Bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship
Ada seseorang yang bertanya pada saya melalui komentar disini. Waktu itu saya berjanji akan memberikan jawaban melalui suatu post tersendiri. Nah… setelah sekian lama terbawa arus menulis topik-topik yang lagi hot, baru sekarang bisa menyempatkan diri untuk memberikan jawaban secara komprehensif tentang bagaimana menumbuhkan jiwa enterpreneurship.
Sebenarnya saya sendiri juga masih belum bisa dibilang enterpreneur yang handal. Saya juga masih coba-coba. Saya baru mulai bergelut dngan dunia enterpreneurship waktu kuliah semester 2. Waktu itulah saya membangun perusahaan pertama saya, univind (dulu bernama apadonk), yang berbasis KENEKATAN. Waktu itu saya gak ngerti apa-apa tentang dunia usaha, saya tidak mengerti banyak tentang lahan bisnis yang saya geluti. Tapi karena kenekatan sudah sedemikian besar semua halangan tersebut saya terobos aja. Nah… karena saya juga baru mulai usaha, saya akan ceritakan apa yang saya alami saja. Saya gak akan terlalu njlimet dengan teori-teori bisnis enterpreneur manajerial blablabla… Jadi, mohon maaf juga kalau terasa kurang menggigit.
Bagaimana caranya menumuhkan jiwa enterpreneurship dalam diri kita?
Sebenarnya hal tersebut dapat dilakukan dengan banyak cara. Hal pertama yang harus ditumbuhkan adlah keinginan dalam diri sendiri. Kita harus mengisi pikiran kita bahwa suatu saat nanti kita akan mampu menjadi enterpreneur sukses. Impikanlah saat-saat dimana Anda berhasil membangun sebuah usaha yang sukses dan maju. Terus tanamkan impian ini dalam diri kita. Lama-lama impian ini akan menjadi motivasi terbesar bagi kita untuk menjadi enterpreneur.
Setelah motivasi internal sudah terbentuk, buru-buru cari motivasi eksternal. Motivasi eksternal ini bisa didapat dengan berbagai macam cara seperti:
- Membaca buku-buku motivasi bisnis
- Ikut seminar-seminar enterpreneurship
- Join di milis-milis wirausaha
- Berkunjung ke rumah pengusaha sukses
- dll
Semua motivasi eksternal yang kita temukan akan semakin memperkuat hasrat dalam diri kita untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Sekaligus juga sebagai batu loncatan awal bagi kita untuk menemukan ide-ide bisnis yang bagus. Melalui sarana-sarana yang tersebut diatas biasa muncul inspiras-inspirasi usaha yang punya potensi besar untuk maju.
Setelah motivasi terebut sudah sedemikian kuat baik internal maupun eksternal. Maka biasanya kita akan mulai gelisah kalau tidak segera memulai usaha. Pikiran kita akan terdorong untuk segera mencari peluang usaha dan langsung menjalankannya. Dorongan terebut akan terus menguat.
Kalau sudah seperti itu, saatnya mencari momen yang tepat untuk segera memulai usaha. Banyak orang yang hasratnya sudah sedemikian besar untuk menjadi pengusaha tapi belum juga memulai sebuah usaha, padahal dibenaknya sudah tersimpan sekian banyak ide-ide usaha yang brilian. Itu terjadi karena dia tidak menemukan momen yang tepat. Dulu waktu saya pertama kali membangun univind, momen yang mendorong saya untuk membangun perusahaan tersebut adalah kehilangan uang sebesar Rp. 1.500.000. Itu adalah kehilangan uang terbesar sepanjang sejarah saya. Namun saya sangat bersyukur pada Allah SWT karena telah menakdirkan saya untuk kehilangan uan. Saya bersyukur pada Allah karen telah memberikan momen tersebut. Saya beryukur pada Allah karena telah memberikan arahan bagi saya supaya mengalihkan musibah tersebut menjadi sesuatu yang positif.
Tapi kalau harus nunggu momen, bisa kelamaan donk? yap, betul sekali. Kalau kita hanya duduk-duduk santai sambil terus berangan-angan untuk menjadi enterpreneur dengan alasan sedang menunggu momen, kita tak pernah bisa menjadi the real entrepreneur. Karena enterpreneur yang sesungguhhnya tidak akan bisa membiarkan dirinya diam terlalu lama tanpa bergerak. Enterpreneur tidak akan bersifat opportunis (untung-untungan). Enterpreneur yag sejati akan membuat momen bagi dirnya sendiri. Momen ini tidak seyogyanya hanya ditunggu. Karena momen yang bagus itu sulit didapat kalau ita tidak melakukan apa-apa. Itu jadinya untung-untungan, kalau yang seperti itu sih bukan entrepreneur namanya.
Jadi, buatlah momen untuk diri kita sendiri. Bagaimana membuat momen tersebut? yaitu dengan menceburkan diri kita dalam masalah atau konflik. Dalam suasana konflik, maka otak kita cenderung bekerja lebih cepat dan juga lebih cepat dalam melakukan aksi-aksi konkrit. Saya pernah diceritakan oleh mas reza m. syarief, bahwa beliau selalu membuat momen-momen besar dalam hidupnya. Dia selalu mencari tantangan-tantangan baru. Momen terkahir yang dia ciptakan adalah memberikan training selama 72 jam nonstop pada sekian ribu peserta trainer secara kontinyu. Beliau berhasil membuat momen untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, buat Anda yang mengaku sebagai enterpreneur sejati, seing-seringlah membuat kejutan-kejutan dalam hidup. Jangan bersantai dalam zona nyaman. Kita harus terus me-recode change DNA kita.
Intinya, bagaimana menumbuhkan jiwa enterpreneurship dalam diri kita?
- Tumbuhkan motivasi intrinsik yang ada dalam diri kita sendiri
- Cari motivasi-motivasi eksternal
- Buat momen besar untuk segera memulai bisnis
- Jalankan bisnis dengan konsisten
Sekian, Semoga bermanfaat
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Leave A Reply Here
There are 11 Responses to this post, want to join?
Ini mah emang udah jiwa pengusaha…atuh
aya teh naon…
mal, pertanyaan boleh?
kalo.. “bagaimana mendapatkan modal usaha dengan cepat khususnya buat mahasiswa? terutama mengingat usaha yang ingin digeluti membutuhkan modal yang lumayan besar..” ada tipsnya gak? makasih..
-Leni
@aulia:
mudah2an aja bisa bner2 jadi pengusaha sukses. amin
@ladangbuku: hmmm… boleh2, nanti ane buat tulisannya ya, tunggu aja
mo nanya aza neeh, misal kita dah punya motivasi yg besar ta[pi untuk membuka usahakan kita juga butuh dana, nah bagaimana caranye misal kita belon ada dana buat buka suatu usaha,sekian .thank
@eko wahyudi: wah udah banyak nih pertanyaan yang sejenis kayak gini. Nanti saya janji bakal nulis dalam satu artikel tersendiri. tunggu aja ya…
salam kenal mas. sukses terus yah
@naritha: salam kenal juga dan juga salam sukses
Assalamu’alaykum. Wah ternyata antum jg ada job sampingan ni, ck..ck..ck.. HEBAT. Mo nambahin aja, klo yg slama ini ane lihat di temen2 ane sendiri, sebagian dr mereka yg pd akhirnya berwirausaha lebih dikarenakan faktor ekonomi, yg mendesak mereka untuk berpikir keras dlm memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Buat ane, jujur orang2 seperti itulah yg patut kita acungkan jempol, dibandingkan dgn kebanyakan anak muda zaman skrng yg lbh banyak menghabiskan waktunya untuk menghabiskan uang. Ya, ini sih pendapat ane sendiri loh, terserah temen2 dlm menaggapinya. Mungkin yang dapat saya sampaikan di sini, bahwa hidup itu penuh dgn perjuangan dan pengorbanan. Apakah slama ini kita pernah memikirkannya ? Thanks for attention. Wslm
@jejenz: bner banget jejenz, para entrepreneur itu adalah orang2 yg senantiasa mengasah potensi yang dimilikinya.
Pingback & Trackback
Post A Comment » jump to comment form ↑