Menebar sejuta manfaat
Archive for June, 2008
Jun 23 2008

Masa depan perusahaan mahasiswa

344 views

Melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya: Membangun silicon valley Indonesia. Pada tulisan itu saya mengatakan bahwa ada sebuah peluang besar yang memungkinkan terbentuknya iklim layaknya iklim yang terjadi di silcon valley, Amerika. Pada artikel tersebut saya katakan bahwa satu hal yang kurang dari orang-orang di Indonesia adalah entrepreneurship.

Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan pak valentino dinsi, seorang pengusaha sukses yang membuat buku “jangan mau seumur hidup jadi orang gajian”. Berdasarakan obrolan-obrolan saya dengan beliau, ternyata beliau telah lama mencari-cari SDM IT yang handal yang punya ide brilian tentang memanfaatkan IT untuk usaha. Alhamdulillah Allah mempertemukan pak valen dengan saya dan teman-teman saya yang sudah tergabung membentuk perusahaan bernama univind. Intinya beliau ingin memberikan investasi pada perusahaan saya itu. Pak valen berkata pada saya dan teman-teman saya “Anggaplah saya ini capital venture bagi kalian”. Ya… capital venture, saya menemukan capital venture untuk menumbuhkan perusahaan saya. Seperti yang saya nyatakan pada tulisan sebelumnya, bahwa di Indonesia itu sangat sulit mencari capital venture. Sangat sulit bagi mahasiswa yang mempunyai ide bisnis yang brilian untuk mencari penyokong bisnisnya kelak. Insya Allah kedepannya, perusahaan saya bisa lebih serius dalam bergerak dengan adanya pihak yang mau membantu baik dalam hal dana maupun jaringan.

(more…)

Jun 16 2008

Protected: Membangun Silicon Valley Indonesia (1)

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Jun 11 2008

Impian saja tidak cukup, butuh kedisiplinan

Arah tujuanSaya ini termasuk orang yang punya impian yang sangat besar. Impian untuk benar-benar membawa perubahan pada seluruh dunia. Impian untuk menggapai prestasi-prestasi internasional. Impian untuk memberikan kebermanfaatan yang luas buat seluruh penduduk bumi. Saya sudah membuat lifeplan saya tahun demi tahun. Saya sudah detailkan setiap targetan-targetan saya. Saya tentukan setiap akhir tahun sebagai masa evaluasi tahunan. Pada proses evaluasi tahunan tersebut saya selalu mendapati bahwa banyak sekali (sekitar 70-80%) target hidup saya yang tidak tercapai. Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah ketidakdisiplinan.

Saya sering berapologi dengan kegagalan mencapai target tersebut dengan mengatakan dalam hati “gagal itu biasa, saya akan coba lagi dan lagi sampai berhasil…”. Tapi sayangnya sikap pantang menyerah tersebut masih belum saya iringi dengan sikap disiplin diri. Sehingga kegagalan tersebut datang lagi dan lagi. Alhamdulillah semua kegagalan yang datang silih berganti itu tidak dapat menjatuhkan saya. Saya tidak mudah menyerah. Ketika gagal, saya akan terus mencoba sampai berhasil. Saya kan terus berupaya menanamkan kedisiplinan dalam diri saya.

Tulisan ini bisa dibilang merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul: Milikilah peta hidup. Pada tulisan tersebut, saya menerangkan bahwa untuk hidup sukses, kita harus punya impian. Kita harus punya sebuah tujuan besar. Apa yang ingin kita raih dalam hidup ini. Kita juga harus membuat gambaran yang detail langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan besar kita.

Tapi semua rencana hidup terperinci itu belum cukup. Saya cukup tertegun dengan status YM-nya mas romi belakangan ini: Perdjoeangan adalah pelaksanaan kata-kata. Rencana yang kita lakukan itu masih belum bisa merubah apa-apa jika tidak kita laksanakan, jika tidak kita amalkan secara nyata. Dan pengamalan tersebut (istilahnya mas romi perdjoeangan) butuh kedisiplinan.

Lalu bagaimana caranya menumbuhkan kedisiplinan dalam diri kita? jujur saya sendiri juga belum tahu. Saat ini saya juga sedang mencari-cari cara supaya saya bisa melatih kedisiplinan dalam diri saya. Saya lagi banyak baca-baca artikel or buku yang membahas kayak begituan. Salah satu cara yang sedang saya coba adalah tipsnya mas romi di postingan blognya yang berjudul 3 kiat jitu mengatur waktu. Inti tulisan itu adalah menyarankan kita untuk KURANGI TIDUR. Saya sebenarnya sudah lama sepakat. Saya juga sudah lama sadar, bahwa kalau saya mau benar-benar berkembang terus sampai sukses. Saya harus kurangi jatah tidur saya. Saya sudah lama mencoba membiasakan untuk bangun dan memulai aktivitas pada 2/3 malam terakhir. Tapi memang saya akui, sampai saat ini saya belum mampu benar-benar konsisten dengan tekad saya untuk bangun pagi. Tapi saya akan coba terus.

Intinya, kalo kita mau hidup kita bermakna. Klo kita mau sukses dalam hidup kita harus punya impian yang besar. Kita harus buat targetan-targetan jangka pendek. Dan kita harus jalankan rencana hidup kita itu secara disiplin. Jangan pernah berhenti menyerah. Terus latih diri kita supaya bisa disiplin dan memanfaatkan waktu yg kita miliki ini seoptimal mungkin.

Jun 08 2008

Cukup sudah untuk FPI, segera bubarkan ahmadiyah!

Tulisan saya kali ini masih terkait dengan tulisan saya sebelumnya mengenai tragedi 1 juni yang terjadi di monas. Pada tulisan saya itu, ragam komentar berdatangan. Ada yang pro, kontra dan ada juga yang bingung mau memberikan komentar seperti apa. Pada tulisan tersebut, ada beberapa komentar yang saya perhatikan. Ada beberapa komentar yang mengatakan bahwa tulisan saya tidak imbang, ada yang mengatakan bahwa saya terlalu condong untuk menyalahkan FPI. Dan setelah saya perhatikan, saya juga sadar bahwa tulisan tersebut memang kurang adil. Terlalu menitikberatkan pada pengingatan kepada FPI tapi tidak membahas mengenai kesesatan ahmadiyah dan orang-orang tergabung dalam AKKBB. Memang sudah saya sadari kelemahan saya ketika menulis adalah saya seringkali tidak mampu menunagkan seluruh pemikiran saya dalam satu artikel yang utuh. Setiap kali saya menulis sesuatu, selalu saja ada bagian yang ada dalam pikiran saya yang tidak tertuang dalam tulisan. Akhirnya banyak pembaca tulisan saya yang salah paham. Maka pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menuangkan apa yang belum sempat tertuang dalam tulisan saya sebelumnya.

pada tulisan kali ini saya akan menitikberatkan pada bagaimana kita seharusnya umat muslim menyikapi tragedi tersebut. Intinya kita harus sadar bahwa memang kenyataannya yang salah dalam insiden tersebut bukan cuma FPI, tapi juga AKKBB yang telah secara gamblang dan sengaja melakukan provokasi. Aparat dalam hal ini juga punya kesalahan karena tidak menghentikan massa aksi AKKBB yang telah melanggar batas wilayah demonstrasinya. pemerintah juga punya kesalahan karena tidak bisa tegas menyikapi masalah ahmadiyah ini. Begitu banyak kesalahan yang dilakukan oleh berbagai pihak. Untuk itu, marilah kita sama-sama berintrospeksi.

Isu utama yang bergulir saat ini adalah pembubaran FPI. Semua mata kini sedang tertuju pada FPI. FPI kini seolah menjadi penyebab utama insiden tersebut. Seolah dalam insiden tersebut yang salah HANYA FPI. Saya setuju bahwa FPI telah melakukan kesalahan. Tapi INGAT! yang salah disini bukan cuma orang2 FPI (yang telah melakukan kekerasan, terlepas apapun alasannya). Tapi orang2 AKKBB juga salah. Bahkan mereka jauh lebih salah. AKKBB itu terdiri dari orang-orang yang membawa paham liberalisme dan pluralisme agama (bukan pluralisme tok) kedalam Indonesia. Mereka ingin kebebasan seluas-luasnya. Kebebasana yang sebenarnya tidak mungkin dapat diraih. Kebebasan seluas-luasnya itu cuma akan membentuk chaotic world dimana semua orang ingin bertindak semau dirinya sendiri tanpa memperhatikan hubungan dengan orang lain. Dan mereka ingin merendahkan arti agama menjadi sekedar kegiatan-kegiatan ritual tak bermakna. Mereka ingin menjauhkan norma-norma agama dari kehidupan sehari-hari. Mereka melakukan itu dengan dalih pluraslime agama. Mereka mengatakan bahwa semua agama sama. Mereka menganggap agama hanyalah seperangkat aturan-aturan untuk menjaga ruhani manusia. Oleh karena itu, mereka menganggap ahmadiyah tidak bermasalah. Mereka menganggap tidak ada yang salah dengan ahmadiyah karena memang pada dasarnya mereka menganggap semua agama dapat disamakan. Benar-benar sebuah pemikiran yang kacau. Mereka mendukung ahmadiyah dengan dalih kebebasan beragama. Padahal arti kebebasan bergama itu harus dibedakan dengan PENODAAN AGAMA. Kebebasan agama berarti masing-masing penganut agama yang sah di Indonesia bebas untuk melaksanakan aturan-aturan agamanya masing-masing. Sementara itu, Ahmadiyah yang mengaku bagian dari islam telah secara nyata menodai kesucian agama islam. Kalau mereka melepaskan diri dari agama islam dan membuat sebuah agama baru, maka mereka tetap salah karena Ahmadiyah tidak termasuk ajaran agama yang sah di Indonesia.

Sudah banyak pihak yang menyatakan bahwa inti masalah semua ini adalah lambatnya pemerintah dalam mengeluarkan SKB ahmadiyah ini. Oleh karena itu, seharusnya pemerintah fokus pada inti masalahnya. Ahmadiyah sudah jelas harus segera dibubarkan! OKI yang merupakan wadah persatuan umat muslim terbesar didunia saat ini sudah menyatakan secara resmi bahwa ahmadiyah adalah ajaran yang sesat. Sukarno dulu pernah secara tegas mengeluarkan peraturan mengenai larang penodaan terhadap agama. MUI telah menyatakan bahwa ahmadiyah itu sesat. Kenapa harus berlama-lama lagi mengulur-ulur waktu untuk mengeluarkan SKB tersebut? Satu-satunya hal yang menghambat pemerintah adalah tekanan dari tangan-tangan hitam yang bermain dibelakang. Tekanan itu datang dari kaum liberal (durrahman wahid dkk), datang dari amerika, datang dari konspirasi global zionis! Pemerintah harus bersikap tegas. Kalau kita ingin menjadi bangsa yang besar kita harus berani menghalau semua tekanan tersebut. Sayangnya pemerintah kita saat ini belum punya ketegasan tersebut. Pemerintah kita saat ini justru lebih memfokuskan diri pada FPI. Sedangkan akar masalahnya sendiri dibiarkan berlarut-larut. Intinya, AHMADIYAH HARUS SEGERA DIBUBARKAN!

Kepada seluruh umat islam, sadarilah kita saat ini telah diadu domba. Mereka (kaum liberalis) itu dengan upaya provokasinya itu berhasil mengadu domba kita. Mereka telah berhasil mengalihkan isu dari pembubaran ahmadiyah menjadi pembubaran FPI. Banyak dari kita umat islam yang ikut-ikutan menekan FPI. Akhirnya kita semua lupa dengan target awal kita yaitu pembubaran ahmadiyah. FPI tidak selayaknya dibubarkan, namun FPI harus tetap diingatkan. FPI harus tahu kapan harus bertindak secara tepat. Selesaikan pengingatan tersebut. Dan sekarang mari kita bawa kembali arus isu utama kepada isu-isu awal, yaitu pembubaran ahmadiyah.

Jun 04 2008

AKKBB, Kalian sesat. FPI, kalian telah salah bertindak

Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari minggu tanggal 1 Juni 2008 lalu, terjadi sebuah tragedi yang bagi saya sangat mencoreng wajah islam. FPI dengan beringasnya memukuli para demonstran AKKBB di monas. Mengenai kronologis detailnya sendiri saya kurang tahu. Yang saya tahu adalah pada hari minggu kemarin AKKBB sedang melakukan aksi menuntut bubarkan ormas-ormas yang menuntut Ahmadiyah. Dan kebetulan pada saat itu FPI juga sedang menjalankan suatu aksi. Kemudian dua massa aksi tersebut saling berpapasan. Lalu beberapa orang dari massa AKKBB mencemooh massa aksi FPI dengan ejekan “jamaah sesat!”, “Islam sesat” dsb. Akhirnya pihak-pihak FPI yang terkenal garang itu terbawa emosi dan langsung menhantam massa aksi AKKBB dengan beringas.

(more…)

Jun 02 2008

Jangan lari dari masalah

Masalah adalah sesuatu yang akan selalu menemani hidup kita. Kita tidak akan pernah lepas dari masalah. Hidup itu isinya memang sekumpulan masalah demi masalah yang datang silih berganti. Walaupun diluar itu, ada saja kesenangan-kesenganan yang sedikit menghiasi. namun sebagian besar hidup seorang manusi itu berisi masalah. Dan sebagai insan manusi, kita tidak akan pernah bisa lepas dari rangkaian masalah. tak peduli sekencang apapun kita berlari. tak peduli sehebat apapun kita bersembunyi. Kita akan tetap menemukan masalah.

Oleh karena itu, kalau kita ingin menikmati hidup yang kita miliki saat ini maka kita harus bisa menikmati semua masalah tersebut. Kita tidak boleh memandang masalah tersebut sebagai sebuah beban yang mencekam hidup kita. Yang membuat hidup kita menjadi begitu suram. Kita harus menganggap maslah tersebut sebagai tantangan. Kita harus melihat masalah tersebut sebagai sesuatu yang dapat lebih mewarnai hidup kita. Kita harus berpikir positif bahwa masalah yang kita hadapi itu akan menjadi faktor peningkat potensi kita jika kita mampu bertahan dan menyelesaikan semua masalah tersebut.

Banyak orang yang selalu ingin lari dari masalah. Padahal ketika dia berlari ke sudut yang lain, dia akan menemukan masalah yang lain. Bahkan seringkali masalah yang kita tinggalkan itu juga ikut mengejar kita. Akhirnya semua masalah-masalah tersebut menumpuk semakin banyak dan semakin tak terkendali.

Ketika kita melihat ada yang salah dari kondisi sekitar kita. Kita juga seharusnya punya tanggung jawab untuk memperbaiki kondisi tersebut. Bukan justru malah lari meninggalkan kondisi yang salah tersebut untuk mencari tempat yang lebih nyaman untuk kita. Kalau seperti itu terus, dunia ini akan dipenuhi dengan berbagai macam keburukan. Karena keburukan akan terus merambah dan merajalela. Dan kebaikan akan semakin terpinggirkan. Contoh konkrit dari hal ini adalah adanya sebagian umat islam yang sama sekali tak mau berkecimpung dalam dunia politik karena menganggap dunia politik itu kini sudah sangat kotor sehingga akan membuat kita yang berkecimpung didalamnya ikut menjadi kotor. Oleh karena itu mereka berusaha menjauh sejauh mungkin dari dunia tersebut. Akhirnya dunia perpolitikan kini benar-benar hanya diisi oleh orang-orang kotor.

Oleh karena itu, kita tidak boleh lari dari masalah. Hadapilah semua masalah tersebut dan jadikan itu sebagai modal kedepan supaya potensi diri kita semakin berkembang. Bahkan kalau perlu ceburkanlah diri kita dalam berbagai macam masalah. Hadapi dan tuntaskan semua masalah tersebut. Dengan begitu potensi diri kita akan terus terasah. Kita akan menjadi pribadi yang kokoh dan tahan banting.


↑ Back to top