Busuknya pengadilan di Indonesia
Berikut adalah tulisan curhat dari sahabat saya, ipur, yang terlibat kasus di pengadilan karena menabrak orang lain. Harap baca seluruhnya:
saya terlibat kasus kecelakaan sepeda motor dengan mahasiswa UI di daerah perbatasan depok dan jakarta selatan, lebih lengkapnya temen-temen bisa download kronologis kecelakaan saya.intinya saya dituntut secara hukum oleh keluarga korban, alhasil dari penyidikan kepolisian saya dijatuhi pasal 360 ayat 1 KUHP yang bunyinya “barang siapa karena kelalaiannya menyebabkan orang lain luka berat maka dipidana kurungan maksimal 5 tahun atau penjara maksimal 1 tahun“, pada tanggal 15 Januari 2008 polisi menyerahkan berkas kasus saya kekejaksaan negeri jakarta selatan didaerah taman puring dan saya beserta barang bukti berupa sepeda motor ikut dibawa kesana oleh polisi.sesampainya disana saya dihadapkan keruangan kasubsi penuntut umum, disana saya dihadapkan oleh seorang jaksa bernama Dadang.
Alhasil saya ditekan habis – habisan oleh beliau dengan mengancam bahwa saya akan dimasukkan tahanan di LP cipinang selama menunggu waktu persidangan yaitu maksimal 20hari, beliau tanpa memberikan kesempatan saya untuk berbicara terus menekan saya dan mengancam saya, hingga suatu saat si jaksa ini menawarkan jalan keluar berupa
“ya sudah kamu ada uang berapa sekarang, nantinya uang itu akan digunakan untuk penangguhan tahanan kamu, ini demi kebaikan kamu loh, seandainya saudara ditahan, akan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi disana”,
lalu saya tanya “maksudnya uang apa ya pak, apakah uang tersebut harus saya serahkan kekeluarga korban“,
dijawab oleh jaksa “kamu mahasiswa UI goblok apa tolol siih, masak hal begituan aja gak ngerti, surat permohonan penangguhan kamu mana? segera buat, nanti saya panggil orang tuk nahan kamu sekarang juga”
jawab saya “loh kok seperti itu pak?”
jaksa jawab : “itu memang prosedur yang ada dan harus kamu lalui, kamu seharusnya sesaat setelah selesai kecelakaan ditahan di kantor polisi, mana polisi yang menangani kasus kamu, saya ingin bertanya kenapa kamu gak ditahan? ”
datanglah polisi yang bersangkutan “ada apa ya pak?” tanya polisi tersebut,
jawab jaksa “ini gimana siih kamu, kok orang nabrak gak langsung ditahan??kamu dibayar berapa sama anak ini?”
polisi menjawab “anak ini ketika kecelakaan sempat juga dirawat dirumah sakit karena mengalami luka yg cukup serius, oleh karena itu kami tidak bisa langsung menahannya, begitu loh pak, lagi pula anak ini orang terpelajar dan gak akan kabur sebab saya sudah mengenal baik anak ini”
kemudian jaksa menjawab “hei dek, kamu tuh anak ui kok goblok bangat siih, kamu kok seenak dengkulmu negendarain motor hingga bisa menabrak orang? otak kamu ditauh dimana?”
saya jawab”saat itu kondisi sedang sepi dan sangat gelap sebab tidak ada lampu penerangan lagi pula jalanan saat itu sangat cepat dan saya mengimbangi kecepatan kendaraan lain, sikorban tiba – tiba menyebrang dan saya langsung menabraknya”
“disitu gobloknya kamu, dah tau gelap, malah berjalan terlalu cepat..“kata jaksa ,
lalu saya bantah “saat itu ada jembatan penyebrangan didekat tempat kejadian, seharusnya korban menyebrang lewat jembatan itu,tetapi korban malah lewat dibawahnya, tentu saya tidak menyangka akan ada orang lain menyebrang, seharusnya korban lebih hati – hati menyebrang karena lalu lintas saat itu sepi dan dia punya banyak kesempatan untuk menyebrang dengan aman,tetapi beliau malah memaksakan diri tuk menyebrang dan akhirnya tertabarak oleh saya ”
jaksa tersebut malah menuduh saya mencari – cari alasan dan tidak mengubris perkataan jaksa sebelumnya, hingga jaksa tersebut mengeluarkan perkataan
“kamu dengerin dunks orang ngomong,janga dengerin pakai pantat. kamu emang punya kemampuan dibidang lain tetapi dibidang hukum kamu harus nurut ama jaksa dan polisi, karena saya berhak menahan kamu sekarang, sudah rembukin dulu sama orang tua kamu, kamu sanggup ngasih berapa, sekalian buat surat permohonan penangguhan dan penjaminnya”
Akhirnya saya keluar dari ruangan itu, disana sudah menunggu bapak saya dan polisi yang menagani kasus saya, disana kami berembuk dan polisi mengusulkan, “udah pak, dari pada anak bapak dipenjara, bapak serahin dah semua yang ada..materi bisa dicari lain waktu,yang namanya dipenjara orang bukan semakin baik, tetapi akan semakin rusak, entah dari narapidana disekilingnya, atau bahkan dengan penjaga lapas nya“…mendengar hal itu saya langsung bergegas menuju ATM dengan berlari, tetapi tidak ketemu – ketemu hingga saya minta tolong tukang ojek tuk mengantarkan saya dengan cepat, alhamdulillah uang sejumlah 1,5 juta bisa saya dapatkan saya membayar tukang ojek itu RP.15.000, sesampainya disana bapak saya dan saya langsung menghadap kembali sambil membawa uang 1,5 juta ditangan.
“ini pak, saya ada uang 1,5 juta, biarlah bayaran kulaih anak saya semester ini saya tunda dan saya usahakan diluar,asal anak saya jangan ditahan” ungkap bapak saya…
tetapi saya keberatan “ini benar – benar untuk biaya kuliah saya pak, saya mohon penertian bapak”
…tetapi jaksa dengan kejamnya berkata “kuliah masalah kamu, sekarang masalah yang ada kamu selesaikan dulu, gak usah banyak pertimbangan, nanti kamu saya tahan sekarang juga, bapak tolong kasih yang ngetik 200.000, untuk saya 300.000 dan untuk atasan saya 1.000.000 diamplopin ya pak, jadi pas kan 1,5 juta, kamu tunggu dulu, saya minta persetujuan dari atasan saya dulu mengenai penangguhan tahanan kamu “. setelah itu saya diminta menunggu beberapa jam.
mendengar hal tersebut saya kicep dan jiper sehingga saya tidak bisa berkata apa – apa lagi dan pasrah menerima nasib, serta merasakan kekecewaan yang begitu mendalam, dan akhirnya saya benar – benar merasakan busuknya peradilan di negara kita, sayangnya saya tidak bisa membuktikan pemerasan tersebut ke pihak luar, dan saya salah juga karena mau menyerahkan sejumlah uang kemereka, mereka dengan wewenang nya memaksa saya untuk memberikan uang tersebut.
saya merasa bahwa kejujuran dan kebenaran tidak akan bisa melewati ini semua, sebab jaksa itu berkata kepada saya sesaat sebelum meninggalkan ruangan
“kamu siapkan dana lagi sebanyak- banyaknya untuk kasus kamu, kalau tidak kamu akan dituduhkan hukuman seberat – beratnya pada proses yang selanjutnya”
….mendengar hal itu saya merasakan beban mental yang berat dan kekecewaan yang mendalam sehingga hampir orientasi hidup saya berubah saat itu yakni mendapatkan uang sebanyak – banyaknya karena dengan uang apa saja bisa kita lakukan…
setelah menunggu beberapa lamanya, akhirnya surat pengangguhan tahanan bisa saya dapatkan, dan saya diharuskan melapor kekejaksaaan setiap minggunya yakni setiap hari senin pagi,saya keluar gedung kejaksaan dengan kebingungan dan kepasrahan, untungnya beberapa teman saya menengoki saya di sana,ada kamal, agung, ginanjar,afif, eko, haris.
“thanks bangat ya tuk semuanya yang dah mendukung dan menghibur gw”
sekarang yang dapat saya lakukan untuk mempersiapkan proses selanjutnya adalah bukan uang!!!kalau sayatetap menyerahkan uang ke”mereka” berarti saya membiarkan kezaliman dan kejahatan terjadi lebih jauh, oleh karena itu saya berusaha mencari dukungan dan kekuatan sebanyak – banyaknya untuk mendampingi saya menghadapi peradilan yang kotor di ibu pertiwi.
saya bukan melawan korban, tetapi saya melawan sebuah sistem yang teratur dan kuat yang menggunakan wewenangnya untuk kepentingan mereka sendiri hingga tanpa hati nurani mereka sanggup memeras hingga keakar – akarnya orang yang tidak mampu seperti saya…
untuk itu saya minta bantuan teman – teman untuk mencarikan link keorang – orang yang kuat yang mampu menghentikan tindakan semena – mena kejaksaan terhadap saya,saat ini saya baru menhubungi LKBH fakultas hukum UI untuk mendampingi saya menghadipi itu semua, tetapi saya rasakan belum cukup, karena pasti tetap akan ada biaya yang keluar untuk menyelesaikan ini pada jalur yang seharusnya, saya amat memerlukan sesuatu yang bisa menekan pihak kejaksaan agar mau menyelesaikan kasus ini dengan cara yang jujur dan tidak menggunakan wewenangya untuk memeras saya.
terimakasih
jakarta 16 Januari 2008
Itu tadi cuplikan curhat sahabat saya. Sungguh saya benar-benar terkejut membaca tulisan curhat tersebut. Ternyata begitu cara mereka menjalankan praktek korupsinya. ternyata memang praktek korupsi tersebut sudah sedemikian ter-sistemasi-kan seolah praktek tersebut merupakan praktek yang legal. Saya baru sadar sudah sedemikian busuknya prengadilan di Indonesia. Pantas saja pak ruki (Taufiqurrahman ruki, ketua KPK dulu) bilang bahwa prioritas pemberantasan korupsi di Indonesia adalah di dunia peradilan, terutama bagian KEJAKSAAN.
Padahal, waktu pertama saya datang ke kantor kejaksaan tersebut untuk menengok sahabat saya. Saya melihat pada bagian depan gedung kantor tersebut terdapat spanduk besar bertuliskan:
TAK ADA TEMPAT BAGI PARA KORUPTOR DI INDONESIA
Tulisannya dibuat besar-besar dengan warna yang mencolok dan spanduknya diletakkan ditempat yang sangat strategis. Ternyata justru didalam gedung tersebut dipelihara para koruptor-koruptor busuk yang melakukan kejahatan korupsi tanpa merasa bersalah dengan apa yang dilakukannya.
Dan saya sangat setuju dengan perkataan sahabat saya itu yang mengatakan bahwa yang paling diperlukannya saat ini bukanlah uang. Karena kalau kita terus menerus menuruti pemerasan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan tersebut, itu berarti kita telah ikut membantu menyuburkan praktek korupsi di Indonesia.
Kalau Anda adalah orang yang punya keinginan besar untuk membantu memberantas korupsi di Indonesia, maka bantulah sahabat saya itu. Kalau Anda punya akses kekuasaan yang mampu menekan pihak kejaksaan maka bantulah sahabat saya itu.
Mari kita gotong royong memberantas korupsi di Indonesia.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Leave A Reply Here
There are 91 Responses to this post, want to join?
turut prihatin atas kasusnya ipur..
memang sekarang peradilan di Indonesia dah bobrok sekali.. tapi tolong jangan pula digeneralisir..
karena masih ada juga mereka-mereka yang adil dan jujur, hanya saja sedikit sekali..
smoga dapat segera terselesaikan..
pengen banget bantu, tapi bingung juga bantu apa..
sebenernya keluarga banyak yang kerja di bidang hukum dan orang tua cukup banyak kenalan di pengadilan..
mungkin saya coba tanya-tanya dan ngobrol dulu siapa tau bisa membantu.. tapi saya gak bisa janji, akan diusahakan
turut prihatin.. shock banget ngeliat kata2 yg dilontarkan oleh si jaksa.. kasar banget..
smoga bisa cepet terselesaikan.. dan semoga peradilan di Indonesia bisa bersih (walau blm tau caranya gmn. dgn brainwash mungkin,hehe..)
Di sini sumpah atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa sudah berubah menjadi tuhan UANG yang Maha Kuasa
wah, emang ndak didampingin pengacara po? soale saia ndak ngerti hukum he..yang saia tau, hukum di endonesa itu emang uda busuk…
coba kalo omongan si jaksa direkam, terus dikirim ke media massa. lumayanlah buat ngganti berita soal si eyang….
@leni: iya nih, kasian bner ipur. serba salah. kita dipaksa “kooperatif” (yg berarti harus ngasi duit terus ke jaksa dzholim itu)
@rabindra: cara bnerin pengadilan di Indonesia? wuihh… pasti butuh waktu lama tuh klo mo bner2 bersih, paling enggak 20 tahun
@djunaedird: btul, orang2 sekarang pada menuhankan uang
@soegirang: pengacara gak bakal mempan mas, lha wong kita udah dapet link ke atasan jaksa tersebut, eh malah anceman tu jaksa makin keras
di Fakultas Hukum, kalau gak salah ada Lembaga Bantuan Hukum ya.
Saya belum pernah ke sana sih..
“pengacara gak bakal mempan mas, lha wong kita udah dapet link ke atasan jaksa tersebut, eh malah anceman tu jaksa makin keras”
jadi gimana dong mal skarang? kta terpaksa ‘kooperatif’ juga dong sama jaksa itu? huuff… smoga aja generasi peradilan di indonesia yang seterusnya gak seperti ituh.. smoga untuk berikutnya banyak calon2x hakim dan jaksa yang baik untuk indonesia. tapi, kalo misalkan kita ingin mengikuti prosedur hukum di Indonesia, mau gak mau ipur harus dipenjara dong.. karena adanya pasal ini (dengan catatan gak membayar sejumlah uang yang ditetapkan).
pasal 360 ayat 1 KUHP yang bunyinya “barang siapa karena kelalaiannya menyebabkan orang lain luka berat maka dipidana kurungan maksimal 5 tahun atau penjara maksimal 1 tahun“,
rasa2xnya gak adil yah..
eh.. ladangbuku itu leni, hoho..
:: ketauan deh, ada blog namanya ladangbuku
http://rumahleni.com
Hmmm…Pertama turut pihatin atas cobaan yang dialami Ipur, Seandainya saya bisa membantu…..
Yah, setelah membaca tulisan Ipur… Sejujurnya sedikit kaget juga bukan karena peradilan yang ga’ beres, tapi karena Ipur masih bisa tersenyum penuh kesabaran walaupun sedang mengalami hal ini…
Subhanallah, ente udah memberikan banyak pelajaran ke ane pur…
Semoga ente dikuatkan untuk menghadapi cobaan ini…
Dan masalah kejaksaan, saya sudah pernah mendengar kasus seperti ini sebelumnya.. Dan memang itulah cerminan bangsa kita saat ini, yang mengaku sebagai negara hukum..
Dan bicara masalah adil-atau tidak, memang ketetapan yang dibuat manusia itu tidak akan ada yang sempurna khan….
bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh! bunuh!
Lain kali kalau menghadap jaksa, jangan lupa bawa alat perekam.
Kalau niat, pancing2 pembicaraannya sehingga si jaksa ngomong sendiri.
Perlu bukti otentik yang kuat kalau kamu berniat untuk menjatuhkan piranti hukum seperti ini. Kalau bukti tidak kuat, hakim tentu saja akan memihak si jaksa karena sama2 piranti hukum. Subjectivity is undeniable.
Tentang hukuman Pur karena menabrak orang, sebenarnya yang membuat kecelakaan itu pur yang mengendarai motor pada tempatnya atau orang tersebut yang tidak menyeberang pada tempatnya? (ini melihat dari tulisan pur yah) Pur, kamu memang menabrak seseorang, tapi kamu bisa jadi kamu sebenarnya adalah korbannya.
– Ramot ‘02
@anwarchandra: si ipur itu udah pergi kesana (LBHK), tapi orang LBHK nya juga sama aja nyuruh ipur mendingan ‘kooperatif’ sama jaksanya
@anwarchandra: si ipur itu udah pergi kesana (LBHK), tapi orang LBHK nya juga sama aja nyuruh ipur mendingan ‘kooperatif’ sama jaksanya
@ladangbuku: itu dia yang susah len, hampir gak ada orang jujur dan bersih yang mau masuk ke wilayah kotor tersebut, akhirnya tu wilayah tetep aja kotor gak bersih2.
btw, ladangbuku tu apa? is it the newest product of leni corp
@berli: emang bner ya ipur itu orangnya sabaaarrr banget. tabah banget, cobaan hidupnya udah bejibun tapi tetep aja nyengir
@kunderemp: waduh, sabar nar! yang kek gitu udah direncanain koq
narpati mo bantu
~becanda
@ramot: kita udah coba ngerekam, tapi cuma pake HP, jadi suaranya gak begitu jelas. Mudah2an kapan2 kita bisa hi-tech recorder yang bisa ngerekam dengan jernih semua perkataan busuk si jaksa
hmm…
no comment dah…
penguasa dan aparat bangsa indonesia memang udah sangat menyengat kebusukannya. cuman rakyatnya aja seneng dibodohin dengan yang namanya solidaritas dan nasionalisme. medianya pula provokator mengejar rating dan untung.
Wahhhhhh…. cerita ini menarik banget ya… sebagai pelanggar, kisah ini harus saya tangani secara langsung… hahaha… memang kita harus sadar bahwa, di mana ada hukum, di sana ada pelanggar… kisah ini cocok banget… untuk menampilkan teori yang saya ciptakan itu…
tunggu tunggu tunggu…..tolong dipikir yang lebih jernih dulu, maksud pak polisi menyarankan begitu ada benarnya juga, pertama : coba dibayangkan kalau si tersangka 360 kuhp tersebut dilakukan penahanan, apalagi dalam statusnya sebagai mahasiswa berapa lama ia harus ketinggalan kuliah, bisa dibayangkan proses pengadilan paling tidak 2 bulan sampai keluar vonis , kedua: sebenarnya kasus kecelakaan apalagi tidak sampai Meninggal Dunia, sangat sangat terbuka upaya perdamaian antara korban dan tersangka, dan dapat dilakukan pencabutan perkara (diskresi polisi) kenapa ini tidak dilakukan sebelum penyidikan dilanjutkan ke penuntutan (PU)….??? Jadi tidak perlu ada hal tersebut….
hehehe…
itu salah satu alasan kenapa saya tertarik untuk belajar hukum..
*tp kira 2kuat ya,ngimbangin iblis2 hukum itu..*
yah rumit memang kalau ngomong masalah hukum..
tapi sayaa tertarik untuk mendalaminya boss..
ipur 2004 ya?
Waduh emang sistem disini dah kacau balau…
~turutPrihatin
Spanduknya salah pasang kali tuh. Seharusnya:
1. Menghadap ke dalam gedung, dan bukan ke luar gedung.
2. Dipasang di dalam gedung, bukannya di luar.
3. Tidak perlu besar, cukup seukuran kertas A3 dan dipasang di meja masing-masing.
gw anak UI juga
dan gw SANGAT MARAH!!!!
itu jaksa otaknya di pantat ya?
Oh, dia tu temen sampean to, Mas. Saya mau kasih komen di blog dia tp ribet kudu registered dulu.
Serem bener saya tu mbaca ceritanya. Masak mhs UI sampe digoblog2kin krn ndak paham ma perihal2 kotor. Ukuran kepintaran diukur dari kebejatan moralitas, tentang seberapa familiar seseorang (termasuk mahasiswa) dg perilaku yg harusnya mbikin diri malu.
Dan apakah fenomena ini terjadi di seluruh bagian di Indonesia?
….serem…
@oQ: bingung ya ama kondisi yang udah ancur ini
@roy marten: walah, ini roy marte bneran? enggak lah yaa… rakyatnya bukannya seneng dibodohin tapi emang gaak ngerti bahwa mereka lagi dibodohin
duh ….. jaksa payah ……
tuh jaksa waktu sekolah riwayat pendidikannya :
tk – lulus persamaan
sd – lulus persamaan
smp – lulus persamaan
sma – lulus persamaan
kuliah – bayar nilai yang e semua jadi a ipnya 4.oo
Trus nyogok masuk pns…. eh dia keterima ….. diangkat jadi jaksa lagi…..
jadi kagetan ….. kenal ama korupsi dari tk – kerja……. mau gak mau jadi budayanya ……..
@pelanggar: emang teorinya kek apaan mas???
@rere: surat menyurat kasusnya udah telanjur ke kejaksaan. nah… klo udah sampe kejaksaan, udah gak bisa ditarik lagi walaupun keluarga korban udah maafin. Lagipula keluarga korban sampe sekarang susah banget maafin sahabat saya itu.
@onoda: bagus deh onoda, belajar hukum untuk benar-benar menegakkan hukum. jangan sampe ikut tercemar ya…
@lahapasi: bagus, silahkan didalami. Tapi jangan ikut2an tercemar ya, bersihkan dunia peradilan di Indonesia
@anthonysteven: ipur 2005 kaleee…
@abasosay: bner juga ya, biar lebih nampol. tapi kayaknya gak ngaruh deh
@ade: ayo salurkan kemarahannya ke arah perbaikan
@Guntar: kayaknya kondisi ini emang terjadi hampir 100% didunia peradilan di Indonesia. walaupun emang sih, ada aja orang2 baik yang ada di wilayah kotor tersebut. tapi jumlahnya pasti sedikit banget. dan kalaupun ada yang idealis, langsung tersingkir dengan mudah
@nooooee: lucu juga
“Busuknya pengadilan di Indonesia ”
dari dulu jg udah busuk, koq baru tahu sekarang
temen saya yg kena kasus mirip2 kyk kasus diatas aja kena sampe 4 juta
turut prihatin
saya cuma bisa mendoakan semoga mas Ipur sabar. Memang nyakitin ati banget. Aku yang cuma membaca saja ikut sakit hati dan mengelus dada. Semoga pengadilan Allah lebih kejam pada para ‘penegak hukum’ dunia yang korup itu.
Jaksa di kantor polisi? seharusnya kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian terlebih dahulu’ baru kemudian BAP yang telah dibuat akan dilimpahkan ke kejaksaan. Seperti`nya ada yang janggal dalam cerita anda di atas.
Jaksa berhubungan dengan Hakim, bukan dengan kepolisian. Apalagi bila kejadian ini baru berlangsung,…’ rasa`nya aneh,.. penyidik dalam hal ini justru jaksa itu sendiri. Seharus`nya adalah dari pihak kepolisian.
Saran saya acuhkan terlebih dahulu masalah teman anda dengan “Jaksa” tersebut. Tetapi lebih kepada keluarga yang tertimpa musibah. Yakinkan keluarga tersebut bahwa anda akan bertanggungjawab secara kekeluargaan. Hal itu tentu akan diterima oleh keluarga yang ditabrak.
Laporan tidak ada, Pengaduan tidak ada…’ kok jadi langsung ditindak yah? apalagi dengan “Jaksa”. Jika memang terpaksa,… dari pihak “Jaksa” tersebut tidak memiliki cukup bukti untuk membuat teman anda masuk sel.
Maka`nya sebelumnya saya tekankan, yakinkan keluarga korban yang ditabrak tadi. Anda akan bertanggungjawab secara kekeluargaan, dan penyelesaian ini tidak ada hubungan`nya dengan kepolisian. Terserah dari pihak kepolisian ingin melakukan tindakan apa, yang pasti jika teman anda mampu untuk mendapatkan “surat pernyataan” dari keluarga korban bahwa “kasus” ini akan diselesaikan dengan baik” oleh kedua belah pihak dengan cara kekeluargaan maka pihak kepolisian / jaksa yang anda ceritakan di atas tidak dapat berbuat banyak.
Palingan hanya karena keteledoran, tetapi teman anda kan juga mempunyai hak bicara & pembelaan diri, yakni kecelakaan tersebut terjadi di bawah jembatan penyeberangan, yang kedua adalah masalah ini telah diselesaikan atas dasar itikad baik dari kedua belah pihak yang menginginkan penyelesaian secara kekeluargaan tanpa merugikan pihak manapun.
Semoga membantu.
Mahasiswa Fakultas Hukum.
memang seperti itulah indonesia, meski saya belum ngalami yg seberat ini, tp saya pernah ngalami yg kecil
sering
saya bukan anak hukum, tp dari pengalaman kecil yg saya dapat, saat kita terlihat semakin lemah, mereka semakin berani dan semakin memanfaatkan, meski mereka diposisi yg menguntungkan, bukan berarti yg terkuat.
sebarkan berita ini, biar semua orang tau, semoga org besar dan benar mendengar dan bisa membantu.
padahal biasanya klo kecelakaan, diselesaikan secara kekeluargaan. polisi bertindak saat kedua belah pihak tdk menemukan ttk temu.
toh temen mz kamal jg ngga terlalu salah, penyebrang jalan harusnya digunakan.
semoga temen mz kamal diberi kekuatan tuk hadapi cbaan ini.
semoga org besar dan benar bisa membantu.
atau sudah tidak ada org benar
@hendra_ku: seharusnya jangan dibiarin tu jaksa meras terus, lawan aja. tmen saya aja sekarang akhirnya bisa punya bargaining position yang lumayan buat jaksa itu
@ciptabiru: amin
@hitam.putih: nah… itu dia yang sulit mas, kita udah ngusahain banget untuk ngedektin keluarga korba, tapi keluarga korban teteo aja keukeuh pengen melewati proses hukum
@spypark.reborn: amin, mudah2an dia bisa tegar
sabar aja…
semoga cepet selesai kasusnya..
Yang paling penting kita sebagai sahabat”nya Iput tetep ngasih dukungan apapun yang kita bisa…ya ga Mal??
btw…gw sempet kaget juga yang komen banyak bener…eh ternyata yang banyak malah komen dari lo Mal…hahaha…
22 dari 49 komen adalah dari kamal87 = 45 komen dari pemilik blog sendiri….
Eh…yang atas kurang persen…
maksud gw 45% komen dari kamal…hahaha…
peace…
@hboy: alhamdulillah sekarang si ipur udah mulai lebih tenang sih, dia udah punya bargaining position yg cukup kuat
@sidicx: hehe… iya dik, ane sengaja bales satu-satu, biar kesannya banyak dan rame
Dan berdasarkan analisa ane sih, algoritma top-post nya wordpress.com itu kayaknya pake itung2an jumlah komen juga. jadi biar kesempatan masuk top-post lebih gede dan peluang tulisan ane dibaca orang lebih besar sehingga anfaat yang diberikan lebih luas.
Yah, begitulah… keadaan yang seperti ini memang sudah mengakar. kapan ya bisa diberantas?
*mencoba memulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar*
@Mr. Fortynine: emang bner ya harus mulai dari diri sendiri
Mungkin mang bener nga bisa pake reformasi, uda mesti revolusi….
it’s all to late….
Indo emang rusak banget, waktu itu g pernah ngurusin masalah tuntuan dari kantor g kepada seseorang. Gilak buat bikin surat ini itu kan butuh nge print dan kertas. G baru tau ternyata duit untuk kertas, tinta dan photo copy dari kita semua, dari kepolisian enggak ada keluar duit apa2.
Trus pernah denger ga, di Bali, bule bule aja sampe tau, klo ada masalah ini itu sama bagian imigrasi, tinggal kasih duit aja! Malu2 in banget!!!
apa lagi itu kan tempat wisata gitu low!!!
sebobrok itu negara kita ck ck ck ck…
@richard: kayaknya klo di revolusiin tambah kaco deh
@pitshu: serusa-rusaknya negara kita pasti tetep bisa bangkit deh… jangan putus asa dah…
JAKSA…, PENGADILAN..!!!
Mendengar nama sampai sekarang saya masih trauma…. mungkin apa yang saya alami lebih sedih yang saudara alami…..
JAKSA, HAKIM, POLISI adalah ANJING – ANJING yang membuat negara ini bobrok. yang mana kekuasaan digunakan mereka untuk menindas yang lemah….
Oh..ya lupa…. Gua berdoa semoga JAKSA yang ngak bener tersebut….sesat hidupnya…dan mati dalam keadaan kotor. INGAT…malaikat menunggumu JAKSA, HAKIM dan POLISI LAKNAT
@Paimin: sabar mas, buat mereka2 itu ada masanya sendiri
I’m really sorry to hear this.
Saya ikut merasa dihina, kalau dilihat kalimatnya si jaksa seolah-olah dia mengoblok-goblokan seluruh anak UI karena bodoh tidak tau prosedur ‘busuk’ tersebut. Padahal kan anak UI diajarinnya yang bener. Begitu ada jaksa yang bener di tembak (di eliminasi), teringat sejenak kasus ditembaknya Jaksa Ferry Silalahi salah satu alumnus FHUI. Kalau saya ada di posisi Bang Ipur akan teramat sedih karena orangtua menjadi menderita ikut diperas dan harus berjuang mencari uang kuliah lagi. Sayang sekali hal ini jadi hal umum dan agak sulit untuk diberantas karena telah mengakar. Saya juga bingung dan semakin bermimpi bahwa Indonesia menjadi negara yang bersih.
kasihan ortu nya tuch jaksa, ternyata punya anak yang gak bermoral, percuma dech sholat dan berpuasa…
@oscarz: bagus tuh mimpinya, tapi jangan mimpi doank ya, bertindak juga
@sam: doa’in aja jaksanya bisa tobat ke jalan yang benar
edeuh . jaman sekarang maennya duit .
males dah ! untuk si ipur . hajar aja si jaksa .
ke enakan tu dia di kasih duit .
hajar juga tuh si korban . udah tau ada jembatan .
kenapa dia tetep sebrang di jalan ?
eleuh tolol banget tu orang !
bunuh si jaksa !
HOREEE !
@mynameisBATMANRETURN: aduh… jangan galak2 atuh om
Hmm mal, kayanya uda ada update dari Ipur tentang kasus ini di sini
Mungkinkah kasus di atas adalah kesalahpahaman? maybe yes, maybe no… Semoga aja bener2 kesalahpahaman saja, tapi keterlaluan juga sih jaksanya, ga bisa jaga mulut…
Yah yang penting sudah damai sekarang… Semoga kasus ini tidak terulang
@charles: iya tuh, skrg udah agak damai tu si jaksa
Sebelumnya gw turut bersimpati sedalam-dalamnya kepada Ipur dan keluarga. Semoga sidangnya lancar, dan jangan takut untuk berkata yg hitam adalah hitam, putih adalah putih.
Pelajaran buat kita semua. Kalau berhadapan dengan perkara hukum. Ga tau ya, baru kepikiran aja, kalo polisi yg difilm2 kan biasa bilang: “You have the right to remain silent. Anything you say can and will be used against you in a court of law. You have the right to have an attorney present during questioning. If you cannot afford an attorney, one will be appointed for you”. Ga tau juga apa di Indonesia ada yg semacam itu. Intinya kita juga harus tau hak2 kita didepan hukum.
Jangan2 tu jaksa ngga pernah nonton film, ngga punya tipi, makanya meres.
Ipur dan keluarga, yang tegar ya!
lebih bagus kalo ada nama oknum, lokasi, waktu, dll…
It’s not to late to reform or revolt the law in our beloved country. Emang sih negara kita negara hukum (HUKUM DUIT). Ke jaksa kudu ada duit, ke polisi apalagi ga usah ditanya, ke pengadilan tinggi ato negeri juga, ke Mahkamah Agung setali tiga uang,… kalo gitu mocari keadilan kemana lagi. Untung si Ipur. Jaksanya mulai keder mulai jaga omongan. Gue sedih ma negara kita kaya begini gimana kalo gue punya anak cucu nantinya… penegak hukumnya jadi bersih korupsi ato tambah hancur. Cuma elo2 yang kuliah Hukum yang bisa ngejawab itu semuanya. Mo kaya disontoloyo jaksa itu ato sebaliknya. BTW ortu gue juga lagi ada masalah hukum perdata (warisan) udah sampai ke MA. Dan sisontoloyo Hakim Agung memutusankan perkara seenak dewe ga liat bukti yang ada. Masa harta warisan dibagi ke ke5 cucu bukan ke ke 5 anaknya. bingungkan elo. Dan surat keterangan pengangkatan anak (untuk bokap gue) ga dianggap. Sedih gue … betapa tidak adilnya hukum kita. ihik..ihik…. Sorry Ts kok gue jadi ikutan curhat. Thanks
Kenapa nggak dilaporin ke KPK aja?
sms: 0855 8 575 575
telp. 021-25578389
or email: pengaduan@kpk.go.id
@yudha: bisa gawat bos klo terlalu blak blakan
@kurcil: yah… begitulah… sekarag bagusnya kita jangan ngeluh, mending kita berbuat sesuatu yang berguna buat bangsa
@shatria: pengennya sih begitu, tapi kita nyadar juga, keknya KPK udah kebvanyak agenda. Mereka harus prioritasin kasus-kasus besar terlebih dahulu kan
sebenarnya penahanan hanya perlu dilakukan apabila:
1. pelaku ditakutkan kabur
2. pelaku menghilangkan alat bukti
3. melakukan tindak pidana dengan hukuman diatas 5 tahun
dan karena hukumannya dibawah 5 tahun, sebenarnya penahanan tidak wajib dilakukan.
Sebaiknya jika memang peristiwa pemerasan masih berlangsung, lebih baik laporkan saja KPK ke:
Pengaduan Masyarakat
Kotak Pos 575 Jakarta 10120
SMS 0855 8 575 575
email: pengaduan@kpk.go.id
http://www.kpk.go.id
tapi kalau mau kreatif, saat datang ke kejaksaan/kepolisian bawa alat voice recorder aja. bawa dan jangan sampe ketahuan.
hasil rekamannya dibawa ke kepolisian/KPK. (selamat berjuang yah!!)
kalo boleh tau, meminta bantuan LKBH FHUI, siapa yang mendampingi?
kemampuan LKBH FHUI cukup baik, tapi yang memang menyebalkan memang tetap mafia2 peradilan itu…
-tetap berjuang yah-
@teman: hampir semua yang teman usulkan itu sudah dilakukan, tapi tetep aja mereke mampu berkelit
Darkside of me:
U’ll never stop cruelty except u become cruelty itself. Use ur imagination.. Pull the demon inside urself. Let it free, guide u to ur passion.. release ur anger.. revenge is only answer, as the punishment for someone who’d made u and ur parents suffering.
Gud side of me:
“Dan apabila kamu meminta, mintalah pada Allah. Dan apabila kamu membutuhkan pertolongan, memohonlah pada Allah”
@tohlotoa: hmmm…. ????
wah.. pas saya baca ini, kaget ternyata indonesia yang di bilang negara hukum, dibalik semuanya itu ternyata busuk didalamnya juga
t_T
gk nyangka, mungkin saya gk bisa bantu apa2 untuk hal ini, tapi ini bisa membuka pikiran saya dan semakin mengenal negara.
@Ahiun_sujono: masa baru tau sih??
aku sebagai mahasiswa juga ikut prihatin atas kejadian yang menimpa kamu, terus berdoa kepada tuhan. aku doakan agar masalah kamu cepat selesai.
buat bang ipur…!!
dengan cerita bang ipur ini aku uda ga heran, aku suka jengkel banget dengan peradilan bangsa kita yang munafik abis..
ada satu kejadian yang buat saya ga habis pikir waktu teman saya kena kasus yang sebenar nya ini kasus perdata, cuma di buat jadi pidana oleh orang yang berhubungan dengan teman ku. dan pada saat di penggadilan jaksanya tak sungkan – sungkan meminta 10 juta dari teman saya kalau dia mau memenagkan kasus ini….
wuaw… benar2 ga bisa dipercayaa..
dan ini saya mendapat tugas kuliah tentang peradilan di indonesia, saat nya aku membahas tuntas masalah ini dengan sumber2 yang ada.
kebetulan aku bahas tentang ke bobrokan peradilan bangsa kita
dan thanks atas termuatnya curhatan ini, setidaknya bisa jadi masukan..
http://www.laurensiavianney.multiply.com
@rofi: Alhamdulillah sekarang masalahnya udah selesai koq fi
@Laurensia: ternyata curhatan ini bisa bermanfaat juga ya buat orang lain
wah wah… rame banget yang komen ya
Pingback & Trackback
Post A Comment » jump to comment form ↑