Menebar sejuta manfaat
Archive for the 'enterpreneurship' Category
Jun 23 2008

Masa depan perusahaan mahasiswa

341 views

Melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya: Membangun silicon valley Indonesia. Pada tulisan itu saya mengatakan bahwa ada sebuah peluang besar yang memungkinkan terbentuknya iklim layaknya iklim yang terjadi di silcon valley, Amerika. Pada artikel tersebut saya katakan bahwa satu hal yang kurang dari orang-orang di Indonesia adalah entrepreneurship.

Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan pak valentino dinsi, seorang pengusaha sukses yang membuat buku “jangan mau seumur hidup jadi orang gajian”. Berdasarakan obrolan-obrolan saya dengan beliau, ternyata beliau telah lama mencari-cari SDM IT yang handal yang punya ide brilian tentang memanfaatkan IT untuk usaha. Alhamdulillah Allah mempertemukan pak valen dengan saya dan teman-teman saya yang sudah tergabung membentuk perusahaan bernama univind. Intinya beliau ingin memberikan investasi pada perusahaan saya itu. Pak valen berkata pada saya dan teman-teman saya “Anggaplah saya ini capital venture bagi kalian”. Ya… capital venture, saya menemukan capital venture untuk menumbuhkan perusahaan saya. Seperti yang saya nyatakan pada tulisan sebelumnya, bahwa di Indonesia itu sangat sulit mencari capital venture. Sangat sulit bagi mahasiswa yang mempunyai ide bisnis yang brilian untuk mencari penyokong bisnisnya kelak. Insya Allah kedepannya, perusahaan saya bisa lebih serius dalam bergerak dengan adanya pihak yang mau membantu baik dalam hal dana maupun jaringan.

(more…)

Jun 16 2008

Protected: Membangun Silicon Valley Indonesia (1)

This post is password protected. To view it please enter your password below:


May 19 2008

NEKAD, modal utama entrepreneur

Setelah beberapa waktu belakangan ini selalu membuat tulisan-tulisan berbau politis. Sekarang saya mau balik lagi ke dunia yang sedang saya geluti dengan penuh semangat, dunia entrepreneurship. Kali ini saya mau menulis tentang kenekatan, sebuah kata yang menjadi modal terbesar yang dimiliki oleh entrepreneur-entrepreneur sukses yang pernah hidup dimuka bumi.

Inspirasi tulisan saya kali ini adalah dari postingan teman saya leni di blognya yang berjudul “jadi sales di pondok indah“. Disana dia bercerita tentang kenekatannya membagi-bagikan leaflet mengenai usahanya di mal pondok indah jakarta. Dia beserta rekan-rekan usahanya berusaha tebal muka dengan membagi-bagikan leaflet tersebut. Mereka berhasil membuang rasa malu mereka jauh-jauh. Upaya mereka melakukan hal tersebut tentunya membutuhkan kenekatan tingkat tinggi, mereka harus bisa menyingkirkan rasa malu yang biasa hinggap dalam diri kita ketika akan memulai kegiatan-kegiatan seperti itu.

Kenyataannya, memang kenekatan itulah yang memberi banyak perubahan pada dunia. Tanpa kenekatan mungkin saat ini dunia belum akan sampai semaju ini. Untuk itu, butuh kenekatan tingkat tinggi untuk memulai sebuah usaha. Banyak orang yang terus menerus memikirkan resiko demi resiko yang mungkin muncul dalam suatu usaha. Hingga akhirnya dia sama sekali tidak berani memulai usahanya. Dia berhenti apada tataran ide. Tapi ide tersebut tak dapat dia realisasikan karena kurangnya kenekatan dalam dirinya untuk menangggung segala resiko.

Dulu, ketika awal saya membangun perusahaan saya, univind, modal yang saya miliki cuma satu: KENEKATAN. Modal uang, saya sama sekali tidak punya (justru waktu itu saya baru saja menghilangkan uang ayah saya yang seharusnya dipakai untuk bayaran kuliah). Modal teknis, saya juga tidak punya. Saya sama sekali belum menguasai berbagi macam hal teknis pembuatan web seperti bahasa-bahasa yang diperlukan untuk membuat web dinasmis (PHP, ASP, JSP dkk), saya juga belum mengerti apa itu web server? bagaimana wujudnya database? Bagaimana cara mendeploy sebuah website? dan sebagainya. Intinya saya sama sekali tak punya modal kemampuan teknis saat itu. Modal pengetahuan bisnis juga sama sekali belum saya miliki. Saya belum tahu bagaimana caranya membuat proposal penawaran, saya belum tahu bagaimana caranya menghadapi klien. Saya juga belum tahu mengenai kisaran harga pada bisnis yang saa geluti itu (web development). Intinya, ketika saya membangun perusahaan tersebut saya tidak punya apa-apa kecuali KENEKATAN!

Alhamdulillah, pada akhirnya langkah-langkah nekad yang selalu kami ambil dalam perusahaan tersebut justru membawa kami semakin dewasa. Semakin mengerti proses-proses bisnis dan juga semakin paham hal-hal teknis didunia web. Sekarang, perusahaan saya itu juga sedang mencoba sebuah ide bisnis baru dengan resiko ribuan trilyun milyar dollar rupiah (berlebihan banget :mrgreen: ). Tanpa kenekatan, saya tidak yakin perusahaan saya dapat terus berkembang seperti sekarang (walaupun sampe sekarang juga belum manteb-manteb amat sih :) )

Oleh karena itu, buat kamu semua yang punya ide usaha tertentu, ambillah langkah NEKAD untuk segera memulai usaha tersebut. Tanpa perlu terlalu banyak berpikir panjang akan ribuan resiko yang mungkin muncul. Buat kamu yang sudah memulai bisnis, teruslah mengambil langkah-langkah NEKAD untuk mengembangkan usaha kamu. Peliharalah kenekatan tersebut. Sehingga dengan begitu, usaha kita dapat terus melakukan locatan-loncatan besar dalam pengembangannya.

salam entrepreneur!

Mar 12 2008

NETpreneur (InterNET Entrepreneur)

Internet entrepreneur, sebuah frase yang akhir-akhir ini sudah mulai banyak mencuat seiring dengan perkembangan dunia web yang semakin meningkat dari hari ke hari. Internet entrepeneur atau saya singkat netrepreneur merupakan istilah baru untuk orang-orang yang menjalankan bisnisnya secara online melalui internet. Saat ini sudah banyak orang-orang yang mencoba lahan bisnis yang satu ini. Terlebih lagi diluar negeri dimana akses internet sudah menjadi hal yang begitu lumrah, mudah didapat, cepat dan murah. Di Indonesia sendiri jumlah orang yang memberanikan diri untuk terjun sebagai internet entrepreneur masih sangat sedikit. Padahal potensi yang dimilikinya begitu besar. Potensi besar, saingan masih sedikit: nah… jadi peluang kan tuh…

berikut saya akan jabarkan beberapa kelebihan-kelebihan netrepreneur dibangdingkan dengan entrepreneur biasa

  1. Selama ini, seorang entrepreneur harus bersusah payah untuk bisa menembus pasar internasional. Seorang entrepreneur baru biasanya tidak bisa langsung meloncat pada dunia bisnis internasioanl. Dia harus merangkak pelan-pelan pada tangga dunia usaha sampai dia mampu untuk menembus pasar internasional. Netrepreneur tidak perlu menapaki tangga karir tersebut satu persatu secara perlahan-lahan. Internet memungkinkan semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju. Karea kita semua tahu, dalam internet tidak ada lagi batasan-batasan spasial kewilayahan. Internet memungkinkan para netrepreneur untuk langsung terjun dalam bisnis internasional.
  2. energi yang dikeluarkan oleh seorang netrepreneur cenderung lebih sedikit daripada entrepreneur biasa. Yang dibutuhkan oleh seorang netrepreneur hanyalah duduk didepan komputer atau device apapun yang memiliki koneksi internet. Dia tidak perlu bepergian jauh-jauh untuk bertemu klien. Dia tidak perlu berlama-lama menunggu negosiasi tatap muka untuk segera mencapai kesepakatan bisnis. Dia hanya perlu duduk dengan tenang bersama device internet yang dimilikinya.
  3. Lahan bisnis ini secara keseluruhan masih belum banyak dijamah (terutama di Indonesia). Masih begitu banyak peluang yang bisa diraup. Dan kalau kita lihat trend dimasa depan, bisnis offline juga semakin menurun, seiring dengan semakin canggihnya teknologi device yang mendukung internet dan juga semakin canggihnya teknologi untuk mempercepat akses internet dunia. Mungkin saja suatu saat nanti dimasa depan, seluruh proses bisnis terjadi didunia maya. Tapi ini masih utopis, coba lihat yang real saja dulu.

Paling tidak itulah beberapa kelebihan yang dimiliki NETrepreneur dibandingkan dengan ENTrepreneur biasa. oiyaa… ada satu lagi hal yang ingin saya luruskan disini. Bedakan antara NETrepreneur dengan online trader biasa. Netrepreneur adalah orang yang membuka usaha online dan membentuk sistem yang dapat terus menumbuhkan usahanya itu. Sementara online trader hanyalah orang-orang yang melihat potensi dagang lewat dunia maya terus menjalankan bisni perdagangan online nya itu. Online trader tidak bertumbuh, Sementara Netrepreneur terus bertumbuh.

Tertarik mencoba menjadi NETrepreneur???

Mar 01 2008

Umat islam harus kaya

aa gym pernah bilang: “saya tidak mau kaya, tapi masalahnya… saya HARUS kaya”

ya, tentu saja. Umat islam harus kaya, umat islam harus jadi umat yang makmur. Umat islamharus berdaya sehingga dengan keberdayaannya itu umat islam dapat benar-benar menjadikan umat yang seutuhnya membawa islam sebagai rahmatan lil alamin.

Sayangnya, banyak paradigma salah yang muncul dikalangan beberapa ulama yang seolah mengisyaratkan bahwa kekayaan itu merupakan racun dunia yang harus dijauhi. Kekayaan merupakan sesuatu yang dapat membuat kita menjauh dari Allah. Banyak ulama yang menyerukan hidup ‘zuhud’, tapi dengan pengertian yang salah. Ketahuilah bahwa semua pernyataan tersebut adalah SALAH besar.

Umat islam tidak boleh miskin! Umat islam harus kaya!

Rasulullah semasa mudanya merupakan entrepreneur kelas dunia. Produk-produk dagangannya sudah melanglang ke berbagai pasar-pasar internasional yang ada saat itu. Selama ini, memang kita lebih banyak mendapatkan kisah hidup rasul yang begitu sederhana. Dimana beliau tidur hanya beralaskan tikar, dimana beliausering mengganjal perutnya dengan dua batu. Dimana dirumahnya dalam satu hari hanya ada air putih. Ya, memang seperti itulah corak kehidupan rasul. Tapi apakah itu berarti bahwa rasul itu miskin? Sama sekali tidak! Rasul itu SEDERHANA, bukan MISKIN. Ada satu riwayat yang mengatakan bahwa rasul itu pada bulan ramadhan kalau bersedekah seperti angin. Setiap ketemu orang langsung kasih. Ada juga riwayat shahih yang menceritakan bahwa rasul setiap hari memberi makan seorang pengemis yahudi buta yang selama ini seringkali menggosipi beliau. Dan bukti paling fenomenal tentang rasulullah yang kaya dan berdaya adalah ketika beliau meminang siti khadijah dengan mahar sebanyak 100 unta merah (1 unta merah itu kira2 10jutaan). Dan mahar sebesar itu beliau dapatkan dari hasil jerih payahnya sendiri sebagai seorang entrepreneur sukses.

Oleh karena itu, jangan lagi berpikir bahwa yang namanya zuhud itu berarti bahwa  kita harus miskin. Tidak perlu terlalu bersusah payah mencari uang dsb. Berpikirlah bahwa saya harus kaya sehingga saya nanti bisa memberikan manfaatyang sangat besar buat keluarga saya, buat orang2 dilingkungan saya, buat negara saya bahkan buat seluruh dunia.

“Sebaik-baik uang adalah yang berada ditangan orang shaleh” (hadits, shohih bukhari klo gak salah ^_^, cek aja ndiri ya :) )

Jan 28 2008

Bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship

Ada seseorang yang bertanya pada saya melalui komentar disini. Waktu itu saya berjanji akan memberikan jawaban melalui suatu post tersendiri. Nah… setelah sekian lama terbawa arus menulis topik-topik yang lagi hot, baru sekarang bisa menyempatkan diri untuk memberikan jawaban secara komprehensif tentang bagaimana menumbuhkan jiwa enterpreneurship.

Sebenarnya saya sendiri juga masih belum bisa dibilang enterpreneur yang handal. Saya juga masih coba-coba. Saya baru mulai bergelut dngan dunia enterpreneurship waktu kuliah semester 2. Waktu itulah saya membangun perusahaan pertama saya, univind (dulu bernama apadonk),  yang berbasis KENEKATAN. Waktu itu saya gak ngerti apa-apa tentang dunia usaha, saya tidak mengerti banyak tentang lahan bisnis yang saya geluti. Tapi karena kenekatan sudah sedemikian besar semua halangan tersebut saya terobos aja. Nah… karena saya juga baru mulai usaha, saya akan ceritakan apa yang saya alami saja. Saya gak akan terlalu njlimet dengan teori-teori bisnis enterpreneur manajerial blablabla… Jadi, mohon maaf juga kalau terasa kurang menggigit.

Bagaimana caranya menumuhkan jiwa enterpreneurship dalam diri kita?

Sebenarnya hal tersebut dapat dilakukan dengan banyak cara. Hal pertama yang harus ditumbuhkan adlah keinginan dalam diri sendiri. Kita harus mengisi pikiran kita bahwa suatu saat nanti kita akan mampu menjadi enterpreneur sukses. Impikanlah saat-saat dimana Anda berhasil membangun sebuah usaha yang sukses dan maju. Terus tanamkan impian ini dalam diri kita. Lama-lama impian ini akan menjadi motivasi terbesar bagi kita untuk menjadi enterpreneur.

Setelah motivasi internal sudah terbentuk, buru-buru cari motivasi eksternal. Motivasi eksternal ini bisa didapat dengan berbagai macam cara seperti:

  • Membaca buku-buku motivasi bisnis
  • Ikut seminar-seminar enterpreneurship
  • Join di milis-milis wirausaha
  • Berkunjung ke rumah pengusaha sukses
  • dll

Semua motivasi eksternal yang kita temukan akan semakin memperkuat hasrat dalam diri kita untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Sekaligus juga sebagai batu loncatan awal bagi kita untuk menemukan ide-ide bisnis yang bagus. Melalui sarana-sarana yang tersebut diatas biasa muncul inspiras-inspirasi usaha yang punya potensi besar untuk maju.

Setelah motivasi terebut sudah sedemikian kuat baik internal maupun eksternal. Maka biasanya kita akan mulai gelisah kalau tidak segera memulai usaha. Pikiran kita akan terdorong untuk segera mencari peluang usaha dan langsung menjalankannya. Dorongan terebut akan terus menguat.

Kalau sudah seperti itu, saatnya mencari momen yang tepat untuk segera memulai usaha. Banyak orang yang hasratnya sudah sedemikian besar untuk menjadi pengusaha tapi belum juga memulai sebuah usaha, padahal dibenaknya sudah tersimpan sekian banyak ide-ide usaha yang brilian. Itu terjadi karena dia tidak menemukan momen yang tepat.  Dulu waktu saya pertama kali membangun univind, momen yang mendorong saya untuk membangun perusahaan tersebut adalah kehilangan uang sebesar Rp. 1.500.000. Itu adalah kehilangan uang terbesar sepanjang sejarah saya. Namun saya sangat bersyukur pada Allah SWT karena telah menakdirkan saya untuk kehilangan uan. Saya bersyukur pada Allah karen telah memberikan momen tersebut. Saya beryukur pada Allah karena telah memberikan arahan bagi saya supaya mengalihkan musibah tersebut menjadi sesuatu yang positif.

Tapi kalau harus nunggu momen, bisa kelamaan donk? yap, betul sekali. Kalau kita hanya duduk-duduk santai sambil terus berangan-angan untuk menjadi enterpreneur dengan alasan sedang menunggu momen, kita tak pernah bisa menjadi the real entrepreneur. Karena enterpreneur yang sesungguhhnya tidak akan bisa membiarkan dirinya diam terlalu lama tanpa bergerak. Enterpreneur tidak akan bersifat opportunis (untung-untungan). Enterpreneur yag sejati akan membuat momen bagi dirnya sendiri. Momen ini tidak seyogyanya hanya ditunggu. Karena momen yang bagus itu sulit didapat kalau ita tidak melakukan apa-apa. Itu jadinya untung-untungan, kalau yang seperti itu sih bukan entrepreneur namanya.

Jadi, buatlah momen untuk diri kita sendiri. Bagaimana membuat momen tersebut? yaitu dengan menceburkan diri kita dalam masalah atau konflik. Dalam suasana konflik, maka otak kita cenderung bekerja lebih cepat dan juga lebih cepat dalam melakukan aksi-aksi konkrit. Saya pernah diceritakan oleh mas reza m. syarief, bahwa beliau selalu membuat momen-momen besar dalam hidupnya. Dia selalu mencari tantangan-tantangan baru. Momen terkahir yang dia ciptakan adalah memberikan training selama 72 jam nonstop pada sekian ribu peserta trainer secara kontinyu. Beliau berhasil membuat momen untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, buat Anda yang mengaku sebagai enterpreneur sejati, seing-seringlah membuat kejutan-kejutan dalam hidup. Jangan bersantai dalam zona nyaman. Kita harus terus me-recode change DNA kita.

Intinya, bagaimana menumbuhkan jiwa enterpreneurship dalam diri kita?

  1. Tumbuhkan motivasi intrinsik yang ada dalam diri kita sendiri
  2. Cari motivasi-motivasi eksternal
  3. Buat momen besar untuk segera memulai bisnis
  4. Jalankan bisnis dengan konsisten

Sekian, Semoga bermanfaat :)

Jan 06 2008

Univind goes to sukabumi

Baru saja saya pulang dari Sukabumi tempat saya dan teman-teman satu perusahaan saya di univind mengadakan team building plus rapat kerja. Besar sekali hasrat saya untuk mendokumentasikan perjalanan yang sangat menyenangkan tersebut dari awal sampai akhir. Tapi, saya pikir tulisan seperti itu akan tidak sesuai dengan tujuan dibuatnya blog ini. Saya membuat blog ini untuk belajar menulis artikel yang bermanfaat, supaya nanti cita-cita saya utuk membuat buku bisa tercapai, plus juga saya ingin blog ini menjadi blog yang benar-benar bermanfaat bagi semua orang yang membacanya. Oleh karena itu, saya tidak akan menulis perjalanan univindCrew seperti layaknya sebuah diary perjalanan biasa tapi juga dengan upaya menginspirasi teman-teman semua yang berkunjung ke blog saya tentang begitu pentingnya team building dalam sebuah tim, dan juga tentang betapa pentingnya membuat sebuah grand design untuk perusahaan kita.

Team building perusahaan saya, univind.com, memang inginnya diadakan setiap akhir tahun. Kita ingin team building ini menjadi salah satu corporate culture dari univind. Kalau tahun lalu univindCrew pergi ke dufan menikmati wahana-wahana yang ada disana, maka pada tahun ini univind pergi ke sukabumi, tempat asal salah satu univindCrew, yaitu ikhlas purwanto sang CTO (Chief Technology Officer) Univind.

Sewaktu awal sampai di sukabumi kita sudah disambut oleh cuaca yang sangat menarik, cuaca yang jarang ada dijakarta, sukabumi kala itu dipenuhi kabut membuat suasananya jadi sangat sejuk. Setelah sampai kita langsung menyambangi salah satu masjid disana karena kita belum sempat sholat ashar. Setelah selesai sholat, kami langsung beranjak ke rumah Ikhlas. Setelah sampai dirumahnya kami istirahat sebentar ditemani oleh teh hangat dan beberapa cemilan, sambil ngobrol2 santai. Setelah selesai sholat maghrib dan isya, baru kemudian kami univind melaksanakan rapat kerja besar Univind. rapat ini membahas tentang tujuan besar Univind, tentang langkah-langkah strategis jangka panjang univind sampai kepada tujuan akhirnya. Intinya, disana kami telah mendeklarasikan bahwa univind akan menjadi perusahaan yang go international, perusahaan yang bisa menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Kami nyatakan bahwa suatu saat nanti univind akan mampu menyaingi bahkan melampaui perusahaan-perusahaan lain seperti microsoft, google, yahoo, dll.

Setelah selesai berpusing-pusing merumuskan sebuah grand design untuk univind, kami lantas tidur untuk menyiapkan diri menghadapi hari esok yang pasti sangat melelahkan sekaligus menyenangkan. Besoknya kami berangkat ke perkebunan nusantara goalpara. Disana kami melakukan teawalk, berjalan-jalan disekitar kebun teh. Setelah lama ber-teawalk ria, kami mulai memasuki hutan untuk terus naik ke tempat air terjun. perjalanan didalam hutan itu bisa dibilang sangat melelahkan, tapi kami tetap semangat untuk terus maju sampai ke tujuan utama kami yaitu air terjun cibeureum. Setelah sampai di air terjun cibeureum kami langsung memuaskan diri kami dengan mandi di air terjun tersebut. Tak terbayang betapa deras dan dinginnya aliran air terjun tersebut sampai-sampai kami tidak berani untuk masuk ditengah-tengah air terjun tersebut. Setelah puas bermain-main di air terjun kami kembali menempuh perjalanan menembus hutan melewati kebun teh kembali kerumah ikhlas purwanto, sang pemimpin ukhuwah groups.

Itu tadi sedikit ceritanya, dari perjalanan tersebut ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan buat teman-teman semua para enterpreneur dan atau para leader dalam sebuah tim. Pertama, saya ingin menunjukkan tentang betapa pentingnya melakukan team building dalam tim yang kita pimpin. Disini, team building univind telah berhasil me-refresh otak kita yang selama ini sudah sangat jenuh dengan berbagai macam pikiran. Jadi buat teman-teman perusahaan lain yang ada difasilkom seperti jaffa, make and touch, metafor, bersahabat dll kalau kalian belum mengadakan team building, adakanlah! mumpung masih liburan. Univind sangat ingin semua perusahaan yang muncul dari para mahasiswa fasilkom bisa maju. Sewaktu rapat besar kita, salah satu hal yang kita pikirkan adalah bagaimana caranya supaya kita bisa ikut mendorong perusahaan-perusahaan lain yang baru mulai dibuat seperti metafor dan bersahabat.

Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah tentang pentingnya kita membuat visi yang jelas, tegas, besar, dan realistis untuk perusahaan kita. Setelah membuat visi tersebut, penting juga bagi kita untuk membuat langkah-langkah strategis menuju visi tersebut. Kalau teman-teman semua belum membuat itu semua, maka buatlah! Supaya perusahaan yang kita buat bisa berjalan terus maju dan semakin maju sesuai dengan arah perjalanan yang kita inginkan. Tanpa itu, saya yakin100% perusahaan yang kita buat tidak akan mampu benar-benar maju.

Sekian tulisannya, semoga menginspirasi… berikut beberapa foto2 Univind goes to Sukabumi

Univind Goes to Sukabumi

more photo at here: kamal87 – photobucket

Dec 03 2007

Tips membangun perusahaan

Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya yang ini

http://kamal87.wordpress.com/2007/11/22/enterpreneurship-di-kampus/ 

dimana disitu saya menjanjikan akan menulis tips dan trik untuk membangun perusahaan bagi mahasiswa. Maka pada kesempatan kali ini saya akan coba menuliskannya.

Sebelum dimulai, saya ingin meluruskan dulu pandangan kita tentang perusahaan disini. Jangan menganggap bahwa yang namanya perusahaan itu yang punya struktur pengorganisasian kompleks, harus punya banyak modal, harus menyiapkan infrastruktur dulu dsb. Anggaplah perusahaan ini hanya sebagai sebuah tim yang akan terus disolidkan. Di amerika sudah banyak perusahaan-perusahaan yang hanya dijalankan oleh DUA orang saja. Jadi, gak usah mikir terlalu ribet tentang wujud perusahaan disini.

OK, ini dia tipsnya, tips ini saya sarikan dari apa yang saya lakukan ketika membangun univind

  1. Jangan kelamaan mikir!! Banyak orang yang sudah berniat membangun sebuah perusahaan harus mengurungkan niatnya karena terlalu banyak yang dia pikirkan. Semakin lama kita berpikir, maka keragu-raguan akan semakin meningkat. Akhirnya malah tidak jadi membuat perusahaan dan terlena dengan kehidupan standar yang sudah dijalani sekarang.
  2. Segera buat institusionalisasi perusahaan. Apa sih maksudnya institusionalisasi? maksudnya adalah segera tentukan nama perusahaan, struktur perusahaan, ruang lingkup perusahaan. Tidak usah terlalu sempurna, yang penting ada dulu. Keberadaan formalitas-formalitas tersebut akan mendorong kita untuk serius menjalankan bisnis kita.
  3. Buang semua rasa takut. Ketika kita ingin membuat perusahaan, pasti banyak muncul pikiran-pikiran negatif yang muncul di otak kita. Saya katakan, segera buang pikiran tersebut.
  4. Kumpulkan keberanian dan kenekatan. Dulu ketika awal membangun univind (dulu bernama apaDonk) saya menentukan lingkup perusahaan saya adalah web design. padahal waktu itu saya sama sekali tidak punya keahlian dibidang tersebut. tapi, ya itulah… waktu itu saya super nekad. Yang penting ada dan jalan dulu. entar belajar pelan-pelan.
  5. Cari partner yang kompeten, kalau yang satu ini sebenarnya opsional. Banyak pengusaha yang memulai usahanya sendiri dan bisa sukses. Tapi, percayalah… dengan keberadaan partner atau teman kita bisa saling mengisi. Ini adalah hal pertama yang saya lakukan dulu ketika membangun univind. waktu itu saya masih diliputi keraguan untuk membangun perusahaan. lantas saya ajak beberapa teman saya untuk membangun perusahaan. Dari situ saya merasa punya kekuatan lebih untuk mulai bergerak. Sekarang, teman-teman saya itu bahkan lebih semangat daripada saya dalam menjalankan univind :)
  6. Jangan terhalang oleh modal uang. Banyak orang yang beralasan tidak mau usaha karena tidak punya modal. padahal uang bukan modal paling penting yang harus dimiliki. Modal yang paling penting adalah keberanian, kenekatan, integritas, komitmen, konsistensi dsb. Kalau masalah uang itu sih gampang. Modal uang bisa dicari melalui banyak cara. Nanti saya akan tulis, tips dan trik untuk membuat usaha tanpa modal uang. Dulu waktu saya mulai merintis univind, jujur waktu itu saya sedang tidak punya uang (bahkan baru saja kehilangan uang 1 juta rupiah). Dan itulah gunanya mencari teman, Kita bisa mengumpulkan modal uang dari teman-teman kita.
  7. Bersiaplah untuk berkorban. Ketika awal membentuk perusahaan, pasti perusahaan kita itu menyita banyak sekali waktu dan pikiran kita. Jadi… siaplah berkorban. siapkan diri anda untuk terus bekerja 24 jam. Kurangi jam tidur. Pokoknya berikan pengorbanan yang besar untuk perusahaan anda.
  8. Setelah perusahaan sudah terbentuk. Jalankan perusahaan tersebut dengan komitmen yang tinggi dan juga konsisten dalam bekerja. Jangan mudah menyerah. Dalam perjalanannya nanti anda akan menemukan banyak masalah dalam perusahaan anda. Bersabarlah, jangan mudah menyerah dengan masalah tersebut. Univind atau lebih tepatnya apaDonk pada masa-masa awalnya itu isinya cuma masalah doank. Hampir enam bulan sesudah saya mendeklarasikan apaDonk saya belum juga mendapatkan penghasilan. Internal tim apadonk juga pada tidak semangat menjalankan perusahaan. Sampai waktu itu ada selentingan “bubarin aja deh nih apadonk… gak ada gunanya”. Waktu itu saya sempat berpikir untuk membubarkan apadonk. Tapi setelah saya pikir2 lagi, kalau apadonk saya bubarin sekarang, trus apa gunanya semua perjuangan saya selama enam bulan belakangan. Saya tidak mau perjuangan saya sia-sia. Akhirnya apadonk terus berjalan walaupun terseok-seok, mengalami banyak kegagalan. Tapi semua kegagalan tersebutlah yang akhirnya membuat kami semua di univind (kamal, eko, ikhlas, sipur, yans, ilman) punya semangat yang lebih keras dari baja. Kita semua di univind sekarang bisa dibilang sudah cukup tahan banting.

mungkin segitu aja dulu tips dari saya. sebenarnya masih banyak sekali yang ingin saya share kepada teman-teman semua tentang perjuangan saya membangun univind. Saya berharap tulisan ini bisa memotivasi teman-teman semua untuk membangun perusahaan sendiri.

Jangan takut jadi pengusaha
salam enterpreneur!

Nov 22 2007

enterpreneurship di kampus

Dikampus saya, fasilkom UI sudah banyak perusahaan-perusahaan yang dibuat oleh para mahasiswa yang penuh semangat, penuh keberanian untuk bergerak didunia enterpreneurship melawan perusahaan-perusahaan lain yang sudah well developed. Paling tidak ada 5 perusahaan yang saya tahu keberadaannya, ini dia:

  1. univind.com, ini adalah perusahaan saya sendiri. perusahaan ini saya bangun kira2 dua tahun yang lalu ketika saya masih duduk di semester 2. saat ini, perusahaan saya masih memfokuskan diri pada web development.
  2. jakarta computer, perusahaan ini berdiri hampir berbarengan dengan perusahaan saya. perusahaan ini digawangi oleh dado csui04. mereka lebih memfokuskan diri pada penyediaan hardware. amun sekarang perusahaan ini sudah tidak berjalan lagi. Orang-orangnya telah membentuk perusahaan-perusahaannya sendiri
  3. Jaffa, perusahaan ini dibangun oleh franova, mahasiswa csui04. cakupan layanannya tidak jauh berbeda dengan perusahaan saya. Mereka bergerak dibidang web development dan information system.
  4. make n touch (bner gak yah tulisannya), perusahaan ini dibangun oleh teman seangkatan saya, ichsan csui05. perusahaan ini sudah berbentuk CV. perusahaan ini bisa dibilang sangat bagus perkembangannya karena jaringan dan modal awal yang dimilikinya cukup besar.
  5. metafor, kalau yang satu ini saya baru tahu. perusahaan ini dibentuk oleh angkatan 2006. kayaknya sih bosnya si Ishara csui06. bagaimana perkembangannya saya masih belum terlalu tahu.

Diluar yang saya tahu itu, mungkin masih banyak lagi perusahaan-perusahaan mahasiswa yang sudah terbentuk dan berjalan secara diam-diam ( tau2 udah kaya aja :) ). itu juga baru perusahaan yang terbentuk difakultas saya. Belum lagi kalau perusahaan2 yang terbentuk di UI keseluruhan. Saya yakin jumlahnya sangat banyak.

Tumbuh suburnya jiwa enterpreneurship dikalangan mahasiswa ini tentunya merupakan suatu hal yang sangat positif. Saya merasa punya keyakinan besar bahwa suatu saat nanti perusahaan-perusahaan yang dibangun oleh para mahasiswa itu akan mampu menjadi perusahaan yang besar. Kenapa? karena memang perusahaan-perusahaan yang dibangun oleh para mahasiswa sebagian besar dijalankan dengan pola yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan konvensional yang selama ini sudah exist. Kebanyakan mereka secara alamiah menggunakan pola baru dalam menjalankan perusahaan. Dibuku “Change!” buatannya om rhenald kasali, disitu om rhenald menceritakan tentang arus gelombang baru korporasi. Salah satu point yang dituliskan disana mengenai pola baru korporasi adalah korporasi tersebut berjalan secara “campus-liked“. Sudah banyak perusahaan di Amerika yang sekarang sudah berjalan dengan pola yang baru, contoh yang paling terkenal adalah google. Dimana google dengan style barunya itu berhasil mengobok-obok microsoft yang bergerak dengan pola yang lama, kaku dan tegang.

Jadi, dengan ini saya mengajak teman-teman mahasiswa semuanya. AYO KITA TUMBUHKAN JIWA ENTERPRENEURSHIP KITA untuk kemajuan Indonesia. Yakinlah kita pasti akan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sudah terlanjur besar di Indonesia, di Dunia. Karena sebagian besar perusahaan besar yang sudah ada saat ini masih berjalan dengan pola konvensional. mari manfaatkan kondisi ini.

 

Pada tulisan berikutnya saya akan coba kasih tips buat teman-teman semua yang udah gak tahan untuk membangun sebuah perusahaan. Berhubung sudah banyak juga mahasiswa yang nanya ke saya atau teman-teman seperjuangan saya di Univind tentang bagaimana memulai suatu perusahaan. Saya akan beritahu apa saja sih sebenarnya yang benar-benar diperlukan untuk mulai membangun perusahaan yang segar. Perusahaan yang berjalan dengan pola yang baru. Tunggu tanggal mainnya.


↑ Back to top