Haruskah mahasiswa IT jago pemrograman?
Di kalangan mahasiswa IT, isitlah jago pemrograman biasa dikatakan dengan frase yang lebih gampang disebut, yaitu jago ngoding. Apa itu ngoding? Ngoding itu bahasa keren dari nge-code. Tentu saja yang dimaksud disini adalah kode pemrograman. Itu sedikit penjelasan istilah, sekarang mari masuk ke topik intinya. Haruskah mahasiswa IT jago ngoding?
Dalam kurikulum standar bidang IT yanng dibuat oleh IEEE memang dikatakan bahwa kemampuan melakukan programming alias pemrograman alias nge-code alias ngoding itu termasuk kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh semua mahasiswa yang jurusan IT. Tak peduli apapun jurusan spesifiknya di bidang IT. Apakah dia berada jalur sistem informasi (salah satu jurusan di bidang IT yang lebih ke arah sosial), atau jurusan komputasional (lebih ke arah matematika saintifik) atau yang mengambil jurusan hardware, apalagi yang memang mengambil jurusan teknologi perangkat lunak. Semuanya digariskan untuk bisa menguasai pemrograman.
Lalu bagaimana kenyataan yang terjadi? Selama 3,5 tahun belakangan saya kuliah di jurusan IT di fasilkom UI tercinta ini saya menemukan tidak semua mahasiswa IT bisa ngoding. Bahkan seorang lulusan fakultas ilmu komputer UI sekalipun ada yang tidak berani mengambil sebuah proyek PHP kecil-kecilan hanya karena dia merasa tidak mampu ngoding. Banyak teman-teman saya di kampus yang sebenarnya benci ngoding. Tapi, seolah mereka terjebak oleh nasib mereka karena sudah terlanjur bercokol di jurusan ini. Akhirnya mereka, dengan setengah hati, mencoba belajar menjadi kodinger alias programmer yang baik. Namun, ada juga yang tak mau mengalah pada nasib mereka. Ada yang tetap bersikeras tak mau mengorbankan ketidaksukaan mereka pada baris-baris kode dengan tetap menjadi programmer setengah hati (yang satu ini termasuk saya
). Golongan orang-orang seperti mereka ini pada akhirnya tersebar pada berbagai lingkup kerja lainnya. Ada yang menjadi konsultan, ada yang menjadi pengusaha, ada yang menjadi desainer dan lain sebagainya. Dan mereka tetap dapat hidup bahagia tanpa harus dihantui oleh bayang-bayang baris kode pemrograman
Lalu, apakah itu berarti mahasiswa IT tidak mesti jago ngoding? tidak juga! Inilah pendapat saya. Seorang mahasiswa IT yang baik paling tidak harus memahami secara penuh KONSEP-KONSEP dasar pemrograman. Ingat, saya menekankan bahwa disini saya katakan KONSEP dan bukan bahasa pemrogramannya itu sendiri. Apa sih maksudnya konsep, contoh konsep itu misalnya konsep fungsi, loop, framework, OO, class/object, inheritance, declarative language, modular programming, kompilasi bahasa dan lain sebagainya. Itulah yang harus dipahami betul oleh seorang mahasiswa IT. Dengan bermodalkan pemahaman konsep yang mumpuni itu maka kita akan bisa dengan mudah mempelajari bahasa apapun: C, Java, C#, PHP, ASP, JSP, HTML, Javascript, Ajax, Pascal, Fortran, Assembly dsb.
Itulah alasan kenapa seharusnya kampus-kampus IT sebaiknya jangan mengajarkan satu bahasa tertentu pada mahasiswanya. Kalau begitu, nanti mereka akan bingung ketika harus berhadapan dengan bahasa lain. Saya sangat miris dengan kampus yang masih saja mengajarkan BAHASA Pascal, sementara tidak memberikan asupan KONSEP sama sekali. Kasihan sekali mahasiswa di kampus itu, sudah tidak mendapatkan asupan konsep, mereka juga hanya diajari bahasa JADUL yang sudah jarang dipakai lagi sekarang, Pascal.
Seharusnya kampus-kampus IT di seluruh Indonesia, baik yang kecil maupun yang besar. Lebih menitikberatkan pendidikannya pada konsep. Sehingga dewngan begitu, mahasiswanya akan lebih lincah dan lihai dalam menghadapi dunia kerja IT yang kejam ini :p Mereka bisa dengan percaya diri mengambil proyek berbahasa apapun. Dengan modal pemaahaman konsep yang kuat maka learning time mereka untuk satu bahasa baru bisa lebih cepat.
So, tenang saja, jadi mahasiswa IT gak harus jago ngoding koq. TAPI HARUS NGERTI KONSEPNYA!
OK, sekian saja, semoga bermanfaat
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.





Leave A Reply Here
There are 6 Responses to this post, want to join?
setuju banget kak!
secara fitri ga suka banget sama ngoding..
makanya pas semester 1 tu fitri agak merasa terjebak masuk sini..
soalnya fitri dulu tertarik mau masuk fasilkom karena fitri ‘penasaran’ sama animasi2 gitu.. desain dkk
dan kata kakak fitri, kata temannya di fasilkom itu lebih banyak matematika tapi sedikit fisika..
karena fitri suka matematika tapi ga suka fisika, makanya milih jurusan ini..
tapi ternyata oh ternyata..
Wew..
Ndak harus jago seh..
Tapi kalo ndak suka..
Saya jadi mikir..
Apa dulu salah masuk jurusan ya..
Ato kepaksa ama ortu kali..
hhhhhhh..
hehehhe
ngerti lah mal maksutnya. wokokokokok
sekarang kan udah terlanjur masuk tuh fit… blajar yg bner
kayaknya emang gak harus jago ya… banyak ko yg sukses tanpa harus jago ngoding
@nur: apaan sih nur??? gak ngerti :p
wkwkwk
Post A Comment » jump to comment form ↑