<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>MustafaKamal.biz</title>
	<atom:link href="http://mustafakamal.biz/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mustafakamal.biz</link>
	<description>Young Indonesian Muslim IT Entrepreneur</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 10:54:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…</title>
		<link>http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/</link>
		<comments>http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 10:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<category><![CDATA[web and internet]]></category>

		<category><![CDATA[univindblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://univind.com/blog/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Eits&#8230; kata siapa ngedesain website cuma perlu memikirkan sisi artistiknya saja. Kalau Anda berpikir seperti itu, Anda salah total! Kenyataannya ada banyak sekali aspek yang harus diperhatikan dalam mendesain sebuah halaman web. Mulai dari sisi us...


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…'>Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bukan cuma pemimpin yang harus baik, kita juga harus baik!'>Bukan cuma pemimpin yang harus baik, kita juga harus baik!</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Harus diapakan Suharto'>Harus diapakan Suharto</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eits&#8230; kata siapa ngedesain website cuma perlu memikirkan sisi artistiknya saja. Kalau Anda berpikir seperti itu, Anda salah total! Kenyataannya ada banyak sekali aspek yang harus diperhatikan dalam mendesain sebuah halaman web. Mulai dari sisi <em>usability</em>-nya, <em>consumer behaviour-</em>nya, waktu penggunaannya dan lain sebagainya. Satu sisi yang ingin saya bahas lebih detail disini adalah sisi kultural alias sisi kebudayaan.</p>
<p>Lho? apa hubungannya kebudayaan sama web desain? Tentu ada hubungannya. Kenyataannya, beda kebudayaan beda pula persepsi orang pada tampilan sebuah website. Contoh paling mudah adalah mengenai arah tulisan. Secara global, arah tulisan itu kan biasa dibaca dari kiri ke kanan. Tapi pada kebudayaan arab, arah tulisan itu dari kanan ke kiri. Perbedaan ini akan memberikan pengaruh tersendiri pada pengunjung website kita. Jika sang pengunjung tidak terbiasa dengan arah tulisan tersebut misalnya. Maka kedepannya, website kita tidak akan lagi dikunjungi oleh pengunjung tersebut.</p>
<p>Contoh lainnya sebenarnya banyak. Misal, persepsi masing-masing budaya terhadap warna itu berbeda-beda. Warna merah di Spanyol bisa diartikulasikan secara berbeda dengan warna merah di negeri Cina. Penggunaan animasi juga berbeda-beda pandangannya pada setiap lokasi/kebudayaan.</p>
<p>Saya menemukan sebuah makalah online yang membahas mengenai hal ini (itu makanya saya nulis tentang bginian ^^). Kalau ingin baca papernya silahkan <a href="http://www.ejisdc.org/ojs2/index.php/ejisdc/article/view/35/35" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.ejisdc.org/ojs2/index.php/ejisdc/article/view/35/35');" >klik disini</a>. Paper itu merupakan hasil riset dari para penulisnya tentang <em>behaviour</em> yang dimiliki oleh web desainer dari Singapura dan Australia. Sang penulis membagi dua tipe user dalam sisi penerimaan mereka terhadap desain web, yaitu: Kolektivis dan Individualis. User kolektivis adalah user yang menyukai tampilan web yang standar-standar saja. Sama seperti kebanyakan web yang ada saat ini. Sementara individualis lebih menginginkan tampilan website yang bisa mereka kontrol sendiri untuk melakukan kustomisasi dan personalisasi. Pada paper tersebut disebutkan bahwa web desainer dari Singapura merupakan representasi user kolektivis sementara web desainer Australia merupakan representasi user individualis. Inilah tabel hasil risetnya. Silahkan dibaca <img src='http://univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<table class="MsoTableGrid"  border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><strong><span lang="DE">Karakteristik</span></strong></p>
</td>
<td colspan="2" width="379" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><strong><span lang="DE">Sikap pengembang web</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><strong><span lang="DE">Singapura</span></strong></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><strong><span lang="DE">Australia</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Penggunaan warna</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Menggunakan skema warna tertentu (tergantung pilihan perusahaan)</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span>Perusahaan tidak   mempedulikan preferensi warna</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Representasi gambar</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Logo perusahaan sangat penting</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Prestise perusahaan lebih penting daripada sekedar logo</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Penggunaan simbol</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Tidak ada skema tertentu</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Tidak ada skema tertentu</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Penggunaan animasi</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Elemen penting</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span>Elemen yang tidak   terlalu penting</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Penggunaan gambar</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Sangat sering dipakai</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Lebih banyak menggunakan teks</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Fungsionalitas website</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Pelanggan bukan pertimbangan utama</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Reaksi pelanggan berpengaruh besar bagi desain</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Jadi, intinya&#8230; kalau mau mendesain sebuah website, apalagi websitenya bersifat global. Coba buat banyak tampilan yang bisa terkustomisasi untuk masing-masing wilayah dengan kebudayaannya masing-masing.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Desain%20website%20juga%20harus%20memperhatikan%20kebudayaan%20lho%26%238230%3B&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F11%2F21%2Fdesain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho%2F" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Desain%20website%20juga%20harus%20memperhatikan%20kebudayaan%20lho%26%238230%3B&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F11%2F21%2Fdesain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho%2F');"><img src="http://univind.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.gif" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a></p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…'>Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bukan cuma pemimpin yang harus baik, kita juga harus baik!'>Bukan cuma pemimpin yang harus baik, kita juga harus baik!</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Harus diapakan Suharto'>Harus diapakan Suharto</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…</title>
		<link>http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/</link>
		<comments>http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 10:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<category><![CDATA[web and internet]]></category>

		<category><![CDATA[univindblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://univind.com/blog/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Eits&#8230; kata siapa ngedesain website cuma perlu memikirkan sisi artistiknya saja. Kalau Anda berpikir seperti itu, Anda salah total! Kenyataannya ada banyak sekali aspek yang harus diperhatikan dalam mendesain sebuah halaman web. Mulai dari sisi us...


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…'>Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bukan cuma pemimpin yang harus baik, kita juga harus baik!'>Bukan cuma pemimpin yang harus baik, kita juga harus baik!</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Harus diapakan Suharto'>Harus diapakan Suharto</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eits&#8230; kata siapa ngedesain website cuma perlu memikirkan sisi artistiknya saja. Kalau Anda berpikir seperti itu, Anda salah total! Kenyataannya ada banyak sekali aspek yang harus diperhatikan dalam mendesain sebuah halaman web. Mulai dari sisi <em>usability</em>-nya, <em>consumer behaviour-</em>nya, waktu penggunaannya dan lain sebagainya. Satu sisi yang ingin saya bahas lebih detail disini adalah sisi kultural alias sisi kebudayaan.</p>
<p>Lho? apa hubungannya kebudayaan sama web desain? Tentu ada hubungannya. Kenyataannya, beda kebudayaan beda pula persepsi orang pada tampilan sebuah website. Contoh paling mudah adalah mengenai arah tulisan. Secara global, arah tulisan itu kan biasa dibaca dari kiri ke kanan. Tapi pada kebudayaan arab, arah tulisan itu dari kanan ke kiri. Perbedaan ini akan memberikan pengaruh tersendiri pada pengunjung website kita. Jika sang pengunjung tidak terbiasa dengan arah tulisan tersebut misalnya. Maka kedepannya, website kita tidak akan lagi dikunjungi oleh pengunjung tersebut.</p>
<p>Contoh lainnya sebenarnya banyak. Misal, persepsi masing-masing budaya terhadap warna itu berbeda-beda. Warna merah di Spanyol bisa diartikulasikan secara berbeda dengan warna merah di negeri Cina. Penggunaan animasi juga berbeda-beda pandangannya pada setiap lokasi/kebudayaan.</p>
<p>Saya menemukan sebuah makalah online yang membahas mengenai hal ini (itu makanya saya nulis tentang bginian ^^). Kalau ingin baca papernya silahkan <a href="http://www.ejisdc.org/ojs2/index.php/ejisdc/article/view/35/35" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.ejisdc.org/ojs2/index.php/ejisdc/article/view/35/35');" >klik disini</a>. Paper itu merupakan hasil riset dari para penulisnya tentang <em>behaviour</em> yang dimiliki oleh web desainer dari Singapura dan Australia. Sang penulis membagi dua tipe user dalam sisi penerimaan mereka terhadap desain web, yaitu: Kolektivis dan Individualis. User kolektivis adalah user yang menyukai tampilan web yang standar-standar saja. Sama seperti kebanyakan web yang ada saat ini. Sementara individualis lebih menginginkan tampilan website yang bisa mereka kontrol sendiri untuk melakukan kustomisasi dan personalisasi. Pada paper tersebut disebutkan bahwa web desainer dari Singapura merupakan representasi user kolektivis sementara web desainer Australia merupakan representasi user individualis. Inilah tabel hasil risetnya. Silahkan dibaca <img src='http://univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<table class="MsoTableGrid"  border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><strong><span lang="DE">Karakteristik</span></strong></p>
</td>
<td colspan="2" width="379" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><strong><span lang="DE">Sikap pengembang web</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><strong><span lang="DE">Singapura</span></strong></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><strong><span lang="DE">Australia</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Penggunaan warna</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Menggunakan skema warna tertentu (tergantung pilihan perusahaan)</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span>Perusahaan tidak   mempedulikan preferensi warna</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Representasi gambar</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Logo perusahaan sangat penting</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Prestise perusahaan lebih penting daripada sekedar logo</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Penggunaan simbol</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Tidak ada skema tertentu</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Tidak ada skema tertentu</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Penggunaan animasi</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Elemen penting</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span>Elemen yang tidak   terlalu penting</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Penggunaan gambar</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Sangat sering dipakai</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Lebih banyak menggunakan teks</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Fungsionalitas website</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Pelanggan bukan pertimbangan utama</span></p>
</td>
<td width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" ><span lang="DE">Reaksi pelanggan berpengaruh besar bagi desain</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Jadi, intinya&#8230; kalau mau mendesain sebuah website, apalagi websitenya bersifat global. Coba buat banyak tampilan yang bisa terkustomisasi untuk masing-masing wilayah dengan kebudayaannya masing-masing.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Desain%20website%20juga%20harus%20memperhatikan%20kebudayaan%20lho%26%238230%3B&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F11%2F21%2Fdesain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho%2F" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Desain%20website%20juga%20harus%20memperhatikan%20kebudayaan%20lho%26%238230%3B&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F11%2F21%2Fdesain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho%2F');"><img src="http://univind.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.gif" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a></p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…'>Desain website juga harus memperhatikan kebudayaan lho…</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bukan cuma pemimpin yang harus baik, kita juga harus baik!'>Bukan cuma pemimpin yang harus baik, kita juga harus baik!</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Harus diapakan Suharto'>Harus diapakan Suharto</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://univind.com/blog/2008/11/21/desain-website-juga-harus-memperhatikan-kebudayaan-lho/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Spanduk berkualitas VS spanduk parpol</title>
		<link>http://mustafakamal.biz/2008/11/17/spanduk-berkualitas-vs-spanduk-parpol/</link>
		<comments>http://mustafakamal.biz/2008/11/17/spanduk-berkualitas-vs-spanduk-parpol/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 06:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Chill]]></category>

		<category><![CDATA[Economy]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<category><![CDATA[Life in Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Politics]]></category>

		<category><![CDATA[enterpreneurship]]></category>

		<category><![CDATA[ajakan]]></category>

		<category><![CDATA[aziz]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>

		<category><![CDATA[karya]]></category>

		<category><![CDATA[karya aziz peduli]]></category>

		<category><![CDATA[parpol]]></category>

		<category><![CDATA[partai]]></category>

		<category><![CDATA[peduli]]></category>

		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>

		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<category><![CDATA[seruan]]></category>

		<category><![CDATA[spanduk]]></category>

		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mustafakamal.biz/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya melihat spanduk yang sangat bagus di dekat rumah saya yang bertuliskan seperti ini:

Ayo&#8230; Jadi Pengusaha!
Jadilah bagian dari solusi permasalahan pengangguran dan kemiskinan
Karya Aziz Peduli

Sebuah spanduk yang sederhana namun mengutarakan pesan yang sangat kuat dan berkualitas bukan?! Disitu tertulis karya aziz peduli, saya sendiri tidak tahu apa itu karya aziz peduli. [...]


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/01/28/bagaimana-menumbuhkan-jiwa-entrepreneurship/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship'>Bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/05/19/nekad-modal-utama-entrepreneur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: NEKAD, modal utama entrepreneur'>NEKAD, modal utama entrepreneur</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/10/28/wahai-mahasiswa-berbisnislah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Wahai Mahasiswa, Berbisnislah!'>Wahai Mahasiswa, Berbisnislah!</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, saya melihat spanduk yang sangat bagus di dekat rumah saya yang bertuliskan seperti ini:</p>
<div style="border: 1px solid #004F8F; background-color: #DFF7FF;">
<h2 style="text-align: center;"><strong>Ayo&#8230; Jadi Pengusaha!</strong></h2>
<p style="text-align: center;"><strong>Jadilah bagian dari solusi permasalahan pengangguran dan kemiskinan</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #999999;"><strong>Karya Aziz Peduli</strong></span></p>
</div>
<p style="text-align: left;">Sebuah spanduk yang sederhana namun mengutarakan pesan yang sangat kuat dan berkualitas bukan?! Disitu tertulis karya aziz peduli, saya sendiri tidak tahu apa itu karya aziz peduli. Tapi saya sangat mengapresiasi spanduk yang mereka buat. Mereka tidak hendak menonjolkan golongan mereka. Dari spanduk itu terlihat sekali mereka benar-benar tulus dalam menyampaikan pesan tersebut. Subgguh spanduk yang sangat berkualitas. Jauh lebih berkualitas daripada spanduk-spanduk yang seperti dibawah ini yang belakangan banyak beredar di sudut-sudut kota. Bikin suasana kota makin riweh&#8230;</p>
<p><a href="http://mustafakamal.biz/wp-content/uploads/2008/11/spandukcupu.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-256" title="spandukcupu" src="http://mustafakamal.biz/wp-content/uploads/2008/11/spandukcupu.jpg" alt="" width="500" height="96" /></a></p>
<p><a href="http://mustafakamal.biz/wp-content/uploads/2008/11/spandukcupu2.jpg" ><img class="aligncenter size-full wp-image-257" title="spandukcupu2" src="http://mustafakamal.biz/wp-content/uploads/2008/11/spandukcupu2.jpg" alt="" width="500" height="96" /></a></p>
<p>Merasa pernah lihat spanduk kayak gitu??? :p</p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/01/28/bagaimana-menumbuhkan-jiwa-entrepreneurship/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship'>Bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/05/19/nekad-modal-utama-entrepreneur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: NEKAD, modal utama entrepreneur'>NEKAD, modal utama entrepreneur</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/10/28/wahai-mahasiswa-berbisnislah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Wahai Mahasiswa, Berbisnislah!'>Wahai Mahasiswa, Berbisnislah!</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mustafakamal.biz/2008/11/17/spanduk-berkualitas-vs-spanduk-parpol/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat microblogging</title>
		<link>http://univind.com/blog/2008/11/11/manfaat-microblogging/</link>
		<comments>http://univind.com/blog/2008/11/11/manfaat-microblogging/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 05:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<category><![CDATA[web and internet]]></category>

		<category><![CDATA[univindblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://univind.com/blog/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Pada postingan sebelumnya univindblog membuat tulisan tentang apa itu microblogging dan disana saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan mengenai manfaat dari microblogging ini. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mem-posting pernyataan seperti ini di plurk (plurk merupakan salah satu layanan microblogging) saya: &#8220;Ngeplurk gak produktif, stujuh gak?&#8221;. Dari plurk tersebut, ragam respons berdatangan. Ada yang [...]


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/11/manfaat-microblogging/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa itu Microblogging'>Apa itu Microblogging</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/11/manfaat-microblogging/' rel='bookmark' title='Permanent Link: manfaat dan potensi blog'>manfaat dan potensi blog</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada postingan sebelumnya univindblog membuat tulisan tentang <a href="http://univind.com/blog/2008/11/11/manfaat-microblogging/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://univind.com/blog/2008/11/11/manfaat-microblogging/');" >apa itu microblogging</a> dan disana saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan mengenai manfaat dari microblogging ini. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mem-posting pernyataan seperti ini di plurk (plurk merupakan salah satu layanan microblogging) saya: &#8220;Ngeplurk gak produktif, stujuh gak?&#8221;. Dari plurk tersebut, ragam respons berdatangan. Ada yang setuju, ada yang tidak. Tapi kebnyakan melihat plurk sebagai seustua yang produktif. Walaupun disitu saya tidak mendapatkan jawaban pasti dimana letak produktifnya plurk itu? Akhirnya&#8230;. saya mencoba bertapa ke gunung semeru untuk bertemu dengan mbah joko kelongo (halah&#8230;). Intinya, saya mencoba menganalisis dan mencari-cari informasi yang menunjukkan penggunaan microblogging untuk hal-hal yang produktif. Dan inilah dia hasil meditasi saya:</p>
<p><strong>1. Berbagi</strong>. Kalau yang satu ini sih memang fungsi dasar dari microblogging, yaitu untuk berbagi. Berbagi apapun yang kita ingin bagikan. Kita bisa berbagi link ke situs-situs menurut kita keren dan kita ingin orang lain juga melihatnya. Kita juga bisa berbagi pengalaman pribadi kita (apa yang kita suka, apa yang kita benci, sedang apa kita saat ini dsb). Kita juga bisa berbagi info dan gosip terbaru tentang temen-temen kita. Untuk urusan yang satu ini, baik atau tidaknya microblogging tergantung baik atau tidaknya konten yang di-share.</p>
<p><strong>2. Mencari mentor bisnis</strong>. Ya! Kita bisa mencari mentor bisnis melalui layanan microblogging. Saya dapat inspirasinya dari sini: <a href="http://www.geekpreneur.com/new-ways-to-find-business-mentors" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.geekpreneur.com/new-ways-to-find-business-mentors');" >geekpreneur.com - new ways to find business mentor</a>. Buat Anda yang sedang memulai suatu bisnis, tentu akan sangat baik kalau Anda bisa mencari dan mendapatkan satu atau beberapa orang mentor bisnis yang  sudah lebih dulu sukses pada bidang yang Anda geluti. Dengan microblogging, kedekatan bisa muncul dengan lebih cepat. Walaupun tetap saja akan memakan sedikit waktu. Coba cari pengusaha sukses di bidang Anda yang  punya account pada salah satu layanan microblogging. Ikuti terus micro blognya. Komentari setiap postingannya. Lama-kelamaan kedekatan itu akan terbentuk. Kalau sudah seperti ini peluang untuk bisa menjadi lebih dekat dan bisa bertemu secara tatap muka dan menjadi mentor yang sesungguhnya akan lebih besar. Namun, untuk saat ini, bidang yang masih memungkinkan untuk bisa mendapatkan mentor bisnis melalui cara ini hanyalah bidang IT terutama web. Anda tidak akan menemukan om Bob Sadino di layanan microblogging kan <img src='http://univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ?</p>
<p><strong>3. Menggalang komunitas</strong>. Sama seperti blog, dengan microblogging kita juga bisa menggalang suara komunitas. Jika kita punya pendapat pada suatu isu tertentu dan kita bisa menggerakkan komunitas yang sudah terbentuk pada layanan microbloggin untuk mendukung pendapat kita. Ini dia satu contoh konkrit yang saya kutip dari blog media-ide:</p>
<blockquote><p>Hal yang menarik terjadi di Plurk pertengahan Oktober kemarin, saat seorang blogger (yang merangkap pengguna Plurk) menemukan halaman dalam situs Diknas yang menampilkan lengkap seluruh data siswa berupa nama lengkap, alamat, serta sekolahnya, yang bebas diakses oleh semua orang. Tentunya ini hal yang berbahaya dan melanggar <em><a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/08/menjaga-kerahasiaan-pribadi-di-ranah-maya/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/08/menjaga-kerahasiaan-pribadi-di-ranah-maya/');" >privacy</a> </em>anak dan orang tuanya. Bila data ini sampai ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, bukan tidak mungkin terjadi tindak pemerasan atau penculikan.</p>
<p>Banyak anggota dalam komunitas Plurk yang tergerak untuk memprotes keberadaan halaman ini. Mereka secara serentak menulis ungkapan protes di blog masing-masing. Sebagian mencoba menghubungi pihak Diknas dan Kominfo melalui surat resmi agar halaman ini segera dihilangkan. Tentunya, dalam setiap <em>posting </em>di blog, tidak ada dari mereka yang mencantumkan halaman berbahaya yang dimaksud, agar penyebaran tidak semakin meluas.</p>
<p align="center"><img title="Plurk" src="http://media-ide.bajingloncat.com/wp-content/files/image/suarakomunitas2.jpg" border="0" alt="Plurk" /></p>
<p>Melalui tindakan <em>communal</em> dalam komunitas ini, suara yang disampaikan menjadi semakin dominan. Secara bertahap, akhirnya halaman berbahaya itu akhirnya dihilangkan. Kini, akses ke halaman tersebut hanya dibatasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja. Mereka harus menghubungi pihak administrasi Diknas sebelum bisa mendapatkan datanya.</p>
<p>Baca lebih lengkapnya di: <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/28/menggalang-suara-komunitas-melalui-microblogging/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://media-ide.bajingloncat.com/2008/10/28/menggalang-suara-komunitas-melalui-microblogging/');" >Media-ide.bajingloncat.com - Menggalang suara komunitas melalui microblogging</a></p>
</blockquote>
<p><strong>4. Pengenalan produk</strong>. Layanan microblogging jika digunakan secara hati-hati juga bisa digunakan untuk melakukan pengenalan produk secara lebih efektif. Sebenarnya yang lebih dipentingkan dalam pengenalan produk melalui microbloggin adalah respons dari komunitas. Dengan respons itu kita bisa terus memperbaiki produk yang kita jual. Ini jelas berbeda dengan model promosi jaman baheula dimana para customer dipaksa terima saja produk ini apa adanya. Kalau produsen ingin mengetahui pendapat customer itu akan membutuhkan waktu dan biaya. Dengan layanan microblogging, semua halangan itu bisa ditembus dengan mudah. Contoh konkrit dari penggunaan microblobbig untuk pengenalan produk ada pada <a href="http://aviary.com" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://aviary.com');" >aviary</a>. Aviary adalah sebuah layanan image editing secara online (semacam photoshop online) yang dibuat oleh <a href="http://worth1000.com" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://worth1000.com');" >worth1000</a>. Untuk mengenalkan produk barunya itu mereka membuat halaman <a href="http://aviary.com/microblog" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://aviary.com/microblog');" >microblogging pada websitenya</a> yang merupakan hasil fetch dari account mereka di <a href="http://twitter.com/aviary" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://twitter.com/aviary');" >twitter@aviary</a>. Pengenalan produk melalui microbloggin juga akan terasa lebih soft dan tidak merongrong customer dengan produk-produk mereka. Ini ada satu contoh bagus lagi. Yaitu kodak, yang memiliki Chief Blogger sendiri <a href="http://twitter.com/kodakCB" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://twitter.com/kodakCB');" >@kodakCB</a>. Disana dia menulis bagaimana produknya itu dipakai dengan baik daripada merongrong customer dengan mengaku-aku bahwa produknya itu paling hebat. Ini dia contoh postingannya:</p>
<blockquote><p>&#8220;Spent the weekend at the Toronto International Film Festival. Saw some great movies shot on Kodak film!&#8221;</p>
</blockquote>
<p><strong>5. Membuka jalur komunikasi antara para petinggi perusahaan dengan para pegawainya</strong>. Bahasa inggris gaulnya: <a href="http://www.cio.com/article/448464/Twitter_for_Business_Four_Ways_Companies_Use_Microblogging?page=2" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.cio.com/article/448464/Twitter_for_Business_Four_Ways_Companies_Use_Microblogging?page=2');" >Humanizing the Head Honcho</a>. Para petinggi perusahaan itu biasanya bukanlah blogger yang baik. Kenapa? karena mereka sudah terlalu sibuk dengan segudang urusan mereka. Akhirnya mereka tidak punya waktu lagi untuk ngeblog dengan tulisan yang panjang-panjang. Padahal banyak tulisan-tulisan dilura sana yang menunjukkan betapa efektifnya fungsi blog sebagai pengganti email untuk membentuk hubungan antara petinggi perusahaan dengan para karyawannya. Microblogging bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Dengan microbloggin, seorang CEO tak perlu repot menulis panjang-panjang. Contoh konkrit dari poin ini ada pada perusahaan <a href="http://virtual.co.id" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://virtual.co.id');" >virtual.co.id</a> yang dikepalai oleh <a href="http://virtual.co.id/blog" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://virtual.co.id/blog');" >mister nukman luthfie</a>. <a href="http://www.plurk.com/user/nukman" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.plurk.com/user/nukman');" >Pak Nukman</a> sudah sejak lama nge-plurk. Dan setiap postingan plurknya itu selalu ada beberapa karyawan virtual yang merespons plurknya. Biasanya dengan gaya bercanda. Ini jelas membentuk kedekatakan yang sangat kuat. Walaupun katakanlah sang bos besar jarang ada di kantor dan lebih banyak bepergian kesana-kemari.</p>
<p>Itulah 5 manfaat micrblogging hasil meditas dan pertapaan saya. Semoga bermanfaat dan selamat nge-(micro)blog 4 productivity <img src='http://univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Manfaat%20microblogging&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F11%2F11%2Fmanfaat-microblogging%2F" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Manfaat%20microblogging&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F11%2F11%2Fmanfaat-microblogging%2F');"><img src="http://univind.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.gif" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a></p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/11/manfaat-microblogging/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa itu Microblogging'>Apa itu Microblogging</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/11/manfaat-microblogging/' rel='bookmark' title='Permanent Link: manfaat dan potensi blog'>manfaat dan potensi blog</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://univind.com/blog/2008/11/11/manfaat-microblogging/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jika saat ini rasulullah SAW duduk di samping anda</title>
		<link>http://mustafakamal.biz/2008/11/06/jika-saat-ini-rasulullah-saw-duduk-di-samping-anda/</link>
		<comments>http://mustafakamal.biz/2008/11/06/jika-saat-ini-rasulullah-saw-duduk-di-samping-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 09:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<category><![CDATA[businessman]]></category>

		<category><![CDATA[general]]></category>

		<category><![CDATA[jendral]]></category>

		<category><![CDATA[leader]]></category>

		<category><![CDATA[manager]]></category>

		<category><![CDATA[manajer]]></category>

		<category><![CDATA[muhammad]]></category>

		<category><![CDATA[nabi]]></category>

		<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<category><![CDATA[orphans]]></category>

		<category><![CDATA[pebisnis]]></category>

		<category><![CDATA[pejuang]]></category>

		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<category><![CDATA[philosopher]]></category>

		<category><![CDATA[preacher]]></category>

		<category><![CDATA[prophet]]></category>

		<category><![CDATA[ramakhrisna]]></category>

		<category><![CDATA[ramakhrisna rao]]></category>

		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>

		<category><![CDATA[reformer]]></category>

		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<category><![CDATA[sirah]]></category>

		<category><![CDATA[slaves]]></category>

		<category><![CDATA[statesman]]></category>

		<category><![CDATA[super]]></category>

		<category><![CDATA[Syafi'i Antonio]]></category>

		<category><![CDATA[taushiyah]]></category>

		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<category><![CDATA[warrior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mustafakamal.biz/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[




Saya baru aja selesai baca buku sangat bagus berjudul &#8220;Muhammad Super Leader Super Manager&#8221;. Buku sirah (sejarah) itu menceritakan kehidupan nabi dalam berbagai macam aspek mulai dari pemimpin militer, pemimpin dunia pendidikan, pemimpin politik, pemimpin keluarga dan yang paling saya suka&#8230; pemimpin di bidang entrepreneurship. Cara Pak Muhammad Syafi&#8217;i Antonio menuliskan sirah ini juga sangat [...]


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://mustafakamal.biz/2007/11/16/hilangkan-gundah-gulana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: hilangkan gundah gulana'>hilangkan gundah gulana</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/09/20/itikaf-yuk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: I&#8217;tikaf yuk!'>I&#8217;tikaf yuk!</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/03/01/umat-islam-harus-kaya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Umat islam harus kaya'>Umat islam harus kaya</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 210px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img title="Cover Buku Muhammad Super Leader Super Manager" src="http://www.bukumuslim.com/image-product/img260.jpg" alt="Cover Buku Muhammad Super Leader Super Manager" width="200" height="281" /></dt>
</dl>
</div>
<p style="text-align: left;">Saya baru aja selesai baca buku sangat bagus berjudul &#8220;Muhammad Super Leader Super Manager&#8221;. Buku sirah (sejarah) itu menceritakan kehidupan nabi dalam berbagai macam aspek mulai dari pemimpin militer, pemimpin dunia pendidikan, pemimpin politik, pemimpin keluarga dan yang paling saya suka&#8230; pemimpin di bidang entrepreneurship. Cara Pak Muhammad Syafi&#8217;i Antonio menuliskan sirah ini juga sangat menarik. Gak kayak sirah-sirah lain yang bahasanya kaku, terlalu maksain ke-arab-arab-annya. Pada buku ini pak syafi&#8217;i menuliskannya dengan gaya tulisan-tulisan manajemen dan leadership. Itulah yang bikin buku ini jadi keren banget. Dan ada satu bab yang menurut saya sangat impresif, yaitu bab terakhir.  Bab terakhir itulah yang mau saya share ke teman-teman semua  lewat blog ini. Silahkan dibaca.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-242"></span></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em><span style="color: #008000;">There is Muhammad the Prophet. There is Muhammad the General. Muhammad, the King. Muhammad, the Warrior. Muhammad, the Businessman. Muhammad, the Preacher. Muhammad, the Philosopher. Muhammad, the Statesman. Muhammad, the Orator. Muhammad, Reformer. Muhammad, the Refuge of Orphans.  Muhammad, the Protector of Slaves. Muhammad, the Emancipator of Woman, Muhammad the Saint. And in all these magnificent roles, in all these departments of human activities, he is alike hero.</span><br />
<strong>Ramakhrisna Rao</strong></em></p>
</blockquote>
<p>Di akhir buku ini saya ingin pembaca sekalian untuk berimajinasi sejenak, membayangkan seAndainya tokoh yang tengah kita baca riwayat dan perjalanan hidupnya itu kini berada di samping Anda. Muhammad SAW, Rasul yang kita membaca shalawat kepadanya, nabi penerima wahyu pembawa rahmat, utusan Allah yang selalu memikirkan umatnya, kini duduk persis di samping kursi Anda dan bertanya tentang beberapa hal.</p>
<p>&#8220;Assalaamu&#8217;alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh&#8221;, sapanya. &#8220;Wahai saudaraku, betulkah engkau benar-benar beriman kepadaku disamping beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, para nabi, Hari Akhir dan qadha dan qadar dari Allah? Sudahkah keimananmu itu menjadikanmu tentram dan tidak mencari kedamaian dari keimanan-keimanan yang lain?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku, benarkah cintamu kepadaku lebih dalam dan lebih besar dari cintamu kepada harta, jabatan dan keluargamu? Sudahkah engkau siap untuk mengorbankan kedudukanmu yang begitu engkau banggakan ketika sunnahku mengharuskan engkau berkata benar dan bertindak tegas dan jabatan adalah taruhannya? Bukankah engkau telah melihat bagaimana nasib ummatku yang kelaparan, telanjang kedinginan dan tidur di bantalan rel kereta api? Sudahkan engaku berbuat sesuatu dengan hartamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku, sesekali aku mendengar engkau membaca shalawat kepadaku, bersenandung diba dan barzanzi memujiku. Sudahkah engkau benar-benar menghayati maknanya dan merenungi arti yang terkandung di dalamnya? Masihkah engkau ingat dengan isi shalawat dan pesan barzanzi ketika engkau berada di proyek, saat melakukan tender, saat transaksi keuangan, saat memilih bank, saat memilih asuransi, saat meluncurkan produk baru, saat sales promotion, saat memilih sales-girl, saat merancang iklan, saat menentukan pakaian model iklan, saat membahas PERDA di DPRD, saat meminta pengusaha membayar sejumlah dana untuk meloloskan RUU, saat menentukan SPJ, saat melihat korban tsunami, saat mendengar adanya gempa, saat menerima korban lumpur? Atau engkau hanya membaca shalawat untuk &#8216;lip service&#8217; saja dengan harapan aku akan memberimu syafaat di Padang Mahsyar di Hari Kiamat nanti? Mulutmu mengucap tapi hatimu kosong, fiikiranmu menerawang, dan tindakanmu teramat jauh dari sunnahku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku, mohon maaf dan jangan tersinggung kalau aku bertanya demikian, itulah yang aku amati dari kebanyakan ummatku saat ini baik di Indonesia maupun di belahan bumi Allah lainnya. KTP-nya muslim tetapi tindak tanduknya Masya Allah&#8230; Sungguhpun demikian, jangan khawatir saudaraku, aku sebagai Rasul Allah akan tetap berdo&#8217;a kepada-Nya untuk keselamatanmu semua. Aku akan tetap memberikan syafa&#8217;atku kepadamu selama engkau tidak menyekutukan Allah dan tidak terlalu banyak membuat dosa-dosa besar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku, aku bahagia engkau telah membaca perjalanan dakwah dan riwayat hidupku. Aku berharap di setiap lembaran buku yang kau baca akan kau dapatkan hikmah dan pencerahan serta motivasi untuk berjuang menuju hari esok yang lebih baik.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku memahami hidup semakin hari semakin sulit apalagi di kota besar. Harga barang dan kebutuhan pokok semakin mahal, pendidikan semakin elitis, kesehatan semakin tidak terjangkau, transportaasi tidak murah dan amburadul. Aku melihat di antara kalian banyak yang stress dan ciut nyalinya. Demikian pula anak-anak kalian yang sudah beranjak remaja dan dewasa. Mereka seolah limbung melihat kebingungan orang tuanya dan tidak terlalu bergairah melihat masa depan mereka sendiri.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jangan sedih, saudaraku! Aku juga dulu mengalami masa-masa yang sulit di usia kecilku. Aku terlahir sebagai yatim. Setelah berusia enam tahun, ibu tercinta pun mangkat di kampung Abwa saat pulang berziarah ke pusara ayahku di Madinah. Saat itu aku pun bertanya kepada Ummu Ayman, pembantu setia ibuku, kemana aku harus pergi? Di rumah siapa aku tinggal? Siapa yang akan membiayai sekolahku? Siapa yang akan membelikan bajuku? Siapa yang akan merawatku? Siapa yang akan memberikan belai kasih kepadaku? Ayahku telah meninggal, kini Ibu ku menyusul pula.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ummu Ayman membesarkan hatiku dengan membawaku ke kakenda tercinta Abdul Muthalib. Beliau mencurahkan kasih sayangnya kepadaku tetapi apa dinyana hanya berselang dua tahun ia pun dipanggil Allah SWT. Kini aku harus mencari tempat berteduh lagi. Syukurlah kakenda menitipkanku dengan Abu Thalib, saudara tua ayahku. Aku harus berterima kasih dan berbesar hati di rumahnya, meskipun pamAnda adalah orang yang keadaan finansialnya tidak terlalu ajeg dan sering kekurangan makan di rumah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk meringankan beban ekonomi aku bekerja serabutan. Sebagai anak remaja aku mengerjakan apa saja asalkan halal. Dari menggembala kambing, mencari kayu bakar, sampai memikul batu untuk pembangunan rumah tetangga. Semua itu aku lakukan sebagai bagian dari self development dan personal leadership.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku, aku juga gusar mendengar banyak sekali ummatku yang tidak mau berusaha dan memulai bisnis karena alasan klasik; tidak punya modal, tidak punya uang dan tidak punya jaminan untuk pinjam. Sesungguhnya untuk menjadi entrepreneur tidak melulu seluruhnya harus diawali dengan modal uang setumpuk. Menurutku, money is not the number one capital in business, the number one capital in business is trust (amanah) and competency. Uang bukanlah modal utama dan segala-galanya dalam bisnis. Modal utama dalam bisnis adalah kepercayaan dan kompetensi. Bukankah engkau sudah melihat sendiri, aku sudah buktikan bahwa tanpa modal secuilpun aku bisa menjalankan bisnis dengan menerima amanah dagangan para investor Makkah. Dengan kepercayaan itu aku berdagang menjual barang mereka dan berbagi hasil atas dasar sistem mudharabah. Memang benar, untuk mendapatkan kepercayaan tidaklah mudah; Kita harus jujur, walk the talk, melaksanakan apa yang Anda katakan, tidak mengumbar janji dan teguh memegang kepercayaan orang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sungguh pun demikian, jujur saja ternyata tidak cukup. Syarat berikutnya Anda harus fathanah atau kompeten di bidang Anda. Kalau sebagai pedagang Anda harus tahu barang apa yang laku dan sedang model saat ini, bagaimana consumer behaviour masyarakat suatu daerah, apakah mereka hidup dengan 2 musim (penghujan dan kemarau) atau mereka memiliki 4 musim (spring, autumn, summer, winter). Anda harus memiliki selling skill yang baik, murah senyum, sabar meladeni nasabah, service excellence dan on-time dalam delivery barang. Di samping itu Anda juga harus banyak bergaul dan memperluas network, jangan jadi jago kAndang sambil mengharap proteksi dari pemerintah. Ketika aku muda dulu, aku jajakan barang dagangan Makkah di Madinah, dari Madinah aku ke pasar al-Rabih di Hadralmaut, Souq  San&#8217;a dan Souq Aden di Yaman, pasar Suha dan pasar Daba di Oman, kota Jerash di Jordan, dan pasar al-Mushaqqar di Bahrain.&#8221;</p>
<p>&#8220;Mohon diingat dengan baik saat itu belum ada pesawat terbang seperti kalian pakai saat ini. Aku menunggang unta, mengarungi lautan padang pasir yang sangat ganas dan berbahaya, tanpa toilet, tanpa AC, tanpa pramugari atau makanan siap saji. Saat itu juga aku menghadapi kesulitan untuk berkomunikasi dengan investorku di Makkah karena belum ada fax, email apalagi SMS atau fasilitas teleconference. Lebih dari itu aku juga harus menjaga hasil penjualan dengan ekstra ketat karena belum ada bank dan safe deposit box. Kalau sedang butuh uang tunai tambahan, aku harus pAndai-pAndai mensiasatinya karena saat itu belum ada ATM seperti saat ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Mengenai masalah keluarga, terkadang aku suka sedih kalau mendengar sebagian orientalis dan sebagian ummatku yang berfikir seperti orientalis menuduhku dengan tuduhan yang menyakitkan. Mereka menuduhku sebagai seorang hipersex, fedofil dan memiliki istri yang tidak terbatas jumlahnya. Seolah tidak ada cerita lain dari kehidupan rumah tanggaku kecuali poligami.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jika Anda melihat perjalanan hidupku Anda akan melihat bahwa selama 25 tahun atau lebih aku hanya memliki seorang istri Khadijah binti Khuwailid. Di saat Khadijah hidup cintaku hanya untuk dirinya. Pada usia sekitar 51 tahun baru aku diamanahi Allah utuk mencari pengganti Khadijah, guna menemani perjuangan dakwah ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lebih penting lagi jika Anda perhatikan hampir semua istri-istriku setelah khadijah adalah jAnda-jAnda yang tidak jarang usianya lebih tua dariku. Saudah Binti Zam&#8217;ah misalnya berusia 65 tahun saat aku berusia 51 tahun. Ia adalah jAnda dengan 12 anak yang ditinggal mati oleh suaminya Sukran bin Amsal al-Anshary. Demikian juga Maimunah binti Al Harits jAnda Ruham bin Abdul Uzza, ia berusia 63 tahun saat aku 58. Maimunah banyak membantuku dalam dakwah di kalangan bani Nadhir, karena ia adalah seorang keturunan Yahudi. Sama juga halnya dengan Juwairiyyah binti harits al-Khuzaiiayh, ia telah berusia 65 tahun ketika aku 57. Ia termasuk jAnda miskin dengan 17 anak. Satu-satunya wanita yang dinikahi dalam keadaan gaids adalah Aisyah dan Maria al-Qibtiyyah, seorang budak yang dihadiahkan oleh Al-Muqauiqis Mesir lalu kumerdekakan.&#8221;</p>
<p>“Wahai saudaraku, aku bersyukur melihatmu dan teman-tekmanmu yang lain giat mendakwahkan Islam. Memang sudah selayaknya setelah kita menikmati manisnya iman dan lezatnya bermunajat kepada Allah kita harus sharing dan ajak saudara saudara kita dengan bahasa yang santun dan memperhatikan kondisi psikologis teman bicara kita. Dakwah adaah sautu proses transformasi hati, fikiran dan tindakan. Oleh karena itu, dakwah memerlukan waktu dan kita harus sabar menjalaninya. Lebih dari itu dakwah memerlukan pengorbanan baik waktu, dana dan terkadang posisi serta jabatan Anda.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ketahuilah wahai sadauraku, bahwa dakwah yang paling utama adalah dakwah dengan suri tauladan. Usahakanlah dengan maksimal untuk shalat tahajud secara teratur sebelum kita mengajak orang lain bangun shalat malam. Bermurah tanganlah kepada kerabat dekat dan hAndai taulan serta fakir miskin sebelum kita mengajak orang lain bershadaqah. Berhentilah merokok sebelum menyuruh anak Anda tidak merokok. Tekanlah ego Anda dan tebarkanlah senyum sebelum Anda menyuruh orang lain berperilaku santun.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ketahuilah, bahwa yang paling aku sedihkan saat ini adalah buruknya citra Islam karena buruknya perilaku sebagian ummatku. Mereka bernama Muhammad, Abdullah, Thariq, Badruddin, Saifulah, Anshari tetapi kelakukannya jauh lebih bejat dari orang-orang jahiliyah di zamanku. Perangai buruk mereka jelas akan sangat negatif dampaknya terhadap dakwah Islam. Karena orang di luar sana akan melihat cerminan Islam dari apa yang dilakukan oleh para pemeluknya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saduaraku, berusahalah untuk bergaul dan membina hubungan kemasyarakatan secara harmonis, karena kita tidak akan pernah bisa hidup tanpa orang lain. Memang tidaklah mudah untuk bergaul apalagi mengatur orang banyak. Mereka datang dari berbagai latar belakang dengan kepentingan yang berbeda-beda.&#8221;</p>
<p>&#8220;Janganlah berkecil hati bila berjumpa dengan orang yang sulit diatur atau bermuka dua karena dulu aku pernah mengalaminya. Anda bayangkan bagaimana sulitnya menyatukan ratusan atau ribuan pengungsi dari Makkah  (Muhajirin) yang kelaparan, tidak punya harta, tidak punya mata pencaharian dan tidak punya rumah di Madinah. Mereka meninggalkan segalanya di Makkah demi keimanannya. Aku juga bertanggung jawab untuk membesarkan hati orang Madinah untuk menolong para pengungsi tersebut. Ironisnya penduduk Madinah pun tidak homogen. Di antara kaum Anshar ada kabilah Auz dan kabilah Khazraj yang sudah ratusan tahun berperang memperebutkan pepesan kosong. Di samping Auz dan Khazraj ada juga kaum kristiani Bani Najran dan belasan suku Yahudi yang sangat kuat mencengkeram pereknomian Madinah. Mereka itu adalah Bani Nadhir, Bani Qainuqa&#8217;, Bani Quraizhah, Bani Ikrimah, Bani al-Syaziyah, Bani Mahmar, Bani Zau&#8217;ra, Bani Jusy&#8217;am, Bani Bahdal, Bani al-Qishas dan Bani Sa&#8217;labah. Tetapi aku bersyukur kepada Allah dapat menyatukan mereka melalui Piagam Madinah. Melalui piagam Madinah mereka bahu membahu membangun kota dan peradaban baru.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku, ada dua cara yang kuterapkan dalam membina individu demikian juga masyarakat agar tertib dan teratur yaitu melalui pendidikan dan penegakan hukum. Ingatlah, ketika kukatakan pendidikan aku tidak bermaksud dengan proses alih infromasi dan transmisi data semata tetapi ku maksudkan adalah tarbiyah yang terambil dari akar kata rabba, yarbu (tumbuh, bertambah, berkembang) atau rabba, yarubbu (mengatur, mengurus, mendidik). Tarbiyah mengambil tempat bukan hanya di kelas, tetapi i rumah, di masjid, di gunung, saat shalat, saat berhaji, saat berolah raga, saat rapat dan ketika berinteraksi dengan masyarakat. Aku berharap dengan tarbiyah yang benar ummatku akan melakukan transformasi dan berkembang ke arah yang lebih baik dari sisi fisik, intelektual, finansial dan spiritual.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau engkau pelajari hadits-haditsku, engkau akan mendapatkan belasan bahkan puluhan metode yang telah kucontohkan agar proses tarbiyah dapat berjalan dengan baik. Di antara metode-metode tersebut adalah learning conditioning, active interaction, applied-learning method, scanning and leveling, discussion and feedback, story-telling, analogy and case study, teaching and motivating, self-reflection, affirmation and repetition, focus and point basis, question and answer method, guessing with question, encouraging students to ask, wisdom in answering question, commenting on students question dan honesty.&#8221;</p>
<p>&#8220;Walaupun metode-metode tarbiyah dariku sudah sangat beragam, tidak sedikit dari ummatku yang tetap keras kepala dan bebal. Mereka tidak bisa ditundukkan dengan ajaran Al-Quran atau hadits-hadits yang berisi nasihat-nasihat. Sebagian ummatku tidak bergeming ketika mendengar larangan minuman keras. Mereka baru berhenti mabuk ketika cambuk mengenai badannya. Mereka juga tidak takut dengan larangan mencuri. Tangannya baru berhenti korupsi ketika dirinya sudah dalam kurungan penjara. Mereka juga tidak sungkan-sungkan menggauli wanita di luar nikah, tidak takut dengan peringatan zina sampai penyakit AIDS yang berupa kutukan Allah menimpanya. Oleh karena itu sistem hukum perlu ditegakkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ingatlah wahai saudaraku, tegakkanlah hukum dengan seadil-adilnya! Dengarkanlah alasan dan argumentasi dari setiap pihak sehingga kau mendapat gambaran dengan penuh. Jika ada seseorang datang berperkara dengan memperlihatkan matanya yang hancur sebelah, sabarlah dahulu sampai pihak kedua datang, siapa tahu pihak kedua datang dengan dua mata yang hancur dan buta. Janganlah kau bersikap keras kepada yang lemah dan lunak kepada yang kuat. Jangan kau putar balikkan putusan perkara hanya karena uang sepuluh, dua puluh juta, seratus, dua ratus juta, atau sepuluh, dua puluh milyar. Ingatlah, berapa pun uang sogokan yang engkau terima tidak akan cukup untuk menebusmu dari siksaan Allah di neraka jahanam. Lebih dari itu, semakin banyak uang haram yang engkau terima semakin banyak kayu bakar yang akan dinyalakan dengannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku, jagalah agama Islam ini baik-baik! Aku dan sahabat-sahabatku dahulu memperjuangkannya dengan tetesan keringat, dara dan air mata. Selama sepuluh tahun tidak kurang dari sembilan peperangan besar dan lima puluh tiga ekspedisi militer kujalani. Dengan segala kekurangan bekal dan kesederhanaan senjata, sedikit demi sedikit bumi Allah dibebaskan dari belenggu kejahiliyahan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku, janganlah egois dan sok sibuk, sehingga tidak mau berjuang serta berkorban untuk Islam, karena alasan keterbatasan waktu bisnis dan mengurusi proyek. Niscaya jika sahabatku Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Hammzah, Saad, Abdurrahman bin Auf, mengatakan &#8216;I am too busy with my business, I don&#8217;t have time for Islam&#8217; aku yakin Islam tidak akan sampai ke Jakarta, Surabaya, Medan, Brunei, Kuala Lumpur, New Delhi, Islamabad, Tunisia, atau Casabalanca. Islam sampai ke tempat kalian karena jasa-jasa mereka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai saudaraku, dalam setiap ekspedisi militerku terdapat ibrah, pelajaran dan hikmah yang berguna ketika engkau menyusun strategic planning untuk pengembangan bisnis, pendidikan, memajukan karir ataupun bidang sosial kemasyarakatan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai sudaraku, akhirnya aku ingin meninggalkan dua hal sebagai oleh-oleh perjumpaanku denganmu. Ambil keduanya dengan baik peganglah erat-erat. Aku berjanji selama engkau berpedoman kepada keduanya engkau akan sukses di dunia dan akhirat. Itulah al-Qur&#8217;an dan Sunnahku&#8221;</p>
<p>Setelah cukup puas mendengarkan Rasulullah bertutur dan memberi nasihat akhirnya Anda berkata, &#8220;Terima kasih banyak wahai baginda Rasul, engkau telah memberikan nasihat dan suri teladan yang begitu mulia hari ini padaku.&#8221; Tidak lama setelah itu Anda pun berpisah dengan menyalami dan memeluk rasul mulia itu.</p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://mustafakamal.biz/2007/11/16/hilangkan-gundah-gulana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: hilangkan gundah gulana'>hilangkan gundah gulana</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/09/20/itikaf-yuk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: I&#8217;tikaf yuk!'>I&#8217;tikaf yuk!</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/03/01/umat-islam-harus-kaya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Umat islam harus kaya'>Umat islam harus kaya</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mustafakamal.biz/2008/11/06/jika-saat-ini-rasulullah-saw-duduk-di-samping-anda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Microblogging</title>
		<link>http://univind.com/blog/2008/11/06/apa-itu-microblogging/</link>
		<comments>http://univind.com/blog/2008/11/06/apa-itu-microblogging/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 03:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<category><![CDATA[web and internet]]></category>

		<category><![CDATA[univindblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://univind.com/blog/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membahas apa itu micro blogging, Anda perlu tahu dulu apa itu blogging? Kalau sudah tahu, yowis silahkan lanjutkan bacaannya. Kalau belum tahu&#8230; silahkan baca artikel-artikel berikut terlebih dahulu:

Wikipedia - blog
Balipost - apa itu blog
Isnaini - apa itu blog

OK, asumsi saya Anda sudah mengerti apa itu blogging. Nah&#8230; sekarang saatnya menjelaskan apa itu micro blogging. [...]


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/06/apa-itu-microblogging/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Manfaat microblogging'>Manfaat microblogging</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membahas apa itu micro blogging, Anda perlu tahu dulu apa itu blogging? Kalau sudah tahu, yowis silahkan lanjutkan bacaannya. Kalau belum tahu&#8230; silahkan baca artikel-artikel berikut terlebih dahulu:</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Blog" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://id.wikipedia.org/wiki/Blog');" >Wikipedia - blog</a></li>
<li><a href="http://www.balipost.co.id/BALIPOSTCETAK/2006/12/19/ip1.htm" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.balipost.co.id/BALIPOSTCETAK/2006/12/19/ip1.htm');" >Balipost - apa itu blog</a></li>
<li><a href="http://www.isnaini.com/2003/10/24/apa-itu-blog/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.isnaini.com/2003/10/24/apa-itu-blog/');" >Isnaini - apa itu blog</a></li>
</ul>
<p>OK, asumsi saya Anda sudah mengerti apa itu blogging. Nah&#8230; sekarang saatnya menjelaskan apa itu micro blogging. Micro blogging adalah blogging tapi dalam skala micro (yaah&#8230; klo cuman gitu doank sih semua juga ngerti :p). Tapi memang hanya sperti itulah pengertiannya.</p>
<p>Jika pada blogging kita bisa menulis apapun sesuka hati kita sepanjang apapun, maka pada micro blogging jumlah karakter dalam satu postingan kita akan dibatasi. Biasanya hanya sekitar 150 karakter.</p>
<p>Lahhh&#8230; apa untungnya blogging kayak gini? mau nulis aja koq dibatasi segala&#8230; Micro blogging memang ada bukan untuk ditulis dengan berbagai macam tulisan yang panjang-panjang dari kita. Micro blogging hanya dipakai untuk men-share berbagai macam aspek kehidupan kita. Misal: apa yang sedang kita lakukan, taushiyah2 singkat, atau misalnya kita menemukan sebuah konten menarik di internet dan kita ingin mensharenya ke teman yang lain. Untuk hal-hal seperti itu, blogging memang terlalu rumit dan tidak perlu. Untuk itulah lahir micro blogging.</p>
<p>Micro blogging ini pertama kali dipopulerkan oleh <a href="http://twitter.com" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://twitter.com');" >twitter</a>. Twitter menyediakan layanan sederhana hanya untuk menuliskan apa yang sedang kita lakukan saat ini. Hanya itu&#8230; namun dengan fitur mini-nya itu twitter teryata mampu mendatangkan member yang maxi. Tak disangka ternyata banyak orang yang tertarik menggunakan layanan sederhana ini. Di Indonesia sendiri, layanan twitter tidak begitu populer. Namun, secara global, twitter sudah kadung menjadi raja dari micro blogging platform. Maklum, namanya juga pelopor.</p>
<p>Mengikuti kesuksesan twitter akhirnya banyak bermunculan layanan-layanan lain yang sejenis. Salah satu yang cukup populer adalah <a href="http://plurk.com" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://plurk.com');" >plurk</a>. Plurk memberikan layanan micro blogging dalam format timeline yang unik. Dibandingkan twitter, layanan plurk ini di Indonesia tampaknya lebih populer.</p>
<p>Di Indonesia muncul <a href="http://kronologger.com" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://kronologger.com');" >kronologger.com</a> yang dibuat oleh mister <a href="http://kukuhtw.com" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://kukuhtw.com');" >kukuhTW</a>. Di Indonesia, bisa dibilang kronologger ini lebih populer dibandingkan twitter karena disini kronologger mendapat dukungan dari beberapa komunitas dunia maya. Salah satunya adalah <a href="http://asiablogging.com" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://asiablogging.com');" >Asia Blogging Network</a>.</p>
<p>Pada tulisan selanjutnya, univind.blog akan coba mengulas apa sebenarnya manfaat dari microblogging ini? apakah hanya untuk senang-senang atau ternyata memang ada manfaatnya? Tunggu saja tanggal mainnya&#8230;</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Apa%20itu%20Microblogging&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F11%2F06%2Fapa-itu-microblogging%2F" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Apa%20itu%20Microblogging&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F11%2F06%2Fapa-itu-microblogging%2F');"><img src="http://univind.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.gif" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a></p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/11/06/apa-itu-microblogging/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Manfaat microblogging'>Manfaat microblogging</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://univind.com/blog/2008/11/06/apa-itu-microblogging/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Google kini bisa membaca dokumen hasil scan</title>
		<link>http://univind.com/blog/2008/10/31/google-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan/</link>
		<comments>http://univind.com/blog/2008/10/31/google-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 13:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<category><![CDATA[web and internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://univind.com/blog/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Kemampuan pencarian mesin mencari yang satu ini memang makin lama makin tak tertandingi. Dia bisa mengindex jutaan website dengan sangat cepat. Dia bisa mengindex dokumen PDF. Dan yang terbaru, dia juga bisa mengindex dokumen hasil scan!
Hari kamis lalu google telah mengumumkan bahwa kini mesin pencarinya itu bisa membaca dokumen hasil scan. Itu berarti mesin pencari [...]


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/31/google-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara kerja Google'>Cara kerja Google</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/31/google-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: apa jadinya kalau microsoft ngebuat google'>apa jadinya kalau microsoft ngebuat google</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/31/google-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Web sebagai cabang ilmu baru'>Web sebagai cabang ilmu baru</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemampuan pencarian mesin mencari yang satu ini memang makin lama makin tak tertandingi. Dia bisa mengindex jutaan website dengan sangat cepat. Dia bisa mengindex dokumen PDF. Dan yang terbaru, dia juga bisa mengindex dokumen hasil scan!</p>
<p>Hari kamis lalu google telah <a href="http://googleblog.blogspot.com/2008/10/picture-of-thousand-words.html" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://googleblog.blogspot.com/2008/10/picture-of-thousand-words.html');" >mengumumkan</a> bahwa kini mesin pencarinya itu bisa membaca dokumen hasil scan. Itu berarti mesin pencari google kini bisa membaca teks yang terdapat dalam suatu dokumen image. Google kini bisa beraksi dengan sistem OCR (Optical Character recognition).</p>
<p>Dengan begitu jangkauan hasil pencarian kita akan semakin akurat. Pasalany, banyak juga paper-paper ilmiah yang di-upload dalam bentuk PDF yang merupakan hasil scan dari versi cetaknya. Tanpa teknologi OCR ini, kita tidak akan pernah bisa menemukan dokumen tersebut dengan Google.</p>
<p>Ini dia beberapa contoh:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.google.com/search?q=spin+lock+performance" >Spin lock performance<br />
</a></li>
<li><a href="http://www.google.com/search?q=repairing+aluminum+wiring" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.google.com/search?q=repairing+aluminum+wiring');" >Repairing aluminum wiring</a></li>
</ul>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Google%20kini%20bisa%20membaca%20dokumen%20hasil%20scan&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F10%2F31%2Fgoogle-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan%2F" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Google%20kini%20bisa%20membaca%20dokumen%20hasil%20scan&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F10%2F31%2Fgoogle-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan%2F');"><img src="http://univind.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.gif" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a></p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/31/google-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara kerja Google'>Cara kerja Google</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/31/google-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: apa jadinya kalau microsoft ngebuat google'>apa jadinya kalau microsoft ngebuat google</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/31/google-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Web sebagai cabang ilmu baru'>Web sebagai cabang ilmu baru</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://univind.com/blog/2008/10/31/google-kini-bisa-membaca-dokumen-hasil-scan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>inspiring or be inspired</title>
		<link>http://mustafakamal.biz/2008/10/31/inspiring-or-be-inspired/</link>
		<comments>http://mustafakamal.biz/2008/10/31/inspiring-or-be-inspired/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 13:13:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[English]]></category>

		<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<category><![CDATA[be inspired]]></category>

		<category><![CDATA[better]]></category>

		<category><![CDATA[inspiration]]></category>

		<category><![CDATA[inspire]]></category>

		<category><![CDATA[inspiring]]></category>

		<category><![CDATA[life]]></category>

		<category><![CDATA[paragon]]></category>

		<category><![CDATA[personality]]></category>

		<category><![CDATA[prioritize]]></category>

		<category><![CDATA[vescerotoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mustafakamal.biz/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Inspiring or be inspired, which one is better?? lately, that question is floating up on my mind. I&#8217;ve asked it to some of my best friend. I&#8217;ve also put this question on my plurk? many has answered this question. But none of their rejoinder give me contentedness.
Maybe they has answered it in the exact way. [...]


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/10/09/20-facts-about-me/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 20 Facts about me'>20 Facts about me</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inspiring or be inspired, which one is better?? lately, that question is floating up on my mind. I&#8217;ve asked it to some of my best friend. I&#8217;ve also put this question on my <a href="http://plurk.com/redeemByURL?from_uid=3134666&amp;check=622530405&amp;s=1" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://plurk.com/redeemByURL?from_uid=3134666&amp;check=622530405&amp;s=1');" target="_blank">plurk</a>? many has answered this question. But none of their rejoinder give me contentedness.</p>
<p>Maybe they has answered it in the exact way. But I don&#8217;t know why I still unsatisfied with the answer. Some of them answer that inspiring is better. The reason is because the hand on the top is better than the hand on the bottom. Some others response my plurk with an opinion that be inspired is better. Why? because when we want to give a lot of inspiration to others, we must first being easily inspired. Hmmm&#8230; I&#8217;m a little bit confused with this response. And the others reply that there is nothing better between those 2 characteristics. Those two demeanor should be acted impartially.</p>
<p>Those are three summaries of their answer to my dangling question. Is it like an egg and chicken case? No, I thought it&#8217;s not. This is a more complex behavioral systematic multi plurality problem (halah&#8230; it&#8217;s being hap hazarding on my head :p). Well, the point is, it&#8217;s not like the classic egg and chicken case. So don&#8217;t try to answer it that way OK <img src='http://mustafakamal.biz/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Back to the topic, so which one is better? I try to answer it by analyzing myself. I&#8217;m a little bit confused with my own condition right now. Recently I feel like I&#8217;m running out of inspiration till I couldn&#8217;t give more inspiration for others. I know it&#8217;s because I am going to be uppish with my recent condition. Whereas, I realize I&#8217;m not that good. I know there are still so many people greater than me on their own aspect.</p>
<p>When firstly enter the campus life. I pervade inspiration from anyone, even though the person whom l was being inspired by never feel that they are inspiring. I pull inspiration even from a bad behavior person. That because on that state I feel that I am not a great person on all aspect. I thought that I had to learn everything from anyone to be a great person. I absorb all knowledge from other people, that makes me learn so much things and that swiftly increase my quality of viscerotoni. And now, I think I&#8217;m getting uppish to say that I am a pretty good person. This paradigm makes me hard to pervade more inspiration from others. Now I realize that this is the problem. On that score, I am getting so hard to get inspiration from others nowadays.</p>
<p>So&#8230; my conclusion is: be inspired is better! Never get yourself uppish, always consider that you&#8217;re still a man with abundant inadequacy. With that paradigm, it will be very easy for you to absorb inspiration from the environment. It will make you an always-better-person from day to day. And someday, there will comes the day, when you are insensibly gives a lot of inspiration to others. So, you don&#8217;t need to force yourself to spread inspiration. It will easing out automatically from your great personality. Similar to the paragon from Rasulullah.</p>
<p>That&#8217;s it. I Hope it could be inspiration for you&#8230;<br />
and the more important one&#8230; I could also easily get inspiration from whatever your comment is&#8230; <img src='http://mustafakamal.biz/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/10/09/20-facts-about-me/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 20 Facts about me'>20 Facts about me</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mustafakamal.biz/2008/10/31/inspiring-or-be-inspired/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wahai Mahasiswa, Berbisnislah!</title>
		<link>http://mustafakamal.biz/2008/10/28/wahai-mahasiswa-berbisnislah/</link>
		<comments>http://mustafakamal.biz/2008/10/28/wahai-mahasiswa-berbisnislah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 09:47:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Business]]></category>

		<category><![CDATA[Economy]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<category><![CDATA[Life in Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Motivation]]></category>

		<category><![CDATA[enterpreneurship]]></category>

		<category><![CDATA[active income]]></category>

		<category><![CDATA[aktivis]]></category>

		<category><![CDATA[berbisnis]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[income]]></category>

		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<category><![CDATA[kampus]]></category>

		<category><![CDATA[kuliah]]></category>

		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<category><![CDATA[mandiri]]></category>

		<category><![CDATA[mengajar]]></category>

		<category><![CDATA[passive income]]></category>

		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>

		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mustafakamal.biz/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel yang sangat inspiratif dari mas romi disini. Mas romi mengawali tulisannya itu dengan tiga kalimat yang menurut saya sangat keren dan provokatif. Dan saya tertarik untuk mengupas kalimat yang kedua:
Mahasiswa pemalas yang tidak bebas dari penyakit finansial, absurd ketika berteriak bebaskan rakyat dari kemiskinan!
Saya sepenuhnya sepakat! Saya sebagai [...]


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/06/23/masa-depan-perusahaan-mahasiswa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masa depan perusahaan mahasiswa'>Masa depan perusahaan mahasiswa</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/02/19/menjadi-mahasiswa-berprestasi-atau-menjadi-mahasiwa-yang-berprestasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menjadi &#8220;Mahasiswa Berprestasi&#8221; atau Menjadi Mahasiwa yang Berprestasi'>Menjadi &#8220;Mahasiswa Berprestasi&#8221; atau Menjadi Mahasiwa yang Berprestasi</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/05/03/arah-pergerakan-mahasiswa-masa-depan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Arah pergerakan mahasiswa masa depan'>Arah pergerakan mahasiswa masa depan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel yang sangat inspiratif dari <a href="http://romisatriawahono.net/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://romisatriawahono.net/');" target="_blank">mas romi</a> <a href="http://romisatriawahono.net/2008/10/20/arah-pergerakan-mahasiswa-di-era-dunia-datar/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://romisatriawahono.net/2008/10/20/arah-pergerakan-mahasiswa-di-era-dunia-datar/');" target="_blank">disini</a>. Mas romi mengawali tulisannya itu dengan tiga kalimat yang menurut saya sangat keren dan provokatif. Dan saya tertarik untuk mengupas kalimat yang kedua:</p>
<p><em>Mahasiswa pemalas yang tidak bebas dari penyakit finansial, absurd ketika berteriak bebaskan rakyat dari kemiskinan!</em></p>
<p>Saya sepenuhnya sepakat! Saya sebagai mahasiswa banyak juga melihat para mahasiswa &#8220;pen-teriak&#8221; itu justru dalam kesehariannya tampak tidak lebih menyedihkan daripada rakyat itu sendiri (dalam hal kepribadian). Kalau seorang mahasiswa benar-benar ingin menjadi aktivis pejuang, maka dia harus selesai dengan dirinya sendiri, terutama dalam urusan finansial.</p>
<p>Selain itu, sebagai mahasiswa kita memang sudah seharusnya mandiri dari orang tua. Pada saat mahasiswa inilah saat yang paling tepat bagi kita untuk belajar mandiri. Jangan sampai kita pontang-panting nanti setelah lulus berusaha mencari kerja untuk penghidupan sehari-hari. Jangan sampai setelah lulus nanti kita masih bergantung pada ortu kita.</p>
<p>Ada banyak hal yang bisa dikerjakan oleh kita para mahasiswa untuk mulai belajar hidup mandiri dan mendapatkan penghasilan. Banyak yang mengandalkan beasiswa untuk menyokong baik kuliah maupun kehidupan sehari-harinya. Namun, menurut saya, kita sebagai insan cendekia harusnya bisa lebih kreatif untuk mencari dana sendiri daripada bergantung sepenuhnya pada beasiswa. Biarlah beasiswa itu mengalir pada orang-orang seperti lintang, ikal, mahar dkk <img src='http://mustafakamal.biz/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Manusia-manusia cerdas yang belum menemukan akses pada beasiswa pendidikan yang baik. Sementara kita yang berada di kampus, sudah bisa memanfaatkan banyak potensi di kampus kita untuk menjalankan bisnis.</p>
<p>Cara lain yang juga mudah adalah mengajar. Pada semester pertama dulu, saya juga pernah beberapa kali mengajar privat. Saya mendaftar di banyak sekali lembaga privat, saya juga menyatakan pada teman-teman saya bahwa saya ingin mengajar privat. Alhamdulillah, beberapa tawaran mengajar menghampiri saya. Baik itu dari lembaga maupun dari teman-teman saya langsung.</p>
<p>Namun, mengajar bukanlah solusi final. Saya tetap menyerukan kepada seluruh mahasiswa untuk berbisnis, menjalankan usaha. Berbisnis itu berbeda dengan mengajar. Mengajar itu sifatnya active income, sementara ketika berbisnis kita membangun passive income. Kalau kita hanya menggantungkan penghasilan kita dari hasil mengajar maka perlahan-lahan pasti kita akan sulit mengatur waktu. Semakin banyak kita butuh uang, semakin banyak waktu yang harus kita korbankan untuk mengajar. Kalau sudah terlalu sibuk mengajar, akan sulit mengatur waktu supaya kuliah tetap lancar, apalagi untuk menjadi aktivis yang sibuk disana-sini, ikut bermacam-macam organisasi, mengelola berbagai kepanitiaan, mengisi pengajian disana-sini, ikut demonstrasi dsb dsb dsb&#8230;</p>
<p>Ada seorang sahabat saya yang awalnya menggantungkan sepenuhnya biaya kuliah dan biaya hidupnya dengan mengajar. Dia punya murid sampai 7+ orang. Setiap hari selalu ada murid yang dia sambangi. Waktunya habis untuk mengajar privat. Akhirnya, dia jadi tidak bisa tawazun alias tidak bisa seimbang dalam mengelola kehidupannya. Kuliahnya perlahan terbengkalai, organisasi terpaksa dia tinggalkan. Kalau sudah begitu, dia tidak akan bisa menikmati masa mahasiswanya. Untuk itulah saya menyerukan kepada seluruh mahasiswa, BERBISNISLAH!</p>
<p>Berikut ini 6 alasan kenapa mahasiswa harus berbisnis:</p>
<ol>
<li>Kalau berbisnis kan enak bisa dapat uang (yee&#8230; standar banget, ini mah semua orang juga tahu :p).</li>
<li>Mahasiswa itu harusnya jadi solusi buat bangsa, bukan malah menyusahkan negeri ini ketika lulus karena jadi beban tenaga kerja yang harus diberdayakan.</li>
<li>Posisi kita sebagai mahasiswa membuka sejuta peluang untuk berbisnis. Kalau tidak dimanfaatkan, mubadzir. Peluang itu bisa berupa apapun: lingkungan kampus yang kondusif, jaringan yang terbuka luas, ilmu yang memadai dsb.</li>
<li>Masa sebagai mahasiswa adalah masa paling tepat untuk belajar mandiri dari orang tua.</li>
<li>Sejak mahasiswa, usahakan bentuk sistem  bisnis yang bisa kita jalankan ketika lulus nanti yang sudah bisa mengalirkan uang untuk kita. Jadi kita tak perlu lagi susah payah melamar kerja kesana kemari</li>
<li>Biasanya, pengeluaran kita sebagai mahasiswa sudah lumayan besar, misal: untuk fotokopi materi kuliah, fotokopi buku, peralatan kos2an dkk. Terlebih lagi untuk dana yang harus kita dapatkan untuk skripsi. Untuk beberapa jurusan, biaya pembuatan skripsi itu bisa sangat mahal. Kalau kita sudah berbisnis dan pounya sumber pemasukan sendiri, maka kita tidak akan terlalu dipusingkan oleh semu8a pengeluaran tersebut.</li>
</ol>
<p>Jadi&#8230; Mari berbisnis! Gimana caranya?<br />
Baca ini: <a href="http://mustafakamal.biz/2007/12/03/tips-membangun-perusahaan/"  target="_self">tips membangun perusahaan</a></p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/06/23/masa-depan-perusahaan-mahasiswa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masa depan perusahaan mahasiswa'>Masa depan perusahaan mahasiswa</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/02/19/menjadi-mahasiswa-berprestasi-atau-menjadi-mahasiwa-yang-berprestasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menjadi &#8220;Mahasiswa Berprestasi&#8221; atau Menjadi Mahasiwa yang Berprestasi'>Menjadi &#8220;Mahasiswa Berprestasi&#8221; atau Menjadi Mahasiwa yang Berprestasi</a></li><li><a href='http://mustafakamal.biz/2008/05/03/arah-pergerakan-mahasiswa-masa-depan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Arah pergerakan mahasiswa masa depan'>Arah pergerakan mahasiswa masa depan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mustafakamal.biz/2008/10/28/wahai-mahasiswa-berbisnislah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memilih Web Hosting Profesional</title>
		<link>http://univind.com/blog/2008/10/28/tips-memilih-web-hosting-profesional/</link>
		<comments>http://univind.com/blog/2008/10/28/tips-memilih-web-hosting-profesional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 08:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>

		<category><![CDATA[web and internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://univind.com/blog/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai dengan postingan univind.blog yang ini: blog.univind.com - rahasia besar bisnis web hosting di Indonesia, disitu saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan, maka inilah dia tulisan lanjutannya. Sebuah tips untuk menetukan mana usaha web hosting yang profesional dan mana yang non profesional.
Sebelumnya saya ingin tekankan dulu, bahwa baik yang profesional maupun tidak profesional itu punya [...]


Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/28/tips-memilih-web-hosting-profesional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia'>Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/28/tips-memilih-web-hosting-profesional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia'>Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/28/tips-memilih-web-hosting-profesional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips membangun perusahaan'>Tips membangun perusahaan</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuai dengan postingan univind.blog yang ini: <a href="http://univind.com/blog/2008/10/22/rahasia-besar-bisnis-web-hosting-di-indonesia/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://univind.com/blog/2008/10/22/rahasia-besar-bisnis-web-hosting-di-indonesia/');" >blog.univind.com - rahasia besar bisnis web hosting di Indonesia</a>, disitu saya menjanjikan akan membuat tulisan lanjutan, maka inilah dia tulisan lanjutannya. Sebuah tips untuk menetukan mana usaha web hosting yang profesional dan mana yang non profesional.</p>
<p>Sebelumnya saya ingin tekankan dulu, bahwa baik yang profesional maupun tidak profesional itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dan kekurangannya sudah sempat saya ulas di postingan yang sebelumnya. Makanya dibaca ya&#8230; <img src='http://univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Jadi, postingan kali ini hanya untuk memberi tips buat Anda yang ingin menggunakan jasa web hosting profesional supaya tidak tertipu dan malah menggunakan web hosting yang biasa-biasa saja.</p>
<p>Sebenarnya agak sulit untuk membedakan mana web hosting yang profesional dan mana yang bukan. Tips-tips yang ada dibawah ini tidak sepenuhnya akurat. Namun, bisa jadi pedoman untuk menebak mana web hosting yang profesional dan mana yang bukan.</p>
<p>Ini dia tipsnya&#8230;</p>
<p><span id="more-46"></span></p>
<ol>
<li>Biasanya web hosting yang tidak profesional itu menggunakan CMS untuk websitenya. Itu karena mereka tidak punya waktu untuk membuat web sendiri. Mereka harus dengan segera memutar uang mereka. CMS memungkinkan mereka agar tidak dipusingkan dengan urusan teknis web mereka sendiri. Mereka cukup menginstal CMS yang mereka inginkan (joomla, wordpress, modx dkk). Dalam waktu 10 menit saja, website bisa selesai dan mereka bisa segera memasarkan usaha mereka. Bagaimana cara mendeteksi website yang menggunakan CMS? wah&#8230; kalau yang satu ini butuh keahlian dan pengalaman tersendiri. Kalau Anda sudah sering mencoba berbagai macam CMS, Anda pasti bisa membedakan mana website yang menggunakan CMS dan mana yang dibuat sendiri. Mungkin kapan-kapan univind.blog akan membuat tulisan tersendiri tentang ini.</li>
<li>Web hosting profesional biasanya punya jumlah customer service channel yang banyak. Customer servicenya bisa dihubungi lewat email, ticket form di sistem hostingannya, chat messenger, sms, telpon dll. Untuk channel chat messenger, biasanya channelnya juga banyak. Paling tidak lebih dari lima. Semakin banyak channel customer servicenya, semakin terlihat profesionalitas mereka dalam mengelola usahanya.</li>
<li>Ada pepatah bilang &#8220;kesan pertama begitu menggoda&#8221;. Pepatah ini lumayan berlaku juga dalam dunia web. Kesan pertama dari suatu web itu adalah tampilan websitenya. Kesan berikutnya baru: konten, layanan dsb. Nah&#8230; pengusaha web hosting profesional biasanya berupaya sedemikian rupa supaya bisa memberikan kesan pertama yang menggoda. Berbeda dengan web hosting non-profesional yang biasanya websitenya asal jadi, mereka hanya buru-buru memilih-milih template siap pakai yang banyak berserakan di internet.</li>
<li>Ada beberapa web hosting profesional yang punya sistem manajemen hosting buatan sendiri. Nah&#8230; yang satu ini sangat sulit ditiru oleh web hosting non-profesional. Mereka biasanya hanya menggunakan yang siap pakai seperti cPanel. Membuat sistem manajemen hosting tersendiri itu terbilang sangat rumit dan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Kalau Anda menemukan web hosting dengan sistemnya sendiri, bisa dipastikan itu pasti web hosting profesional. Di Indonesia, setahu saya baru satu web hosting yang membuat sistem manajemen hostingnya snediri, yaitu masterwebnet (ups&#8230; akhirnya nyebut merek juga :p) dengan sPanel-nya.</li>
<li>Keberadaan Knowledge Base untuk customer merupakan sebuah cara untuk menunjukkan keseriusan sebuah usaha web hosting dalam mengelola bisnisnya. Walaupun kebanyakan customer lebih suka bertanya langsung melalaui chatting, namun keberadaan knowledge base ini bisa menjadi indikator akan keseriusan sebuah usaha web hosting.</li>
<li>Coba perhatikan gaya chattingnya. Customer service dari web hosting profesional biasanya menggunakan bahasa yang diusahakan baik dan benar (bukan berarti EYD mutlak loh ya&#8230;). Mereka chatting mirip robot. Sementara itu, customer service dari web hosting yang non profesional biasanya kalau diajak chatting akan memakai bahasa yang nyantai seperti: &#8220;sori boz&#8230;&#8221;, &#8220;wah&#8230; kagak bisa tuh mas :p&#8221;, &#8220;sip lah ;)&#8221;. Mereka chatting secara lebih manusiawi <img src='http://univind.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</li>
</ol>
<p>Sekian saja tipsnya, semoga bermanfaat.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Tips%20Memilih%20Web%20Hosting%20Profesional&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F10%2F28%2Ftips-memilih-web-hosting-profesional%2F" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('la/http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Univind.blog&amp;siteurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F&amp;linkname=Tips%20Memilih%20Web%20Hosting%20Profesional&amp;linkurl=http%3A%2F%2Funivind.com%2Fblog%2F2008%2F10%2F28%2Ftips-memilih-web-hosting-profesional%2F');"><img src="http://univind.com/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.gif" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a></p>


<p>Possibly Related posts:<ol><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/28/tips-memilih-web-hosting-profesional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia'>Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/28/tips-memilih-web-hosting-profesional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia'>Rahasia Besar Bisnis Web Hosting Di Indonesia</a></li><li><a href='http://univind.com/blog/2008/10/28/tips-memilih-web-hosting-profesional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips membangun perusahaan'>Tips membangun perusahaan</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://univind.com/blog/2008/10/28/tips-memilih-web-hosting-profesional/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
