Usaha modal dengkul adalah MITOS!
Saat ini sedang ada semacam acara kontes sekaligus pelatihan entrepreneurship yang diadakan oleh Universitas Indonesia. Saya termasuk salah satu pesertanya. Acara itu diberi nama: UI Young and Smart Entrepreneur. Sampai sini masih belum ada masalah. Slogan acara ini adalah: Peluang wirausaha modal dengkul. Nah… Ini dia yang bermasalah. Slogan itu terlalu lebay :p
Kalimat dengan rangkaian kata-kata seperti ini memang banyak sekali meliputi buku-buku, seminar, website atau apapun itu yang berkaitan dengan entrepreneurship. Kalimat-kalimat bombastis bin fantastis itu dengan jumlahnya yang banyak dan beredar dimana-mana telah berhasil menutupi hakikat sebenarnya dari jalan entrepreneurship. Banyak yang akhirnya terpesona oleh semboyan-semboyan kulit tersebut yang memang sengaja dibuat cantik dan menawan. Akhirnya mereka terjebak dengan cara-cara bisnis yang sembrono dan tidak benar-benar terarah.
Melalui tulisan ini ingin saya tegaskan bahwa di dunia ini tidak pernah ada satupun bisnis yang hanya bermodalkan DENGKUL. Dengkul disini tentu saja bukan dalam artian sebenarnya. Gak mungkin juga kan cuma pake dengkul bisa bisnis :p. Kalimat itu menunjukkan seolah-olah bisnis itu tidak membutuhkan modal apapun sampai-sampai dengkul sekalipun bisa dijadikan modal.
Kenyataannya, sama sekali tidak begitu! Berbisnis adalah jalan yang penuh halangan dan rintangan. Ibaratnya Sun Go Kong yang lagi mencari kitab suci di barat :p. Untuk terjun sebagai pengusaha, seseorang harus memiliki banyak MODAL. Namun, pengertian modal disini harus diubah. Banyak orang yang berpikir bahwa modal itu berarti UANG. Pemikiran seperti SALAH BESAR. Modal terbesar para pengusaha adalah KREDIBILITAS dan INTEGRITAS pribadinya. Mereka mengerahkan segenap potensi yang mereka miliki untuk mulai menjalankan bisnis. Dan tentu saja tidak hanya bermodalkan dengkul.
Jadi, buang jauh pemikiran bahwa usaha bisa dilakukan dengan modal dengkul. Jangan mudah percaya dengan ribuan slogan-slogan cantik yang menghiasi berbagai macam momen dan event-event entrepreneurship. Sadari betul-betul bahwa bisnis membutuhkan modal yang besar, dan modal itu bukan uang, melainkan Integritas dan kredibilitas diri. Untuk itu, bangunlah integritas dan kredibilitas diri dari sekarang. Berperilakulah dengan akhlak yang baik. Pada saat itu, barulah kita bisa menjadi entrepreneur yang Insya Allah sukses. Amiiin
Sekian saja. Semoga bermanfaat.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.





Leave A Reply Here
There are 39 Responses to this post, want to join?
Iya, setuju….
Eh, bukannya pengumuman pesertanya senin ya???
Lu udah jadi peserta? Hebat!!! Selamat ya…
Knapa sih entrepreneur kbanyakan cowok, apa karena mentalnya lebih kuat menangkis resiko dan tekanan dalam berbisnis…
Wah, saya maunya yg wanita juga ga kalah….
Ayo…maju…
Sori bos…saya kurang setuju dengan pendapat anda..
Justru anda yang sedikit “lebay” dengan mengatakan usaha modal dengkul sebagai mitos…karena sudah sejak lama yang membuktikannya..dalam membuktikan kredibilitas dan integritas seorang pebisnis pemula bener2 harus memanfaatkan modal dengkul..tentunya bukan dengkul yang bener..tapi dengkul di sini adalah modal dasar itu sendiri….bisa uang..bisa kepercayaan…bisa teman….saudara….dll…
Yang pasti bisnis modal dengkul itu ada…dan sudah banyak yang berkembang…
Sukses slalu!
Menurut saya hanya masalah persepsi saja. Mungkin persepsi bagi panitia yang bikin acara, modal dengkul artinya gak pakai modal uang. Tapi menurut pemilik blog, modal adalah satu kesatuan terintegrasi yang tidak hanya melulu uang.
DENGKUL is the best ! hehehe…
Onassis believe or not memulai usahanya sebagai trader HANYA DENGAN MODAL DENGKUL… baca saja di buku Financial Revolution TDW… setuju bahwa pengusaha harus punya KREDIBILITAS dan INTEGRITAS.. tapi kedua hal itu juga tidak dibangun dalam satu hari… di IT juga bisa kok modal dengkul (baca: tidak melulu uang, tetapi juga SKILL dan KNOWLEDGE).. klien2 pertama kami banyak juga yang awalnya hanya modal dengkul… piss
Hidup Dengkul!!!
ternyata sekarang bukan cuma rawon dan sop yang pake dengkul he..he…
setiap energi yg kita keluarkan baik pikiran, tenaga, perkataan termasuk action itu bisa disebut modal
Salam sukses Mulia
Sebaiknya kita sebagai konsumen harus smart, jangan mudah terlena dengan judul iklan ataupun buku yang judulnya bombastis. Itulah MARKETING. semua orang kan doyan yang instan2, lupa bisnis prosesnya. Hasil dari seminar, tidak akan ujuk2 sukses kan, ada action dan tahapan yang dijalani. so keep moving forward
gak punya dengkulpun masih bisa pake dengkul tetangga. mas, memang tujuan dibikin slogan gitu kan cuma ut memancing orang utk berani memulai. daripada orang bikin judul seminar menurut versi mas : berbisnis butuh integritas dan bla bla.. pastilah orang akan lebih tertarik yg seminar bisnis modal dengkul.
iya, ini cuma masalah beda presepsi aja si mal,
Gw baca slogan itu sih langsung nangkep maksudnya ga pake duit.
Tapi, gw juga ga yakin ah kalo usaha ga butuh modal sepeserpun, pasti ada lah barang seperak dua perak
Itu cuma bahasa strategi promosi supaya menarik perhatian orang mas….dan ga ada kebohongan disitu.
Kalau mas bisnis IT juga bisa pake bahasa2 seperti itu utk menarik perhatian orang. Kalao ngomong itu lebay kayanya berlebihan, karena persepsi byk orang modal dengkul itu emang masalah uang.
Semuanya bisa benar dan tidak tergantung dari cara kita memandang aja mas. Bagi yang sudah membuktikan ‘ keampuhan dan keabsahan’ dengkulnya, ya alhamdulillah…so far so good.!! Tapi jujur aja, pengorbanan dan kegagalan merupakan sunnah yang harus kita lewati, bayi mana sih yang bisa langsung lari?
So, menganggap istilah kesuksesan bisa diawali dari modal dengkul.., it’s good idea!
Yang jadi polemik kan keringat dan darah kadang bercucuran untuk mencapai hal tersebut, walau pakem ‘ pebisnis’ udah kita jalankan!
Jadi, masih logiskah klo’ istilah modal dengkul digunakan? Akan lebih bombastis klo’ etos 10 x kerja lebih keras dan pantang menyerah adalah cambuk buat pebisnis pemula.
Wallahu ‘alam bissawab.
arif_ sulaiman / 08158849040
Sekiranya anda yang menjadi panitia, kira2 slogan apa yang menarik orang mau datang?
@ghita FISIP07: siplah… ayo para wanita… jadilah entrepreneur sekaligus istri yang baik… huehuehue
@dita: hmm…. saya lebay ya… hehehe… klo judulnya emang sengaja dibikin lebay gitu biar banyak yg respon
wah… jaadi saya ngikutin panitia itu juga donk ya yg bikin judul yg lebay supaya banyak yg respon :p
@Hantiar: iya sih… ini maha kayaknya cuma masalah persepsi aja…. gak usah dibikin pusing ah
yang penting bisnis jalan terus… tul gak
@haen: wow… udah manteb nih kayaknya pengalaman bisnis IT-nya yg bermodalkan dengkul…
boleh dong di share
@rozi:
Bner banget
@annas: nah… ini dia nih komen yg paling yahud… jadi emang inti tulisan saya sebenarnya ngarahnya kesini. bukan maslah dengkul atau gak dengkul. Melainkan ttg penggunaaan kalimat-kalimat lebay dalam seminar-seminar, buku2 dan webiste ttg entrepreneur
tenkyu mas annas
@adil: hehehe… iya juga ya… basi banget nanti kliatannya acanya
@nur: bner juga sih nur… dulu waktu gw bikin univind juga walopun gw bilang gak modal uang tetep aja sbenarnya ada yg gw sisihin dari duit jajan gw yg dipake buat ngeprint lah, fotokopi lah dsb
jadi tetep kluar duit juga
wah… berarti klo saya sebut itu lebay maka jadi saya yang lebay ya. hehe
@arif_sulaiman: nahh… betul tuh kalimtyanya kayaknya lebih nampol
@ato sunarto: waduh saya juga bingung tuh :p tapi tyadi udah dicontohin tuh diatas sama mas arif sulaiman
Hallo,
Begini lho pak, menurut saya sich tergantung pikiran dan pendapat kita masing-masing, modal dengkul ato tidak itu semua tergantung kepada kita si pelaku usahanya.
Contoh Modal dengkul bisa saja berarti modalnya cuma Rp. 100.000, ato dibawah Rp. 1.000.000,-, sedangkan teman-teman lainnya harus memiliki modal usaha besar (itu juga boleh dikatakan modal dengkul).
Lain lagi kalo modal dengkulnya itu tenaga, misalnya teman yang modalin, kita keluarkan tenaga kita, nanti keuntungan dibagi 2.
Sebetulnya modal dengkul ato tidak, semua tergantung pada pikiran dan pendapat kita.
Salam Antusias
@johanes ariffin wijaya: siplah… setuju aja dah sama pak ariffin
yang gembar-gembor usaha modal dengkul itu orang-orang yang menyesatkan. silakan tanya ke diri sendiri deh…untuk yang sudah pernah wira usaha ya……jangan yang belum pernah wira usaha dan cuma baca buku kisah orang sukses yang kasih komentar.
pissss
katanya modal dengkul …tapi modal saudara, modal tetangga, modal uang pribadi, modal keahlian anda sebut-sebut.
kalo kerja modal dengkul saya setuju, wira usaha modal dengkul? ngimpi kali.
saya kasih contoh sedikit:
katanya seorang penulis adalah salah satu wira usahawan dengan modal dengkul (dengkulnya itu otaknya dan pikirannya) menurut saya penulis bukanlah wirausaha melainkan self employee, dia mendapatkan hasil dari tuisannya. kalau dia tidak menulis ya tidak mendapatkan hasil, terlepas dia dapat royalti dari penjualan atas buku-bukunya. itu bukanlah wirausaha. SELF EMPLOYEE.
penulis bisa menjadi wirausahawan kalau dia bisa mengorganisir beberapa penulis untuk kemudian menjual ke penerbit dan kemudian dicetak dan diperjualbelikan. Untuk bisa seperti ini bukan cuma dengkul yang dibutuhkan, ada modal lain selain dengkul. apa saja? modal koneksi/jaringan penerbit, modal dana untuk mendatangi penerbit/mengontak penerbit baik via telpon maupun internet, dan ini membutuhkan biaya juga(siapa bilang internet marketing itu modal dengkul? bagaimana bisa konek via internet kalau tidak punya jaringan?atau tidak ada uang untuk ke warnet?. kecuali yang bersangkutan melakoni jalan kaki dari rumahnya dan mendatangi penerbit itu satu persatu
kekecualian hanya ada di operator warnet yang bisa mengakses internet dengan gratis selama bekerja dan kemudian ybs membuka toko online
jadi yang harus diperjelas itu “Kerja Modal Dengkul” atau “Usaha Modal Dengkul”. kerja modal dengkul banyak ragamnya,
kalo bilang usaha modal dengkul Lebaaaayyyyyy banget. (ngomong-ngomong lebay itu apa sih?)
@ Dita dan pendukung modal dengkul…..sudah pernah wira usaha sendiri?jangan samakan “wirausaha” dengan “melakukan pekerjaan” yang menghasilkan uang.apakah pemulung adalah wirausaha? dia modal dengkul lho untuk mendapatkan uang
@ Dita….anda nggak konsisten sama pernyataan anda sendiri
buat yang percaya sama buku-buku atau seminar-seminar “modal dengkul” kalian semua ditipu, daripada beli buku sampah seharga puluhan ribu itu, mending liat sekeliling, dan jadikan apa yang ada di diri sendiri (termasuk uang untuk beli buiku itu) dan sekeliling menjadi ladang usaha.
Onasis, Bob Sadino, dan pengusaha-pengusaha sukses tidak ada yang bermodalkan dengkul atau tanpa modal. semuanya pakai modal sebelum akhirnya mereka sukses.
mau tau usaha modal dengkul yang bener-bener pake dengkul alias nggak pake modal duit?
kenalan sama yang punya warnet/operator warnet di deket rumah. akses internet sebanyak-banyaknya, jualan online lewat internet. Apa yang dijual?Barang jualannya orang laen….yang dijual sama kita. gimana masalah pembayaran? yaah butuh modal lagi untuk bikin rekening Bank hehehehehehe. eh ujung-ujung nya butuh duit lagi buat rekening bank. qeqeqeqeq.
salam kenal mas kamal..salam TDA
gimana kalo MODERAT aja…MODAL DENGKUL DAN URAT….? jelas gak cukup!
slogan itu cuna strategi aja biar anak UI mau berwirausaha… strategi biar dapet AIDA-lah…
jangan dianggap serius-lah.. lagian kalo ikut YSEP, ntar kan dikasih pelatihan2..ya berarti ada pengorbanan untuk belajar..
wah… panjang betul komennya… makasi-makasi mas atas komennya ya…
Semoga kita semua bisa sukses dah…
betul betul… acara itu jauh lebih manteb daripada apa yg dislogankan…
btw, AIDA tuh apa ya?
AIDA = Attention, Interest, Desire, Action.. CMIIW
@judo : yah kalo menurut anda modal dengkul itu gak mungkin.. silakan protes aja sama Onassis tuh.. yang udah lebih sukses… jadi trader tembakau hanya modal selembar kertas berisi tanda tangan para petani tembakau untuk menjual tembakaunya seharga XXX yang merupakan accepted price penadah tembakau kelas dunia..
Kita ekspor juga modal dengkul.. hanya kepercayaan aja.. buyernya transfer duit.. duitnya dibeliin barang.. kirim.. beres.. modalnya hanya warnet 3000 / jam.. ga punya Rp. 3000 ? ya minjem dulu lah.. kalau dah untung kembaliin..
IT apalagi.. kenalan sama klien.. kita punya keahlian.. bisa meyakinkan calon klien.. bikin dah softwarenya / webnya.. ga punya komputer ? gampang.. deket2 dong ama dosen.. kongsian.. nanti dari situ kan punya capital dari untung proyek.. intinya.. ya mesti kreatif lah.. piss
@Haen: nah itu dia mas haen… nyatanya kita tetep butuh modal kan…. tadi mas haen bilang ttg biaya warnet, ato biaya komputer.
tapi kan itu bisa minjem?!?!
oke… nah… minjem itu juga butuh modal, yaitu modal kepercayaan
nah… itu dia yg saya maksud dengan integritas dan kredibilitas
Hehehe…, tulisan ini rame. Apa gara2 dipamerin di “milis” UI Young n Smart Entrepreneur ya?
hehe… iya itu salah satunya gung, selain di milis itu ane pamerin di milis TDA juga gung
boss aku emang kurang beruntung terlahir bukan dari trah sultan ok gpp ane ngomong gitu ribuan orang nggantungin impiane untuk sebuah kesuksesan jadi jangan patahkan semangat mereka klo ada yang punya program bagus kenapa anda gak jadi investor tuk mereka dengan gitu impian mereka tak sia-sia
@suya: saya sama sekali gak mematahkan semangat mereka koq… justru berharap tulisan ini bisa mencerahkan temen2 yg memang niat berwirausaha supaya gak terjebak oleh jebakan macem kek gitu yang memang banyak beredar
Anda harus melihat Slogan tersebut dari perspektif sebagaimana anda melihat sebuah tayangan dari jutaan IKLAN yang tersebar dimana-mana, yang salah satunya adalah dari media Internet.
Sebagai Contohnya adalah iklan “Sedot WC, hub no: 021-bla-bla-bla” yang tertempel di banyak tiang listrik dan atau tiang telepon. Ada banyak orang yang tidak mengacuhkannya, tetapi bukan berarti tidak ada orang yang mungkin ingin memanfaatkan jasanya, atau mungkin memanfaatkan koneksinya terhadap pemilik truk tangkinya yang mungkin akan memberikan penghasilan tambahan bagi dirinya dan mungkin keluarganya.
Jadi, Ada banyak cara untuk membangun jiwa entrepreneur ke dalam setiap pribadi orang Indonesia. Janganlah kita terlalu menganggap remeh kepada satu Slogan sebagai salah satu dari banyak macam cara untuk membangun jiwa Entrpreneurship tersebut, Try to be Smart and think Positive to whatever opportunity you see in front of you. Be a Player, do not just be an audience
@salam: nice comment
Pingback & Trackback
Post A Comment » jump to comment form ↑