Jun 23 2008
Melanjutkan tulisan saya yang sebelumnya: Membangun silicon valley Indonesia. Pada tulisan itu saya mengatakan bahwa ada sebuah peluang besar yang memungkinkan terbentuknya iklim layaknya iklim yang terjadi di silcon valley, Amerika. Pada artikel tersebut saya katakan bahwa satu hal yang kurang dari orang-orang di Indonesia adalah entrepreneurship.
Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan pak valentino dinsi, seorang pengusaha sukses yang membuat buku “jangan mau seumur hidup jadi orang gajian”. Berdasarakan obrolan-obrolan saya dengan beliau, ternyata beliau telah lama mencari-cari SDM IT yang handal yang punya ide brilian tentang memanfaatkan IT untuk usaha. Alhamdulillah Allah mempertemukan pak valen dengan saya dan teman-teman saya yang sudah tergabung membentuk perusahaan bernama univind. Intinya beliau ingin memberikan investasi pada perusahaan saya itu. Pak valen berkata pada saya dan teman-teman saya “Anggaplah saya ini capital venture bagi kalian”. Ya… capital venture, saya menemukan capital venture untuk menumbuhkan perusahaan saya. Seperti yang saya nyatakan pada tulisan sebelumnya, bahwa di Indonesia itu sangat sulit mencari capital venture. Sangat sulit bagi mahasiswa yang mempunyai ide bisnis yang brilian untuk mencari penyokong bisnisnya kelak. Insya Allah kedepannya, perusahaan saya bisa lebih serius dalam bergerak dengan adanya pihak yang mau membantu baik dalam hal dana maupun jaringan.
Saya ceritakan hal tersebut untuk menunjukkan bahwa ternyata di Indonesia kita masih bisa menemukan orang-orang berjiwa entrepreneur yang dengan penuh semangat mau memberikan bimbingan bagi para mahasiswa kreatif yg ingin memulai bisnis.
Ahh…. tapi itu kan cuma pak valen seorang? kalo capital venture nya cuma dia sendirian sih gak bakal ngaruh buat Indonesia!
tunggu dulu… ceritanya belum selesai
Selama saya sering bertemu dengan pak valen itu, saya juga diperkenalkan oleh beliau dengan seorang mahasiswa IPB bernama Elang Gumilang. Elang Gumilang adalah juara 1 lomba wirausaha muda mandiri se-nasional. Dia menjalankan bisnis properti didaerah bogor dengan omzet mencapai 20 miliar. Wahh… saya juga kaget waktu tau hal itu. Seorang mahasiswa bisa bikin usaha yang pendapatannya bisa sampai miliar2an. Hebat ya… Singkat cerita, saya diberitahu oleh pak valen bahwa beliau sedang membantu elang untuk membuat sebuah organisasi nasional bernama MaestroMuda (ini dia nama organisasi yang saya sebutkan pada tulisan pertama saya).
MaestroMuda adalah sebuah organisasi yang menghimpun seluruh pengusaha mahasiswa di Indonesia. Organisasi ini bertujuan menumbuhkan jiwa entrepreneurship dikalangan mahasiswa. Organisasi ini juga akan menjadi tempat inkubasi bisnis bagi mahasiswa yang sudah menjalankan usahanya. Dengan begitu, setiap mahasiswa yang sudah memulai usahanya akan lebih mudah untuk memajukan usahanya karena mendapat dukungan dalam berbagai macam hal.
Dengan dukungan dari pak valen dan pamor dari mas elang, maka organisasi maestro ini berpotensi untuk menjadi organisasi yang besar dan mampu memberikan manfaat yang banyak buat anggota-anggotanya.
Saat ini, organisasi itu sudah mendapat sokongan yang sangat besar baik dari kalangan pengusaha maupun dari pemerintah. Pak valen sering sekali mempertemukan anggota-anggota maestro itu dengan pengusaha-pengusaha sukses di Indonesai seperti: Bob Sadino, Ciputra dll. Pak valen yang juga merupakan ketua perhimpunan seluruh komunitas pengusaha Indonesia juga sering menunjukkan keberadaan maestro ini pada komunitas-komunitas pengusaha yang ada. Selain itu, pak valen juga membawa orang-orang maestro ini ke pemerintah untuk mendapatkan dukungan institusional.
Hari senin yang lalu saya diajak oleh mas elang untuk bertemu dengan pak Adhyaksa Dault dikantor menpora di senayan. Namun sayang, ternyat pak adhyaksa berhalangan hadir. Akhirnya kami bertemu dengan pak panca (deputi menpora bidang kewirausahaan). Nah… dalam pertemuan tersebut ada 2 poin yang ingin saya beritahukan disini ke teman-teman semua:
1. Pak panca selaku bagian pemerintah sudah menyatakan dukungan penuhnya pada organisasi maestro. Jadi secara formal pemerintah sudah mendukung maestro. Dan kalau tidak salah minggu lalu maestro sudah resmi menjadi badan hukum sehingga Maestro kini sudah bisa mendapatkan dukungan formal dari pemerintah. Itu berarti Maestro akan benar-benar mampu secara serius menjadi inkubator bisnis buat kita para mahasiswa yang ingin memulai bisnis.
2. Pak panca juga bilang bahwa dipemerintahan itu buaannyyaakkk sekali dana yang tertimbun. Tidak diputar ke masyarakat. Alasannya adalah karena tidak ada orang yang berani menjamin dana tersebut. Beliau bilang bahwa di Menneg BUMN itu ada dana sebesar 2,3 trilyun yang penginnya sih diberikan ke masyarakat untuk jadi modal usaha. tapi karena tidak ada yang bisa menjamin dana tersebut. Akhirnya dana itu dibiarkan diam begitu saja. Nah… pak panca bilang bahwa dengan keberadaan maestro ini bisa memudahkan cairnya uang tersebut. Karena pemerintah bisa memberikan dana tersebut kepada maestro untuk disalurkan sebagai modal usaha bagi para angota maestro. Itu berarti, Maestro juga bisa memberikan suntikan dana buat para pengusaha mahasiswa.
Kesimpulannya… Maestro muda ini bisa menjadi model capital venture buat para mahasiswa kreatif inovatif yang ingin menjadikan kreatifitasnya sebagai sebuah bisnis. Semoga keberadaan maestro ini kelak bisa menumbuhsuburkan entrepreneurship dikalangan mahasiswa.
Jun 16 2008
Apa yang sebenarnya terjadi di silicon valley? Kenapa tempat tersebut bisa menjadi pusat inovasi teknologi tinggi dunia? Kenapa bisa tumbuh begitu banyak perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia dari lembah tersebut? Kesuksesan wilayah tersebut didorong oleh dua faktor utama. Yaitu: kreatifitas inovasi dan entrepreneurship.
Faktor pertama adalah kreatifitas dalam berinovasi. Di Lembah silikon tersebut terdapat sebuah universitas bernama Stanford University yang merupakan salah satu universitas terbesar didunia. Dari universitas tersebut banyak lahir perusahaan-perusahaan IT kelas dunia yang mampu merajai dunia IT. Mulai dari SUN Microsystem sampai dengan yang paling gress yaitu Google. Di Stanford, banyak sekali riset-riset yang merangsang inovasi teknologi tinggi. Kampus tersebut sangat produktif dalam menghasilkan produk-produk IT. Mahasiswa Stanford bisa dengan mudah menyalurkan berbagai ide inovatifnya untuk diimplementasikan secara nyata.
Faktor kedua adalah entreprenurship. Tanpa faktor ini, berbagai macam ide inovasi yang keluar dari elemen kampus tidak akan bisa berkembang. Tanpa faktor ini, semua kreasi tersebut hanya akan menjadi tumpukan laporan-laporan riset yang tidak terimplementasikan ke publik. Di lembah ini, terdapat begitu banyak capital venture dan angel investor yang berani mengeluarkan sejumlah besar uang uang untuk membiayai riset kreatif dari orang-orang di stanford. Salah satu capital venture yang sangat terkenal adalah sequoia capital. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang telah membidani tumbuh kembangnya perusahaan-perusahaan IT seperti Yahoo, Google, Apple dsb (list lebih lengkap disini). Para angel investor di silicon valley bersedia mengambil resiko bersama sang kreator inovasi. Mereka bersedia membukakan peluang yang sangat besar untuk orang-orang yang punya ide inovatif. Mereka akan terus membantu menggiring perusahaan didikannya supaya bisa maju melesat dengan cepat. Dengan dukungan dari para capital venture inilah, IT entrepreneur di silicon valley dapat berkembang dengan mudah. Para inventor yang selama ini berkutat dikampus bisa melangkah sedikit keluar wilayah kampus untuk mencari dana, mendapat dukungan dan mengimplementasikan idenya.
Jika kita membandingkan kondisi tersebut dengan kondisi Indonesia, maka kita bisa menganalisis bagaimana sebenarnya langkah yang tepat untuk membuat model silicon valley di Indonesia. Menurut saya di Indonesia, faktor pertama yaitu kreatifitas inovasi sebenarnya sudah dimiliki. Saya sangat yakin bahwa sebenarnya SDM IT di Indonesia itu mempunyai kualitas yang sangat tinggi (coba baca ini: harry.sufehmi.com - hacker Indonesia). Namun sayangnya, potensi besar dari SDM IT di Indonesia itu tidak terberdayakan sehingga banyak SDM IT Indonesia yang salah jalur. Ada yang memanfaatkan kepintarannya melalui jalur hitam (cracking, fraud dsb) dan ada juga yang akhirnya lebih tertarik untuk bekerja keluar negeri dan menyerahkan kecerdasan yang dimilikinya untuk perusahaan-perusahaan IT yang sudah besar seperti Microsoft, Oracle, Sun dsb. Hacker-hacker di Indonesia bisa dibilang termasuk hacker berkualitas. Disamping itu, banyak pula orang Indonesia yang bekerja di silicon valley. Belum lagi kalau saya melihat kondisi dikampus saya, fasilkom UI. Beberapa waktu yang lalu, mahasiswa tingkat pertama dikampus saya diberi tugas mata kuliah DPBO (Dasar Pemrograman berorientasi objek) untuk membuat game. Mereka diberi kebebasan untuk membuat game apapun. Dan hasilnya terlihat sangat mengesankan. hasil tugas mereka bisa dibilang outstanding. Itu membuktikan bahwa sebenarnya mereka memiliki potensi yang sangat besar. Mereka memiliki kemampuan yang sangat tinggi. Asal potensi tersebut bisa diarahkan dengan baik, maka saya yakin IT di Indonesia dapat berkembang dengan sangat pesat.
Lalu bagaimana dengan kondisi entrepreneurship di Indonesia. Inilah yang saya lihat masih kurang berkembang. Sulit sekali bagi mereka yang punya ide inovatif untuk mendapatkan dana untuk risetnya. Kalaupun riset sudah dilakukan dan sudah ada hasil outputnya, biasanya tetap hanya berkutat dikampus. Hasil-hasil riset tersebut terpendam dan tak bisa berkembang karena tidak adanya pihak yang bersedia memberdayakan hasil riset tersebut untuk diimplementasikan di khalayak publik. Contoh konkrit dari kondisi ini adalah hasil riset lab JST (Jaringan Saraf Tiruan) di kampus saya. Yang saya tahu, lab riset tersebut sangat produktif, menghasilkan banyak produk-produk teknologi tinggi. Lab tersebut merupakan salah satu rujukan seluruh dunia untuk masalah neural network. Namun sayangnya hasil riset tersebut selama ini masih hanya berkutat dalam lingkup kampus. Seandainya ada pihak yang mau mendanai implementasi massifnya, pasti hasil riset tersebut akan lebih terasa manfaatnya.
Upaya untuk membangun model silicon valley di Indonesia sebenarnya sudah banyak, contohnya adalah: Bandung High Tech Valley, Bogor Cybertech Valley, Multimedia Infocom Resources di Yogyakarta, dan Malang Information Techno Farm. Diantara 4 konsentrasi tersebut, mungkin yang paling serius digarap adalah BHTV (bandung High Tech Valley) yang digawangi oleh mas budi rahadjo. Mas budi berpikir bahwa Bandung merupakan tempat paling kondusif untuk membangun model silicon valley Indonesia. Beliau berpikir seperti itu karena di Bandung sudah ada institusi riset seperti ITB, Unpad dsb yang diharapkan mampu menghasilkan inovasi-inovasi kreatif layaknya stanford university di silicon valley. Namun, saat ini proyek BHTV tersebut belum dapat berkembang karena kurangnya faktor yang kedua, faktor entrepreneurship. Kita masih sulit untuk menemukan capital venture yang mau membimbing para inovator dari kampus supaya produk inovatifnya dapat berkembang. Kita masih sulit menemukan angel investor yang berani mengambil resiko tinggi untuk membiayai ide yang belum tentu bisa sukses.
Pada tulisan berikutnya saya akan mencoba mengulas tentang peluang untuk mengembangkan faktor entrepreneurship untuk membangun silicon valley Indonesia. Saya menemukan sekelompok orang yang punya jiwa layaknya para pemodal ventura di silicon valley. Saya melihat potensi besar yang dimiliki oleh sebuah organisasi bernama Maestro yang punya tujuan mendorong setiap bentuk entrepreneurship dikalangan mahasiswa. Siapakah sekelompok orang tersebut? organisasi macam apakah maestro itu? Tunggu saja tulisan berikutnya ya ![]()
Jun 11 2008
Saya ini termasuk orang yang punya impian yang sangat besar. Impian untuk benar-benar membawa perubahan pada seluruh dunia. Impian untuk menggapai prestasi-prestasi internasional. Impian untuk memberikan kebermanfaatan yang luas buat seluruh penduduk bumi. Saya sudah membuat lifeplan saya tahun demi tahun. Saya sudah detailkan setiap targetan-targetan saya. Saya tentukan setiap akhir tahun sebagai masa evaluasi tahunan. Pada proses evaluasi tahunan tersebut saya selalu mendapati bahwa banyak sekali (sekitar 70-80%) target hidup saya yang tidak tercapai. Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah ketidakdisiplinan.
Saya sering berapologi dengan kegagalan mencapai target tersebut dengan mengatakan dalam hati “gagal itu biasa, saya akan coba lagi dan lagi sampai berhasil…”. Tapi sayangnya sikap pantang menyerah tersebut masih belum saya iringi dengan sikap disiplin diri. Sehingga kegagalan tersebut datang lagi dan lagi. Alhamdulillah semua kegagalan yang datang silih berganti itu tidak dapat menjatuhkan saya. Saya tidak mudah menyerah. Ketika gagal, saya akan terus mencoba sampai berhasil. Saya kan terus berupaya menanamkan kedisiplinan dalam diri saya.
Tulisan ini bisa dibilang merupakan kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul: Milikilah peta hidup. Pada tulisan tersebut, saya menerangkan bahwa untuk hidup sukses, kita harus punya impian. Kita harus punya sebuah tujuan besar. Apa yang ingin kita raih dalam hidup ini. Kita juga harus membuat gambaran yang detail langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan besar kita.
Tapi semua rencana hidup terperinci itu belum cukup. Saya cukup tertegun dengan status YM-nya mas romi belakangan ini: Perdjoeangan adalah pelaksanaan kata-kata. Rencana yang kita lakukan itu masih belum bisa merubah apa-apa jika tidak kita laksanakan, jika tidak kita amalkan secara nyata. Dan pengamalan tersebut (istilahnya mas romi perdjoeangan) butuh kedisiplinan.
Lalu bagaimana caranya menumbuhkan kedisiplinan dalam diri kita? jujur saya sendiri juga belum tahu. Saat ini saya juga sedang mencari-cari cara supaya saya bisa melatih kedisiplinan dalam diri saya. Saya lagi banyak baca-baca artikel or buku yang membahas kayak begituan. Salah satu cara yang sedang saya coba adalah tipsnya mas romi di postingan blognya yang berjudul 3 kiat jitu mengatur waktu. Inti tulisan itu adalah menyarankan kita untuk KURANGI TIDUR. Saya sebenarnya sudah lama sepakat. Saya juga sudah lama sadar, bahwa kalau saya mau benar-benar berkembang terus sampai sukses. Saya harus kurangi jatah tidur saya. Saya sudah lama mencoba membiasakan untuk bangun dan memulai aktivitas pada 2/3 malam terakhir. Tapi memang saya akui, sampai saat ini saya belum mampu benar-benar konsisten dengan tekad saya untuk bangun pagi. Tapi saya akan coba terus.
Intinya, kalo kita mau hidup kita bermakna. Klo kita mau sukses dalam hidup kita harus punya impian yang besar. Kita harus buat targetan-targetan jangka pendek. Dan kita harus jalankan rencana hidup kita itu secara disiplin. Jangan pernah berhenti menyerah. Terus latih diri kita supaya bisa disiplin dan memanfaatkan waktu yg kita miliki ini seoptimal mungkin.
Jun 08 2008
Tulisan saya kali ini masih terkait dengan tulisan saya sebelumnya mengenai tragedi 1 juni yang terjadi di monas. Pada tulisan saya itu, ragam komentar berdatangan. Ada yang pro, kontra dan ada juga yang bingung mau memberikan komentar seperti apa. Pada tulisan tersebut, ada beberapa komentar yang saya perhatikan. Ada beberapa komentar yang mengatakan bahwa tulisan saya tidak imbang, ada yang mengatakan bahwa saya terlalu condong untuk menyalahkan FPI. Dan setelah saya perhatikan, saya juga sadar bahwa tulisan tersebut memang kurang adil. Terlalu menitikberatkan pada pengingatan kepada FPI tapi tidak membahas mengenai kesesatan ahmadiyah dan orang-orang tergabung dalam AKKBB. Memang sudah saya sadari kelemahan saya ketika menulis adalah saya seringkali tidak mampu menunagkan seluruh pemikiran saya dalam satu artikel yang utuh. Setiap kali saya menulis sesuatu, selalu saja ada bagian yang ada dalam pikiran saya yang tidak tertuang dalam tulisan. Akhirnya banyak pembaca tulisan saya yang salah paham. Maka pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menuangkan apa yang belum sempat tertuang dalam tulisan saya sebelumnya.
pada tulisan kali ini saya akan menitikberatkan pada bagaimana kita seharusnya umat muslim menyikapi tragedi tersebut. Intinya kita harus sadar bahwa memang kenyataannya yang salah dalam insiden tersebut bukan cuma FPI, tapi juga AKKBB yang telah secara gamblang dan sengaja melakukan provokasi. Aparat dalam hal ini juga punya kesalahan karena tidak menghentikan massa aksi AKKBB yang telah melanggar batas wilayah demonstrasinya. pemerintah juga punya kesalahan karena tidak bisa tegas menyikapi masalah ahmadiyah ini. Begitu banyak kesalahan yang dilakukan oleh berbagai pihak. Untuk itu, marilah kita sama-sama berintrospeksi.
Isu utama yang bergulir saat ini adalah pembubaran FPI. Semua mata kini sedang tertuju pada FPI. FPI kini seolah menjadi penyebab utama insiden tersebut. Seolah dalam insiden tersebut yang salah HANYA FPI. Saya setuju bahwa FPI telah melakukan kesalahan. Tapi INGAT! yang salah disini bukan cuma orang2 FPI (yang telah melakukan kekerasan, terlepas apapun alasannya). Tapi orang2 AKKBB juga salah. Bahkan mereka jauh lebih salah. AKKBB itu terdiri dari orang-orang yang membawa paham liberalisme dan pluralisme agama (bukan pluralisme tok) kedalam Indonesia. Mereka ingin kebebasan seluas-luasnya. Kebebasana yang sebenarnya tidak mungkin dapat diraih. Kebebasan seluas-luasnya itu cuma akan membentuk chaotic world dimana semua orang ingin bertindak semau dirinya sendiri tanpa memperhatikan hubungan dengan orang lain. Dan mereka ingin merendahkan arti agama menjadi sekedar kegiatan-kegiatan ritual tak bermakna. Mereka ingin menjauhkan norma-norma agama dari kehidupan sehari-hari. Mereka melakukan itu dengan dalih pluraslime agama. Mereka mengatakan bahwa semua agama sama. Mereka menganggap agama hanyalah seperangkat aturan-aturan untuk menjaga ruhani manusia. Oleh karena itu, mereka menganggap ahmadiyah tidak bermasalah. Mereka menganggap tidak ada yang salah dengan ahmadiyah karena memang pada dasarnya mereka menganggap semua agama dapat disamakan. Benar-benar sebuah pemikiran yang kacau. Mereka mendukung ahmadiyah dengan dalih kebebasan beragama. Padahal arti kebebasan bergama itu harus dibedakan dengan PENODAAN AGAMA. Kebebasan agama berarti masing-masing penganut agama yang sah di Indonesia bebas untuk melaksanakan aturan-aturan agamanya masing-masing. Sementara itu, Ahmadiyah yang mengaku bagian dari islam telah secara nyata menodai kesucian agama islam. Kalau mereka melepaskan diri dari agama islam dan membuat sebuah agama baru, maka mereka tetap salah karena Ahmadiyah tidak termasuk ajaran agama yang sah di Indonesia.
Sudah banyak pihak yang menyatakan bahwa inti masalah semua ini adalah lambatnya pemerintah dalam mengeluarkan SKB ahmadiyah ini. Oleh karena itu, seharusnya pemerintah fokus pada inti masalahnya. Ahmadiyah sudah jelas harus segera dibubarkan! OKI yang merupakan wadah persatuan umat muslim terbesar didunia saat ini sudah menyatakan secara resmi bahwa ahmadiyah adalah ajaran yang sesat. Sukarno dulu pernah secara tegas mengeluarkan peraturan mengenai larang penodaan terhadap agama. MUI telah menyatakan bahwa ahmadiyah itu sesat. Kenapa harus berlama-lama lagi mengulur-ulur waktu untuk mengeluarkan SKB tersebut? Satu-satunya hal yang menghambat pemerintah adalah tekanan dari tangan-tangan hitam yang bermain dibelakang. Tekanan itu datang dari kaum liberal (durrahman wahid dkk), datang dari amerika, datang dari konspirasi global zionis! Pemerintah harus bersikap tegas. Kalau kita ingin menjadi bangsa yang besar kita harus berani menghalau semua tekanan tersebut. Sayangnya pemerintah kita saat ini belum punya ketegasan tersebut. Pemerintah kita saat ini justru lebih memfokuskan diri pada FPI. Sedangkan akar masalahnya sendiri dibiarkan berlarut-larut. Intinya, AHMADIYAH HARUS SEGERA DIBUBARKAN!
Kepada seluruh umat islam, sadarilah kita saat ini telah diadu domba. Mereka (kaum liberalis) itu dengan upaya provokasinya itu berhasil mengadu domba kita. Mereka telah berhasil mengalihkan isu dari pembubaran ahmadiyah menjadi pembubaran FPI. Banyak dari kita umat islam yang ikut-ikutan menekan FPI. Akhirnya kita semua lupa dengan target awal kita yaitu pembubaran ahmadiyah. FPI tidak selayaknya dibubarkan, namun FPI harus tetap diingatkan. FPI harus tahu kapan harus bertindak secara tepat. Selesaikan pengingatan tersebut. Dan sekarang mari kita bawa kembali arus isu utama kepada isu-isu awal, yaitu pembubaran ahmadiyah.
Jun 04 2008
Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari minggu tanggal 1 Juni 2008 lalu, terjadi sebuah tragedi yang bagi saya sangat mencoreng wajah islam. FPI dengan beringasnya memukuli para demonstran AKKBB di monas. Mengenai kronologis detailnya sendiri saya kurang tahu. Yang saya tahu adalah pada hari minggu kemarin AKKBB sedang melakukan aksi menuntut bubarkan ormas-ormas yang menuntut Ahmadiyah. Dan kebetulan pada saat itu FPI juga sedang menjalankan suatu aksi. Kemudian dua massa aksi tersebut saling berpapasan. Lalu beberapa orang dari massa AKKBB mencemooh massa aksi FPI dengan ejekan “jamaah sesat!”, “Islam sesat” dsb. Akhirnya pihak-pihak FPI yang terkenal garang itu terbawa emosi dan langsung menhantam massa aksi AKKBB dengan beringas.
Sikap FPI yang seperti itu sangat disayangkan. Kenapa harus menempuh jalur kekerasan. Kenapa harus begitu mudahnya terbawa emosi. Kenapa harus bersikap beringas. Kalau kalian mengaku membawa nama islam. Bawalah ajaran islam yang SESUNGGUHNYA. Ajaran yang penuh kedamaian. Ajaran yang menyuruh umatnya bersikap sabar. Saya tahu bahwa mereka kaum liberal AKKBB juga salah. Mereka telah membawa lari aqidah mereka kedalam aqidahnya kaum liberal yang berkiblat pada gemerlap dunia barat. Pemikiran mereka telah teracuni oleh pemikiran-pemikiran barat. Namun, tetap saja sikap kalian yang kasar seperti itu tidak bisa dibenarkan.
Fir’aun tentu jauh lebih sesat dibanding mereka. Fir’aun dengan terang-terangan mengaku dirinya tuhan. Fira’aun bahkan dengan kekuasaannya memaksa rakyatnya untuk menyembah dirinya. Namun tetap saja Allah SWT menyuruh nabi musa untuk mengingatkan fir’aun dengan lemah lembut. Bukti qauliyah nya ada di Alqur’an Surat thaahaa:43-44
“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”
Fir’aun jelas jauh lebih sesat dari mereka yang tergabung dalam AKKBB. Dan Allah tetap memerintahkan nabi musa untuk mengingatkan fir’aun (yang jauh lebih sesat dari AKKBB) dengan lemah lembut. Lalu kenapa kalian (FPI) tanpa basa-basi membatai mereka. Memukuli mereka. Memberangus mereka-mereka yang tidak lebih jahat daripada fir’aun.
Kalau alasan kalian adalah karena awalnya mereka (AKKBB) mengejek dan mencemooh kalian. Itu justru menunjukkan kalian bukanlah orang yang sabar. Itu menunjukkan kalian belum sepenuhnya mengerti akan islam. Kalian tentu tahu Sirah (Sejarah) Rasulullah. Pada masa awal dakwahnya, tak terhitung begitu banyak penganiayaan yang dilakukan kaum kafir quraisy pada beliau. Bukan cuma diejek/dicemooh, bahkan Nabi Muhammad SAW juga dilepari kotoran oleh mereka. Lalu bagaimanakah sikap rasul dengan perlakuan kaum kafir quraisy tersebut. Apakah rasul membalas mereka dengan kasar? Apakah Nabi Muhammad balik memukuli mereka yang mengganggu rasul? Apakah nabi balas melempari mereka dengan kotoran? Atau paling tidak apakah rasul balik mencemooh mereka? TIDAK SAMA SEKALI, rasulullah SAW bersikap sabar. Dengan kesabaran yang sangat tulus. Rasul tetap memandang mereka yang menganggu dirinya dengan perasaan cinta. Rasul melihat mereka belum tahu, mereka belu sadar. Rasul malah justru mendo’akan semoga akan muncul hidayah. Seperti halnya yang terjadi pada rasul ketika hijrah ke thaif. Disana beliau ditolak mentah-mentah. Beliau dicaci-maki, dilempari sampai berdarah-darah. Kemudian rasul menjauh dari thaif. Ketika telah jauh, malaikat k\jibril menawarkan pada rasulullan untuk menghimpit kota thaif dengan dua bukit. Tapi rasululla menolak mentah-mentah. Rasul justru Berucap seperti ini:
“Allahummahdii qawmii fainnahum laa ya’lamuun” (Ya Allah berilah hidayah kepada kaumku ini, karena mereka masih juga belum faham tentang arti Islam). Rasulullah juga mendoakan agar keturunan mereka nanti akan menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukanNya dengan apa pun.
Lalu bagaimana dengan kalian. Mereka (AKKBB) yang tidak lebih jahat dari penduduk thaif kala itu HANYA mencemooh kalian. Mereka tidak melempari kalian. Mereka tidak melukai kalian. Lalu apa yang kalian lakukan. Apakah kalian mendoakan mereka? Apakah kalian bersabar dengan sikap mereka. Ternyata tidak. Kalian justru membalas mereka dengan balasan yang sangat kasar.
Dalam kondisi perang sekalipun. Allah tidak memerintahkan kita umat islam untuk berlaku berlebihan. Kita (umat islam) hanya dibolehkan memerangi orang-orang yang lebih dudlu memerangi kita. Itupun TIDAK BOLEH berlebihan. Kita hanya boleh membalas dengan balasan yang setimpal. Bahkan Allah lebih memuliakan orang yang bersabar daripada orang yang membalas, walaupun itu dibolehkan. Sekarang apakah masa ini adalah masa peperangan? dimana kalau ada yang menyerang kita maka kita dibolehkan untuk membalasnya? tentu tidak. ini bukan masa peperangan, ini adalah masa damai. Dimana kita bisa mensyi’arkan islam dengan penuh kelembutan. Dimana kita bisa menegakkan agama ini dengan Izzah, dengan kebanggan menjadi umat islam.
Orang-orang AKKBB memang sesat. Mereka telah teracuni racun liberalisme dan pluralisme AGAMA (bukan pluralisme tok). Namun bukan begitu cara mengingatkan mereka. Bukan seperti itu cara meluruskan pemikiran mereka. Bersikaplah sebagaimana seharusnya seorang muslim bersikap. Berdakwahlah secara ahsan. Serukanlah kebaikan dengan kebaikan.
Kalian (FPI) Telah salah bertindak. Tujuan kalian memang sangat mulia, Tapi cara kalian sepenuhnya SALAH! Kalian tentu tahu syarat diteruimanya amal bukan? Yaitu niat yang tulus, CARA YANG BENAR DAN SESUAI SYARIAT!
Untuk kalian kaum islam liberal, sadarilah kalian telah teracuni oleh pemikiran barat.
Untuk Kalian saudara-saudaraku di FPI, Sadarilah kalian telah salah bertindak. Tindakan kalian justru membuat wajah islam semakin tercoreng.
Jun 02 2008
Masalah adalah sesuatu yang akan selalu menemani hidup kita. Kita tidak akan pernah lepas dari masalah. Hidup itu isinya memang sekumpulan masalah demi masalah yang datang silih berganti. Walaupun diluar itu, ada saja kesenangan-kesenganan yang sedikit menghiasi. namun sebagian besar hidup seorang manusi itu berisi masalah. Dan sebagai insan manusi, kita tidak akan pernah bisa lepas dari rangkaian masalah. tak peduli sekencang apapun kita berlari. tak peduli sehebat apapun kita bersembunyi. Kita akan tetap menemukan masalah.
Oleh karena itu, kalau kita ingin menikmati hidup yang kita miliki saat ini maka kita harus bisa menikmati semua masalah tersebut. Kita tidak boleh memandang masalah tersebut sebagai sebuah beban yang mencekam hidup kita. Yang membuat hidup kita menjadi begitu suram. Kita harus menganggap maslah tersebut sebagai tantangan. Kita harus melihat masalah tersebut sebagai sesuatu yang dapat lebih mewarnai hidup kita. Kita harus berpikir positif bahwa masalah yang kita hadapi itu akan menjadi faktor peningkat potensi kita jika kita mampu bertahan dan menyelesaikan semua masalah tersebut.
Banyak orang yang selalu ingin lari dari masalah. Padahal ketika dia berlari ke sudut yang lain, dia akan menemukan masalah yang lain. Bahkan seringkali masalah yang kita tinggalkan itu juga ikut mengejar kita. Akhirnya semua masalah-masalah tersebut menumpuk semakin banyak dan semakin tak terkendali.
Ketika kita melihat ada yang salah dari kondisi sekitar kita. Kita juga seharusnya punya tanggung jawab untuk memperbaiki kondisi tersebut. Bukan justru malah lari meninggalkan kondisi yang salah tersebut untuk mencari tempat yang lebih nyaman untuk kita. Kalau seperti itu terus, dunia ini akan dipenuhi dengan berbagai macam keburukan. Karena keburukan akan terus merambah dan merajalela. Dan kebaikan akan semakin terpinggirkan. Contoh konkrit dari hal ini adalah adanya sebagian umat islam yang sama sekali tak mau berkecimpung dalam dunia politik karena menganggap dunia politik itu kini sudah sangat kotor sehingga akan membuat kita yang berkecimpung didalamnya ikut menjadi kotor. Oleh karena itu mereka berusaha menjauh sejauh mungkin dari dunia tersebut. Akhirnya dunia perpolitikan kini benar-benar hanya diisi oleh orang-orang kotor.
Oleh karena itu, kita tidak boleh lari dari masalah. Hadapilah semua masalah tersebut dan jadikan itu sebagai modal kedepan supaya potensi diri kita semakin berkembang. Bahkan kalau perlu ceburkanlah diri kita dalam berbagai macam masalah. Hadapi dan tuntaskan semua masalah tersebut. Dengan begitu potensi diri kita akan terus terasah. Kita akan menjadi pribadi yang kokoh dan tahan banting.