Menebar sejuta manfaat
May 23 2009

usaha tanpa modal uang

Banyak orang yang ingin memulai usaha namun terhambat oleh modal uang. Mereka merasa tidak punya cukup modal (uang) untuk memulai usahanya. Padahal, uang bukanlah modal terpenting dalam berwirausaha. Banyak orang yang bisa memulai usaha tanpa modal uang sama sekali. Mereka mengandalkan kredibilitas dan integritas diri mereka sebagai modal utama mereka dalam berbisnis. Lalu bagaimana caranya bisa berbisnis tanpa modal uang? Berikut diantaranya:

Jadi penyalur

Kita bisa menjadi supplier produk tertentu kepada pihak tertentu tanpa modal uang. Dalam hal ini kita menjadi penengah antara pihak yang membutuhkan dengan pihak yang memiliki barang. Misal, pada sebuah tempat fotokopi, kita tahu mereka pasti membutuhkan supply kertas. Kebetulan kita tahu atau mengenal atau memiliki jaringan ke produsen kertas yang murah. Pada saat itulah kita bisa memanfaatkan posisi ini. Pertama, sampaikan kepada sang produsen bahwa kita berniat menjadi penyalur kertasnya. Minta sample kertas darinya. Kemudian datangi tempat fotokopi tadi, sodorkan kertas tersebut dan berikan penawaran sebaik mungkin. Buat mereka tertarik. Jika mereka tertarik, saat itu kita sudah bisa memulai usaha kita. Jadilah penengah dan ambil margin keuntungan dari setiap transaksi. Dan kita sudah memulai bisnis tanpa modal uang.Cara ini merupakan cara yang ditempuh Aristotle Onassis dalam mengawali bisnisnya.

Konsinyasi

Jika kita punya tempat, misalnya di rumah. Kita bisa memanfaatkan tempat tersebut untuk berbisnis konsinyasi. Ini adalah cara yang ditempuh kakak saya di rumah. Kebetulan rumah saya berada di pinggir jalan dan dekat dengan pasar Cipadu pusat tekstil Asia Tenggara (lebay :p ). Kakak saya berjualan bantal dan bed cover di rumah tanpa modal uang sama sekali. Dia hanya menawarkan kepada produsen bed cover yang dia kenal untuk menaruh barangnya di toko saya. Kakak saya itu hanya membantu menjualkan produk orang lain dan itu dia mulai tanpa modal uang. Saat ini usahanya iu bisa dibilang sudah cukup berkembang. Dengan sarana multiply di fia05.multiply.com, banyak orang dari luar jawa bahkan luar negeri yang memesan bantal dan/atau bed cover darinya.

Cari investor

Ini merupakan cara yang paling umum. Ini juga cara yang ditempuh oleh sang manusia terhebat sepanjang masa, Nabi Muhammad SAW. Kala itu Nabi Muhammad memulai bisnisnya tanpa modal uang. Beliau hanya mengelola dana dari investor yang tidak lain tidak bukan adalah Siti Khadijah RA. Dengan integritas super tinggi, akhirnya beliau berhasil mengelola bisnisnya dengan gemilang dan mampu memutar dana investasi yang diberikan padanya berkali-kali lipat.

Patungan

Cara ini merupakan cara yang saya tempuh dulu waktu membangun perusahaan saya, Univind Web Development Company. Waktu memulai usaha saya itu, saya hampir tidak mengeluarkan uang sama sekali. Waktu itu malah justru saya baru kehilangan uang punya bapak saya yang harusnya dipakai untuk bayar kuliah. Kala itu, saya mengajak beberapa teman yang bisa diajak berbisnis. Akhirnya saya mendapatkan 5 manusia-manusia super yang hingga sekarang tetap menjadi rekan bisnis sekaligus sahabat-sahabat terdekat saya. Mereka adalah Yans, EkoIlman, Ikhlas dan Sipur. Untuk memulai bisnis itu, kami memerlukan dana untuk pembuatan kartu nama dan website. Untuk itu kami patungan masing-masing. Dan karena waktu itu saya belum punya uang, saya patungannya ngutang :p. Dan saya berhasil memulai bisnis tanpa modal uang.

Paling tidak itu empat cara berbisnis tanpa modal uang yang kepikiran di otak saya. Sebenarnya ada banyak lagi caranya. Dulu saya pernah ikut seminar bisnis dan disana disebutkan banyak sekali cara memulai usaha tanpa modal uang. Mungkin ada di antara Anda yang ingin menambahkan, sok atuh dipersilahkan ditulis di bagian komentar.

May 10 2009

Usaha modal dengkul adalah MITOS!

Saat ini sedang ada semacam acara kontes sekaligus pelatihan entrepreneurship yang diadakan oleh Universitas Indonesia. Saya termasuk salah satu pesertanya. Acara itu diberi nama: UI Young and Smart Entrepreneur. Sampai sini masih belum ada masalah. Slogan acara ini adalah: Peluang wirausaha modal dengkul. Nah… Ini dia yang bermasalah. Slogan itu terlalu lebay :p

Kalimat dengan rangkaian kata-kata seperti ini memang banyak sekali meliputi buku-buku, seminar, website atau apapun itu yang berkaitan dengan entrepreneurship. Kalimat-kalimat bombastis bin fantastis itu dengan jumlahnya yang banyak dan beredar dimana-mana telah berhasil menutupi hakikat sebenarnya dari jalan entrepreneurship. Banyak yang akhirnya terpesona oleh semboyan-semboyan kulit tersebut yang memang sengaja dibuat cantik dan menawan. Akhirnya mereka terjebak dengan cara-cara bisnis yang sembrono dan tidak benar-benar terarah.

Melalui tulisan ini ingin saya tegaskan bahwa di dunia ini tidak pernah ada satupun bisnis yang hanya bermodalkan DENGKUL. Dengkul disini tentu saja bukan dalam artian sebenarnya. Gak mungkin juga kan cuma pake dengkul bisa bisnis :p. Kalimat itu menunjukkan seolah-olah bisnis itu tidak membutuhkan modal apapun sampai-sampai dengkul sekalipun bisa dijadikan modal.

Kenyataannya, sama sekali tidak begitu! Berbisnis adalah jalan yang penuh halangan dan rintangan. Ibaratnya Sun Go Kong yang lagi mencari kitab suci di barat :p. Untuk terjun sebagai pengusaha, seseorang harus memiliki banyak MODAL. Namun, pengertian modal disini harus diubah. Banyak orang yang berpikir bahwa modal itu berarti UANG. Pemikiran seperti SALAH BESAR. Modal terbesar para pengusaha adalah KREDIBILITAS dan INTEGRITAS pribadinya. Mereka mengerahkan segenap potensi yang mereka miliki untuk mulai menjalankan bisnis. Dan tentu saja tidak hanya bermodalkan dengkul.

Jadi, buang jauh pemikiran bahwa usaha bisa dilakukan dengan modal dengkul. Jangan mudah percaya dengan ribuan slogan-slogan cantik yang menghiasi berbagai macam momen dan event-event entrepreneurship. Sadari betul-betul bahwa bisnis membutuhkan modal yang besar, dan modal itu bukan uang, melainkan Integritas dan kredibilitas diri. Untuk itu, bangunlah integritas dan kredibilitas diri dari sekarang. Berperilakulah dengan akhlak yang baik. Pada saat itu, barulah kita bisa menjadi entrepreneur yang Insya Allah sukses. Amiiin :)

Sekian saja. Semoga bermanfaat.


↑ Back to top