Redefinisi Arti Sukses
“Andaikan dimasa depan nanti kamu jadi orang kaya, punya banyak uang, punya gedung bertingkat, punya segala-galanya. Apakah itu berarti kamu sudah sukses? BELUM TENTU! Kita hanya bisa tahu apakah kita sukses atau tidak di akhirat nanti, bukan di dunia.”
Beberapa minggu lalu saya terhenyak oleh pernyataan tersebut. Sebuah pernyataan yang disampaikan oleh mentor saya. Sebuah pernyataan yang mengingatkan kembali diri saya akan orientasi awal saya dalam berbisnis, yaitu untuk menebar manfaat yang seluas-luasnya ke seluruh penduduk bumi. Bisa dibilang beberapa waktu belakangan ini orientasi saya agak mengabur. Mulai terkikis oleh realitas-realitas dalam dunia usaha. Alhamdulillah saya diingatkan kembali dengan pernyataan tersebut. Makanya saya sangat bersyukur punya peer group yang selalu bisa mengingatkan saya agar tidak silau oleh kerlap-kerlip dunia.
Banyak sekali kita lihat pengusaha-pengusaha yang rela bermain kotor demi mendapatkan sekedar semilyar dua milyar (kayak dikit aje semilyar 2 milyar :p ). Coba saja lihat Anggodo brothers, dia rela mengeluarkan uang sekian banyak untuk menyuap pejabat demi kelancaran bisnisnya. Hal ini merupakan salah satu penyebab masih banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak begitu mengapresiasi profesi sebagai pengusaha. Para pengusaha dipandang sebagai golongan masyarakat elit yang culas. Golongan masyarakat yang bisa berada di puncak atas karena menghisap orang-orang di sekitarnya. Pengusaha-pengusaha seperti itu bisa lahir karena arti sukses dalam benaknya hanyalah uang dan harta dan juga uang serta harta. Tak ubahnya seperti karakter Mister Crab dalam kartun SpongeBob Squarepants yang rela melakukan apa saja demi uang. Terkait hal ini, Ibnu Hajar Rahimahullah pernah berkata:
“Budak dinar adalah orang yang mencarinya dengan semangat tinggi. (Bila mendapatkannya), dia menjaganya seolah-olah dia menjadi khadim, pembantu, dan budak.”
Pengusaha dengan tipikal “Budak Dinar” seperti yang disebutkan diatas tadi mungkin saja bisa mendapatkan semua keinginannya di dunia. Dia bisa saja “sukses” di dunia, tapi di akhirat dia pasti jadi orang yang paling melarat. Di dunia mungkin dia jadi orang paling banyak mendapat untung, tapi di akhirat dia adalah orang yang paling merugi.
Untuk itu, buat teman-teman pengusaha semua, marilah kita luruskan niat kita dalam berbisnis. Jangan jadikan uang, harta dan kekayaan sebagai orientasi utamanya. Menjadikan hal itu sebagai orientasi utama tak akan pernah bisa membuat kita benar-benar hidup bahagia dunia akhirat. Kita akan terus terobsesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Lalu seandainya harta tersebut sudah tertumpuk di tangan kita, so what? mau apa lagi? Jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama kita. Jadikanlah keridhoan Allah sebagai alasan kenapa kita memilih menjadi pengusaha. Menumpukan orientasi bisnis kita pada akhirat bisa dijamin akan membuat kita menjadi pengusaha yang sangat-sangat tangguh dan pantang menyerah.
So, mari kita redefinisi arti sukses. Sukses sebenarnya bukanlah di dunia melainkan di akhirat kelak!
Mari kita kejar akhirat, dan biarkan dunia mengejar-ngejar kita
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.





Leave A Reply Here
There are 5 Responses to this post, want to join?
pertamax gak nih gw?
iya mal, pernah kepikiran jg begini.. kalo pas kuliah reunian sma, blm tentu yg dulu2 keren pas sma jd keren jg pas kuliahnya.
setelah lulus kuliah reunian lg, ternyata yg dulu sukses pas kuliah blm tentu sukses di dunia pascakampus.
nah kalo reunian di akhirat lebih2 lg. yg dulu keren di dunia blm tentu keren di akhirat.
smg sukses dunia akhirat lah ya..
semangat mal. dunia menantikan lahirnya abdurrahman bin ‘auf yg baru.
~kalo gw jadi kayak siapa ya bagusnya? hehe
Kalau saya mendefinisikan sukses sebagai “berhasil mendirikan perusahaan yang mampu mengalahkan MS/Intel/Oracle/dst”, maka saya katakan saya belum sukses…
@hening: betul ning, semoga bisa sukses dunia akhirat ya… klo hening cocoknya jadi… siapa ya? khadijah ning, ato aisyah, ato maryam, ato siapalah terserah… hehehe.. you define what you want to be right…?
@anta40: hehe… itu juga salah satu target sukses “jangka pendek” gw
“menyaingi microsoft, fesbuk, google dkk”. But beyond that target, I still have a lot bigger dream to achieve… a for more bigger rather than just to compete those big blue chip company…
wow hening, dunia menantikan abdurrahman bin ‘auf yg baru yang baru (like this).
to hening and kamal…fighting!
i’ll see you at the top
@ratna: yup, see you at the top
Post A Comment » jump to comment form ↑