hal tentang pornografi di blog mereka. Tentang betapa berbahayanya pornografi, atau tentang edukasi seks atau hal lainnya mengenai pornografi tanpa menaruh gambar-gambar porno di blognya. Maka pasti setiap keyword “porn“, “sex” dan sejenisnya itu akan mengarah ke blog-blog mereka alih-alih ke website-website porno buatan para penjahat kelamin itu.

Sekian saja… wah panjang juga ya… harusnya jadi riset pasca sarjana saya aja nih…. bisa gak ya… hehe…

yowis, semoga bermanfaat :)

Apr 18 2008

Maraknya Komunitas IT di Indonesia

Dunia IT akan dikenal apabila komunitasnya berkembang. Sebut saja India, Singapura, Korea, dan lain-lain komunitas IT-nya sejak beberapa tahun lalu sudah berkembang. Di Indonesia sendiri komunitas IT memang sudah berkembang sejak lama, hanya saja perkembangannya timbul dan tenggelam.

Sejak beberapa tahun lalu, komunitas IT khususnya sistem operasi mulai bermunculan, misalnya Komunitas Linux dengan KPLI-nya, komunitas MacOS, MUGI (Microsoft User Group Indonesia), INDC, WSS-ID (Windows Server System Indonesia), dan sebagainya. Dengan banyaknya komunitas IT di Indonesia, diharapkan akan terbentuk masyarakat IT yang handal dan professional. Maraknya blog dan portal IT menandakan bahwa masyarakat IT Indonesia sudah semakin berkembang. Dalam komunitas IT, sebenarnya tidak hanya tempat
berkumpulnya IT Pro saja, melainkan semua lapisan masyarakat IT di Indonesia, mulai dari IT Pro, Developer, dosen, mahasiswa sampai end user atau pemakai. Komunitasnya sendiri bermacam-macam mulai dari IT Pro, Komunitas Developer, Komunitas MacOS, Komunitas Linux, dan sebagainya. Begitu juga dengan anggotanya
juga bermacam-macam, mulai dari IT Professional, Trainer Independent, PNS, dosen, guru, mahasiswa, sampai end user.

Berkembangnya komunitas IT merupakan pertanda bahwa SDM IT di Indonesia mulai diperhitungkan. Pada dasarnya tujuan utama dari suatu komunitas IT adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman sesama penggunanya. Namun, tentu saja akhirnya akan tumbuh dan berkembang juga peluang bagi kita untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan, pendidikan, dan lain-lain. Masyarakat IT di Indonesia kini bisa dengan mudah mengikuti perkembangan, karena para IT Pro yang ada di kota-kota besar bisa menuliskan pengalamannya dalam suatu media, bisa blog, portal ataupun milis. Sementara itu masyarakat lainnya terutama yang jauh dari kota besar bisa mendapatkan informasi melalui media blog, milist atau portal yang ada. Portal IT Pro yang saat ini membernya hampir mencapai 10.000 orang merupakan
komunitas online yang banyak dikunjungi masyarakat. Portal ini bernama WSS-ID.ORG (Windows Server System Indonesia) dengan alamat http://wss-id. org. Pada portal ini selain menampilkan blog, juga e-book gratis. Portal dengan konsep KPLI (Knowledge, People, Leadership, dan Inovation) ini masih tergolong baru. Di mana knowldge sebagai bottom line dan inovasi berada di ujung garis portal. Dalam dunia komunitas knowledge merupakan hal yang sangat vital, yang datang dari orang-orang yang hebat, orang-orang yang memiliki leadership sehingga mampu menciptakan inovasi baru. Dengan adanya portal IT Pro bisa membawa Indonesia sebagai negara terpandang di industri IT dunia. Karena bukan tidak mungkin jika dari portal ini suatu saat akan muncul inovasi-inovasi baru untuk mendukung perkembangan IT di Indonesia.

Komunitas lain yang juga termasuk cukup dikenal adalah MUGI (Microsoft User Group Indonesia) dengan alamat http://www.mugi. org. Komunitas ini sampai sekarang tetap eksis dan terus melebarkan sayapnya ke berbagai daerah dan perguruan tinggi di Indonesia. Sementara itu kelompok lain yang mengkhususnya dalam dunia desain adalah Desainer Comunity atau cebeijo ini mempunyai alamat http://cabeijo. com. Aktifitasnya tetap mengandalkan online community yang di dalamnya mengupas berbagai hal yang berhubungan dengan desain. Komuci User Group dengan alamat http://kemailomuci. net adalah komunitas fokus pada komunitas mobile dengan tujuan bisa saling berkomunikasi dan interaksi sesama manusia. Pada bidang bisnis, komunikasi juga telah menjadi tulang punggung berbagai keputusan, kebijakan, serta keberhasilan bisnis. Bersamaan dengan tumbuhnya teknologi informasi di dunia, kehidupan bergeser ke suatu konsep intelligent evironment suatu lingkungan kehidupan yang terintegrasi dengan teknologi untuk memberi suatu kehidupan yang lebih baik. Pada bidang komunikasi hal ini dapat ditelaah melalui lahirnya berbagai dukungan komunikasi yang bervariasi, sehingga melahirkan konsep multimodal communications.

Kalau Anda lebih suka memanfaatkan e-mail untuk berbagi pengalaman sesama pengguna komputer di Indonesia bisa memanfaatkan fasilitas miling list atau milist. Saat ini hampir semua komunitas memanfaatkan media ini untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. Hanya saja bagi pengguna yang enggan membuka e-mail atau space e-mail-nya terbatas mungkin akan lebih baik apabila memanfaatkan media
lain seperti forum atau blog. Milinglist memang masih banyak digunakan oleh komunitas IT di Indonesia dan
masih diyakini tergolong ampuh untuk saling tukar menukar informasi. Hanya saja kalau menggunakan media ini akan membebani mailbox, apalagi apabila komunitas tersebut sudah semakin besar, maka pemanfaatan mailinglist jelas kurang efektif, terutama bagi mereka yang memanfaatkan e-mail gratisan. Semakin banyak anggota yang mendaftar atau join akan semakin banyak pula e-mail yang masuk ke dalam
mailbox kita.

Tidak sedikit komunitas IT di Indonesia yang memanfaatkan forum di yahoogroup, karena selain gratis juga diyakini pengunjungnya cukup banyak. Karena sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan fasilitas e-mail di yahoo.com atau yahoo.co.id. Dengan adanya dalam suatu komunitas tidak hanya anggota saja yang bisa membaca, masyarakat umum pun bisa membacanya. Memang saat ini tersedia blog baik gratisan maupun membuat sendiri dengan membeli sebuah domain. Bagi komunitas yang sudah besar tentu akan membangun servernya sendiri, karena isi atau contentnya bisa disesuaikan dengan kebutuan dan perkembangan teknologi. Sebagai contoh Windows Server System Indonesia menyediakan berbagai fasilitas mulai dari blog, video, galeri, forum, e-book, artikel dan lain-lain.
Memang cukup banyak komunitas IT di Indonesia. Mungkin kalau dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, di Indonesia komunitas IT termasuk paling banyak dan menyebar di seluruh Indonesia. Namun demikian dengan semakin berkembangnya komunitas IT diharapkan sumber daya IT Indonesia bisa  diandalkan untuk mengisi pembangunan yang masih jauh membentang. Yang lebih penting lagi dalam sebuah komunitas jangan mencari kelemahan suatu produk, berbau politis, menjelek-jelekan produk tertentu, karena semua teknologi pada dasarnya untuk mensejaherakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Sumber:

Tutang Pranata Komputer Madya- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
http://kompas. com/kompascetak/ read.php? cnt=.xml. 2008.04.16. 03043995& channel=2& mn=245&idx= 245

Apr 07 2008

Laporan Diskusi menkominfo dengan blogger

Saya baru saja pulang dari acara diskusi sharing dan silaturahmi antara pak M Nuh (depkominfo) dengan para blogger. Pertemuan tersebut terasa sangat menarik, begitu banyak pertanyaan, kritik dan juga saran yang dilemparkan para peserta pada pihak depkominfo terkait Undang-undang yang baru saja keluar, yaitu UU ITE. Para pejabat depkominfo (pak M Nuh, pak edmon, pak basuki dan pak nurcahya (klo gak salah, agak lupa namanya)) juga menerima dengan hangat setiap pernyataan yang dikeluarkan para peserta. Intinya acara silaturahim ini berjalan dengan sangat hangat, komunikatif, aspiratif dan menyenangkan.

Disini saya ingin mengomentari beberapa pernyataan yang muncul dalam acara tersebut yang saya anggap bagus dan berbobot.

pertama
pertanyaan dari mas boy avianto. Beliau mengatakan bahwa dia merasa bangsa kita seperti bangsa yang kerdil dan tidak dewasa karena melakukan pemblokiran pada situs youtube hanya karena satu entri film berjudul “fitna” yang notabene hanya satu bagian sangat kecil dibandingkan video-video lain di youtube yang juga memiliki kebermanfaatan yang besar. Beliau melanjutkan, “daripada kita berbuat seperti itu, akan jauh lebih baik jika kita mendorong anak bangsa ini untuk membuat konten-konten positif. Contoh: alih-alih memblokir youtube mungkin lebih baik jika depkominfo mendorong masyarakat untuk membuat film anti-fitna yang lebih positif
atas komentar tersebut, depkominfo menjawab
pak Nuh: Tentu saja kita akan mendorong peningkatan konten-konten positif di Internet, tapi itu bukan berarti kita membiarkan yang negatif toh…
pak basuki: kita ini sedang beramar ma’ruf nahi munkar. Kita dituntut untuk beramar ma’ruf dengan menyerukan masyarakat untuk membuat dan membuka konten-konten positif. Tapi diluar itu, kita tidak boleh lupa dengan nahi munkar-nya donk. Kita ber nahi munkar dengan cara memblokir situs-situs negatif seperti itu.

kedua
mas eko (bener gak sih namanya :p ). beliau adalah orang yang dijadikan kambing hitam oleh seorang “tokoh” (!pakar) telematika Indonesia sebagai dalang dibalik pen-deface-an situs depkominfo. Disana beliau mengadukan perihal penuduhan tersebut kepada depkominfo. Beliau bertanya apakah penuduhan tersebut bisa dibenarkan secara hukum? Beliau juga bahkan memutarkan rekaman wawancara sang tokoh di salah satu stasiun radio sebagi bukti pengkambinghitamannya. Pada saat mas eko ini memutarkan rekaman tersebut segenap ruangan menjadi hening dan serius. Semua orang-benar mendengarkan dengan seksama isi rekaman suara tersebut. Pada akhirnya, beliau meminta penegasan dari menkominfo mengenai posisi blogger sebagai part of the family.
jawaban pak nuh: Ternyata pak nuh agak kuper juga :) beliau benar-benar baru tahu mengenai kasus blogger yang dituduh oleh seorang tokoh telematika itu dari rekaman yang diputarkan pada acara silaturahmi tersebut. Tapi, intinya pak nuh mengaskan bahwa blogger sebagai sebuah komunitas adalah part of the family, dan bukan part of the enemy. Blogger merupakan salah satu komunitas yang harus dibangun dan diberdayakan sebagai sebuah potensi bagi bangsa.

Sebenarnya masih banyak, obrolan-obrolan menarik yang diperbicangkan pada acara tersebut. Tapi karena saya sama sekali tidak mencatat akhirnya semua yang ditulis diatas hanya berdasarkan ingatan saya saja. Lagipula saya yakin diluar sana akan banyak blogger-blogger senior macem mas romi, mas harry sufehmi, mas budi putra, mas priyadi, mas riyogarta dll yang akan menuliskan review dari acara diskusi tersebut.

Satu lagi quote terakhir yang sangat saya appreciate dari Pak Nuh. Beliau mengatakan bahwa momen-momen silaturahmi seperti ini, forum-forum sharing seperti ini harus terus dihidupkan. Pak Nuh mengatakan bahwa pihaknya akan terus membuka forum-forum keterbukaan seperti itu yang akan memperluas ide pengembangan IT di Indonesia.

Semoga kedepannya IT di Indonesia bisa maju. Lebih maju daripada Malaysia, China, India bahkan amerka sekalipun. amin.

Apr 02 2008

antara roy suryo, depkominfo, UU ITE dan prospek IT Indonesia

mungkin sudah banyak yang tahu, beberapa waktu yang lalu situs depkominfo di-hack sama seorang hacker (yaialah, masak sama blogger :) ). Sang hacker yang gaka tau apakah dia juga blogger melakukan aksi deface pada situs depkominfo itu berisi ucapan selamat pada pemerintah atas disahkannya UU ITE yangbener-bener laghi heboh saat ini. Dan satu hal yang membuat aksi deface nya itu kontroversial adalah karena sang hacker memasang foto roy suryo yang lagi bergaya dengan sangat aneh (tentunya itu hasil editan potosop, bisa diliat metadatanya kan mas roy? :) )

Walhasil, atas aksi hackingnya itu sang surya jadi murka. Dia menuduh bahwa pelaku aksi tersebut adlah hacker (yap, klo yg ini sudah jelas) dan blogger (lha… darimana asal usulnya nih??). Mungkin kecdepan, saran buat mas roy, coba hilangkanlah tendensi sinisme negatifnya pada para blogger. Katanya mas enda mau ngajak pak roy berdialog ya? gimana kabar terakhirnya saya belum tahu.

anyway, di postingan kali ini saya bukan mau mengulas tentang aksi sama-sama tidak dewasa dianatar semua pihak. Pada postingan kali ini saya mau membahas tentang UU ITE, dan pengaruhnya bagi perkembangan IT Indonesia dimasa depan.

Entah kenapa banyak orang yang merasa skeptis dengan diberlakukannya UU ITE ini. Padahal hukumnya sendir belum benar-benar dijalankan. Kalau saya sendiri melihat UU ITE ini akan membawa banyak dampak positif bagi perkembangan IT di Indonesia. Berikut beberapa diantaranya:

  1. Selama ini, banyak penyedia jasa layanan web financial yang enggan memberikan layananny di Indoensia. Kenapa? karena payung hukum di Indonesia untuk transaksi finansial melalui internet belum jelas, bahkan belum ada. Akibatnya, hacker-hacker bisa dengan mudah berkeliaran melakukan aksi perampokan dinegerinya sendiri. Alhamdulillah dengan berjalannya UU ITE. Sekarang transaksi online macam itu akan dijamin kemananannya oleh pemerintah. Dengan begitu kepercayaan penyedia jasa layanan web financial internasional akan mulai tumbuh. Mereka akan mulai masuk ke Indonesia. Paypal sudah mulai masuk. Kalau merek semua sudah masuk. Dijamin, para pengguna internet di Indonesia bisa lebih memberdayakan sumber daya informasi tak terbatas ini secara lebih positif.
  2. Pornografi akan diberantas. Dengan adanya pemberantasan pornografi ini. Maka konten-konten web Indonesia akan terdorong pada hal-hal yang positif. Sehingga konten web Indonesia akan penuh anfaat buat rakyatnya. Ini jelas merupakan angin segar bagi dunia internet Indonesia yang tentunya akan berimbas pula pada perkembangan IT yang lebih positif.
  3. Pemabajakan sudah dipastikan akan terus berkurang. Kontrolling terhadap pembajakan akan menjadi lebih besar dengan adanya UU ini. Dengan begitu tingkat pembajakan di Indonesia akan berkurang. Hal ini akan mendorong tumbuhnya industri software dalam negeri. Dan ini merupakan salah satu faktor pertumbuhan IT yang positif.
  4. Pembangunan infrastruktur IT saat ini sudah benar-benar digencarkan oelh pemerintah terutama depkominfo. Bahkan pak nuh sudah mengatakan bahwa beliau akan membawa internet sampai ke pelosok desa. Infrastruktur IT merupaakan salah satu masalah utama kenapa IT di Indonesia sulit berkemabng. Dengan adanya diversifikasi infrstruktur secara massif seperti ini. Maka IT di Indonesia akan bisa maju terus.

4 point diatas sudah cukup untuk memberikan gambaran akan cerahnya prospek IT Indonesia dimasa mendatang. Saya sangat yakin suatu saat nanti Indonesia mampu emnjadi negara yang menguasai teknologi IT. Saya sangat yakin Indonesia mampu seperti malaysia, Cina dan India yang melakukan percepatan besar-besaran pada penguasaan teknologi. Mari kita sama-sama optimis akan perkembangan IT di Indonesia. Untuk Indonesia yang lebih maju, lebih hi-tech, lebih berdaya.

Mar 28 2008

rekaman wawancara UU ITE di persprektif Wimar

Ini rekaman notulensi dari talk show perspektif wimar yang tayang beberapa waktu lalu. Saya dapet rekaman audionya dari mas thomas. Saking gondoknya dengan pendapat-pedanapat wimar dan wulan, saya pengen banget ngomentarin diskusi ini kalimat per kalimat. Akhirnya jadilah postingan berikut ini. Oiya… tidak seperti biasanya, kali ini saya akan agak kasar pada pihak-pihak tertentu. Gak takut dicekal UU ITE? Pak Nuh sendiri yang bilang hal-hal seperti ini akan tetap dijamin.

Oiya… notulensi yang saya tulis disini saya jamin benar-benar 100% murni tanpa editan makna sama sekali. Paling kalimatnya saya ubah-ubah dikit supaya enak buat dibaca dan gak ngebingungin.

(more…)

Dec 29 2007

SDM IT yang gak suka IT vs SDM non IT yang cinta IT

Ada seorang teman saya satu kampus di fasilkom yang apabila ditanya sesuatu tentang IT, dengan tegas dia bilang tidak tahu. Jika diajak untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan yang banyak menyentuh aspek IT, dia juga pasti menolak mentah-mentah. Fenomena seperti ini cukup banyak terjadi dikalangan SDM IT di Indonesia. Sebaliknya banyak pula SDM yang latar belakang pendidikannya sebenarnya bukan IT tapi lebih punya ketertarikan pada bidang IT, bahkan mereka biasanya justru lebih ke-IT-IT-an daripada SDM IT itu sendiri. Sebagian besar latar belakang mereka adalah berasal dari jurusan matematika (MIPA) atau elektro (Teknik). Diluar itu ada juga SDM yang berasal dari jurusan ekonomi, budaya, bahkan ilmu sosial politik, yang akhirnya malah terjun kedunia IT setelah memasuki dunia kerja.

untuk SDM IT yang tidak ke-IT-IT-an biasanya mengarahkan dirinya pada bidang sistem informasi. Dimana memang bidang ICT yang satu ini lebih banyak menyentuh aspek manajerial dari suatu sistem IT daripada aspek teknikal IT-nya. Disini, pemahaman terhadap aspek teknikal IT cenderung tidak terlalu dibutuhkan, walaupun TETAP perlu. Sementara itu, mereka yang tidak berasal dari jurusan IT dan tertarik pada IT biasanya lebih tertarik pada aspek teknikalnya. Biasanya orang-orang seperti ini akan menggali kompetensinya sendiri dibidang IT. Dia akan belajar programming sendiri, dia akan belajar hacking sendiri dll dia akan belajar dari berbagai sumber semisal kursus, buku dan khususnya internet.

Sebenarnya bagaimanakah imbas dari kondisi seperti itu? apakah kondisi yang seperti itu akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan IT di Indoensia, ataukah tidak berpengaruh, atau malah justru meruntuhkan kekokohan sendi-sendi pembangunan IT di Indonesia? berikut ulasannya dari saya:

SDM IT yang tidak berjiwa IT

kita mulai dulu dari SDM IT yang tidak berjiwa IT. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa SDM IT yang seperti ini cenderung akan memilih sistem informasi sebagai bidang minat jurusannya. Disinilah muncul permasalahan, sebagian besar orang yang memilih bidang minat sistem informasi itu bertipe seperti ini. Hasilnya, banyak spesialis IT bidang Sistem Informasi yang tidak benar-benar kompeten dalam bidangnya. Memang jurusan sistem informasi itu tidak terlalu membutuhkan pemahaman yang mendalam akan aspek teknikal IT, tapi biar bagaimanapun pemahaman tersebut tetap diperlukan supaya SDM yg bersangkutan dapat seutuhnya mengerti tentang apa yang dia kelola.

  • Apa jadinya kalau mereka tidak tahu bagaimana suatu server dapat bekerja (aspek teknikal IT) sehingga cocok dengan pengimplementasian bussiness process di suatu organisasi (aspek sistem informasi)?

kondisi yang seperti itu akan mengurangi tingkat produktifitas dan kreatifitas dari SDM yang bersangkutan. Tidak bisa produktif karena dia cenderung tidak ingin mempelajari suatu teknologi baru yang muncul yang dapat diimplementasikan pada suatu organisasi. Tidak kreatif karena dia akan terpaku pada batasan-batasan teknologi yang dia ketahui saja sehingga tidak bisa memanfaatkan teknologi lain yang mungkin lebih canggih untuk diimplemetasikan. Sementara SDM-SDM yang seperti ini cenderung tidak ingin mempelajari aspek teknikal dari suatu teknologi baru yang belum dia tahu. Akhirnya, SDM yang seperti ini terancam tergilas oleh putaran zaman. tergilas oleh inovasi teknologi yang terus berjalan. Dan bagaimana efeknya pada tataran makro? Apa jadinya kalau sebagian besar SDM Sistem informasi di Indonesia seperti itu? yang terjadi adalah munculnya banyak inkompetensi SDM dibidang ini. SDM-SDM Sistem informasi dari Indonesia akan berkualitas rendah, sehingga akan berdampak secara tidak langsung pada citra SDM IT secara umum di Indonesia.

SDM non IT yang cinta IT

Sekarang kita coba telaah tentang mereka yang tidak punya kesempatan untuk mendalami IT dikampus, tapi punya ketertarika yang tinggi pada bidang IT. Seperti yang telah saya katakan tadi bahwa mereka biasanya merupakan self learner yang baik. Mereka mampu menggali kompetensi dibidang IT secara mandiri melalui berbagai sumber-sumber informal. Dan mereka cenderung mampu menguasai berbagai aspek teknis IT yang memang mereka sukai, banyak dari mereka yang bahkan lebih jago dibandingkan dengan SDM IT yang memang benar-benar berasal dari jurusan IT. Namun sayangnya, karena mereka tidak mendapatkan pendidikan formal dibidang IT, maka banyak dari mereka yang akhirnya hanya mengetahui kulit luar dari IT itu sendiri. Dan biasanya mereka mempunyai kompetensi yang sangat tinggi pada berbagai aspek teknikal dari IT tapi mereka tidak tahu menahu tentang bagaimana pengoptimalan yang bisa dilakukan dari implementasi IT yang bersangkutan. Misal: mereka cenderung sangat jago dalam hal programming terutama pemahaman terhadap suatu bahasa, tapi mereka tidak terlalu pandai dalam hal implementasi algoritma yg baik dalam suatu bahasa pemrograman. Mereka mampu membuat sebuah sistem informasi, tapi mereka tidak mampu membuat pola database yang baik untuk sistem informasi tersebut. Mereka mampu membuat sebuah desktop software tapi mereka tidak mampu mengimplementasikan algoritma yang canggih untuk aplikasi yang dibuat olehnya. Mereka mampu membuat software-software kecil tapi tidak bisa membuat software-software profesional yang butuh sistematika software engineering yang baik. Mereka tahu PHP, MySQL, Java, ASP, hacking dll tapi mereka tidak tahu perancangan database, software engineering, artificial intelligence, organisasi arsitektur komputer dll. Mereka jago teknis tapi mereka payah konsep.

Lalu bagaimana efeknya secara makro? Saat ini di Indonesia, jumlah SDM IT yang tersedia masih sangat jauh dari cukup untuk mengisi pos-pos pekerjaan yang bisa disediakan. Akhirnya banyak SDM non IT yang pindah jalur didunia kerja dengan memilih pekerjaan yang berkaitan dengan IT. Kondisi seperti ini juga akan memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan IT di Indonesia. Dengan munculnya SDM-SDM ‘karbitan’ ini (no offense, udah bingung nih milih bahasa/ punya usulan bahas yang lebih halus :) ) Maka banyak produk-produk IT yang dihasilkan menjadi berkualitas rendah. Kode pemrograman tidak terformalisasi, pola database tida teratur dsb. Akhirnya, Indonesia sulit menghasilkan suatu produk IT yang berkaulitas tinggi, dan ini nantinya akan kembali ke kredibilitas produk IT di Indonesia. Contoh yang menarik adalah aplikasi ERP bermerek SAP, dimana banyak pihak Indonesia (BUMN, Swasta dll) yang sudah miskin ini rela mengeluarkan uang miliaran bahkan triliunan rupiah supaya dapat memakai aplikasi ini. Kenapa mereka rela, karena mereka tidak punya pilihan, mereka tidak percaya dengan produk-produk sejenis yang dihasilkan didalam negeri. Padahal produk-produk yang sejenis dengan SAP itu cenderung mudah dibuat tapi sulit dikelola. Itulah permasalahan kita di Indonesia, kita mungkin bisa saja membuat aplikasi sejenis dengan kondisi SDM yg seperti ini, tapi kondisi SDM seperti ini tidak akan bisa membuat kita mampu mengelola keberlangsungan aplikasi ini dengan baik. Hasilnya? Begitu banyak rupiah yang akhirnya mengalir keluar negeri dan pergi meninggalkan Indoensia yang semakin lama semakin miskin.

Begitulah dilema kondisi SDM IT di Indonesia. Namun permasalahan ini bukan hanya untuk kita renungi, bukan cuma untuk kita pahami, tapi juga untuk kita cari solusinya. Solusi yang paling efektif adalah sadarkan diri Anda sendiri. Jika anda merasa sebagai salah satu tipe SDM dari dua tipe SDM diatas, maka pikirkanlah solusinya. Kelola kompetensi pribadi anda dengan baik. Supaya benar-benar dapat menjadi seorang profesional dibidang IT dan memberikan banyak manfaat buat orang lain.

jika anda SDM IT yang tidak suka IT: cintailah IT! Anda sdah terlanjur masuk didunia ini. Anda sudah punya kesempatan besar untuk mengobok-obok wilayah kompetensi ini. Jangan disia-siakan!Galilah kompetensi IT anda supaya bisa benar-benar memberikan kontribusi maksimum untuk pertumbuhan IT di Indonesia

jika anda SDM non IT yang suka dengan IT: pelajarilah IT lebih dalam, coba pelajari IT dari slide-slide perkuliahan IT yang banyak terdapat di Internet (kira-kira bakal ngerti gak ya ^_^). Kalau memungkinkan, cobalah untuk masuk dijurusan IT. Kalau tidak memungkinkan, ya… mau bagaimana lagi :) gali saja terus kompetensi Anda. Dan jangan terlalu banyak berkutat pada aspek teknis, cobalah ambil satu topik IT yang menarik bagi Anda lalu pelajari konsep-konsepnya. Dengan begitu Anda benar-benar mempunyai spesialisasi dibidang IT dan Anda juga punya senajat yang ampuh berupa pemahaman teknis untuk mengimplementasikan konsep yang sudah anda dalami dalam wujud nyata yang bermanfaat didunia nyata.

Sekian saja ya ulasannya. Semoga bermanfaat

Dec 26 2007

manfaat dan potensi blog

Mungkin ada yang bertanya kenapa saya sekarang jadi rajin mengisi blog saya? Jawabannya adalah karena kini saya sudah sadar bahwa begitu banyak manfaat dan potensi yang dimiliki oleh blog. Berikut beberapa hal yang berhasil menyadarkan saya akan potensi besar yang dimiliki blog:

  1. Belum lama ini saya sering membaca artikel mengenai web 2.0 (apa itu web 2.0? insya Allah saya kan buat artikelnya kapan-kapan). Blog itu sudah termasuk berkategori web2.0, karena pada blog terdapat unsur kolaborasi antar pengunjung melalui berbagai fitur seperti komentar, shoutbox dll. Pada semua artikel yang saya baca itu, semuanya menjabarkan tentang begitu besarnya potensi blog nantinya dimasa depan.
  2. Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan para praktisi IT ngetop di Indonesia seperti pak romi (romisatriawahono.net – pendiri ilmukomputer.com), pak harry (harry.sufehmi.com – pendiri isnet, salah satu pengelola asiablogging.com), pak nukman (virtual.co.id/blog – pendiri virtual, pelaku blog korporat aseli Indonesia), pak agus (agusnizami.wordpress.com, ketua MIFTA) dll. Waktu bertemu dengan mereka obrolan saya tak jauh tentang trend perkembangan IT kedepan. Dan salah satu topik yang sering muncul adalah potensi web2.0 terutama blog. Dari obrolan dengan mereka saya mendapat banyak inspirasi tentang pentingnya memanfaatkan peluang dari potensi yang dimiliki oleh blog.
  3. Dan yang tidak kalah penting adalah sahabat saya ilman yang begitu getol mempromosikan pentingnya ngeblog, sampai2 dia bikin situs sendiri khusus untuk memberi motivasi kepada orang lain untuk ngeblog. ini dia situsnya: www.ayongeblog.com

3 alasan diatas sudah sangat cukup bagi saya untuk ikut terlibat dalam memanfaatkan peluang besar dari blogging. Saya ingin mendapatkan banyak manfaat dari ngeblog, dan saya juga ingin menyebarkan sejuta manfaat dengan ngeblog. Ya, ngeblog memang punya banyak manfaat. Tapi kebermanfaatan blog itu tergantung pada tipe isi dari blog itu sendiri. Ada tipe tulisan dalam blog yang bermanfaat tapi ada juga yang tidak banyak gunanya. Berikut beberapa tipe tulisan blog yang bermanfaat:

  1. Knowledge Sharing. Blog bisa menjadi sangat bermanfaat jika diisi dengan knowledge-knowledge yang bermanfaat buat orang banyak. Dengan blog, semua orang bisa dengan mudah mengeksternalisasikan knowledge yang dimilikinya ke publik. Sehingga dengan begitu knowledge yang dimilikinya itu bisa dishare ke orang lain dan menjadi bermanfaat buat orang yang membutuhkannya.
  2. Bridge Blogging. Saya dapatkan istilah ini dari blog nya pak harry. Di blognya, pak harry seringkali menulis sesuatu dengan bahasa inggris. Disitu dia menjelaskan salah satu alasan dia menulis dalam bahasa inggris adalah supaya orang lain diluar Indonesia dapat membaca tulisannya dan mendapat gambaran tentang bagaimana sebenarnya kehidupan di Indonesia. Apa yang dilakukan oleh teman saya sisunyisenyap :) juga sangat bagus. Akhir2 ini dia mulai mengisi blognya dengan tulisan berbahasa inggris. Asalkan dia bisa konsisten, blognya itu bisa menjadi salah satu sarana baginya untuk belajar menulis dalam bahasa inggris sekaligus juga menjadi salah satu bridge blogger di Indonesia. Bridge blogging mampu menampilkan wajah sebenarnya dari suatu negeri, tanpa ada yang ditutup-tutupi, tanpa polesan disana-sini. Jika kondisi negeri itu bagus atau jelek maka benar-benar akan terlihat wajah sebenarnya dari negeri tersebut. Contoh yang sangat bagus dari bridge blogging ini adalah blog-blog yang dibuat oleh para blogger thailand yang memberikan gambaran sebenarnya tentang represi yang dilakukan junta militernya pada kaum biksu. Pemerintah thailand waktu itu sudah berupaya supaya kondisi ini tidak mencuat keluar. Namun untungnya ada blogger-blogger thailand yang memberitakan pada seluruh dunia bahwa kondisi thailand saat itu sedang kacau. Tanpa para bridge blogger di thailand, mungkin saat ini kondisi thailand belum berubah.
  3. Ground Voice, Suara Akar Rumput. Dengan blog, orang dapat dengan leluasa menuliskan pendapatnya tentang suatu hal. Opini-opini yang muncul dari blogosphere kemudian bisa menjadi sebuah opini yang kuat yang mampu menunjukkan bagaimana sebenarnya pendapat masyarakat tentang suatu hal. Selama ini opini umum yang berkembang di masyarakat selalu dikendalikan oleh pihak media-media yang sudah besar dan berpengaruh. Dan kita sendiri juga tahu, bahwa saat ini hampir semua media didunia sudah kehilangan objektifitasnya. Banyak media yang sengaja dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu untuk mengendalikan opini umum yang berlaku dimasyarakat. Dengan blog, opini umum yang berkembang bisa dikendalikan langsung oleh individu-individu yang terlibat. Dengan begitu, opini yang terbentuk adalah opini yang jujur langsung dari setiap individu dari masyarakat, tanpa dimanipulasi terlebih dahulu oleh pihak media. Contoh yang menarik dari fungsi blog sebagai suara akar rumput adalah yang terjadi di Cina belum lama ini (lupa kapan waktu pastinya). Di Cina, opini umum yang muncul dari para blogger disana mampu mendorong legislatif disana untuk merevisi suatu undang-undang (lupa UU/RUU ttg apa, klo gak salah tentang kependudukan)
  4. Idea Incubation. Biasanya jika seseorang mempunyai suatu ide, ide tersebut tidak langsung direalisasikan. biasanya ide yang muncul dalam otaknya terpendam sekian lama untuk proses pematangan ide. seiring berjalannya waktu, dia akan menambahkan konsep-konsep pelengkap dari idenya itu. Dan biasanya suatu ide yang muncul dalam diri seseorang tidak akan direalisasikan jika tidak ada orang yang mendukung idenya tersebut. Oleh karena itu, jika suatu ide muncul dalam diri kita, akan sangat bagus kalau kita menginkubasikan ide tersebut selama beberapa lama sambil men-share ide tersebut ke beberapa orang yang mungkin akan mendukung ide yangt kita miliki. Setelah proses inkubasi tersebut, kita akan mendapatkan ide yang matang dan kita juga siap untuk merealisasikan ide tersebut dengan dukungan dari orang-orang yang terlibat dalam proses inkubasi ide kita sebelumnya. Nah… blog yang kita miliki bisa berperan sebagai tempat untuk meng-inkubasi-kan ide yang kita miliki. Kita bisa men-share ide yang kita miliki di blog kita supaya nantinya orang yang datang ke blog kita bisa ikut terlibat dalam proses inkubasi ide tersebut dengan memberikan tambahan ide dan juga dukungan buat kita untuk merealisasikan ide yang kita miliki.

Saya rasa diluar 4 potensi dan manfaat dari blog yang ditulis diatas, masih banyak lagi manfaat dan potensi yang dimiliki oleh blog. Namun disini saya hanya menuliskan apa yang saya miliki saja. Mungkin Anda dapat ikut membantu menambahkan manfaat-manfaat yang dimiliki oleh suatu blog.


↑ Back to top