Menebar sejuta manfaat
May 19 2008

NEKAD, modal utama entrepreneur

Setelah beberapa waktu belakangan ini selalu membuat tulisan-tulisan berbau politis. Sekarang saya mau balik lagi ke dunia yang sedang saya geluti dengan penuh semangat, dunia entrepreneurship. Kali ini saya mau menulis tentang kenekatan, sebuah kata yang menjadi modal terbesar yang dimiliki oleh entrepreneur-entrepreneur sukses yang pernah hidup dimuka bumi.

Inspirasi tulisan saya kali ini adalah dari postingan teman saya leni di blognya yang berjudul “jadi sales di pondok indah“. Disana dia bercerita tentang kenekatannya membagi-bagikan leaflet mengenai usahanya di mal pondok indah jakarta. Dia beserta rekan-rekan usahanya berusaha tebal muka dengan membagi-bagikan leaflet tersebut. Mereka berhasil membuang rasa malu mereka jauh-jauh. Upaya mereka melakukan hal tersebut tentunya membutuhkan kenekatan tingkat tinggi, mereka harus bisa menyingkirkan rasa malu yang biasa hinggap dalam diri kita ketika akan memulai kegiatan-kegiatan seperti itu.

Kenyataannya, memang kenekatan itulah yang memberi banyak perubahan pada dunia. Tanpa kenekatan mungkin saat ini dunia belum akan sampai semaju ini. Untuk itu, butuh kenekatan tingkat tinggi untuk memulai sebuah usaha. Banyak orang yang terus menerus memikirkan resiko demi resiko yang mungkin muncul dalam suatu usaha. Hingga akhirnya dia sama sekali tidak berani memulai usahanya. Dia berhenti apada tataran ide. Tapi ide tersebut tak dapat dia realisasikan karena kurangnya kenekatan dalam dirinya untuk menangggung segala resiko.

Dulu, ketika awal saya membangun perusahaan saya, univind, modal yang saya miliki cuma satu: KENEKATAN. Modal uang, saya sama sekali tidak punya (justru waktu itu saya baru saja menghilangkan uang ayah saya yang seharusnya dipakai untuk bayaran kuliah). Modal teknis, saya juga tidak punya. Saya sama sekali belum menguasai berbagi macam hal teknis pembuatan web seperti bahasa-bahasa yang diperlukan untuk membuat web dinasmis (PHP, ASP, JSP dkk), saya juga belum mengerti apa itu web server? bagaimana wujudnya database? Bagaimana cara mendeploy sebuah website? dan sebagainya. Intinya saya sama sekali tak punya modal kemampuan teknis saat itu. Modal pengetahuan bisnis juga sama sekali belum saya miliki. Saya belum tahu bagaimana caranya membuat proposal penawaran, saya belum tahu bagaimana caranya menghadapi klien. Saya juga belum tahu mengenai kisaran harga pada bisnis yang saa geluti itu (web development). Intinya, ketika saya membangun perusahaan tersebut saya tidak punya apa-apa kecuali KENEKATAN!

Alhamdulillah, pada akhirnya langkah-langkah nekad yang selalu kami ambil dalam perusahaan tersebut justru membawa kami semakin dewasa. Semakin mengerti proses-proses bisnis dan juga semakin paham hal-hal teknis didunia web. Sekarang, perusahaan saya itu juga sedang mencoba sebuah ide bisnis baru dengan resiko ribuan trilyun milyar dollar rupiah (berlebihan banget :mrgreen: ). Tanpa kenekatan, saya tidak yakin perusahaan saya dapat terus berkembang seperti sekarang (walaupun sampe sekarang juga belum manteb-manteb amat sih :) )

Oleh karena itu, buat kamu semua yang punya ide usaha tertentu, ambillah langkah NEKAD untuk segera memulai usaha tersebut. Tanpa perlu terlalu banyak berpikir panjang akan ribuan resiko yang mungkin muncul. Buat kamu yang sudah memulai bisnis, teruslah mengambil langkah-langkah NEKAD untuk mengembangkan usaha kamu. Peliharalah kenekatan tersebut. Sehingga dengan begitu, usaha kita dapat terus melakukan locatan-loncatan besar dalam pengembangannya.

salam entrepreneur!

Apr 21 2008

menyikapi kegagalan

Belum lama ini saya mengikuti lomba KKTM (Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa). Sejak lama saya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tersebut. Sejak jauh hari saya juga sudah mulai mengumpulkan data, menganalisa dan membuat tulisannya. Saya benar-benar telah berusaha maksimal dalam mengikuti lomba ini. Tapi ketika diberi undangan untuk mempresentasikan karya tulis saya, saya agak terkejut karena saya diundang untuk mengikuti presentasi KKTM bidang pendidikan. Padahal saya hendak mengikuti KKTM IPS. Rupanya ketika saya mengecek bagian halaman cover karya tulis saya, disana terdapat sebuah kesalahan kecil yang fatal. Hanya satu kesalahan kata disana, seharusnya di bagian cover tersebut saya menulis “Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPS” tapi saya justru menulis “Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Pendidikan”. Alhasil, karya tulis saya salah alamat. karya tulis yang saya buat itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pendidikan. Peluang saya untuk menang dalam kompetisi tersebut tiba-tiba menjadi sangat kecil. Hanya satu kata dari ribuan kata yang terhimpun dalam karya tulis tersebut, namun efeknya begitu besar menghantarkan kegagalan untuk saya.

Seperti biasa, saya tidak akan curhat disini. Saya justru ingin memberikan nasihat buat diri saya sendiri dan juga buat Anda semua yang membaca tulisan saya. Nasihat ini adalah mengenai bagaimana kita menyikpai kegagalan tersebut. Banyak orang yang ketika mengalami kegagalan maka dia langsung jatuh depresi. Hidupnya seolah penuh tekanan. Banyak yang tidak bisa bangkit lagi setelah jatuh.
Sikap tersebut merupakan sikap yang salah. Orang-orang seperti itu biasanya adalah orang yang
tidak mampu melihat sisi terang dari sebuah keburukan. Pikiran negatifnya sudah menutupinya dari celah terang yang masih sangat mungkin dilalui.

Bagaimana kita menyikapi kegagalan? pertama, tentunya beristighfar. Perasaan sedih yang muncul dalam diri kita itu adalah sikap yang wajar. Tapi yang penting jangan sampai kesedihan ini terus berlarut-larut. Kesedihan yang berlarut-larut itu cuma akan membunuh kita secara perlahan. Oleh karena itu kita mesti banyak-banyak beristighfar. Mengingat Allah. Kita mesti percaya bahwa pasti ada suatu hikah dibalik kegagalan ini.

Kedua, cari hikmahnya. Seburuk apapun suatu kondisi itu pasti ada hikmah positif dibaliknya. Sebenarnya segala sesuatu di dunia itu positif dan pasti punya kebaikan buat kita. Semuanya tergantung bagaimana kita memandang setiap kondisi tersebut. Kalau kita berpikir positif maka otak kita akan terdorong untuk mencari hikmah dan mengambil pelajaran dari setiap kegagalan yang kita alami.

ketiga, segera cukupkan evaluasinya. Langsung bergerak lagi. Kali ini Anda bisa bergerak dengan lebih cerdas karena Anda sudah lebih tahu mana jalan yang tidak seharusnya dilewati. Thomas Alfa Edison melakukan percobaan penemuan lampu sampai 9999x, baru pada percobaan ke 10000 dia berhasil. Apa yang dikatakan olah mas alfa itu “saya bukan menemukan 9999 kegagalan tapi saya menemukan 9999 jalan untuk membawa saya pada kesuksesan”. Yah… kira2 gitulah (salah2 dikit gak napa yak :mrgreen: )

Kalau sudah begitu, dijamin. Anda pasti akan terus menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Karena setiap kegagalan yang Anda alami itu Anda jadikan pelajaran yang berharag suapay tidak terpersosok dalam jurang yang sama. Kegagalan demi kegagalan itu cuma akan membuat Anda semakin kuat, semakin kokoh. Berdiri sebagai manusia dengan sejuta potensi.

Dec 03 2007

Tips membangun perusahaan

Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya yang ini

http://kamal87.wordpress.com/2007/11/22/enterpreneurship-di-kampus/ 

dimana disitu saya menjanjikan akan menulis tips dan trik untuk membangun perusahaan bagi mahasiswa. Maka pada kesempatan kali ini saya akan coba menuliskannya.

Sebelum dimulai, saya ingin meluruskan dulu pandangan kita tentang perusahaan disini. Jangan menganggap bahwa yang namanya perusahaan itu yang punya struktur pengorganisasian kompleks, harus punya banyak modal, harus menyiapkan infrastruktur dulu dsb. Anggaplah perusahaan ini hanya sebagai sebuah tim yang akan terus disolidkan. Di amerika sudah banyak perusahaan-perusahaan yang hanya dijalankan oleh DUA orang saja. Jadi, gak usah mikir terlalu ribet tentang wujud perusahaan disini.

OK, ini dia tipsnya, tips ini saya sarikan dari apa yang saya lakukan ketika membangun univind

  1. Jangan kelamaan mikir!! Banyak orang yang sudah berniat membangun sebuah perusahaan harus mengurungkan niatnya karena terlalu banyak yang dia pikirkan. Semakin lama kita berpikir, maka keragu-raguan akan semakin meningkat. Akhirnya malah tidak jadi membuat perusahaan dan terlena dengan kehidupan standar yang sudah dijalani sekarang.
  2. Segera buat institusionalisasi perusahaan. Apa sih maksudnya institusionalisasi? maksudnya adalah segera tentukan nama perusahaan, struktur perusahaan, ruang lingkup perusahaan. Tidak usah terlalu sempurna, yang penting ada dulu. Keberadaan formalitas-formalitas tersebut akan mendorong kita untuk serius menjalankan bisnis kita.
  3. Buang semua rasa takut. Ketika kita ingin membuat perusahaan, pasti banyak muncul pikiran-pikiran negatif yang muncul di otak kita. Saya katakan, segera buang pikiran tersebut.
  4. Kumpulkan keberanian dan kenekatan. Dulu ketika awal membangun univind (dulu bernama apaDonk) saya menentukan lingkup perusahaan saya adalah web design. padahal waktu itu saya sama sekali tidak punya keahlian dibidang tersebut. tapi, ya itulah… waktu itu saya super nekad. Yang penting ada dan jalan dulu. entar belajar pelan-pelan.
  5. Cari partner yang kompeten, kalau yang satu ini sebenarnya opsional. Banyak pengusaha yang memulai usahanya sendiri dan bisa sukses. Tapi, percayalah… dengan keberadaan partner atau teman kita bisa saling mengisi. Ini adalah hal pertama yang saya lakukan dulu ketika membangun univind. waktu itu saya masih diliputi keraguan untuk membangun perusahaan. lantas saya ajak beberapa teman saya untuk membangun perusahaan. Dari situ saya merasa punya kekuatan lebih untuk mulai bergerak. Sekarang, teman-teman saya itu bahkan lebih semangat daripada saya dalam menjalankan univind :)
  6. Jangan terhalang oleh modal uang. Banyak orang yang beralasan tidak mau usaha karena tidak punya modal. padahal uang bukan modal paling penting yang harus dimiliki. Modal yang paling penting adalah keberanian, kenekatan, integritas, komitmen, konsistensi dsb. Kalau masalah uang itu sih gampang. Modal uang bisa dicari melalui banyak cara. Nanti saya akan tulis, tips dan trik untuk membuat usaha tanpa modal uang. Dulu waktu saya mulai merintis univind, jujur waktu itu saya sedang tidak punya uang (bahkan baru saja kehilangan uang 1 juta rupiah). Dan itulah gunanya mencari teman, Kita bisa mengumpulkan modal uang dari teman-teman kita.
  7. Bersiaplah untuk berkorban. Ketika awal membentuk perusahaan, pasti perusahaan kita itu menyita banyak sekali waktu dan pikiran kita. Jadi… siaplah berkorban. siapkan diri anda untuk terus bekerja 24 jam. Kurangi jam tidur. Pokoknya berikan pengorbanan yang besar untuk perusahaan anda.
  8. Setelah perusahaan sudah terbentuk. Jalankan perusahaan tersebut dengan komitmen yang tinggi dan juga konsisten dalam bekerja. Jangan mudah menyerah. Dalam perjalanannya nanti anda akan menemukan banyak masalah dalam perusahaan anda. Bersabarlah, jangan mudah menyerah dengan masalah tersebut. Univind atau lebih tepatnya apaDonk pada masa-masa awalnya itu isinya cuma masalah doank. Hampir enam bulan sesudah saya mendeklarasikan apaDonk saya belum juga mendapatkan penghasilan. Internal tim apadonk juga pada tidak semangat menjalankan perusahaan. Sampai waktu itu ada selentingan “bubarin aja deh nih apadonk… gak ada gunanya”. Waktu itu saya sempat berpikir untuk membubarkan apadonk. Tapi setelah saya pikir2 lagi, kalau apadonk saya bubarin sekarang, trus apa gunanya semua perjuangan saya selama enam bulan belakangan. Saya tidak mau perjuangan saya sia-sia. Akhirnya apadonk terus berjalan walaupun terseok-seok, mengalami banyak kegagalan. Tapi semua kegagalan tersebutlah yang akhirnya membuat kami semua di univind (kamal, eko, ikhlas, sipur, yans, ilman) punya semangat yang lebih keras dari baja. Kita semua di univind sekarang bisa dibilang sudah cukup tahan banting.

mungkin segitu aja dulu tips dari saya. sebenarnya masih banyak sekali yang ingin saya share kepada teman-teman semua tentang perjuangan saya membangun univind. Saya berharap tulisan ini bisa memotivasi teman-teman semua untuk membangun perusahaan sendiri.

Jangan takut jadi pengusaha
salam enterpreneur!


↑ Back to top