IT, Entrepreneurship, Web, Internet, Motivation, Inspiration
Archive for the 'taushiyah' Category
Feb 07 2010

Redefinisi Arti Sukses

“Andaikan dimasa depan nanti kamu jadi orang kaya, punya banyak uang, punya gedung bertingkat, punya segala-galanya. Apakah itu berarti kamu sudah sukses? BELUM TENTU! Kita hanya bisa tahu apakah kita sukses atau tidak di akhirat nanti, bukan di dunia.”

Beberapa minggu lalu saya terhenyak oleh pernyataan tersebut. Sebuah pernyataan yang disampaikan oleh mentor saya. Sebuah pernyataan yang mengingatkan kembali diri saya akan orientasi awal saya dalam berbisnis, yaitu untuk menebar manfaat yang seluas-luasnya ke seluruh penduduk bumi. Bisa dibilang beberapa waktu belakangan ini orientasi saya agak mengabur. Mulai terkikis oleh realitas-realitas dalam dunia usaha. Alhamdulillah saya diingatkan kembali dengan pernyataan tersebut. Makanya saya sangat bersyukur punya peer group yang selalu bisa mengingatkan saya agar tidak silau oleh kerlap-kerlip dunia.

Banyak sekali kita lihat pengusaha-pengusaha yang rela bermain kotor demi mendapatkan sekedar semilyar dua milyar (kayak dikit aje semilyar 2 milyar :p ). Coba saja lihat Anggodo brothers, dia rela mengeluarkan uang sekian banyak untuk menyuap pejabat demi kelancaran bisnisnya. Hal ini merupakan salah satu penyebab masih banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak begitu mengapresiasi profesi sebagai pengusaha. Para pengusaha dipandang sebagai golongan masyarakat elit yang culas. Golongan masyarakat yang bisa berada di puncak atas karena menghisap orang-orang di sekitarnya. Pengusaha-pengusaha seperti itu bisa lahir karena arti sukses dalam benaknya hanyalah uang dan harta dan juga uang serta harta. Tak ubahnya seperti karakter Mister Crab dalam kartun SpongeBob Squarepants yang rela melakukan apa saja demi uang. Terkait hal ini, Ibnu Hajar Rahimahullah pernah berkata:

“Budak dinar adalah orang yang mencarinya dengan semangat tinggi. (Bila mendapatkannya), dia menjaganya seolah-olah dia menjadi khadim, pembantu, dan budak.”

Pengusaha dengan tipikal “Budak Dinar” seperti yang disebutkan diatas tadi mungkin saja bisa mendapatkan semua keinginannya di dunia. Dia bisa saja “sukses” di dunia, tapi di akhirat dia pasti jadi orang yang paling melarat. Di dunia mungkin dia jadi orang paling banyak mendapat untung, tapi di akhirat dia adalah orang yang paling merugi.

Untuk itu, buat teman-teman pengusaha semua, marilah kita luruskan niat kita dalam berbisnis. Jangan jadikan uang, harta dan kekayaan sebagai orientasi utamanya. Menjadikan hal itu sebagai orientasi utama tak akan pernah bisa membuat kita benar-benar hidup bahagia dunia akhirat. Kita akan terus terobsesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Lalu seandainya harta tersebut sudah tertumpuk di tangan kita, so what? mau apa lagi? Jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama kita. Jadikanlah keridhoan Allah sebagai alasan kenapa kita memilih menjadi pengusaha. Menumpukan orientasi bisnis kita pada akhirat bisa dijamin akan membuat kita menjadi pengusaha yang sangat-sangat tangguh dan pantang menyerah.

So, mari kita redefinisi arti sukses. Sukses sebenarnya bukanlah di dunia melainkan di akhirat kelak!

Mari kita kejar akhirat, dan biarkan dunia mengejar-ngejar kita :)

Jun 11 2008

Impian saja tidak cukup, butuh kedisiplinan

Arah tujuanSaya ini termasuk orang yang punya impian yang sangat besar. Impian untuk benar-benar membawa perubahan pada seluruh dunia. Impian untuk menggapai prestasi-prestasi internasional. Impian untuk memberikan kebermanfaatan yang luas buat seluruh penduduk bumi. Saya sudah membuat lifeplan saya tahun demi tahun. Saya sudah detailkan setiap targetan-targetan saya. Saya tentukan setiap akhir tahun sebagai masa evaluasi tahunan. Pada proses evaluasi tahunan tersebut saya selalu mendapati bahwa banyak sekali (sekitar 70-80%) target hidup saya yang tidak tercapai. Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah ketidakdisiplinan.

Saya sering berapologi dengan kegagalan mencapai target tersebut dengan mengatakan dalam hati “gagal itu biasa, saya akan coba lagi dan lagi sampai berhasil…”. Tapi sayangnya sikap pantang menyerah tersebut masih belum saya iringi dengan sikap disiplin diri. Sehingga kegagalan tersebut datang lagi dan lagi. Alhamdulillah semua kegagalan yang datang silih berganti itu tidak dapat menjatuhkan saya. Saya tidak mudah menyerah. Ketika gagal, saya akan terus mencoba sampai berhasil. Saya kan terus berupaya menanamkan kedisiplinan dalam diri saya.

Tulisan ini bisa dibilang merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul: Milikilah peta hidup. Pada tulisan tersebut, saya menerangkan bahwa untuk hidup sukses, kita harus punya impian. Kita harus punya sebuah tujuan besar. Apa yang ingin kita raih dalam hidup ini. Kita juga harus membuat gambaran yang detail langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan besar kita.

Tapi semua rencana hidup terperinci itu belum cukup. Saya cukup tertegun dengan status YM-nya mas romi belakangan ini: Perdjoeangan adalah pelaksanaan kata-kata. Rencana yang kita lakukan itu masih belum bisa merubah apa-apa jika tidak kita laksanakan, jika tidak kita amalkan secara nyata. Dan pengamalan tersebut (istilahnya mas romi perdjoeangan) butuh kedisiplinan.

Lalu bagaimana caranya menumbuhkan kedisiplinan dalam diri kita? jujur saya sendiri juga belum tahu. Saat ini saya juga sedang mencari-cari cara supaya saya bisa melatih kedisiplinan dalam diri saya. Saya lagi banyak baca-baca artikel or buku yang membahas kayak begituan. Salah satu cara yang sedang saya coba adalah tipsnya mas romi di postingan blognya yang berjudul 3 kiat jitu mengatur waktu. Inti tulisan itu adalah menyarankan kita untuk KURANGI TIDUR. Saya sebenarnya sudah lama sepakat. Saya juga sudah lama sadar, bahwa kalau saya mau benar-benar berkembang terus sampai sukses. Saya harus kurangi jatah tidur saya. Saya sudah lama mencoba membiasakan untuk bangun dan memulai aktivitas pada 2/3 malam terakhir. Tapi memang saya akui, sampai saat ini saya belum mampu benar-benar konsisten dengan tekad saya untuk bangun pagi. Tapi saya akan coba terus.

Intinya, kalo kita mau hidup kita bermakna. Klo kita mau sukses dalam hidup kita harus punya impian yang besar. Kita harus buat targetan-targetan jangka pendek. Dan kita harus jalankan rencana hidup kita itu secara disiplin. Jangan pernah berhenti menyerah. Terus latih diri kita supaya bisa disiplin dan memanfaatkan waktu yg kita miliki ini seoptimal mungkin.

Jun 04 2008

AKKBB, Kalian sesat. FPI, kalian telah salah bertindak

Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari minggu tanggal 1 Juni 2008 lalu, terjadi sebuah tragedi yang bagi saya sangat mencoreng wajah islam. FPI dengan beringasnya memukuli para demonstran AKKBB di monas. Mengenai kronologis detailnya sendiri saya kurang tahu. Yang saya tahu adalah pada hari minggu kemarin AKKBB sedang melakukan aksi menuntut bubarkan ormas-ormas yang menuntut Ahmadiyah. Dan kebetulan pada saat itu FPI juga sedang menjalankan suatu aksi. Kemudian dua massa aksi tersebut saling berpapasan. Lalu beberapa orang dari massa AKKBB mencemooh massa aksi FPI dengan ejekan “jamaah sesat!”, “Islam sesat” dsb. Akhirnya pihak-pihak FPI yang terkenal garang itu terbawa emosi dan langsung menhantam massa aksi AKKBB dengan beringas.

(more…)

Jun 02 2008

Jangan lari dari masalah

Masalah adalah sesuatu yang akan selalu menemani hidup kita. Kita tidak akan pernah lepas dari masalah. Hidup itu isinya memang sekumpulan masalah demi masalah yang datang silih berganti. Walaupun diluar itu, ada saja kesenangan-kesenganan yang sedikit menghiasi. namun sebagian besar hidup seorang manusi itu berisi masalah. Dan sebagai insan manusi, kita tidak akan pernah bisa lepas dari rangkaian masalah. tak peduli sekencang apapun kita berlari. tak peduli sehebat apapun kita bersembunyi. Kita akan tetap menemukan masalah.

Oleh karena itu, kalau kita ingin menikmati hidup yang kita miliki saat ini maka kita harus bisa menikmati semua masalah tersebut. Kita tidak boleh memandang masalah tersebut sebagai sebuah beban yang mencekam hidup kita. Yang membuat hidup kita menjadi begitu suram. Kita harus menganggap maslah tersebut sebagai tantangan. Kita harus melihat masalah tersebut sebagai sesuatu yang dapat lebih mewarnai hidup kita. Kita harus berpikir positif bahwa masalah yang kita hadapi itu akan menjadi faktor peningkat potensi kita jika kita mampu bertahan dan menyelesaikan semua masalah tersebut.

Banyak orang yang selalu ingin lari dari masalah. Padahal ketika dia berlari ke sudut yang lain, dia akan menemukan masalah yang lain. Bahkan seringkali masalah yang kita tinggalkan itu juga ikut mengejar kita. Akhirnya semua masalah-masalah tersebut menumpuk semakin banyak dan semakin tak terkendali.

Ketika kita melihat ada yang salah dari kondisi sekitar kita. Kita juga seharusnya punya tanggung jawab untuk memperbaiki kondisi tersebut. Bukan justru malah lari meninggalkan kondisi yang salah tersebut untuk mencari tempat yang lebih nyaman untuk kita. Kalau seperti itu terus, dunia ini akan dipenuhi dengan berbagai macam keburukan. Karena keburukan akan terus merambah dan merajalela. Dan kebaikan akan semakin terpinggirkan. Contoh konkrit dari hal ini adalah adanya sebagian umat islam yang sama sekali tak mau berkecimpung dalam dunia politik karena menganggap dunia politik itu kini sudah sangat kotor sehingga akan membuat kita yang berkecimpung didalamnya ikut menjadi kotor. Oleh karena itu mereka berusaha menjauh sejauh mungkin dari dunia tersebut. Akhirnya dunia perpolitikan kini benar-benar hanya diisi oleh orang-orang kotor.

Oleh karena itu, kita tidak boleh lari dari masalah. Hadapilah semua masalah tersebut dan jadikan itu sebagai modal kedepan supaya potensi diri kita semakin berkembang. Bahkan kalau perlu ceburkanlah diri kita dalam berbagai macam masalah. Hadapi dan tuntaskan semua masalah tersebut. Dengan begitu potensi diri kita akan terus terasah. Kita akan menjadi pribadi yang kokoh dan tahan banting.

May 27 2008

SMS ramalan: Musyrik!

“Dengan nama dan no HP Anda saya bisa meramal bagaimana masa depan Anda nantinya” (SMS Dedi Korbujer)
“Tuntunan saya akan membawa hidup Anda menjadi lebih sukses… percayalah… bla bla bla” (SMS Ki Joko Bodo… amat)
“Saya akan melihat bagaimana masa depan Anda dan memberitahukan Anda apa yang seharusnya saya lakukan… bli bli bli” (SMS Mama Loreng)
“Saya akan memberikan informasi apa adanya, banyak peramal yang tidak suka dengan saya… ble ble ble” (SMS ‘pahlawan bertopeng’)

Astaghfirullah… Sekarang ini saya sudah jarang sekali nonton TV, sekalinya saya nonton, saya terhenyak. Banyak sekali iklan-iklan seperti itu bertebaran di televisi. Saya heran, kenapa iklan-iklan seperti itu bisa banyak bertebaran di televisi kita. Terang-terangan dan blak-blakan membawa kemusyrikan. Apakah itu berarti bahwa layanan SMS-SMS musyrik seperti itu memang digemari masyarakat? Apakah layanan SMS pembodohan itu memang merupakan usaha yang laris manis?

Kalau memang seperti itu, berarti memang masyarakat kita kini sudah mengalami pembodohan yang luar biasa. Kerusakan di masyarakat Indonesia kita ini sekarang bukan cuma berada pada tataran moral tapi juga aqidah. Kalau kondisinya seperti ini terus, maka Indonesia bisa kembali menjadi negeri jahiliyah yang gak akan pernah bisa maju menyaingi negara-negara lain yang sudah lama meninggalkan bentuk-bentuk tahayul seperti itu.

Pantas saja, di negeri ini isu-isu murahan begitu mudah tersebar lewat SMS. Tentang axis gereja setan lah… SMS santet lah… radiasi merah lah… dsb. Hal itu bisa terjadi karena memang aqidah yang dipegang oleh masyarakat sangat rapuh. Jadi gampang sekali percaya dengan isu-isu tersebut. sekalinya dapat SMS seperti itu, langsung saja dia menyebarkan SMS itu ke teman-temannya yang lain. Akhirnya… jadilah dia termasuk dalam jajaran orang-orang yang menyebarluaskan teror berupa isu murahan tersebut.

Seharusnya pemerintah dalam hal ini selaku regulator bisa membendung usaha-usaha pembodohan seperti itu. Pemerintah  kan punya tanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa. Jadi, pemerintah punya kewajiban untuk memberantas bentuk-bentuk pembodohan seperti itu.

Selain menuntut pemerintah yang sekarang juga sudah pusing tujuh keliling dengan berbagai macam urusan lainnya. Kita, insan-insan cendekia alias orang-orang terpelajar di Indonesia harus ikut berpartisipasi membendung arus pembodohan tersebut di level akar rumput. Kita langsung cegah masyarakat supaya jangan mengakses layanan-layanan seperti itu. Kita himbau masyarakat secara langsung supaya jangan percaya dengan SMS-SMS kayak begitu. Dan yang lebih penting lagi, kita harus ikut turun membina aqidah dan akhlak masyarakat supaya bisa menjauh dari aroma-aroma tahayul seperti itu. Upaya ini tentunya butuh waktu yang lama. Sampai masyarakat Indonesia nantinya bisa benar-benar jadi bangsa yang cerdas dan maju.

May 10 2008

berjuang diselimuti keterbatasan

sekali-kali mau posting puisi ah… tentang jangan pernah berhenti berjuang walaupun dipenuhi dengan kerterbatasan. puisinya rada ngasal sih, cuma mo nulisin pengalaman pribadi dengan gaya yang puitis :mrgreen:

hidup ini
adalah sesuatu yang indah
jika disertai dengan sebuah perjuangan
perjuangan membangun hidup
yang diiringi dengan derap tekad kebaikan

perjuangan ini
adalah sesuatu yang manis
yang akan selamanya kunikmati
tak peduli betapapun beratnya langkah ini
tak peduli bertumpuknya keterbatasan dalam diriku

keterbatasan ini
tidak akan menghentikan langkahku sedikitpun
keterbatasan ini
cuma membuat nilai perjuanganku
menjadi semakin indah
cuma membuat perjuanganku semakin bernilai

dengan keterbatasan ini
setiap sendi tubuhku akan bergerak lebih cerdik
berusaha mencari celah untuk menerobos dinding keterbatasan ini
keterbatasan ini cuma akan membuatku semakin gencar berlari

setiap upaya lebih keras yang kulakukan untuk melanjutkan langkahku akan dinilai lebih tinggi oleh-Nya
penilaian ini akan membuatku semakin semangat
yang pada akhirnya membuat derap langkahku menjadi lebih kencang
yang pada akhirnya membuat arus perjuanganku terus menerus menjadi lebih deras tak terbendung

aku… tak akan pernah sedikitpun berhenti bergerak
membawa dunia menjadi lebih baik
apapun yang terjadi
insya Allah
aku akan tetap selamanya berada dalam jalan perjuangan ini]]

~semoga menginspirasi

Apr 21 2008

menyikapi kegagalan

Belum lama ini saya mengikuti lomba KKTM (Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa). Sejak lama saya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tersebut. Sejak jauh hari saya juga sudah mulai mengumpulkan data, menganalisa dan membuat tulisannya. Saya benar-benar telah berusaha maksimal dalam mengikuti lomba ini. Tapi ketika diberi undangan untuk mempresentasikan karya tulis saya, saya agak terkejut karena saya diundang untuk mengikuti presentasi KKTM bidang pendidikan. Padahal saya hendak mengikuti KKTM IPS. Rupanya ketika saya mengecek bagian halaman cover karya tulis saya, disana terdapat sebuah kesalahan kecil yang fatal. Hanya satu kesalahan kata disana, seharusnya di bagian cover tersebut saya menulis “Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPS” tapi saya justru menulis “Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa Bidang Pendidikan”. Alhasil, karya tulis saya salah alamat. karya tulis yang saya buat itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pendidikan. Peluang saya untuk menang dalam kompetisi tersebut tiba-tiba menjadi sangat kecil. Hanya satu kata dari ribuan kata yang terhimpun dalam karya tulis tersebut, namun efeknya begitu besar menghantarkan kegagalan untuk saya.

Seperti biasa, saya tidak akan curhat disini. Saya justru ingin memberikan nasihat buat diri saya sendiri dan juga buat Anda semua yang membaca tulisan saya. Nasihat ini adalah mengenai bagaimana kita menyikpai kegagalan tersebut. Banyak orang yang ketika mengalami kegagalan maka dia langsung jatuh depresi. Hidupnya seolah penuh tekanan. Banyak yang tidak bisa bangkit lagi setelah jatuh.
Sikap tersebut merupakan sikap yang salah. Orang-orang seperti itu biasanya adalah orang yang
tidak mampu melihat sisi terang dari sebuah keburukan. Pikiran negatifnya sudah menutupinya dari celah terang yang masih sangat mungkin dilalui.

Bagaimana kita menyikapi kegagalan? pertama, tentunya beristighfar. Perasaan sedih yang muncul dalam diri kita itu adalah sikap yang wajar. Tapi yang penting jangan sampai kesedihan ini terus berlarut-larut. Kesedihan yang berlarut-larut itu cuma akan membunuh kita secara perlahan. Oleh karena itu kita mesti banyak-banyak beristighfar. Mengingat Allah. Kita mesti percaya bahwa pasti ada suatu hikah dibalik kegagalan ini.

Kedua, cari hikmahnya. Seburuk apapun suatu kondisi itu pasti ada hikmah positif dibaliknya. Sebenarnya segala sesuatu di dunia itu positif dan pasti punya kebaikan buat kita. Semuanya tergantung bagaimana kita memandang setiap kondisi tersebut. Kalau kita berpikir positif maka otak kita akan terdorong untuk mencari hikmah dan mengambil pelajaran dari setiap kegagalan yang kita alami.

ketiga, segera cukupkan evaluasinya. Langsung bergerak lagi. Kali ini Anda bisa bergerak dengan lebih cerdas karena Anda sudah lebih tahu mana jalan yang tidak seharusnya dilewati. Thomas Alfa Edison melakukan percobaan penemuan lampu sampai 9999x, baru pada percobaan ke 10000 dia berhasil. Apa yang dikatakan olah mas alfa itu “saya bukan menemukan 9999 kegagalan tapi saya menemukan 9999 jalan untuk membawa saya pada kesuksesan”. Yah… kira2 gitulah (salah2 dikit gak napa yak :mrgreen: )

Kalau sudah begitu, dijamin. Anda pasti akan terus menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Karena setiap kegagalan yang Anda alami itu Anda jadikan pelajaran yang berharag suapay tidak terpersosok dalam jurang yang sama. Kegagalan demi kegagalan itu cuma akan membuat Anda semakin kuat, semakin kokoh. Berdiri sebagai manusia dengan sejuta potensi.

Apr 15 2008

Milikilah peta hidup

  • Apa tujuan hidupmu?
  • Ketika mati nanti, kamu ingin menjadi seperti apa?
  • bagaimana kamu ingin membangun keluarga kamu nantinya?
  • apa rencana kamu setelah lulus kuliah nanti?

sudahkah semua pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab jelas dalam benak kamu? Apakah jika seseorang menanyakan hal tersebut pada kamu maka kamu dapat menjawabnya dengan tegas atau malah justru dengan kebingungan mengatakan “hmm…. ngapain ya???”.

Kalau kamu sudah dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan lugas, itu berarti kamu sudah memiliki gambaran akan hidupmu dimasa depan nanti. Dan itu bagus. Gambaran-gambaran tersebut akan terus membayangi pikiran kita sehingga setiap langkah gerak kita nantinya akan terarahkan pada tujuan yang ingin kita capai.

Namun bagaimana kalau kita masih bingung saat disodorkan pertanyaan tersebut? itu berarti kita belum punya visi. Kita belum punya harapan-harapan spesifik dalam diri kita. Ingin seperti apa kita nantinya? Jika hal ini dibiarakan terus, maka hidup kita akan mengalir begitu saja tanpa arah. Kita tidak akan benar-benar menemukan muara yang tepat yang kita inginkan sebagai tempat bernanung kita.

Oleh karena itu, buatlah peta hidup untuk diri kita sendiri. Peta hidup tersebut akan menuntun dan mengarahkan kita sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai. Lalu bagaimana caranya membuat peta hidup? berikut langkah-langkahnya:

  1. Tentukan tujuan besar yang ingin kamu capai. Ingat, ini adalah tujuan besar! tentukan visi yang luas. Tentukan mau jadi seperti apa kamu saat kamu mati nanti.
  2. Setelah itu, pikirkanlah hal-hal apa saja yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
  3. Setelah kamu mendapatkan daftar hal-hal apa saja yang harus dikerjakan. Buatlah targetan-targetan spesifik berdasarkan daftar tadi. Buatlah targetan 20 tahun kedepan, 10 tahun, 5 tahun dan 1 tahun kedepan.
  4. Lanjutkan dengan membuat targetan bulanan yang akan ditransformasikan dalam kegiatan mingguan.
  5. Kegiatan mingguan ini akan terus dipecah menjadi kegiatan harian kita.

Jangan lupa untuk senantiasa mengevaluasi setiap targetan-targetan kita. Lakukan evaluasi tahunan, bulanan dan kalau perlu dan akalu sanggup :) evaluasi harian. Istilah kerennya adlah muhasabah. Dengan perencanaan hidup yang matang seperti ini maka setiap aktivitas kita akan terarah. Tidak mengalir begitu saja mengikuti arus kebanyakan. Dengan begitu kita tidak mudah terseret dalam arus mayoritas yang lebih banyak negatifnya.

Satu hal lagi yang paling penting tentang peta hidup ini adalah jangan lupa untuk MENULISKANNYA. Tulislah dalam satu atau beberapa lembar kertas. Lalu letakkan kertas tersebut ditempat yang seirng kita lihat sehingga dengan begitu semua visi dan targetan tadi bisa lebih terinternalisasi. Ada seorang sahabat saya yang berkeras merasa bahwa dia tidak perlu menuliskan tujuan-tujuan hidupnya karena dia merasa mampu mengingat semua itu. Padahal kenyataannya, tanpa menuliskan targetan-targetan tersebut dalam kertas maka semua tujuan-tujuan tersebut akan selamanya gamang, kabur dan tidak jelas. Kita membutuhkan visi yang jelas untuk bisa mengarahkan hidup kita dengan baik.

jadi, kalau belum punya peta hidup, BUATLAH dan jangan lupa, TULISKAN!

semoga bermanfaat.

Mar 31 2008

bagaimana seharusnya muslim menyikapi film fitna

Apa itu film fitna? koq akhir-akhir ini jadi heboh ya… Film fitna adalah film buatan seorang anggota parlemen belanda yang isinya menghujat umat muslim. Film itu benar-benar secara tidak adil mencitrakan islam sebagai agama teroris. Kalau mau lihat filmnya silahkan cari sendiri di belantara internet sudah banyak yang meng-uploadnya koq. FYI, mayoritas masyarakat dunia baik timur maupun barat setuju bahwa film ini film yang buruk. Film yang hanya menimbulkan kebencian. Tidak menunjukkan indahnya toleransi antar umat beragama. PM belanda sendiri mengecam perilaku geert wilders sang pembuat film ini. PBB juga sudah mengecam.

Pada tulisan kali ini saya ingin menunjukkan pendapat saya tentang bagaimana seharusnya kita sebagai muslim dapat menyikapi film tersebut. Ada satu berita yang ingin saya soroti di detikcom. berikut beritanya: dihujani FPI Telur, kedubes belanda bau amis. Berdasarkan berita tersebut, lagi-lagi saudara kita sesama muslim di FPI melakukn tindak anarki, tindakan yang justru mempermalukan umat islam. Tindakan tersebut sangat jauh dari tindakan yang penuh izzah. Tindakan yang menunjukkan kebesaran islam sebagai sebuah jalan hidup.

Bukan seperti itu seharusnya kita bersikap. Tentu kita umat muslim harusnya marah dengan penayangan film tersebut. Kita harus kecam sang pembuat film tersebut. Tapi apakah pengecaman itu harus dilakukan dengan cara yang tidak ahsan, tidak santun. Bahkan Allah tetap mengingatkan nabi musa untuk mendakwahi firaun secara lembut. Tidak dengan kekerasan. Lagi pula, pemerintah belanda sendiri secara resmi sudah mengeluarkan pernyataan kecamannya terhadap sang pembuat film. Jadi, tindakan FPI melempari kedubes belanda dengan telur sama sekali TIDAK BISA diterima!! (apalgi harga telur kan mahal, amsak dibuang unt hal yg seperti itu).

Untuk saudara-saudaraku di FPI, bertobatlah! sadarilah bahwa antum telah berlaku dzalim. Dzhalim pada kedubes dan pemerintah belanda. dzalim pada umat islam yang lain karena dengan aksi antum maka citra umat muslim benar-benar dianggap sebagai agama yang penuh denagn kekerasan. Dan kalian juga dzhalim pada diri sendiri karena telah melanggar syariat Allah dan membuang-buang telur tersebut (yang tentunya ada harganya) untuk keperluan yang seperti itu.

Lalu bagaimana seharusnya kita sebagai umat muslim menyikapi film ini? pertama, rasa amarah, kekesalan dan sebagainya itu adalah sesuatu yang wajar ada. Langkah selanjutnya, kita tidak boleh mengalirkan perasaan tersebut pada tindak-tindak anarkis. Kita harus mengalirkan amarah tersebut untuk tindakan yang diplomatif. Akan lebih baik jika kita secara santun dan tegas meminta pemerintah belanda dan seluruh dunia untuk mengecam film tersebut. Selanjutnya, kita harus secara berkesinambungan menunjukkan citra islam sebagai agama yang benar-benar rahmatan lil alamin. Tunjukkan hal itu dalam akhlak keseharian kita. Tunjukkan hal tersebut dalam sikap politis kita. Tunjukkan hal tersebut dengna ketulusan karena mengahrapkan ridho Allah SWT.

Islam bukanlah agama kekerasan. Islam adalah agama yang penuh kedamaian. Kalaupun dikatakan bahwa kita akan menguasai dunia. Ya, tapi tidak dengan cara memusnahkan umat-umat yang lain melainkan dengan cara mengayomi umat tersebut dalam naungan islam supaya seluruh bumi mencapai kemakuran yang hakiki. Allah hanya memperkenankan kekerasan manakala kita terlebih dahulu yang diserang. Itupun kita masih dilarang oleh Allah untuk membalasnya secara berlebihan. Kita punya hak untuk membalasnya naum tetap secara proporsional. Diluar itu, Allah tetap mengatakan bahwa bersabar itu lebih baik bagi kita. Mari kita contoh perilaku rasulullah yang senantiasa bersabar manakala dirinya dihina, diintimidasi, diancam, dilempari kotoran dsb. Mari kita tunjukkan bahwa islam memang benar-benar agama rahmatan lil alamin.

Mar 24 2008

Jangan pernah berhenti bergerak!

  • “Udah telat 1 jam nih, males ah masuk kuliah…”
  • “Waduh… dedlain tugas tinggal 3 jam lagi! gak tau lagi mesti ngapain, udahan ah… bodo amat”
  • “besok vonis hukuman akan ditetakan buat saya, kalau begitu hari ini saya tidak usah mengerjakan yang lain lah…” (true story, sohib saya: purniawan)
  • “kini saya lumpuh, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. saya pasrah sajalah…”
  • “dokter bilang umur saya tinggal seminggu lagi, percuma saja saya berbuat apapun”

Ungkapan-ungkapan seperti itu seringkali kita dengan dalam keseharian kita. Mulai dari hal-hal sepele seperti males masuk kuliah sampai pada hal-hal berat seperti tidak ingin lagi berbuat apapun karena merasa ajal sudah mendekat. Perlu saya tekankan bahwa ungkapan-ungkapan seperti itu merupakan ungkapan skeptis pesimistis. Orang yang berkata seperti itu tidak percaya bahwa dia bisa merubah kondisi yang buruk. Dia sudah menjatuhkan dirinya sendiri dengan mengatakan “tidak bisa”, “sudah tidak mungkin lagi”, “bisa sih tapi pasti sulit…”. Pada postingan saya yang terakhir mengenai pornografi, ada seseorang yang memberi komentar pada tulisan tersebut seperti ini:

HALAH…. Memberantas yang di dunia nyata aja gak bisa, apalagi yang di dunia maya….. Teori2 ttg image recognizing, AI, neural network, dll, memang bisa dipakai untuk memblokir situs, bahkan content pornografi. Tapi hal itu tidak bisa dilakukan di indonesia !
Riset ? Sapa yang mau membiayai ? Pemerintah ? Omong kosong besar. Udahan ah, paling2 usaha ini juga bakal berhenti di tengah jalan….

Ungkapan tersebut jelas merupakan ungkapan negatif, skeptis dan pesimistis. Mengapa harus merasa bahwa apa yang sedang kita usahakan saat ini adalaha Omong besar?toh kita belum lihat hasilnya. Kalaupun hasilnya kelak benar-benar tak terlihat, paling tidak kita sudah berusaha, daripada kita cuma sekedar diam dan hanya terus menggerutu tentang betapa buruknya kondisi kita saat ini.

Kawan, satu hal yang ingin saya sampaikan dengan tegas adalah: “jangan pernah berpikiran seperti itu lagi!!!” buanglah sikap skeptis dalam diri kita. Jangan pernah menganggap bahwa segalanya itu salah. Dan buang pula sikap pesimis, yakinlah bahwa kita pasti bisa mencapai apa yang kita inginkan. INGAT! Keyakinan adalah 80% faktor keberhasilan usaha kita. Kebanyakan orang yang tidak berhasil seringkali menyalahkan aspek-aspek lain diluar dirinya, padahal kenyataannya ketidak berhasilannya itu lebih dikarenakan dia kurang yakin akan usaha yang dijalankannya itu akan benar-benar berhasil.

Jangan pernah berhenti bergerak! Walaupun kita tahu bahwa kita akan mati esok, tetaplah berjuang untuk harapan-harapan kita. Coba lihat hadits berikut:

“Beribadahlah seolah engkau mati esok dan bekerjalah seolah engkau mati seribu tahun lagi…”.

Memang hadits ini adalah hadits dhaif yang tidak bisa dijadikan dalil. Namun hadits dhaif tetap bisa dijadikan fadhail amal (keutamaan amal). Dan fadhail amal disini adalah untuk senantiasa bergerak. Lihatlah betapa hebatnya ungkapan tersebut. Kita dituntut untuk bekerja seolah kita masih hidup seribu tahun lagi. Seribu tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk maju. Untuk berjuang menuju kemenangan.

Coba lihat lagi hadits berikut. kali ini haditsnya sohih:

“Andaipun engkau tahu bahwa besok itu kiamat dan ditanganmu engkau masih memegang benih tanaman, maka tanamlah!”

Hadits yang satu ini juga tak kalah fenomenal bahasanya dibandingkan dengan hadits sebelumnya. Kita dituntut untuk tetap bergerak bagaimanapun kondisinya. Walaupun kita tahu bahwa besok adalah hari kiamat, kita tetap diminta untuk menanam biji sawi tersebut yang artinya kita diminta untuk terus bergerka berjuang mengejar harapan-harapan kita. Kita diminta untuk terus bergerak memberikan kebermanfaatan yang luas untuk umat manusia.

Jadi, Jangan berhenti berharap! Yakinlah Anda bisa merubah keadaan! Seberat apapun kondisinya. Berapa lamapun waktu yang Anda miliki, teruslah berjuang!!!


↑ Back to top