Menebar sejuta manfaat
Archive for April, 2009
Apr 30 2009

Flatind wordpress template

589 views

This post has been moved to asingle page at here

Apr 29 2009

Jangan beli buku entrepreneurship best seller

Sebelum saya diprotes oleh penulis, penerbit dan penjual buku-buku entrepreneurship best seller, izinkan saya mengklarifikasi terlebih dahulu. Tulisan ini saya tujukan khusus untuk mereka yang sudah menjalankan usahanya. Bukan untuk mereka yang masih mencari-cari motivasi untuk berwirausaha.

Kalau Anda memang sudah berhasil menembus halangan pertama untuk pindah kuadran sebagai entrepreneur, halangan untuk segera memulai usaha, maka ikutilah saran saya: Jangan beli buku entrepreneurship best seller! Kenapa begitu? Karena hampir semua buku-buku tersebut tak akan membawa ilmu baru yang berguna untuk Anda dalam menjalankan bisnis. Ya, mayoritas buku-buku entrepreneurship yang mampu melesat menjadi buku best seller adalah buku-buku yang hanya berisi motivasi-motivasi entrepreneurship belaka. Tidak salah koq, sama sekali tidak salah. Buku-buku seperti itu biar bagaimanapun memang tetap diperlukan. Diluar sana ada banyak sekali orang yang perlu dimotivasi untuk terjun ke dunia penuh ranjau ini, entrepreneurship.

Jumlah orang yang bisa menembus halangan pertama untuk pindah kuadran itu memang sedikit. Orang-orang yang sedikit ini lebih membutuhkan ilmu manajemen bisnis ketimbang motivasi entrepreneurship. Oleh karena itu, buku-buku terkait pengelolaan bisnis memang sedikit dan memang tak akan pernah bisa menjadi buku best seller.

Kalau Anda sudah memulai usaha Anda, maka jangan hampiri rak-rak buku best seller yang biasanya diletakkan ditempat strategis di toko buku. Hampirilah pojok-pojok toko buku yang sepi dimana disana terpampang buku-buku bertema manajemen bisnis. Buku-buku itu memang pasti membosankan, tidak segemerlap buku-buku motivasi yang penuh luapan-luapan gairah dan semangat. Namun, bukan luapan gairah itu yang Anda butuhkan saat Anda sudah memulai usaha Anda. Yang lebih Anda butuhkan adalah ilmu. Bagaimana caranya mengelola dan mengembangkan bisnis atau usaha yang sudah Anda jalani dengan baik.

Tapi sesekali bolehlah baca buku-buku motivasi seperti itu. Lumayan buat ngejaga ruhiyah bisnis :p

Apr 26 2009

Facebook sebagai media pembelajaran

Tadi pagi saya menonton acara talk show di TV One mengenai pemanfaatan IT di dunia pendidikan. Lebih spesifik lagi yaitu pemanfaatan facebook sebagai media pembelajaran baru. Ada dua narasumber yang diundang pada acara talkshow tersebut. Yang pertama adalah kepala sekolah Harapan Ibu sementara yang satu lagi saya tidak tahu karena saya juga nontonnya telat pas ditengah-tengah.

Perbicangannya menurut saya sangat menarik. Tentang bagaimana memanfaatkan facebook sebagai media pembelajaran. Selama ini facebook lebih banyak dipakai untuk sekedar bersenang-senang, bersilaturrahim sama teman, atau sekedar ajang narsis-narsisan. Sampai saat ini, banyak pihak yang memandang facebook secara negatif. Mereka berpikir bahwa keberadaan facebook bisa menurunkan kinerja pegawai. Ada juga yang bilang facebook itu berbahaya karena bisa digunakan sebagai sarana pelecehan dan pencemaran nama baik dengan maraknya group-group “say-no-to” disana.

Diluar sisi negatif itu, facebook tetap memiliki banyak manfaat, jauh lebih banyak ketimbang mudharat-nya. Efek negatif itu muncul hanya karena oknum-oknum tertentu yang tidak menggunakan teknologi sebagaimana mestinya.

Nah… Lalu bagaimana sih caranya memanfaatkan facebook sebagai sarana pembelajaran?

Ada banyak sarana dan fitur-fitur facebook yang bisa dipakai untuk menunjang sarana pembelajaran. Berikut beberapa contohnya:

  • Facebook Share. Ini merupakan fitur dasar di facebook. Fitur ini pastinya juga bisa digunakan sebagai sarana untuk membantu pembelajaran. Siapapun bisa men-share apapun (tulisan singkat, link, gambar, video dsb) ke semua teman-temannya.
  • Facebook Quiz. saat ini sudah banyak quiz-quiz yang beredar di facebook. Rata-rata hanya quiz yang dibuat untuk sekedar iseng. Fitur ini sejatinya bisa dipakai untuk melakukan quiz online. Sang guru bisa membuat quiz-nya dengan mudah kemudian menyuruh seluruh muridnya untuk mengerjakan quiz tersebut.
  • Facebook Note. Dengan sarana ini sang guru bisa memancing murid-muridnya  saling berdiskusi mengenai topik tertentu. Sang guru cukup membuat note disana kemudian men-tag (“men-tag” bahasa Indonesianya yang enak didenger apa ya??) seluruh muridnya untuk memancing diskusi.
  • Facebook Apps. Dengan fitur ini hampir segalanya bisa dilakukan. Salah satunya adalah  dengan membuat sebuah game edutainment pada platform facebook Apps ini. Salah satu contoh Facebook Apps game edutainment yang cukup terkenal dan banyak dimainkan adalah Geo Challenge. Sebuah aplikasi game untuk menguji pengetahuan geografis dari pemain-pemainnya.

Paling tidak itu 4 contoh pemanfaatan facebook sebagai media bantu pembelajaran. Tentunya pemanfaatan facebook ini pasti akan digandrungi oleh para murid karena disana mereka bisa belajar sambil bersenang-senang.

Apr 24 2009

Ngeblog cuma berguna kalau…

Ditulis secara konsisten

Blog yang tidak diisi secara konsisten tidak akan bisa benar-benar memberikan manfaat. Baik buat kita sendiri maupun buat orang lain. Blog yang diisi terus secara konsisten akan bisa terus bertumbuh. Konsisten yang saya maksud disini bukan berarti harus terus update sehari sekali. Seberapa sering frekuensinya menurut saya tidak terlalu masalah. Walaupun kita cuma bisa update 2 minggu sekali tapi jika dilakukan konsisten pasti hasilnya jauh lebih baik daripada blog yang diisi dengan semangat penuh diawal tapi pelan-pelan memudar. Coba tengok website 24ways.org, website itu hanya di-update pada bulan Desember setiap tahunnya. Tapi karena update-nya benar-benar berjalan konsisten, akhirnya blog itu bisa benar-benar eksis.

Diluar sana, banyak orang yang sudah membuat blog. Pada awalnya dia semangat mengisi blognya. Dua minggu berlalu, frekuensinya mulai menurun. 1 bulan berjalan, cuma ada 1 update post. Itupun isinya “Wahhh… udah lama gak apdet blog… udah ah gitu aja, cuma skedar apdet :p”. 2 bulan… sepi… 4 bulan….. MATI!

Akhirnya blog itu ditinggalkan, bukan cuma oleh pembacanya tapi juga oleh penulisnya. Jadilah blog itu sebagai kontributor halaman-halaman hampa di dunia maya (Saahh… bahasanya :) ).

Diisi dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat

Jangan isi blog kita dengan curhat-curhat pribadi! Apalagi kalau curhatnya cuma berisi keluhan. Hampir tidak ada satupun orang yang suka membaca blog seperti itu. Isilah blog kita itu dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat. Bisa berupa ilmu yang kita punya. Bisa juga pengalaman kita yang inspiratif. Taushiyah alias nasihat juga boleh. Bisa juga sesuatu yang menghibur. Pokoknya apapun yang bermanfaat buat orang lain yang membacanya.

Dulu, saya pernah punya blog yang isinya cuma curhat-curhat pribadi saya saja. Lama-lama saya bosan mengisi blog itu, terasa buang-buang waktu. Lalu saya pindah ke blog baru di kamal87.wordpress.com, disana saya merubah strategi saya. Tujuan saya ngeblog saya rubah total kalau yang sebelumnya sekedar catatan harian saja, sekarang saya ingin memberi manfaat buat orang lain. Setelah beberapa update postingan pada blog tersebut, banyak yang berkomentar positif pada postingan saya. Akhirnya saya jadi makin bersemangat. Semangat dalam ngeblog dan semangat juga dalam memberikan manfaat buat orang lain.

Dengan begitu, blog bisa bermanfaat bukan cuma buat pembacanya tapi juga buat kita pribadi.

Dipublikasikan ke orang lain

Bagi saya blog yang tidak dipublikasikan itu kayak sayur tanpa garam (dangdut abis :p ). Katakanlah kita sudah mengisi blog dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat secara konsisten. Namun, kalau isi tulisannya tidak kita publikasikan atau sebarluaskan ke orang lain. Lantas buat apa kita membuat tulisan itu. Sebarkanlah setiap update postingan kita ke berbagai tempat. Ke milis-milis, forum, website online bookmark (technorati, lintasberita, infogue, delicious dkk), Social network (facebook, friendster, liveconnector dkk), microblog (twitter, plurk, koprol dkk) dan lain sebagainya. Supaya semakin banyak orang yang membacanya.

Sekian saja tiga tips dari saya untuk ngeblog yang bermanfaat. Percayalah! Kalau kita tidak menjalankan tiga tips ini, aktivitas ngeblog kita tidak lain dan tidak bukan cuma aktivitas yang buang-buang waktu. Setuju?

Apr 22 2009

Cara menghadapi klien yang tidak profesional

Dalam dunia bisnis, seringkali kita dituntut keras untuk berlaku profesional. Dalam dunia bisnis IT, biasanya yang berlaku tidak profesional adalah sang pemberi layanan alias sang pengusahanya itu sendiri. Ada saja berbagai macam bentuk ketidakprofesionalan yang terjadi. Contoh yang paling umum adalah keterlambatan penyelesaian proyek. Dalam sebuah proyek IT, hampir bisa dibilang lumrah kalau sebuah proyek tidak selesai tepat pada waktunya. Contoh lainnya adalah mengenai komunikasi. Pada tahap awal sebuah proyek IT, dibutuhkan komunikasi yang sangat intens antara pengembang (para jagoan-jagoan IT) dengan klien. Di Indonesia, proses komunikasi awal ini biasa dilakukan seadanya. Ini menunjukkan sebuah ketidakprofesionalan. Padahal fase ini merupakan fase yang sangat penting dalam pengembangan sebuah produk IT.

Tapi diluar itu semua, ada juga pengembang-pengembang IT yang profesionalitasnya terjaga. Mereka mampu menyelesaikan proyek tepat pada waktunya. Mereka mampu berkomunikasi dengan baik kepada para klien. Namun, apa jadinya kalau yang terjadi justru kliennya itu sendiri yang tidak profesional?

  • Sang pengembang berhasil menyelesaikan proyek tepat waktu. Tapi saat mau mengimplementasikan ke klien, ada saja masalah dan hambatan dari si klien yang membuat akhirnya waktu proyek jadi molor juga.
  • Sang pengembang minta waktu untuk pertemuan dengan klien terkait dengan requirement tambahan yang lebih jelas. Tapi si klien susah diajak meeting. Tapi si
  • Si klien tak henti-hentinya meminta requirement-requirement tambahan pada produk IT pesanannya padahal sudah ada kesepakatan baku yang dibuat diawal mengenai requirement dari sistem. Tapi si klien gak mau tahu. “Poko’e Nambah!”, kata klien :)

Itu dia beberapa contoh perilaku klien yang tidak profesional. Trus, bagaimana cara menghadapinya? saya menyarankan lakukan 5 hal berikut:

  1. sabar
  2. Sabar
  3. SaBaR
  4. SABAR :D
  5. Tekankan kembali kepada si klien mengenai perjanjian-perjanjian yang sudah dilakukan di awal.

Yup! 4 saran pertama cuma satu kata (eh salah ding… 4 kata :) ): SABAR! Sabar dulu yang paling utama. Mungkin kita akan merasa jengkel dengan kelakuan klien yang semakin lama semakin nyebelin dengan ketidakprofesionalannya itu. Tapi yah… mau bagaimana lagi? Terima saja dulu, layani saja dulu klien kita itu dengan sabar. Berikan service yang excellent buat sang klien. Dengan mempertahankan profesionalitas kita sambil menahan kesabaran kita menghadapi mereka, penilaian mereka pada kita akan sangat positif. Ini akan berimbas langsung pada hubungan jangka panjang.

Kalau sudah sabar level 4 tapi sang klien masih juga belum berubah barulah masuk ke cara kelima. Ingatkan atau bahkan tegaskan lagi kepada sang klien mengenai perjanjian-perjanjian yang sudah disepakati diawal. Kalau perlu buat perjanjian tambahan (addendum) untuk semakin menguatkan ikatan profesionalitas antara kita dengan klien.

Salam profesional (beuuhh….)

Apr 20 2009

Teknologi tak harus canggih, yang penting bermanfaat

Barusan saya melihat salah satu berita terbaru di detikinet mengenai TI Khas Indonesia yang Bikin Kagum Dunia Internasional. Berita itu menunjukkan pada kita bagaimana perjuangan pak Onno W Purbo untuk memajukan IT di Indonesia. Cara-cara yang selama ini dijalankan pak Onno sebenarnya gak bisa dibilang canggih-canggih amat. Coba saja lihat salah satu hasil ide kreatifnya, WajanBolic. Idenya sederhana, menggunakan wajan sebagai pengganti media parabolik untuk memantulkan gelombang yang nantinya bisa membuat internet kita bisa lebih ngebut. Coba pikirkan juga dengan RT/RW-net. Itu kan cuma sekedar “patungan” se-RT/RW untuk mendapat akses internet yang bisa dipakai bersama-sama. Bukan ide yang terlalu wah… Bukan juga ide yang fantastis secara teknologi. Tapi itu ide yang BOMBASTIS (lebay dikit :p ) jika dilihat dari sisi kebermanfaatan.

Meskipun sederhana dan tidak memerlukan intelijensi IT tingkat tinggi sekelas profesor, kenyataannya hasil karya-karya pak Onno mampu mengundang decak kagum dunia internasional. Dari apa yang dilakukan oleh pak Onno, kita belajar menyadari bahwa yang penting dari sebuah teknologi bukanlah sejauh apa kecanggihan teknologi tersebut melainkan seberapa besar kebermanfaatan yang bisa diberikan oleh teknologi tersebut.

Di kampus saya, Fasilkom UI, banyak sekali hasil-hasil riset tingkat tinggi yang digawangi oleh dosen-dosen saya para profesor-profesor IT kelas berat. Contoh yang paling kentara di kampus saya itu ada pada lab Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Beberapa teman saya ikut andil menjadi pelaksana risetnya. Namun, yang saya tahu hanya sedikit dari hasil riset IT tingkat tinggi itu yang benar-benar serius diimplementasikan ke dunia nyata. Hasil-hasil riset itu lebih banyak “ngerem” di lab-lab kampus saya.

Paradigma pemikiran teknologi-tidak-harus-canggih-yang-penting-bermanfaat itu juga sangat cocok buat kita orang Indonesia (yang kebetulan masih miskin). Dengan kondisi kita yang masih miskin, kita harus pinter-pinter memanfaatkan teknologi sedemikian rupa supaya kita bisa membuatnya dengan murah tanpa kehilangan kebermanfaatan yang bisa diberikannya. Tul gak…

“Orang Indonesia itu memang miskin, tapi bukan berarti bodoh. Perangkat yang kita buat tidak harus canggih, namun yang pasti harus bermanfaat,” -  Onno W. Purbo

Begitu kata pak Onno. Sebuah quote yang sederhana namun mengundang sejuta makna (halah…). Saya sangat setuju dengan pernyataan tersebut. Semoga kedepannya kita bangsa Indonesia bisa menjadi pionir teknologi-teknologi yang bisa memberikan kebermanfaatan yang luas tidak hanya bagi orang Indonesia, tapi juga seluruh penduduk bumi.

Viva IT Indonesia!!!

Apr 18 2009

Transformasi Blog

Mungkin ada sebagain kawan-kawan yang bertanya? ada apa gerangan yang terjadi dengan blog saya ini? Koq jadi kosong begini? Koq restart begini blognya? Baiklah, saya akan mencoba menginformasikan kenapa ini semua bisa terjadi.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu blog ini di-suspend oleh penyedia hostingnya, Neohoster, sebuah perusahaan hosting yang menurut saya pelayanannya sangat keren jika dibandingkan dengan harga yang ditawarkannya. Hal itu dikarenakan blog saya ini menghasilkan infinite loop. Jadi pengunjung blog saya tidak akan mendapatkan apa-apa selain halaman yang tak henti-hentinya loading. Mungkin itu disebabkan oleh  salah salah satu plugin pada blog wordpress saya itu. Saat masa “kehancuran” itu juga saya sedang sibuk-sibuknya. Aktivtas darat saya benar-benar menghentikan saya untuk mengelola blog saya yang sedang terpuruk itu.

Akhirnya baru kali inilah saya bisa menyempatkan waktu untuk memperbaiki blog ini. Dan setelah saya pikir-pikir lebih jauh, berdasarkan hasil analisa tingkat tinggi (~halah…) dan juga saran para punggawa dunia blog (mas budi putra, mas romi dkk) akhirnya saya memutuskan untuk melakukan beberapa perubahan mendasar pada blog MustafaKamal.biz ini. Berikut ini beberapa perubahannya:

  • Tulisan-tulisan lama yang sudah terhapus tidak akan saya kembalikan ke blog ini walaupun saya punya backup-nya. Padahal sudah banyak link-link dari luar yang mengarah ke postingan tertentu pada blog ini. Dengan keputusan saya yang seperti itu, semua link-link itu akan menjadi broken link. Itulah resikonya. Alasan saya untuk tidak me-load ulang tulisan-tulisan tersebut adalah supaya niche pada blog saya benar-benar terbentuk. Seperti yang disarankan oleh mas budi putra bahwa blog niche itu lebih baik dari pada blog gado-gado.
  • Blog ini tidak akan lagi diisi dengan tulisan-tulisan opini saya mengenai politik, masyarakat, ekonomi, islam dan berbagai macam tulisan campur aduk lainnya yang dulu sering nongkrong di blog saya. Tulisan-tulisan seperti itu akan saya alihkan ke blog sekunder saya di kamal87.wordpress.com.
  • Tidak akan ada lagi tulisan-tulisan tak bermutu yang ditulis seadanya. Terlihat seperti sekedar update blog. Menurut mas romi tulisan blog harusnya diisi dengan yang bermanfaat dan ditulis secara bertanggung jawab. Tulisan blog yang baik juga harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan ilmiah tapi dengan versi yang sedikit lebih enteng.
  • Kedepannya saya akan mencoba fokus membuat tulisan-tulisan mengenati IT Entrepreneurship dalam konteks Indonesia. Mungkin akan diselingi dengan artikel-artikel mengenai Web dan Internet dan juga inspirasi motivasi.

Oke, paling tidak itulah 4 alasan strategi transformasi blog saya ini (beuuhh… ngeblog aja koq kayaknya dibikin ribed ya…). Anyway, pada intinya dengan blog ini saya cuma ingin menebarkan manfaat kepada siapapun pembaca blog ini. Semoga bisa terus bermanfaat. Amin.


↑ Back to top