IT, Entrepreneurship, Web, Internet, Motivation, Inspiration
May 14 2009

Tipe tulisan blog berkualitas

Beberapa waktu yang lalu saya ikut seminar yang salah satu pengisinya adalah salah satu pentolan blogger Indonesia, mas Budi Putra. Pada seminar tersebut mas Budi bercerita panjang lebar tentang blogging. Kenapa blogging itu baik? Bagaimana mendapatkan uang lewat blogging? Bagaimana ber-blogging ria secara bermanfaat dan lain sebagainya. Nah… pada postingan kali ini saya ingin membagi salah satu poinnya. Yaitu bagaimana membuat blog dengan tulisan yang berkualitas?

Dalam pemaparannya, mas Budi cuma menyampaikan 3 poin tipe tulisan blog berkualitas. Ketiga poin tersebut adalah:

Original

Postingan blog berkualitas hendaknya original alias self made alias ditulis dengan tangan sendiri (ya iyalah, masa sama tangan orang lain :) ). Maksudnya disini adalah tulisan yang dibuat di blog kita itu bukan sekedar tulisan copy paste dari blog atau situs lain. Blog juga hasil karya cipta. Kalau kita meng-copy paste berarti kita juga bisa termasuk melanggar hak cipta. Selain itu, yang dimaksud original disini juga termasuk tidak me-rewrite tulisan orang lain dengan penulisan yang agak dibeda-bedakan supaya tidak terlihat copas-nya. Ini juga tidak original. Contoh lainnya dari tulisan yang tidak original adalah men-translate mentah sebuah tulisan pada situs atau blog berbahasa inggris ke dalam bahasa Indonesia tanpa izin yang punya tulisan. Ini juga termasuk tidak original. So, kalau mau buat tulisan di blog. Buatlah tulisan yang original benar-benar dari hasil daya pikir sendiri. Menggunakan referensi tentu tetap boleh. Asal jangan di kopi mentah begitu saja.

Bermanfaat

Ini dia yang paling saya suka. Saya suka kata-kata “bermanfaat bagi orang lain”. Di luar sana banyak sekali blog-blog yang bertebaran dan hanya diisi dengan curhat-curhat belaka. Well, saya sih tidak menyalahkan kalau blognya mau diisi apapun. Tapi akan jauh lebih baik kalau kita mengisinya dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat. kata mas Budi:

“Ngapain ngeblog kalau tulisannya cuma curhat2an doan, gak ada gunanya, paling pacar doank yang buka”

Seperti yang saya tulis pada postingan saya sebelumnya juga bahwa ngeblog itu adalah kegiatan yang gak guna dan buang buang waktu kecuali… (baca disini)

Well Written

(yang bener Well Written apa Well Wrote ya?) Dulu, saya kalau ngeblog itu asal tulis aja. Yang penting tulis aja yang banyak. Tidak usah terlalu memikirkan desain, tampilan, typo-typo tulisan dan lain sebagainya. Walhasil, blog saya itu dari sisi tulisan memang banyak tapi dari sisi kualitasnya bisa di bilang rendah. Kalau dihitung jumlah typo pada tulisan-tulisan lama saya itu. Wuiiihh… mungkin ratusan… lebih… (hmm… aroma-aroma iklan nih… :) ) Dan setelah diberi tahu seperti itu akhirnya saya mencoba tobat. Barulah setelah itu saya mencoba untuk ngeblog secara lebih rapih. Saya mulai mencoba ngeblog dengan tulisan yang baik, terstruktur, tidak acak-acakan, pokoknya rapih deh. Dengan begitu para pembaca blog kita juga bisa membacanya dengan nyaman.

Oke, sekian saja sharing dari saya. Semoga kita bisa terus membuat blog-blog berkualitas yang bermanfaat buat orang lain.

Semoga bermanfaat.

No TweetBacks yet. (Be the first to Tweet this post)

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

 Leave A Reply Here
Username*

Email*

Website

Comment

 There are 7 Responses to this post, want to join?

Annas said,  

Setuju… Belajar nulis terstruktur gimana ya?, selama ini suka nulisnya lompat lompat nih

kamal said,  

@Annas: hmm… kayaknya caranya cuma satu deh.. yaitu:
latihan, latihan dan latihan…
sampe jago

ikhma said,  

hmm.. nice info :D .
saya masih sering curhat di blog tapi :p

kamal said,  

@ikhma: tapi apaa???

ikhma said,  

hmm.. maksudnya:
tapi, saya masih sering curhat di blog.
*maaf kalimatnya kebalik balik :p*

dani said,  

jika bermanfaat bagi orang lain diterjemahkan sebagai bukan curhat, jadi senada dengan jacob nielsen –yang disebut pakar usability– dong.

tiap segmen sepertinya punya peminat tersendiri. punya manfaat masing-masing. kalau curhat bisa dijual (misal: novel, buku, humor), kenapa tidak? :)

kamal said,  

@dani: hmm… iya juga sih ya… bisa jadi

 Post A Comment » jump to comment form  

↑ Back to top