Menebar sejuta manfaat
Feb 19 2008

Menjadi “Mahasiswa Berprestasi” atau Menjadi Mahasiwa yang Berprestasi

Akhir-akhir ini isu-isu mengenai pemilihan “mahasiswa berprestasi” alias mapres dikampus saya sudah mulai memanas. Banyak sahabat-sahabat saya yang sudah mulai ngomporin teman-teman yang lain untuk ikutan ajang yang satu ini. Ada 4 orang yang saya tahu paling getol menggencarkan kampanya pemilihan mapres ini. Mereka adalah Sidicx, Ilman, Chandra dan Hening. Salut buat 4 orang tersebut, yang penuh semangat, yang penuh gairah untuk berprestasi. Jujur-sejujur-jujurnya saya agak ngiri sama mereka yang bisa ikut dalam ajang pemilihan mapres ini. Saya sendiri sebenarnya juga mau ikutan, tapi apa daya IPK tak sampai :) eitss… tapi ini bukan kalimat putus asa. Ini bukan kalimat yang menhentikan saya untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi.

Secara realitas, memang nilai-nilai perkuliahan saya tidak terlalu dapat dibanggakan. Ada beberapa sahabat saya yang bilang bahwa saya ini aktivis generasi lama :) yang sibuk ngurus ini itu tapi kuliahnya gak keurus. Jangan salah kawan, dalam hal kenyataan nilai yang saya dapat memang sih selevel sama aktivis-aktivis generasi lama. Tapi dalam hal semangat berprestasi, saya punya 100% jiwa aktivis generasi baru. Yang berorientasi pada prestasi, berorientasi pada kebermanfaatan nyata yang bisa diberikan pada orang lain. Saya bertekad bahwa suatu saat nanti, saya akan memberikan andil yang besar dalam rangka menumbuhkan dunia IT di Indonesia.  That is a new generation activist’s soul.

Nah… seperti biasanya saya menekankan blog ini bukan untuk cerita-cerita pribadi saya, tapi lebih kearah artikel-artikel opini yang inspiratif dan bermanfaat buat yang membaca. Oleh karena itu, disini saya akan coba mengulas suatu aspek berbahaya tentang ajang pemilihan mapres ini. Apakah aspek berbahaya itu? sudah cukup tersirat dijudul tulisan ini. Simak aja deh ulasannya.

Tulisan ini saya beri judul Menjadi “Mahasiswa Berprestasi” atau Menjadi Mahasiswa yang Berprestasi.  Apa sih maksudnya? begini penjelasannya. bagian yang pertama, menjadi “mahasiswa berprestasi”, itu maksudnya adalah mendapatkan gelar  sebagai pemenang dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi. Sementara pada bagian yang kedua itu maksudnya adalah benar-benar secara nyata menjadi mahasiswa yang berprestasi. Saya rasa dari paragraf ini saja sudah cukup untuk menggambarkan int tulisan saya.

Inti tulisan ini adalah, jangan sampai kita terjebak dalam orientasi yang salah. Jangan sampai orientasi kita hanya untuk mendapatkan gelar sebagai mahasiswa berprestasi. Orientasi kita harus tetap murni, yaitu menjadi mahasiswa yang berprestasi dan memberikan banyak manfaat buat orang lain dengan prestasi yang kita raih. Apalah artinya gelar mapres kalau pada kenyataannya kita tidak benar-benar berprestasi. Apalah artinya kalau ternyata gelar mapres yang kita dapatkan hanya karena CV yang kita utak-atik sedemikian cantik atau karena tulisan-tulisan yang dibuat menawan atau hanya karena presentasi yang berapi-api. Tapi diluar sana, didunia nyata, kita benar-benar kosong. Tak ada kebermanfaatan yang kita berikan pada orang lain. Sungguh sayang gelar tersebut. Berorientasilah pada prestasi yang sebenarnya dan gelar mapres tersebut akan dengan sendiriya melekat pada diri kita.
Tulisan ini juga sebagai penyemangat buat mereka (lebih tepatnya kami :) ) yang tidak bisa mengikuti ajang pemilihan mapres karena kendala syarat IPK. Saya tidak dapat memenuhi syarat tersebut, tapi saya tidak malu. Karena saya tahu, IPK yang saya raih itu cuma nilai semu yang tidak benar-benar menggambarkan apakah seseorang itu berprestasi atau tidak. IPK tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk terus berprestasi. Kita masih dapat menjadi pribadi prestatif tanpa perlu mengikuti ajang pemilihan tersebut. Coba lihat diluar sana, begitu banyak lomba-lomba yang bisa diikuti. Begitu banyak kesempatan riset yang bisa digeluti. Begitu banyak peluang bisnis yang bisa diraih. Begitu banyak kegiatan-kegiatan sosial yang bisa dijalankan. Semua itu dapat menjadi sarana bagi kita untuk menjadi mahasiswa berprestasi, mahasiswa yang benar-benar berprestasi. menebar manfaat untuk sejuta umat.

Be prestative!! 

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

 Leave A Reply Here
Username*

Email*

Website

Comment

 There are 20 Responses to this post, want to join?

Charles said,  

Hehe, pertamax! :D

Iya mal, tetep semangat dan berprestasi! Ladang untuk berprestasi itu banyak kok, ga hanya di kuliah saja (tapi bukan berarti ga usa berprestasi di kuliah loh). Ya, seimbang lah, sesuai kemampuan yang kita miliki… :)

Ghufron said,  

Betul, dulur. Berprestasi tidak hanya bisa dilakukan di kampus. Blog ini bisa dulur jadikan tempat untuk mengukir prestasi… ce ileh …. And, kalo dulur ada waktu, main-main ke blog ku: ghufron01.wordpress.com — tapi maap-maap sebelumnya, aku baru aja bikin. Mo minta masukan ceritanya … apa aja …

-tan said,  

setuju… berprestasi jangan diartikan secara sempit, berprestasi tidak harus ditunjukkan oleh ‘gelar’ tapi yang penting implementasinya nyata..

thanks, jadi merasa diingatkan

eko said,  

He..he…jadi inget kata si kuyak waktu kita msih maba dulu ( msih culun ya..). Kata kuyak “IP itu bukan segala2nya tetapi IP akan menetukan langkah ke depan buat kita”. Bener bukan kalu diresapi :)

Aulia said,  

hohoho, tidak semua mhs ingin menjadi “Berprestasi” Tapi yang pasti bisa ikut “Berpartisipasi” positif untuk Umat dan Bangsa Ini….

chandra said,  

Yes, I’m agree with you.

Hmm… klo saya jadi ikut Mapres tahun ini, mudah-mudahan ga menang. Jangan tanya kenapa!

kamal87 said,  

@charles: wah.. jadi malu nih dikomentarin sama orang yang bner2 berprestasi di fasilkom :)

kamal87 said,  

@Ghufron: dulur itu apa ya??? lsg meluncur ke blogmu aja dah

kamal87 said,  

@-tan: sama2 tan, semoga bermanfaat dan tetap berprestasi

kamal87 said,  

@eko: kuyak tu siapa sih ko? mungkin yang lebih bner adalah IP akan mejadi salah satu faktor dari sekian banyak faktor yang menentukan kesuksesan kita dimasa depan

kamal87 said,  

@Aulia: mmm… shearusnya semua mahasiswa punya niat yang besar untuk berprestasi loh aul

kamal87 said,  

@chandra: lho knapa chan? (~ngeyel, udah dibilangin jangan tanya knapa?)
jawab chan!

Bagoes said,  

satuju pisan!
seperti biasa tulisan kamal selalu memberikan inspirasi…
kynya ente cocok jadi penulis buku lho…
pdhl usia ente sama ky adik ane… Hmmm…
sip… maju terus supaya berprestasi dalam bidang yg positif yah!

kamal87 said,  

@bagoes: makasi2 kak bagoes :) jadi penulis buku?? waduh… masih jauh tuh kayaknya. Tapi hasrat kesitu emang uda ada dari dulu sih. Masih harus belajar banyak dulu dari tmen2 yg lain yang uda lebih dulu jago nulis

agungfirmansyah said,  

Mal, ente orang yang penuh semangat. Saya salut sam ente.
Moga-moga tulisan ente jadi ladang ilmu yang manfaat–jadi aset pahala kalau dah mati–jadi pasive income buat pahala.

Ikut Mapress g ya???atau dah telat????

kamal said,  

@agungfirmansyah: makasi gung, biasa aja kalee :)

heningsept said,  

perasaan gw biasa aja deh mal… :)

do’ain ya mal.. gw juga ngerasa gak butuh lah gelar mapres, yg penting bisa bener2 berprestasi. cuma… ketika bisa jadi mapres juga.. kenapa engga ya, mudah2an banyak manfaatnya. huhu… do’ain ya… ya.. ya..??

kamal87 said,  

@heningsept: iya iya ane doa’in. moga sukses jadi mapres. always remember the true orientation ok

jejenz fik ui 06 said,  

Assalamu’alaykum. Mo nambahin lagi ah….
Ane stuju tuh ma pendapat antum, cuma klo mo lbh keren lg pake buku rujukan juga, biar temen2 yg lain bs baca bukunya. Yah maklum lah namanya jg mahasiswa (paling bodoh) sehingga hrs banyak2 baca. Contohnya ni yah, antum bisa baca buku2 pengembangan diri, kenapa ? karena buku2 seperti itu lebih menekankan kepada potensi yg kita miliki. Klo temen2 mrasa bahwa mapres bukan ajang bwt temen2 mengaktualisasikan diri, maka jangan paksakan. Masih banyak ladang amal lain yang menunggu untuk kita garap.
Kalau kita lihat kondisi Indonesia saat ini, apa yg bisa teman2 berikan untuk bangsa ini ? Apakah kita yang notabenenya orang2 intelektual sudah benar2 menjadi golongan tsb. Karena, kondisi yang terjadi saat ini betul2 mengenaskan. Dimana hak2 kita dirampas, kebebasan kita direnggut, dan hukum tidak mampu bertindak melawan kezaliman tsb. Ayo rekan2 mahasiwa kita tunjukkan kepedulian kita pada negri ini !!!!
Kamu2 yg msh sibuk dgn kepentingan masing2, sambutlah seruan ini dengan penuh smangat. Kamu2 yg memang lbh memilih untuk SO (study only), tunjukkan bahwa kalian memang CAPABLE di bidang itu. Jangan sampe kalian jd generasi abu2 (nggak jls arahnya) yg hanya bs menjadi “sampah masyarakat”. HIDUP MAHASISWA……………HIDUP RAKYAT INDONESIA.
Wslm

kamal87 said,  

@jejenz: wah… jejenz membara :)

 Post A Comment » jump to comment form  

↑ Back to top