Inspirasi Entrepreneurship dari Pak Chairul Tandjung
Beberapa hari yang lalu saya mengikuti seminar entrepreneur yang sangat keren. Seminar itu merupakan acara pembuka dari rangkaian program UI young and smart entrepreneur. Disana, saya mendapatkan banyak sekali inspirasi dari pembicara-pembicaranya yang hebat-hebat. Saya lupa daftar seluruh pembicara-pembicaranya. Catatannya ketinggalan di rumah. Jadi sekarang saya mau sedikit membagi apa yang saya dapatkan dari seminar itu. Pada postingan kali ini saya mau berbagi sharing yang saya dapat dari Pak Chairul Tandjung pemilik Para Group yang punya TransTV, Trans7, Bank Mega dan lain lain.
Pak Chairul Tandjung, Beliau adalah satu-satunya pengusaha yang pernah saya ikuti seminarnya yang sudah membangun bisnisnya mulai dari bisnis mikro sampai bisa menjadi level korporat. Pengusaha-pengusaha lain yang sering mengisi seminar biasanya belum sampai tingkatan korporat (Cuma tetep aja udah sukses). Satu hal yang tidak saya sangka-sangka adalah bahwa Pak Chairul Tandjung ini sama sekali tidak punya background bisnis. Dia kuliah di jurusan yang jauh sekali dari yang namanya bisnis-bisnisan. Beliau kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.
Pak Chairul Tandjung memulai kiprah usahanya sejak pertama kuliah. Waktu itu, beliau cuma bisnis fotokopian aja. Beliau bilang bahwa beliau dulu adalah ketua angkatan. Suatu saat di suatu mata kuliah di jurusannya, ada yang mewajibkan mahasiswa untuk memiliki diklat yang sudah diberikan dosen. Mahasiswa harus mem-fotokopinya sendiri. Kala itu (tahun 81-an kalau tidak salah), harga fotokopian di sekitar FKG UI adalah 500 rupiah. Kemudian beliau bilang bahwa beliau kenal seorang teman yang punya usaha percetakan dan mau memberi jasa fotokopi itu hanya dengan 150 rupiah. Walhasil, Pak Chairul berpikir ini adalah peluang bisnis. Maka, dia tawarkan jasa fotokopi itu ke teman-temannya seharga 300 rupiah. Tentu saja semua temannya tertarik, akhirnya 100 orang temannya itu menggunakan jasa fotokopinya. Dan itulah 15.000 (profit Rp. 150 x 100 orang) pertama yang dia dapatkan dari hasil usahanya sendiri. Pak Chairul bahwa uang pertama itu sangat penting, jauh lebih penting daripada 1 milyar kedua. Karena apa? karena uang pertama yang kita dapatkan dari hasil usaha kita itu akan menumbuhkan kepercayaan diri yang besar pada kita untuk melanjutkan bisnis kita.
Usahanya itu terus berlanjut sampai dia bisa mengancam melobi pihak dekanat kampusnya supaya bisa memberikan ruang kosong dibawah tangga di kampusnya sebagai tempat untuknya membuka usaha fotokopi. Jadilah pak chairul tandjung itu sebagai orang pertama yang punya usaha fotokopi di bawah tangga di kampus UI. Kini, sudah banyak tempat fotokopi semacam itu di UI. Dari sini kita bisa melihat bagaimana seharusnya kita senantiasa mampu mencari titik-titik peluang usaha dan segera memanfaatkannya.
Pada tahun ke empat beliau kuliah, akhirnya beliau bisa punya satu toko alat-alat kedokteran sendiri di daerah Senen. Namun, toko tersebut gagal merugi karena tempatnya itu sering jadi markas para aktivis mahasiswa disana. Beliau bilang teman-teman sesama aktivisnya itu gak tau diri juga (dengan nada bencana tentunya
) saat numpang di toko miliknya sampai-sampai toko itu bankrut dan harus ditutup. Pak Chairul menceritakan itu dengan sangat santai. Cara beliau bercerita menunjukkan pada kita bahwa kegagalan adalah hal yang sangat biasa dalam berwirausaha. Tak perlulah berlama-lama frustasi akan kegagalan-kegagalan itu. Pak Chairul juga tak lantas menyalahkan teman-temannya atas kebankrutan usahanya. Beliau hanya terus bangkit dan bergerak lagi.
Hmm… sebenarnya masih banyak yang ingin saya share dari apa yang disampaikan pak Chairul Tandjung. Tapi sepertinya postingan ini sudah kepanjangan. Jadi tunggu saja lanjutannya pada postingan selanjutnya ya…
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.





Leave A Reply Here
There are 5 Responses to this post, want to join?
Typo detected
:
. Serem Abisss….
. Berarti untung donk
.
Pak CT emang inspiratif banget. Kisah hidupnya itu real dan ga given. Maksud saya, perjalanan hidup beliau itu bisa diduplikasi oleh hampir semua mahasiswa karena tidak ada yg istimewa dari beliau.
Banyak pengusaha yg memang awalnya sudah istimewa (berhasil memiliki omset sekian pada saat smp, dll). Gara2 istimewanya itu, generasi selanjutnya udah keder duluan.
Ayo Mal, jadi pengusaha yg amanah. Demi Indonesia, dunia, dan jagat raya yg lebih baik.
hem…
menarik juga mas….
saya jadi termotivasi….
mas mau nanya ..
saya baru merintis usaha pembuatan blog….
alias web development….
itu enaknya kita langsung ke rumah pelanggan atow yg lainnya…
and advertise yg menarik buat usaha itu apa aja mas…
trims….
kalo boleh bales lewat email.. saya
@agung: Sip, ayo jadi pengusaha…
and always belajar dari orang2 hebat itu
~mana gung typo-nya? ada ya, gak nyadar
@maman: yang jelas emang kita harus ketemuan tatap muka dulu sama calon pelanggan… ketemuannya bisa dimana aja. Dulu saya pernah ktemuan di rumah, di kanotr, di kampus, dimana aja deh yang enak pokoknya
klo saya selama ini belum pernah advertise, cuma lewat mulut ke mulut aja
Pingback & Trackback
Post A Comment » jump to comment form ↑