Oct 20 2008
Sudah banyak mungkin orang yang membuat tulisan tentang ini di blognya. Maka disini saya tambahin lagi biar tambah banyak :p Begitulah… Yang namanya propaganda online memang indah. Dia bisa dilakukan secara cepat, murah dan lebih luas.
Sebelum saya mengulas apa saja yang bisa kita lakukan untuk mendukung RUU pornografi, maka sebaiknya kita baca terlebih dahulu teks lengkap dari RUU pornografi itu sendiri. Teks lengkapnya bisa dilihat disini.
Nah… setelah membaca teksnya, maka disini saya sodorkan beberapa alasan kenapa RUU pornografi harus didukung. Alasannya jelas, pornografi adalah suatu hal yang jelas-jelas merusak moral individu. Kerusakan individu secara kolektif ini akan menjelma menjadi kerusakan sosial kemasyarakatan yang pada akhirnya akan menjadi sebuah bencana nasional bernama kerusakan moral bangsa. Dengan moral yang rusak, suatu bangsa tidak akan pernah bisa maju. Kalaupun memang maju, maka kemajuan yang dialaminya itu pasti semu. Kemajuan yang menyimpan benih-benih kehancuran jangka panjang. Seperti halnya yang terjadi pada krisis perbankan di amerika. Krisis itu juga berasal dari kerusakan moral masyarakatnya yang berupa ketamakan akan harta dunia. Oleh karena pornografi menghambat kemajuan bangsa kita, maka pornografi harus kita BERANTAS!
Saya yakin dengan argumen yang hanya seperti itu, pasti akan banyak orang yang mengeluarkan sejuta jurus untuk menghardik argumen saya. Saya yakin akan banyak orang yang menolak RUU pornografi (pendukung-pendukung pornografi) yang akan membalas argumen sederhana saya dengan ratusan argumen yang njlime tdan klise. Disini saya tidak akan menjawab secara personal, saya akan mereferensikan tulisan Ade Armando (Dosen FISIP UI) tentang 100 kekeliruan dalam wacana anti pornografi. Di internet, tulisan-tulisannya sudah banyak tersebar. Mulai dari milis, di-post ulang di blog, di online magazine dsb. Di blog ini saya akan coba singkat tulisannya.
1. RUU Pornografi ini bertentangan dengan hak asasi manusia karena masuk ke ranah moral pribadi yang seharusnya tidak diintervensi negara.
Argumen ini Salah karena nyatanya pornografi bukan cuma maslaah moral tapi juga akan berefek pada maslaah sosial kemasyarakatan. Dan klo dibilang bahwa moral itu urusan masing2 dan bukan urusan negara. Salah juga! Urusan moral ini nyatanya tercantum juga koq di Deklarasi universal HAM dan juga UUD 45.
2. RUU ini memiliki agenda penegakan syariah.
Kalau memang merupakan penegakan syariah, maka dari dulu semua majalah porno akan dibredel. Wanita-wanita tak berjilbab akan dihukum dsb.
3. RUU ini merupakan bentuk kriminalisasi perempuan.
Nyatanya yang banyak kena hukuman dari RUU pornografi ini adalah kaum adam. Yaitu, para penjahat yang membuat, mendistribusikan atau memiliki konten2 porno. Perempuan yang dihukum cuma perempuan yang memang sengaja tampil.
4. Definisi pornografi dalam RUU sangat tidak jelas.
Wajar itu, KUHP juga gak jelas koq. Coba cek “mencemarkan nama baik” atau “melanggar kesusilaan”. Jelas gak tuh!?
5. RUU ini mengancam kebhinekaan
hmm… semua pasala yang dibilang mengganggu adat istiadat itu sudah dihapus
6. RUU ini akan mengatur cara berpakaian.
Kate siapee… gak ada sama sekali didalam RUU ini tentang tata cara berpakaian.
7.RUU ini berpotensi mendorong lahirnya aksi-aksi anarkis masyarakat.
Di RUU ini justru masyarakat dikasih batasan yang jelas koq supaya gak anarkis. Masyarakat cuma boleh melaporkan pelanggaran UU, menggugat ke pengadilan, melakukan sosialisasi peraturan, dan melakukan pembinaan terhadap masyarakat.
8. RUU ini tidak perlu karena sudah ada perangkat hukum yang lain untuk mengerem pornografi.
Perangkat hukum lain kaga cukup. Coba aja liat KUHP yang udah uzur sampe-sampe orang yang melanggar asusila cuma dikasi denda goceng kurang gopek.
9. RUU Pornografi tidak perlu, yang diperlukan adalah mendidik masyarakat.
Mendidik masyarakt perlu, tapi klo cuma mengandalakan pendidikan di masyarakat tanpa adanya tindakan preventif. Smaa aja bohong.
10. RUU ini mengancam para seniman.
Didalam RUU pornografi ini, alasan seni dan budaya itu dikecualikan.
Untuk itulah kita harus mendukung pengesahan RUU ini. Tidak ada lagi alasan. Mari kita dukung pengesahan RUU pornografi! Dan kalau mau konkrit dalam mendukung, tidak hanya berteriak dalam hati “ayo dukung”, maka silahkan baca postingan saya yang ini: Dukung RUU pornografi lewat dunia maya, SEKARANG JUGA!
Aug 25 2008
Beberapa waktu yang lalu saya mendapat email forward-an dari milis yang menceritakan tentang betapa bersahajanya kehidupan sang pemimpi Iran, Ahmadinejad. Mungkin Anda juga sudah pernah melihat email tersebut. Jadi saya tidak akan menjelaskan bagaimana cara hidup bersahajanya sang Ahmdinejad. Dalam email tersebut sang forwarder menambahkan dengan kalimat: “Semoga kita bisa mendapat pemimpin yang seperti ini nanti”.
Saya melihat banyak sekali orang yang berharap, dan sayangnya hanya berharap, akan mendapatkan pemimpin yang baik. Pemimpin yang sederhana, jujur, amanah, profesional dan segala macam kebaikan lainnya. Tapi saya juga banyak melihat mereka yang menyampaikan harapan tersebut ternyata dirinya sendiri termasuk orang yang tidak sederhana, tidak jujur, tidak amanah dsb. Banyak dari mereka yang ingin mendapatkan pemimpin yang sempurna sementara mereka sendiri seolah tak ingin berusaha menyempurnakan dirinya sendiri.
Itulah yang ingin saya angkat kali ini. Banyak dari kita yang bisanya hanya terus merongrong pemimpin kita jika dia melakukan kesalahan, sekecil apapun kesalahan itu. Lalu saat kita merasa frustasi dengan pemimpin tersebut, kita mulai berharap lagi, dan sayangnya HANYA berharap, suatu saat nanti kita akan medapatkan pemimpin yang lebih baik dari pemimpin yang sekarang. Paradigma seperti itu sebenarnya tidak salah. Tentu wajar bagi kita kalau kita ingin mendapatkan pemimpin yang baik. Wajar kalau kita ingin suapay kita dipipin dengan baik. Tapi menjadi tidak wajar kalau kita hanya bisa meminta dan berharap sementara kita sendiri sama sekali tak berusaha untuk tidak meminta dari orang lain dan berharap akan diri kita sendiri.
Sadarilah, negeri kita ini tidak cuma butuh pemimpin yang baik tapi juga butuh RAKYAT yang baik. Sehebat apapun pemimpin Indonesia kelak, tapi jika 200 juta warganya berakhlak buruk, maka negeri ini dijamin tetap tidak akan bisa maju. Memang betul jika dikatakan bahwa pemimpin yang baik akan mampu menghantarkan seluruh rakyatnya supaya menjadi baik. Tapi bukan itu yang ingin saya tekankan disini. Yang ingin saya tekankan adalah: Kalau Anda ingin Indonesia menjadi negeri yang kokoh, maka perkokohlah juga diri Anda sendiri.
Jangan cuma mengeluh dengan buruknya kondisi Indonesia saat ini. Jangan cuma merungut dengan kinerja pemimpin yang buruk. Indonesia tidak butuh 1 orang hebat untuk dijadikan pemimpin. Indonesia butuh ribuan bahkan jutaan orang hebat untuk jadi pemimpin di semua lininya masing-masing. Bahkan Indonesia butuh seluruh rakyatnya menjadi hebat, cerdas, berkepribadian kuat, serta dekat dengan Allah supaya bisa menjadi pemimpin. Paling tidak pemimpin bagi dirinya sendiri.
Feb 26 2008
untuk diikutkan dalam lomba writerspirit entri blog di fasilkom. Untuk melengkapi tulisan LKTM saya yang bertopik: Gerakan Sepeda Kampus. Untuk berpartisipasi dalam gerakan global mengurangi dampak global warming.
Jangan bayangkan masa depan itu akan berwarna silver futuristik. Jangan bayangkan masa depan akan dipenuhi dengan bangunan-bangunan beton berkilau. Jangan bayangkan kendaraan masa depan adalah mobil yang bisa terbang melayang kemana-mana.
Masa depan akan berwarna hijau segar. Masa depan akan dipenuhi pepohonan yang rimbun menyejukkan. Kendaraan yang paling cocok untuk kehidupan masa depan adalah sepeda. Kenapa sepeda? berikut penjelasannya.
Sumber daya alam yang tersedia dibumi ini tentu jumlahnya terbatas. Termasuk juga didalamnya sumber daya bahan bakar fosil yang jumlahnya kini kian menipis. Selama ini kita telah sangat bergantung pada bahan bakar fosil untuk menyokong kehidupan kita selaku umat manusia. Kita telah menguras semua warisan bumi itu hingga hampir habis. Berbagai macam industri bergantung pada bahan bakar tersebut. Kendaraan yang selama ini kita pergunakan pun juga memanfaatkan bahan bakar fosil tersebut. Lalu Bagaimana jadinya nanti apabila bahan bakar fosil tersebut sudah benar-benar habis dari muka bumi ini. Tentu kita harus mencari cara lain agar dapat melepaskan ketergantungan kita pada bahan bakar tersebut.
Dibalik itu, pemanfaatan kita selama ini pada bahan bakar fosil ternyata juga memberi andil pada perusakan bumi. Bahan bakar fosil yang kita pakai itu telah menjadi sumber gas-gas beracun yang kini sudah memadati atmosfer kita. Asap-asap yang keluar dari kendaraan kita saat ini perlahan-lahan terus merobek ozon dilangit kita. Hal itu membuat pancaran ultraviolet matahari dapat menyengat langsung berbagai macam makhluk yang hidup dibumi, termasuk kita, manusia. Asap-asap tersebut juga menahan panas yang terpantul dari bumi. Membuat bumi kita jadi makin panas. Kalau seperti ini terus, bumi ini tak akan layak lagi menjadi kediaman manusia. Kita harus mencari cara lain untuk menjadikan bumi kita bumi yang lebih segar. Bumi yang bisa ditinggali dengan nyaman oleh kita dan semua makhluk hidup dibumi.
Perjalanan kita dijalan-jalan kota kini terasa amat menyesakkan. Asap-asap hitam menyeruak masuk kedalam paru-paru kita. Debu-debu jalanan menyelinap masuk dalam hidung kita. Mata kita semakin pedih memerah selama berada dijalan. Panas menyengat membuat kita semakin tersiksa. Kita harus mencari moda transportasi lain yang dapat membuat setiap perjalanan kita terasa menyenangkan.
Sepeda, menjadi jawaban atas semua permasalahan diatas. Sepeda tidak sedikitpun mengeluarkan emisi perusak bumi. Sepeda menghilangkan ketergangtungan kita akan bahan bakar fosil. Sepeda akan membuat jalan-jalan raya dibumi lebih segar dan tenang. Dengan mengendarai sepeda kita sekaligus berolahraga, menyehatkan badan kita. Alih-alih merusak badan kita melalui perjalanan dengan kendaraan bermotor dengan asap, debu dan panas yang membuat badan kita semakin rusak.
permasalahan satu-satunya mengenai sepeda adalah dia tidak dapat mencapai kecepatan yang tinggi. Saya rasa itu bukan masalah. Sangat mungkin bagi kita untuk membuat sepeda berkecepatan tinggi hanya dengan kayuhan yang standar.
Bayangkanlah, suatu saat nanti dimasa depan. Semua orang berangkat ke kantor atau ke kampus atau ke sekolah menggunakan sepeda. Alih-alih disesaki oleh bus, mobil pribadi atau motor, jalan-jalan dimasa depan akan dipenuhi oleh sepeda yang melaju dengan kencang tapi santai. Setiap jalan raya diselingi oleh kanopi pepohonan yang rindang yang membuat perjalanan kita senantiasa sejuk. Tak ada lagi tabrakan-tabrakan maut yang mengundang banyak korban. Semua terasa asri, sejuk dan segar. Ya, itulah masa depan yang kita nanti-nantikan. Masa depan yang hijau.
Feb 04 2008
Saya, saya adalah presiden republik Indonesia. Kini saya baru saja selesai berpidato. Dielu-elukan oleh para pendukung saya.
Saya, saya adalah seorang pemungut sampah di TPA Bantar Gebang. Kini saya sedang mengais sampah-sampah untuk saya jual nanti.
Selesai berpidato, saya langsung beranjak ke dalam limosin yang sudah disediakan oleh negara. Saya nikmati perjalanan saya yang lancar terbebas dari kemacetan didalam mobil dengan jok yang empuk dan AC yang menyejukkan. Pulang kembali ke istana kepresidenan yang mewah.
Setelah keranjang sampah saya penuh, saya lantas pulang kembali ke gubuk saya yang kumuh. Saya harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk bisa sampai ke gubuk saya. Belum lagi saya harus tersingkir oleh iring-iringan kepresidenan yang sedang melaju. Saya dipaksa untuk mencari jalan lain yang lebih jauh.
Kini saya sudah sampai di istana kepresidenan. Seperti biasa saya dibuat kagum oleh arsitektur dari istana tersebut. Gerbang yang besar, masuk melewati taman hijau yang rindang. Pintu masuk yang megah. Ruangan lobi yang begitu apang dengan berbagai macam aksesoris yang mempercantik ruangan tersebut. Hingga akhirnya saya sampai dikamar pribadi saya.
Peluh sudah sedemikian deras. Baju ini telah dibasahi oleh keringat saya yang bau setelah seharian bekerja ditempat sampah dan berjalan puluhan kilometer di cuaca yang terik. Kini saya sudah sampai di gubuk saya yang reot dibantaran kali dibawah jalan layang. Gubuk ini saya buat dengan kardus yang saya minta dari suatu sebuah toko grosir. Ukurannya sangat kecil. 5×5 meter. Disana saya tinggal dengan istri dan 4 orang anak saya. Tak ada hiasan, tak ada kemewahan. Hanya ada satu bilik kecil sebagai kamar mandi dan satu ruang besar untuk seluruh keluarga yang berfungsi sebagai ruang tidur+ruang santai+ruang makan+dapur.
Saya langsung masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan kembali badan saya yang seharian bekerja memikirkan kritikan pedas seorang lawan politik saya. Dikamar mandi ini, saya langsung menjatuhkan diri di bath tub yang didalamnya sudah tersedia air hangat. Sungguh sangat menenangkan pikiran.
Sesampainya di wisma kardus ini, saya langsung pergi ke bilik kamar mandi diluar untuk sedikit membasahi badan saya. Disana, air yang tersedia agak kehitam-hitaman. Banyak sekali jentik nyamuk disana.
Kini badan saya sudah segar. Lalu saya mengenakan setelan kemeja+celana bahan santai yang baru dibuat oleh tim rumah tangga istana kepresidenan khusus untuk saya. Masih terlihat sangat apik, digosok dengan rapih. Membuat saya tampil elegan malam itu.
Selesai membasuh tubuh, saya lantas pergi ke sudut lain rumah saya untuk mengambil pakaian yang ada diatas jemuran. Pakaian yang saya pakai adalah kaos belel favorit saya yang sudah dipenuhi dengan berbagai tambalan dan juga sarung lusuh yang saya dapat sebagai hadiah perkawinan saya 20 tahun yang lalu.
Badan sudah segar, penampilan sudah rapi. Sekarang saatnya makan malam. Dari kamar saya lantas beranjak ke ruang makan yang ada disisi lain istana. Diruang makan tersebut telah tersedia setumpuk makanan berbagai macam lauk pauk dan sayur mayur yang tersedia. Saya tinggal memilih makanan apa yang akan saya makan malam ini. Malam ini saya memilih untuk memakan nasi+ayam balado ditemani dengan sop daging yang hangat. Selesai makan saya langsung menenggak segelas susu yang sudah tersedia.
Selesai bersih-bersih, saya langsung kembali ke ruang utama keluarga saya untuk menanyakan pada istri saya apakah ada yang bisa saya makan hari ini. Untunglah dia bilang ya, saya sudah sangat lapar karena tidak makan seharian. Saya diberikan oleh istri saya setangkup kecil nasi pera’ dan sepotong tahu. Tak lupa kecap manis dan garam menemani makan malam saya.
Perut saya sudah terisi. sekarang saya bisa berpikir lenih jernih. Saya kembali ke ruang kerja saya untuk mengkaji ulang rencana penggusuran total semua lingkungan kumuh yang ada di ibukota. Saya coba pikirkan matang-matang. Saya memutuskan bahwa memang ibukota Indonesia ini harus dibersihkan dari wilayah-wilayah seperti itu. Supaya kota ini bisa menjadi kota yang memiliki daya tarik pada wisatawan. Malam ini saya telah mebuat keputusannya. Saya berikan izin pada gubernur jakarta untuk menggusur semua lingkungan kumuh yang ada di Jakarta.
Belum sampai perut ini kenyang, makanan yang ada diatas piring seng saya sudah habis. Setelah itu saya bersantai dengan seluruh keluarga saya sambil membicarakan dengan penuh kekhawatiran tentang rencana pemda ibukota untuk menggusur lingkungan saya. Menurut gosip yang beredar, penggusuran itu akan segera dilaksanakan begitu turun izin dari presiden. Oleh karena itu, saya masih berharap-harap cemas semoga izin tersebut tidak turun. Malam ini, kami benar-benar dalam suasana kalut. kami ta tahu bagaimana nasib kami esok. Mungkin saja penggusuran itu dilakukan esok hari. Jika memang izin dari presiden sudah turun.
Selanjutnya saya minta pada sekretaris saya untuk membuat surat izin tersebut malam ini juga dan segera mengirimkannya ke gubernur Jakarta. Lalu, saya kembali ke kamar saya untuk tidur. Saya harus beristirahat. Agenda besok adalah rapat kabinet terbatas mengenai permasalahan lingkungan terutama rencana implementasi pengolahan sampah modern. Dan selanjutnya adalah konferensi pers mengani fitnah seseorang terhadap saya mengenai pernikahan saya.
Waktu sudah pukul 9 malam. Kami sekeluarga pun segera tidur bersama dalam satu ruangan tersebut. Kami harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan penggusuran esok hari. Saya akan menunggu dirumah sampai jam 8 pagi. Jika sampai jam segitu belum ada penggusuran maka besar kemungkinan penggusuran itu dilain hari.
Saya langsung berbaring diatas kasur saya yang empuk. Dilingkupi oleh selimut yang tebal dan wangi. bersandar pada bantal yang empuk. Membuat tidur saya menjadi sangat nyenyak. Membuat saya melupakan semua kepenatan kerja sehari-hari.
Kami sekeluarga tidur tergelatak dilantai tanah yang dialas karpet plastik. Sambir berbaring saya terus memikirkan bagaimana nasib keluarga saya kedepannya. Perlahan-lahan kekalutan tersebut membawa saya pada rasa kantuk yang semakin dalam, hingga akhirnya saya mulai memejamkan mata.
Saya bangun pagi dengan perasaan yang sangat segar. Saya siap menjalankan semua agenda hari ini. Dimeja samping tempat tidur saya sudah ada secangkir teh hangat yang siap diminum beserta beberapa makan kecil. Saya langsung melahapnya.
Pukul 06.30 pagi, saya terkejut karena didepan rumah saya sudah ada 2 buldozer yang siap merobohkan gubuk lingkungan saya. Baru saja saya hendak memilah-milah sampah yang saya kumpulkan kemarin. Akhirnya saya membatalkan urusan saya memilah-milah sampah untuk mengahadang para penggusur lingkungan saya. Saya mencoba bicara dengan petugas yang bekerja, mereka tidak mau mendengar. Pukul 07.00 datanglah perintah eksekusi penggusuran. Akhirnya, saya dan para tetangga saya hanya bisa terpana melihat tempat tinggal kami terluluh lantakkan. Kini kami tak punya lagi tempat tinggal. Kami tak tahu lagi harus kemana. Yang jelas hari ini, kami akan menjadi gelandangan ditengah kota. Kami akan kesana kemari mencari tempat untuk berteduh. Kami, rakyat jelata Indonesia, telah jatuh… dijatuhkan oleh kekuasaan. kami tak berdaya. Kami ini bodoh, kami tak tahu bagaimana membela diri kami. Kami pasrah. Kami lemah…
Jan 19 2008
Tulisan ini merupakan tindak lanjut dari dua tulisan sebelumnya yaitu:
Setelah saya pikir-pikir, dua tulisan tersebut saling terkait.Bagaimana keterkaitannya, baca terus tulisan ini sampai selesai. Kalau pada 2 tulisn diatas saya hanya membahas MASALAH, maka kali ini saya akan membahas SOLUSI.
——————————————
kita mulai dari sini:
Ada orang yang memberikan komentar seperti dibawah ini (atau bisa lihat langsung disini) pada tulisan saya yang tentang suharto: (harus diapakan suharto?)
benarkah segala kejahatan yang telah dilakukannya begitu kejamnya??
benarkah apa yang telah diperbuatnya begitu tak berharga??
benarkah itu semua bukan cuma disebabkan oleh propaganda media dan hasil pemikiran opportunis yang sebenarnya tidak kenal benar-benar apa yang telah terjadi??
atau karena kebebasan itu sehingga semua tentangnya bisa demikian buruk??
bagi kami yang merasakan langsung bagaimana menjalani hidup menjadi rakyat kecil…
betapa kami merindukan kembali berada di masa2 dulu ketika beliau memerintah.
kami merasa sangat susah berada di jaman baru ini..
barangkali tak berlebihan jika kami begitu membenci reformasi..
jangan anda anggap semua orang berpikiran sama dengan anda tentang pak harto.
para pencetus reformasi ini sebenarnya orang-orang yang tidak punya konsep yang jelas tentang apa yang seharusnya dilakukan setelah cara lama dihancurkan, sehingga beginilah jadinya.
setelah tahu ternyata tidak mudah membangun semuanya, satu persatu minggir sebagai orang-orang yang gagal memimpin.
dan kami, rakyatlah yang menjadi korbannya.
wahai para bloggers, sadarlah bahwa anda termakan oleh provokasi dunia barat yang sebenarnya selalu ingin kita selalu dibawahnya. dengan jalan demokrasi atau bukan, seharusnya kita bangga memiliki cara sendiri dalam memakmurkan rakyat kita. jika demokrasi macam begini cuma membikin masyarakat jauh lebih susah dibanding zaman orde baru, apa kalian senang?
BEGITULAH TIPE MASYARAKAT INDONESIA..
ORIENTASINYA KABUR DAN TAK BISA MERUMUSKAN DENGAN JELAS APA YANG SEBENARNYA MEREKA BUTUHKAN..
SAYA BERDOA UNTUK KEHANCURAN REFORMASI!!
HANCURLAH REFORMASI YANG TIDAK BERMUTU DAN GANTILAH DENGAN FORMAT BARU TATA EKONOMI YANG MEMBUAT KAMI MUDAH MENDAPATKAN PEKERJAAN DAN TIDAK KESULITAN MENJALANI KEHIDUPAN DI NEGARA TERCINTA INI!
Komentar tersebut menunjukkan bahwa dia tidak benar-benar mengerti masalah yang sebenarnya terjadi di Indonesia selama kurun waktu orde baru berlangsung. Pada jaman suharto, segala sesuatu memang terlihat sangat stabil. Tidak ada masalah yang berarti. Rakyat merasa tentram dan sejahtera. Tapi sayangnya itu semua cuma tampilan luar.
Bagaimana kedok yang sebenarnya?
Keadaan yang sebenarnya sungguh sangat kacau. Potensi krisis moneter telah terjadi sejak lama. Sejak soeharto dan kroni-kroninya secara membabi buta berhutang pada pihak lain dengan alasan pembangunan. Potensi disintegrasi juga sebenarnya sudah terjadi sejak dulu. Kasus ambon, itu sebenarnya sudah terjadi sejak zaman suharto. Bagaimana pula dengan potensi diktator? kita dapat melihat kekejaman pemerintahannya pada peristiwa pembantaian massal di tanjung priuk. Belum lagi, potensi pembusukan birokrasi, pemeliharaan budaya korupsi dikalangan birokrasi. Semua itu terus tumbuh secara perlahan tapi pasti pada zaman soeharto. Walaupun memang tetap saja jasa soeharto bagi pembangunan negeri ini juga cukup besar.
Lalu kenapa selama ini kita tidak pernah tahu hal tersebut?
Karena tentu saja, pemerintahan soeharto telah dengan cangat cantik menutupi semua cacat tersebut. Waktu itu media masih sepenuhnya dikendalikan pemerintah. Masih ingat kan dengan program berita “dunia dalam berita” yang dipaksakan untuk ditayangkan pada seluruh stasiun televisi. Coba lihat berita yang muncul disana, kebanyakan berita-berita tentang betapa suksesnya pemerintahan orde baru. Semua cacat disembunyikan dengan sangat rapi.
Soeharto, pada masa pemerintahannya telah merakit bom waktu yang sedemikian besar. Dan kini, bom waktu itu telah meledak dengan sangat keras mengguncangkan setiap sendi kehidupan bangsa Indonesia.
Dan bukti paling konkrit dari kejahatan orde baru ialah apa yang dialami sahabat saya di kejaksaan (baca ceritanya disini: busuknya pengadilan di Indonesia). Kejaksaan dengan budaya korupsi yang seperti itu merupakan salah satu dari sekian banyak produk busuk hasil karya para golongan karya di orde baru. Sulit sekali memperbaiki birokrasi yang telah rusak oleh korupsi yang telah membudaya itu.
Tapi dibalik semua itu, kita harus tetap yakin bahwa Indonesia dapat membaik. Perbaikan birokrasi memang sulit, tapi BISA!! Bagaimana caranya? tentunya kita tidak akan bisa memperbaikinya dalam jangka waktu yang sebentar. Upaya menghantam keras birokasi tersebut dengan hantaman yang sekeras-kerasnya tidak akan berhasil. Katakanlah, tiba-tiba sang presiden langsung turun tangan membersihkan sebuah kejaksaan negeri. Budaya korupsi tersebut akan hilang sesaat untuk kemudian kembali tumbuh subur sesuai dengan alur pembentukan awalnya.
Lalu bagaimana caranya supaya kita dapat memberantas kemungkaran tersebut? Satu-satunya cara paling efektif adlaah dengan memasukkan satu-persatu orang-orang yang bersih dan jujur pada lembaga birokrasi yang dimaksud. Tentunya ini akan butuh waktu yang sangat lama. Kita tidak akan bisa semerta-merta mengganti seluruh orang-orang biadab dengan orang-orang baik dalam satu waktu. Kita harus masukkan satu-persatu. Semua orang tersebut harus menempuh jenjang karir didalam sana supaya dapat memiliki posisi strategis. Semakin banyak jumlah mereka yang jujur masuk dan semakin banyak pula orang-orang tua dzholim yang sudah pensiun menikmati uang hasil kebiadabannya. Perlahan tapi pasti lembaga yang dimaksud akan terus membaik. Namun, memang selama perjalanannya, orang-orang baik dan jujur yang dimasukkan kesana harus dijaga dan juga mampu menjaga dirinya sendiri. Mentalnya harus kuat menghadapi tekanan birokrasi yang kotor. Jangan sampai ketika mereka masuk kesana, mereka justru tercemar dan ikut-ikutan bertingkah seperti para pelaku koruptor busuk tersebut. Dan kita juga perlu memanipulasi supaya mereka yang masuk kesana tidak tersingkir oleh birokrasi yang berlumpur. Supaya mereka tidak dikucilkan.
Memang akan butuh waktu yang sangat lama untuk melakukan hal tersebut. Paling cepat kita butuh waktu 10 tahun untuk memperbaiki SATU lembaga. Bagaimana dengan ratusan lembaga lain yang juga harus dibersihkan? Mungkin butuh waktu 1 atau 2 generasi untuk memperbaiki Indonesia. “Merusak jauh lebih mudah daripada memperbaiki”. Indonesia telah dirusak secara perlahan-lahan dalam kurun waktu 1 generasi. Itu berarti kita harus sabar dalam memperbaiki kondisi Indonesia kita. Kalau perusakan Indonesia dilakukan dalam kurun waktu 1 generasi, maka perbaikannya akan membutuhkan lebih lama dari itu.
Dan sekarang yang jadi pertanyaan adalah bagaimana menghasilkan SDM-SDM handala yang bersih dan jujur. Kalau ingin tahu jawabannya maka pergilah ke pengajian-pengajian yang ada di pelosok-pelosok perkampungan, tengoklah program mentoring keagamaan yang ada di sekolah, lihatlah program-program pengembangan karakter yang dilakukan untuk para anak muda. Jangan pernah meremehkan kegiatan-kegiatan seperti itu, kegiatan yang terlihat tampak kecil signifikansinya bagi bangsa. Justru inilah cara paling konkrit dan pasti untuk memperbaiki bangsa kita yang sedang terpuruk ini. Jika ini dijalankan secara serius dan massif maka hasilnya akan benar-benar mampu menghasilkan SDM-SDM yang profesional dan amanah yang mampu membawa negeri kita dari lembah kenistaan, menuju puncak kejayaan.
————
Ini dia yang saya maksud dengan ground voice alias suara akar rumput pada tulisan saya yang ini: potensi dan manfaat blog
Jan 03 2008
Akhir-akhir ini saya sering melihat liputan kaleidoskop indonesia 2007 pada banyak stasiun televisi. Uniknya, semua liputan kaleidoskop tersebut bertema sama, yaitu: bencana sepanjang tahun 2007. Semua kaleidoskop tersebut memperlihatkan betapa merananya bangsa ini sepanjang tahun 2007. Banyak sekali bencana yang mendera, belum lagi kasus-kasus korupsi yang tak kunjung reda dan justru makin pelik.
Jika kita coba perhatikan, memang sebagian besar berita yang disajikan oleh stasiun televisi itu berita buruk. CObalah lakukan riset kecil-kecilan dirumah sambil menonton acara berita disalah satu stasiun TV. Misalnya, Seputar Indonesia di RCTI, tonton dari awal dan hitung berapa jumlah berita bagus dan berapa jumlah berita buruk. Buruk atau tidaknya itu terserah subjektivitas Anda sajalh… toh kita sama-sama tahu mana yang buruk dan mana yang bukan. Coba lakukan hal ini dalam seminggu 5 hari berturut-turut. terus coba hitung persentase jumlah berita buruk dibandingkan dengan persentase berita bagus, nilai persentasenya pasti lebih dari 90% berita buruk dan kurang dari 10% yang berupa berita bagus.
Menurut saya, model pemberitaan yang seperti ini bisa membawa efek yang buruk buat pola pikir masyarakat kita. Masyarakat yang terus menerus dibombardir dengan berita-berita seperti ini akan berpikir bahwa memang negeri ini benar-benar susah. Sebenarnya sih model pemberitaan yang seperti ini tidak terlalu bermasalah jika memang orang yang menerima berita itu punya pola pikir yang positive minded. Dengan berita-berita seperti ini, orang yang positive minded akan menjadikannya lecutan untuk berprestasi membangun negerinya yang dia lihat diberita sangat terpuruk. Tapi sayangnya, mayoritas rakyat Indonesia itu punya mindset negatif terhadap hampir semua hal, maka semua berita-berita buruk itu jadi tambahan argumen buat mereka untuk mengatakan “ahh… Indonesia ini udah ancur, udah gak bisa diapa-apain lagi… udah susah deh ngebangun Indonesia!!” Semakin hari semakin banyak rakyat Indonesia yang berpikir pesimis seperti itu, akhirnya Indonesia benar-benar tidak bisa maju, karena toh SDM nya sendiri sudah berpikir bahwa Indonesia sudah tidak bisa maju. Tahu kan tentang pygmaleon? itu tuh… cerita tentang orang yunani yang selalu berpikir positif dan selalu yakin dia bisa mengerjakan suatu hal, akhirnya semua pikiran positifnya itu dan semua yang dia yakini benar-benar dapat terwujud. Kalau gak salah ada penelitian yang mengatakan bahwa kompisisi faktor yang membuat seseoarang dapat melakukan sesuatu adalah: 80% keyakinan dapat mengerjakannya, 20% baru ikhtiar. Kalau dalam islam, berarti do’a itu termasuk dalam hitungan yang 80%.
back to the topic, jadi… menurut saya seharusnya model pemberitaan yang disodorkan buat masyarakat Indonesia itu dirubah. Coba berikan berita-berita prestatif yang mendorong orang lain untuk juga ikut berprestasi. Tapi kan kenyataannya emang berita-berita yang tersedia itu ya berita2 buruk? Ya sudah kalau begitu, ganti gaya penyampaian beritanya. Kalau sebelumnya berita buruk itu disampaikan dengan penekanan betapa merananya bangsa ini. Maka selanjutnya perlu diganti, coba sajikan berita-berita buruk tersebut dengan penekanan bahwa semua yang menerima berita tersebut harus berpikir bagaimana caranya supaya negeri ini bisa bangkit dari keterpurukan.
jadi, buat para penyiar berita: gantilah model pemberitaannya…
trus buat rakyat Indonesia: jangan mikir negatif terus, berpikir positif aja… Kalau ada yang bilang Indonesia bakal hilang dari peta bumi tahun 2025 (dokumen futurolog yang pernah tenar diawal tahun 2000-an), kacangin aja, anggap aja orang sok pinter lagi ngibul. Yang penting buat kita adalah bagaimana kita bisa bergerak berkontribusi untuk ikut memajukan negeri kita yang masih punya segudang kekayaan, tinggal diberdayain aja…
Dec 07 2007
Sebelumnya ingin saya pastikan anda tahu bahwa saya ini orang Indonesia tulen. Saya cinta negeri saya dan saya ingin memajukannya. Saya ingin membangun Indonesia menjadi lebih maju daripada seluruh negara lain dimuka bumi ini.
Telah kita ketahui bersama bahwa negara tetangga kita telah banyak mencuri berbagai aset yang kita miliki. mulai dari pulau sampai dengan kesenian. Banyak kekayaan negeri Indonesia yang diakui oleh malaysia.
Kita sebagai warga negara Indonesia saya rasa wajar jika merasa tidak enak karena kekayaan budaya negerinya telah dicuri oleh bangsa lain. Namun, saya melihat suatu sikap yang sangat berlebihan dari bangsa Indonesia. Saya sendiri agak merasa kecewa dengan penyikapan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia terhadap aksi tetangga kita malaysia. Banyak rakyat Indonesia yang menumpahkan ketidaksenangannya pada malaysia dengan cara-cara yang buruk, cara-cara yang sangat tidak bersahaja, cara-cara yang justru menurunkan martabat kita sebagai sebuah bangsa.
Coba liat beberapa situs berikut
mereka semua mencaci-maki malaysia secara membabi buta. Sebagian besar rakyatIndonesia menyerapahi malaysia dengan bahasa-bahasa yang sangat tidak etis. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. mulai dari kalangan akar rumput sampai kalangan elit. mulai dari kalangan preman samapai kalangan ustadz. hampir semuanya satu suara dalam mencerca malaysia. Bahkan ada sebagian rakyat Indonesia yang sampai menyatakan perang pada malaysia. Dan yang lebih saya heran lagi, banyak orang-orang yang saya pandang sebagai orang terhormat, berpribadi ustadz, punya prestasi Internasional dll juga ikut mencerca malaysia.
Maka disini saya katakan pada seluruh rakyat Indonesia, saya tidak setuju dengan kalian semua, kalian yang terus mencerca malaysia tanpa batasan-batasan etika, kalian yang hanya bisa menyerapahi malaysia tanpa memberikan kontribusi nyata demi kemajuan Indonesia. Sikap kita semua yang sudah terlalu berlebihan terhadap aksi malaysia itu justru menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kerdil, bangsa yang tidak berjiwa besar. Toh itu semua terjadi juga karena kesalahan kita sendiri yang tidak bisa memanfaatkan kekayaan potensi negeri kita. Maka jangan bertambah marah jika banyak pula rakyat malaysia yang membalsa penyikapan kita juga dengan cara yang tidak etis. jangan marah jika mereka menyebut kita sebagai “negeri para kuli”, “negeri budak” dsb…
Seharusnya penyikapan terbaik kita atas aksi pencurian yang dilakukan oleh malaysia itu adalah melakukan suatu kerja konkrit untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Jangan hanya berkutat pada caci-maki, jangan cuma bisa bersumpah serapah, jangan hanya bisa menelan kekesalan tersebut kemudian memuntahkannya dalam bentuk perkataan-perkataan yang sarkastik. Oleh karena itu berhentilah bersumpah serapah! berhnetilah mencaci-maki! Mulai sekarang lakukan suatu kontribusi nyata demi kemajuan Indonesia. Mari bangun kebanggaan menjadi bangsa Indonesia. Sadarilah bahwa bangsa kita ini sedang terpuruk.
Sadarilah betapa buruknya citra bangsa kita dimata dunia. kakak saya yang pernah berada di jerman pernah bercerita ke saya bahwa banyak warga Indonesia disana yang apanila ditanya berasal dari mana, maka banyak yang akan menjawab berasal dari malaysia. Kenapa? karena ketika kita mengatakan bahwa kita berasala dari Indonesia, maka banyak orang luar yang akan melihat kita dengan rendah.
cuma ini yg tersisa
percayalah, seperti itulah reaksi orang luar saat berbicara dengan orang Indonesia yang tinggal disana. Mereka secara eksplisit berkata seperti itu didepan warga Indonesia sendiri. Kaka saya sendiri pernah mengalami hal tersebut. wajar saja banyak warga Indonesia yang tidak mau mengakui bahwa dia adalah orang Indonesia asli.
Sungguh sangat miris mendegar cerita kakak saya. Sungguh sangat miris melihat kenyataan betapa rendahnya bangsa Indonesia dimata dunia. Oleh karena itu, sekali lagi saya tekankan:
Berhentilah mencaci-maki
berhentilah bersumpah serapah
lakukan aksi nyata
berikan kontribusi maksimum
untuk kemajuan Indonesia
INDONESIA, BANGKITLAH!!!!
baca tulisan terkait disini
Nov 30 2007
1 Desember telah ditetapkan sebagai hari AIDS sedunia. Banyak orang yang memperingati hari ini sebagai momen untuk memberantas virus HIV/AIDS yang telah membunuh jutaan korban. Semua orang didunia tentunya setuju bahwa virus HIV/AIDS adalah virus berbahaya yang harus segera dimusnahkan dari muka bumi ini. Sudah banyak media-media yang menyebarluaskan pentingnya menjaga diri dari virus tersebut. Opini publik sudah tersebar luas.Persepsi orang tentang AIDS sudah diarahkan dengan baik. Namun, opini publik tentang bagaimana membarntas virus HIV terasa amat rancu, terutama yang berkaitan dengan kondom.
“kenakan kondom atau… KENAA…!!!”
begitulah semboyan yang dipaparkan oleh sang aktor (siapa sih namanya? lupa… ) dalam iklan layanan masyarakat tentang AIDS. kata KENA yang dimaksud disini tentunya adalah virus HIV/AIDS, karena memang ini iklan tentang AIDS. Namun, apakah pernyataan tersebut benar adanya? bahwa kalau kita mengenakan kondom maka kita akan terbebas dari virus HIV AIDS. berikut beberpa fakta yang menyanggah hal tersebut:
Dua fakta diatas sudah cukup untuk menegaskan pada dunia bahwa apa yang selama ini digembar-gemborkan oleh media massa tentang penggunaan kondom untuk keamanan dari virus HIV adalah SALAH TOTAL.
Namun, opini tersebut sudah terlanjur meluas. Kebanyakan orang telah berpikir bahwa kondom bisa menyelamatkan mereka dari ancaman virus HIV. Bahkan opini ini sudah mewujud dalam bentuk program-program pemerintah seperti ATM kondom. na’udzubillah. program ATM kondom dibuat dengan harapan mengurangi tingkat penderita AIDS di Indonesia. padahal justru program tersebut bisa semakin menyebarluaskan seks bebas dan implikasinya adalah semakin luasnya virus HIV/AIDS.
OK, sekarang saya mau menghimbau pada siapapun anda yang membaca tulisan ini. AYO KITA LAKUKAN OPINION ENCOUNTER terhadap opini bahwa kondom bisa menjadi solusi untuk masalah AIDS. Sebarkanlah tulisan-tulisan ini dimanapun anda bisa.
Kalau anda punya blog, tulislah opini ini di blog anda. Supaya opini umum yang muncul dijagad blog ini bisa membantu melawan arus opini dunia tentang AIDS saat ini
Kalau anda mengikuti banyak milis, maka sebarkanlah tulisan ini ke berbagai milis yang anda ikuti.
kalau anda sering membuka forum online. buatlah sebuah topik baru untuk membawa counter opinion ini pada komunnitas forum tersebut.
AYO TOLAK LEGALISASI SEKS BEBAS DI INDONESIA YANG BERKEDOK PEKAN KONDOM NASIONAL
(memang inilah gunanya blog, blog bisa melawan arus opini yang dibawa oleh media2 besar yang sudah dikuasai oleh sekelompok orang tertentu yang menghendaki kehancuran umat manusia)