Sep 08 2008

Selama ramadhan ini saya melihat fenomena yang menarik sekaligus memprihatinkan di Mesjid kampus saya. Sholat zuhur dan sholat ashar di mesjid itu kuantitasnya lebih banyak daripada sebelumnya. Pada bagian ini tentu saja merupakan berita gembira. Namun apa yang terjadi setelah itu barulah bisa dianggap sebagai berita buruk. Mayoritas jama’ah yang mengikuti sholat berjama’ah tersebut seusai sholat langsung saja mencari tempat yang nyaman buat mereka untuk TIDUR. Ya… tidur! adalah sebuah pemandangan yang lumrah pada jam-jam tersebut manusia-manusia bergelimpangan didalam masjid.

Mungkin dalam pikiran mereka adalah karena saat ini mereka sedang puasa maka badan terasa lemas sehingga perlu lebih banyak istirahat. Ada juga sebagian umat muslim yang menggunaka dalil yang menyatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa itu adalah ibadah. Kenyataannya, hadits yang mereka pakai itu statusnya dha’if!!! jadi tidak bisa dijadikan sebagai dalil. Memang di bulan ramadhan ini banyak hadits-hadits dhaif yang bertebaran di tengah masyarakat yang dipakai untuk mengakomodir kemalasan mereka saat berpuasa. Nanti kapan-kapan saya mau ulas tersendiri hadits-hadits dhaif (lemah) dan maudhu (palsu) tersebut.

Wahai kaum muslimin! jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan! Pada bulan ramadhan ini justru kita harusnya banyak memanfaatkannya untuk aktifitas yang lebih berfaedah yang dapat mengundang keridhaan Allah. Tidur jelas bukanlah kegiatan yang produktif apalagi jika dibandingkan ibadah seperti: tilaah qur’an, mengikuti kajian islam dsb.

Rasulullah dan para sahabat pada bulan ramadhan justru semakin giat bekerja. Karena setiap kerja mereka yang mereka lakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah. Dan setiap ibadah pada bulan ramadhan itu balasannya berlipat ganda. Bahkan Rasulullah dan para sahabat justru berperang pada bulan ramadhan. Perang badar, perang terbesar pertama umat islam, itu terjadi pada bulan ramadhan. Bulan dimana seluruh umat islam menjalankan puasa. Mereka berperang sambil menahan lapar dan dahaga. Itulah semngat puasa yang sebenarnya.

Sep 06 2008

Pada tulisan sebelumnya saya telah mengatakan bahwa ramadhan itu butuh perencanaan. Jangan sampai kita melewatkan berbagai peluang amal pada bulan ramadhan hanya karena kita tidak membuat planning yang baik akan waktu-waktu kita pada bulan ramadhan. Yakinlah! tanpa perencanaan kondisi Anda tidak akan lebih baik daripada Anda melakukan perencanaan sebelumnya.

Namun, perencanaan itu saja belumlah cukup. Kalau sudah membuat perencanaan maka yang diperlukan selanjutnya adalah kesungguhan, komitmen dan konsistensi untuk menjalankan semua rencana yang telah kita buat. Saya sendiri termasuk “sudah” mengalami kegagalan dengan rencana saya, yaitu rencana untuk melakukan posting taushiyah ramadhan setiap hari di blog ini. Tekad saya itu ternyata masih belum cukup bagi saya untuk bisa mengatur waktu saya dalam mencapai target tersebut. Buktinya, sudah 5 hari ini blog ini tidak ter-update dengan taushiyah Ramadhan.

Sadar akan kondisi tersebut, saya buru-buru bermuhasabah. Minggu pertama ramadhan saya ini masih banyak kekurangannya. Masih banyak peluang-peluang amal yang saya tinggalkan. Itulah pentingnya melakukan evaluasi mingguan pada rencana yang telah kita buat. Untuk kemudian kita buat strategi pengaturan waktu yang lebih baik dari sebelumnya.

Menjaga ke-istiqamah-an memang merupakan hal yang sangat sangat sangat sulit. Namun kesulitan tersebut tidak boleh menghentikan kita untuk terus berupaya istiqamah. Gagal dalam setiap targeta yang kita buat adalah sesuatu yang biasa. Namun jangan sampai kegagalan itu membuat kita berhenti melakukan upaya realisasi target yang lebih matang.

Bulan ramadhan ini sebenarnya bisa kita jadikan salah satu sarana kita untuk melatih ke-istiqamah-an kita. Pada bulan ramadhan ini kita diminta untuk menahan nafsu kita. Nafsu itulah yang selama ini selalu mengganggu ke-istiqamah-an kita. Mulai dari nafsu makan-minum, nafsu syahwat sampai nafsu untuk sekedar bermalas-malasan.

Mari kita latih sikap istiqamah kita di bulan ramadhan!

Sep 02 2008

Sesuai dengan janji saya pada postingan sebelumnya untuk menulis taushiyah rutin setiap hari sepanjang bulan ramadhan, maka ini dia taushiayh ramadhan pertama yang dimunculkan pada hari kedua ramadhan ini. Taushiyah ini adalah tentang pentingnya melakukan perencanaan pada ramadhan kita.

Kenapa kita butuh melakukan perencanaan di bulan ramadhan? Untuk apa semua perencanaan tersebut? apa urgensinya? ngapain repot-repot planning segala? toh kita tinggal sahur, sholat, buka, taraweh… Kalau Anda berpikir bahwa ramadhan hanya sekedar itu maka anda sudah salah besar. Kenyataannya banyak sekali amalan-amalan yang bisa kita lakukan dibulan puasa ini. Dan semua amalan tersebut dipastikan nilainya lebih tinggi apabila dikerjakan pada bulan suci ini. Pokoknya semuanya serba bonus deh dibulan ramadhan ini. Kita mendapat banyak bonus pahala dari Allah SWT. Oleh karena itu, supaya kita bisa optimal mendapatkan bonus besar-besaran tersebut, kita butuh perencanaan. Perencanaan akan amalan-amalan yang akan kita lakukan nantinya di sepanjang bulan ramadhan.

Lalu apa saja yang harus kita rencanakan dalam menjalani ramadhan ini? Yang paling penting tentunya adalah targetan-targetan amalan kita. Berapa target kita mengkhatamkan al-qur’an? Berapa target raka’at sholat dhuha kita setiap harinya? Bagaimana dengan targetan infaq dan shadaqah kita selama ramadhan? dan lain sebagainya. Oiya… jangan lupa untuk menuliskan semua targetan tersebut di tempat yang mudah kita lihat sehari-hari.

Setelah cukup dengan targetan-targetan tersebut, cobalah untuk membuat lembar evaluasi ramadhan harian (mutabaah yaumiyah ramadhan). Lembaran ini akan membantu kita untuk mengingat amalan-amalan apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya. Selain itu dengan adanya lembaran ini kita juga akan terdorong untuk mengerjakan semua rencana amalan-amalan yang ingin kita lakukan selama bulan ramadhan. Karena tentunya kita ingin supaya di akhir ramadhan nanti lembaran mutaba’ah tersebut terisi penuh oleh amalan-amalan yang sudah kita kerjakan. Pasti ada kepuasan tersendiri nantinya. Dan lemabaran ini juga berguna sebagai bahan evaluasi kita setiap harinya. Setiap malam di bulan ramadhan coba isi lembaran ini dengan amalan-amalan yang sudah kita lakukan seharian tadi, lalu lihat sejauh mana kita sudah mengoptimalkan ramadhan kali ini untuk mengejar pahala Allah SWT.

Dengan semua perencanaan tersebut, dijamin ramadhan kita akan menjadi lebih berkesan. Kita pasti lebih mudah dalam mengatur kegiatan-kegiatan kita untuk mengoptimalkan setiap peluang amalan yang ada. Jangan sampai kita menyianyiakan bulan penuh berkah ini karena kita sama sekali tidak membuat persiapan yang matang untuk menjalaninya. Sungguh sayang kalau kita meninggalkan segudang peluang amalan yang ada.

So, kalau Anda belum membuat planning untuk bulan ramadhan ini, buatlah sesegera mungkin, mumpung belum terlambat! Kalau sudah, mari kita sama-sama menjalankan rencana ramadhan kita dengan konsisten demi ridho Allah SWT.

Sep 01 2008

Kalimat tersebut begitu nyaring terdengar di seantero pelosok pada saat menjelang masuknya bulan ramadhan. Memang apa sih artinya?? marhaban itu artinya sama dengan ahlan wa sahlan atau dalam bahasa Indonesianya: Selamat Datang. Namun, kata Marhaban itu punya makna “selamat datang” yang lebih tinggi daripada ahlan wa sahlan. Ya iyalah… lha wong yang dateng bulan ramadhan koq, ya jelas istimewa. Itu sedikit penjelasan dari saya yang pernah belajar bahasa arab 9 tahun ini (dulu waktu masih kecil, tapi sekarang udah lupa semua, sayang banget ya :( ) tentang apa artinya marhaban ya ramadhan itu. Jadi abis ini jangan asal ngomogn marhaban ya ramadhan ya. Kalo tau artinya kan lebih enak.

Oh iya… dengan ini sekaligus saya juga mengucapkan mohon maaf lahir bathin kepada semua yang membaca blog ini. Barangkali ada tulisan-tulisan saya yang kurang baik dan berkenan. Barangkali juga saya pernah membuat kesalahan pada Anda. Saya ingin bulan ramadhan kali ini harus benar-benar sukses. Untuk itu saya sudah buat planning-nya. Lah… puasa aja koq direncanain segala?? ya iya donk… biar bisa optimal memanfaatkan bulan ini untuk beribadah dan menggarap sebanyak mungkin pahal yang lagi banjir-banjirnya dibulan ini :).

Nah… salah satu rencana amalan saya dibulan ramadhan yang terkait blog ini adalah… Saya ingin memposting tulisan taushiyah islami setiap hari selama bulan ramadhan. Jadi untuk yang mengharapkan tulisan-tulisan IT atau opini-opini umum atau tulisan motivasi dsb yang sering muncul di blog saya. Saya mohon maaf karena bulan ini saya ingin benar-benar fokus mengisi blog saya dengan muatan taushiyah ramadhan. Lumayan kan, amalan taushiyah di bulan ramadhan. Pahalnya pasti lebih gede :) dan lagipula kebanyakan orang itu hatinya lebih lembut dan mudah menerima taushiyah ketika masuk bulan ramadhan.

Untuk mendukung penuansaan ramadhan di blog ini saya sudah buat tampilan special edition MustafaKamal.biz Edisi Ramadhan. Lebih segar dan lebih asri kan? Bikin template barunya ini bener2 bersusah payah nih, ngerjain malem-malem setiap pulang magang yang kerjaannya juga bertumpuk-tumpuk. Tapi akhirnya, jerih payah ini ada hasilnya juga. Ya tampilan blog ini lah hasilnya… Semoga bisa bermanfaat buat saya pribadi dan tentu saja buat semua yang membaca blog ini.

Wassalaamu’alaikum… ^^

Filed under: Chill, Indonesian, Islam     Tags: , , , , , , , , , ,