Harus diapakan Suharto
Bapak Indonesia yang satu ini sekarang sedang tersengal-sengal mempertahankan hidupnya. Sudah kira-kira 8 hari dari sekarang beliau memasuki masa kritis. Malaikat maut seolah-olah sudah bersiap-siap digaris start untuk melaju ke RSPP untuk melakukan tugasnya.
Mantan Pemimpin negeri yang satu ini memang penuh kontroversi. Sampai saat ini, masih banyak orang yang mengutuk kebiadabannya pada masa orde baru yang meluluhlantakkan tatanan kemajuan negeri Indonesia. Tapi disamping itu, banyak juga yang mulai merasa kasihan padanya dan dengan berbesar hati memaafkan segunung kesalahannya dimasa lampau.
Orang-orang yang masih benci pada suharto mengatakan pada mereka yang memaafkannya sebagai orang yang tidak mengerti hukum. Mereka dianggap sebagai orang yang tidak mengerti betapa bangsa ini telah dirusak oleh presiden kita yang satu ini. Dibalik itu, mereka yang memaafkannya mengatakan bahwa orang yang masih saja merongrong Suharto adalah orang yang tidak punya rasa kemanusiaan, tidak punya belas kasihan dsb.
Sebenarnya bagaimana sih sebaiknya kita menyikapi hal ini? Kalau saya sendiri berpendapat bahwa 2 sikap diatas itu sama-sama benar. Sebagai individu yang sudah sedemikian tak berdaya, Suharto sudah selayaknya dimaafkan saja. Namuan sebagai seorang yang pernah melakukan kejahatan besar pada rakyatnya, kejahatannya harus tetap diproses secara hukum.
Suharto kini adalah seorang tua yang sedang sakit kritis yang tidak mampu lagi berbuat apa-apa. Suharto kini bukan lagi seorang diktator yang menghisap darah bangsanya sendiri. Dengan kondisi seperti itu, sudah tidak mungkin lagi bagi kita untuk menghukumnya secara pribadi, memasukkannya ke penjara, menghukum mati dsb. Biarlah Allah yang mengazabnya nanti kalau memang benar dia melakukan semua kejahatan tersebut.
Namun biar bagaimanapun, kejahatan yang pernah dilakukannya harus diberantas semaksimal mungkin. Semua uang rakyat yang terampas harus segera dicari kembali, dihimpun kembali untuk kemudian dikembalikan pada rakyat Indonesia yang saat ini juga jauh lebih parah kondisinya daripada suharto. Semua kroni-kroninya yang dulu juga ikut menghisap uang rakyat harus segera ditumpas. Mereka yang pergi melarikan diri harus dikejar. Dihukum sesuai dengan kadar kejahatan yang dilakukannya. Sadarilah negeri ini jauh lebih sengsara daripada kesengsaraan yang saat ini dialami oleh suharto.
Intinya, maafkanlah suharto sebagai seorang individu. Tapi jangan maafkan kejahatannya. kejahatan yang dilakukan olehnya dan semua konco-konconya harus diproses. Uang rakyat harus kembali pada rakyat.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Leave A Reply Here
There are 36 Responses to this post, want to join?
Setuju banget!!
ah, saya mao memaafkan mbah suharto ajah
Bijak sekali; memisahkan antara orang dan perbuatannya. Hal ini bisa mbikin kita lebih tenang dalam menyikapi. Perihal yg sama juga diterapkan utk mengkritik saya kira; yg dikritik dan diserang adl gagasannya, bukan orangnya
harusnya memang begitu, tapi kroni-kroninya masih banyak berkeliaran di jagad politik negara ini.
Saya yakin lebih dari 90% kroninya, saat ini mengharapkan Pak Harto meninggal.
Ucapan harapan kesembuhan dari mereka hanya penghias bibir, DASAR MUNAFIK!!, Pak Harto ternista sebagai pemimpin sementara penikmat keserakahan rame-rame cuci tangan. *busyet*
@mylifeontheglist: siplah…
@Abeeayang: tapi inget, kejahtannya jangan dimaafkan. kejahatannya harus diproses secara hukum
@Guntar: betul sekali, apling enggak menurut saya, inilah sikap terbaik
@hadi arr: parah betul ya kroninya…
Salam kenal.
Saya setuju dengan apa yang Anda katakan. Saya maafkan Soeharto beserta keluarganya, tapi seumur hidup saya kutuk segala kejahatannya. Proses hukum tetap harus jalan! Kalau perlu kroni2nya juga ditindak.
Dan kekayaan Soeharto, daripada diwariskan kepada keluarganya, mending kata saya pake aja buat bayar tuh hutang2 negara
. Lebih damai.
Setuju lah Juragan…
buat apa coba Pak Harto nggak dimaafin….ya dimaafin aja…tapi duit negaranya dibalikin…
oia, gw juga bakal bikin posting khusus nih tentang Pak Harto, tapi dari sisi lain….tentang siapa yang seneng Pak Harto meninggal dan tentang perlakuan yang berbeda dalam menyikapi sakitnya Pak Harto dan Pak Karno dulu…
sip lah…
@sidicx: ditunggu tulisannya dik
Kalau saya sih ikut mendoakan, semoga diampuni segala dosa dosanya.
yg proporsional ajah
huamm..kasihan bapak yg satu itu, nyawa yg udah di ubun2 itu masih aja jadi konsumsi publik yg kadang2 kurang ajar..
klo mnrt sy kadang2 kurang etis jg siih media2 itu mengclose up
foto suharto yg udah sekarat itu..
iya kejahatannya harus diproses, tapi orang nya…udah kek gidu…
@imcw: yap, btul sebagai individu, biarlah Allah saja yang menentukan nasibnya nanti di akhirat, kita sih maafin aja dah
@fauzansigma: klo menurut saya sih gapapa juga media memuat berita ttg suharto, supaya rakyat bisa tau juga
klo rhaya seh biarlah Allah SWT yang menghukumnya……
He he… kalo menurut saya sih, jika pak Harto kaya ya wajar, kalo salah ya diadili. Jika gak ada satupun perangkat keadilan yang bisa menyentuhnya ya bukan salah pak Harto lagi. Tapi bego perangkat hukumnya dan segenap bangsa ini. Tapi jika ada orang sekarat yang masih di caci maki ya… tau sendiri deh.
Dengan sekaratnya atau meninggalnya Suharto (gak tau kapan Izrail ke membesuk beliau) berarti bangsa Indonesia khususnya pihak kepolisian dan kejaksaan telah menyebabkan hilangnya salah satu “kunci gerbang” untuk menguak kejahatan korupsi pada masa orde baru, karena menurut saya Suharto bukan hanya sebagai TERDAKWA melainkan juga sebagai SAKSI dalam kasus ini.
@rhaya: btul, untuk urusan itu, biar Allah aja yg urus. tapio klo maslah hukumnya, harus kita urusin donk
@undercover: itu dia, gimana caranya kita membuat perangkat pengadilan yang mampu menuntaskan kasusnya ini
@drys: tapi bukan berarti kita mesti nahan2 kematiannya suapay tetep ada saksi loh
menurut saya, pemerintah cukup tidak adil terhadap pak harto. Ibaratnya, pak harto terlalu amat dipedulikan hingga melupakan masalah2 lain di negara ini yg lebih penting. Misalnya masalah kacang kedelai. Padahal, pada saat bung karno “sekarat”, pemerintah tidak seantusias dengan pak harto dalam hal ini. Negeri ini memang cukup aneh…hmhmhm….
~It’s just my opinion
wadauuw…
bukan main!!
benarkah segala kejahatan yang telah dilakukannya begitu kejamnya??
benarkah apa yang telah diperbuatnya begitu tak berharga??
benarkah itu semua bukan cuma disebabkan oleh propaganda media dan hasil pemikiran opportunis yang sebenarnya tidak kenal benar-benar apa yang telah terjadi??
atau karena kebebasan itu sehingga semua tentangnya bisa demikian buruk??
bagi kami yang merasakan langsung bagaimana menjalani hidup menjadi rakyat kecil…
betapa kami merindukan kembali berada di masa2 dulu ketika beliau memerintah.
kami merasa sangat susah berada di jaman baru ini..
barangkali tak berlebihan jika kami begitu membenci reformasi..
jangan anda anggap semua orang berpikiran sama dengan anda tentang pak harto.
para pencetus reformasi ini sebenarnya orang-orang yang tidak punya konsep yang jelas tentang apa yang seharusnya dilakukan setelah cara lama dihancurkan, sehingga beginilah jadinya.
setelah tahu ternyata tidak mudah membangun semuanya, satu persatu minggir sebagai orang-orang yang gagal memimpin.
dan kami, rakyatlah yang menjadi korbannya.
wahai para bloggers, sadarlah bahwa anda termakan oleh provokasi dunia barat yang sebenarnya selalu ingin kita selalu dibawahnya. dengan jalan demokrasi atau bukan, seharusnya kita bangga memiliki cara sendiri dalam memakmurkan rakyat kita. jika demokrasi macam begini cuma membikin masyarakat jauh lebih susah dibanding zaman orde baru, apa kalian senang?
BEGITULAH TIPE MASYARAKAT INDONESIA..
ORIENTASINYA KABUR DAN TAK BISA MERUMUSKAN DENGAN JELAS APA YANG SEBENARNYA MEREKA BUTUHKAN..
SAYA BERDOA UNTUK KEHANCURAN REFORMASI!!
HANCURLAH REFORMASI YANG TIDAK BERMUTU DAN GANTILAH DENGAN FORMAT BARU TATA EKONOMI YANG MEMBUAT KAMI MUDAH MENDAPATKAN PEKERJAAN DAN TIDAK KESULITAN MENJALANI KEHIDUPAN DI NEGARA TERCINTA INI!
@ringo: betul bangat tuh ringgo, kondisinya beda jauh banget ya waktu sukarno sekarat sama suharto sekarat
@oz: hmmm… seru nih komentar, saya bales komennya lewat postingan tersendiri aja deh… tunggu aja ya…
Soeharto himself kan sudah tamat, tidak mungkin lagi dikenakan ganjaran sesuai hukum positif Indonesia. Mana ada orang yang sudah mati diadili ?
Paling-paling harapan untuk mendapatkan secercah keadilan bagi para korban rezim Soeharto adalah dengan mengakui kematian mereka, meluruskan sejarah, dan menempatkan Soeharto pada posisi yang semestinya berdasarkan hasil “pengadilan sejarah”, apakah mau disebut DIKTATOR, TIRAN atau PENJAHAT KEMANUSIAAN.
Kita selalu harus yakin dan percaya : KEBENARAN akan menemukan jalan untuk menuliskan sejarahnya sendiri.
@robert manurung: klo orangnya sih sudah jelas tidak bisa dihukum. tapi semua kroni2nya yang masih berkeliaran harus segera ditumpas. Uang rakyat harus kembali
Sudah-sudah orangnya udah alm… kita doakan aja…
http://yusaksunaryanto.wordpress.com/
setuju bgt dengan mas kamal, bagemanapun keadilan harus diwujudkan. hukum harus ditegakkan. namun sebagai manusia maafkanlah pak harto. untuk para putra-putrinya semoga dibukakan hatinya untuk bisa menerima proses hukum yang akan berjalan, agar pak harto juga tenang dialam sana. bersikap dan berpikirlah seperti pak harto yang selalu berorientasi kepada rakyat jangan mikirin diri sendiri, dengan harta yang berjibun nilainya itu alangkah mulianya bila sebagian dikembalikan untuk rakyat, yang sekarang ini lebih terpuruk keadaanya, mungkin bisa sedikit memperbaiki kondisi negara ini
@ysk: emang juga, ijn kan tulisan dibikin waktu beliau masih hidup, tapi saya gak sepakat sama yang anda tulis di blog anda
@esti: nambah deh satu orang lagi yg setuju
Pingback & Trackback
Post A Comment » jump to comment form ↑