Jangan pernah berhenti bergerak!
- “Udah telat 1 jam nih, males ah masuk kuliah…”
- “Waduh… dedlain tugas tinggal 3 jam lagi! gak tau lagi mesti ngapain, udahan ah… bodo amat”
- “besok vonis hukuman akan ditetakan buat saya, kalau begitu hari ini saya tidak usah mengerjakan yang lain lah…” (true story, sohib saya: purniawan)
- “kini saya lumpuh, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. saya pasrah sajalah…”
- “dokter bilang umur saya tinggal seminggu lagi, percuma saja saya berbuat apapun”
Ungkapan-ungkapan seperti itu seringkali kita dengan dalam keseharian kita. Mulai dari hal-hal sepele seperti males masuk kuliah sampai pada hal-hal berat seperti tidak ingin lagi berbuat apapun karena merasa ajal sudah mendekat. Perlu saya tekankan bahwa ungkapan-ungkapan seperti itu merupakan ungkapan skeptis pesimistis. Orang yang berkata seperti itu tidak percaya bahwa dia bisa merubah kondisi yang buruk. Dia sudah menjatuhkan dirinya sendiri dengan mengatakan “tidak bisa”, “sudah tidak mungkin lagi”, “bisa sih tapi pasti sulit…”. Pada postingan saya yang terakhir mengenai pornografi, ada seseorang yang memberi komentar pada tulisan tersebut seperti ini:
HALAH…. Memberantas yang di dunia nyata aja gak bisa, apalagi yang di dunia maya….. Teori2 ttg image recognizing, AI, neural network, dll, memang bisa dipakai untuk memblokir situs, bahkan content pornografi. Tapi hal itu tidak bisa dilakukan di indonesia !
Riset ? Sapa yang mau membiayai ? Pemerintah ? Omong kosong besar. Udahan ah, paling2 usaha ini juga bakal berhenti di tengah jalan….
Ungkapan tersebut jelas merupakan ungkapan negatif, skeptis dan pesimistis. Mengapa harus merasa bahwa apa yang sedang kita usahakan saat ini adalaha Omong besar?toh kita belum lihat hasilnya. Kalaupun hasilnya kelak benar-benar tak terlihat, paling tidak kita sudah berusaha, daripada kita cuma sekedar diam dan hanya terus menggerutu tentang betapa buruknya kondisi kita saat ini.
Kawan, satu hal yang ingin saya sampaikan dengan tegas adalah: “jangan pernah berpikiran seperti itu lagi!!!” buanglah sikap skeptis dalam diri kita. Jangan pernah menganggap bahwa segalanya itu salah. Dan buang pula sikap pesimis, yakinlah bahwa kita pasti bisa mencapai apa yang kita inginkan. INGAT! Keyakinan adalah 80% faktor keberhasilan usaha kita. Kebanyakan orang yang tidak berhasil seringkali menyalahkan aspek-aspek lain diluar dirinya, padahal kenyataannya ketidak berhasilannya itu lebih dikarenakan dia kurang yakin akan usaha yang dijalankannya itu akan benar-benar berhasil.
Jangan pernah berhenti bergerak! Walaupun kita tahu bahwa kita akan mati esok, tetaplah berjuang untuk harapan-harapan kita. Coba lihat hadits berikut:
“Beribadahlah seolah engkau mati esok dan bekerjalah seolah engkau mati seribu tahun lagi…”.
Memang hadits ini adalah hadits dhaif yang tidak bisa dijadikan dalil. Namun hadits dhaif tetap bisa dijadikan fadhail amal (keutamaan amal). Dan fadhail amal disini adalah untuk senantiasa bergerak. Lihatlah betapa hebatnya ungkapan tersebut. Kita dituntut untuk bekerja seolah kita masih hidup seribu tahun lagi. Seribu tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk maju. Untuk berjuang menuju kemenangan.
Coba lihat lagi hadits berikut. kali ini haditsnya sohih:
“Andaipun engkau tahu bahwa besok itu kiamat dan ditanganmu engkau masih memegang benih tanaman, maka tanamlah!”
Hadits yang satu ini juga tak kalah fenomenal bahasanya dibandingkan dengan hadits sebelumnya. Kita dituntut untuk tetap bergerak bagaimanapun kondisinya. Walaupun kita tahu bahwa besok adalah hari kiamat, kita tetap diminta untuk menanam biji sawi tersebut yang artinya kita diminta untuk terus bergerka berjuang mengejar harapan-harapan kita. Kita diminta untuk terus bergerak memberikan kebermanfaatan yang luas untuk umat manusia.
Jadi, Jangan berhenti berharap! Yakinlah Anda bisa merubah keadaan! Seberat apapun kondisinya. Berapa lamapun waktu yang Anda miliki, teruslah berjuang!!!
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.





Leave A Reply Here
There are 4 Responses to this post, want to join?
Setuju mal…
ngomong-ngomong..ente kayaknya perlu juga dateng ke blog ane deh…ada tulisan yang perlu dibaca..
Artinya, walau kita tahu besok kiamat bakal datang, kita tak boleh lantas patah semangat
Betul, berjuanglah hingga tetes darah penghabisan… (kaya pas jaman perang aja ya? hehe).
sepakat mas….
dulu sempat saya pesimis dengan vonis yang sudah di berikan dokter… tapi ada seorang teman mengatakan… jangan katakan “tidak bisa” tapi “belum bisa”… ketika belum bisa maka ada usaha kita untuk berusaha belajar bisa…. Alhamdulillah 4 tahun lebih vonis telah berlalu dan kini Allah berikan sesuatu yang luar biasa (bisa hidup tanpa obat kimia atau herbal lainya)… keyakinan bahwa Allah adalah tempat satu-satunya memohon pertolongan menjadi pendorong semangat hidup….
so jangan berhenti dan terus bergerak maju
Post A Comment » jump to comment form ↑