IT, Entrepreneurship, Web, Internet, Motivation, Inspiration
Dec 07 2007

kenapa kalian terus mencerca malaysia

Sebelumnya ingin saya pastikan anda tahu bahwa saya ini orang Indonesia tulen. Saya cinta negeri saya dan saya ingin memajukannya. Saya ingin membangun Indonesia menjadi lebih maju daripada seluruh negara lain dimuka bumi ini.
Telah kita ketahui bersama bahwa negara tetangga kita telah banyak mencuri berbagai aset yang kita miliki. mulai dari pulau sampai dengan kesenian. Banyak kekayaan negeri Indonesia yang diakui oleh malaysia.

  • pulau sipadan ligitan
  • hak cipta batik
  • kesenian reog ponorogo
  • dll

Kita sebagai warga negara Indonesia saya rasa wajar jika merasa tidak enak karena kekayaan budaya negerinya telah dicuri oleh bangsa lain. Namun, saya melihat suatu sikap yang sangat berlebihan dari bangsa Indonesia. Saya sendiri agak merasa kecewa dengan penyikapan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia terhadap aksi tetangga kita malaysia. Banyak rakyat Indonesia yang menumpahkan ketidaksenangannya pada malaysia dengan cara-cara yang buruk, cara-cara yang sangat tidak bersahaja, cara-cara yang justru menurunkan martabat kita sebagai sebuah bangsa.

Coba liat beberapa situs berikut

mereka semua mencaci-maki malaysia secara membabi buta. Sebagian besar rakyatIndonesia menyerapahi malaysia dengan bahasa-bahasa yang sangat tidak etis. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. mulai dari kalangan akar rumput sampai kalangan elit. mulai dari kalangan preman samapai kalangan ustadz. hampir semuanya satu suara dalam mencerca malaysia. Bahkan ada sebagian rakyat Indonesia yang sampai menyatakan perang pada malaysia. Dan yang lebih saya heran lagi, banyak orang-orang yang saya pandang sebagai orang terhormat, berpribadi ustadz, punya prestasi Internasional dll juga ikut mencerca malaysia.

Maka disini saya katakan pada seluruh rakyat Indonesia, saya tidak setuju dengan kalian semua, kalian yang terus mencerca malaysia tanpa batasan-batasan etika, kalian yang hanya bisa menyerapahi malaysia tanpa memberikan kontribusi nyata demi kemajuan Indonesia. Sikap kita semua yang sudah terlalu berlebihan terhadap aksi malaysia itu justru menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kerdil, bangsa yang tidak berjiwa besar. Toh itu semua terjadi juga karena kesalahan kita sendiri yang tidak bisa memanfaatkan kekayaan potensi negeri kita. Maka jangan bertambah marah jika banyak pula rakyat malaysia yang membalsa penyikapan kita juga dengan cara yang tidak etis. jangan marah jika mereka menyebut kita sebagai “negeri para kuli”, “negeri budak” dsb…

Seharusnya penyikapan terbaik kita atas aksi pencurian yang dilakukan oleh malaysia itu adalah melakukan suatu kerja konkrit untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Jangan hanya berkutat pada caci-maki, jangan cuma bisa bersumpah serapah, jangan hanya bisa menelan kekesalan tersebut kemudian memuntahkannya dalam bentuk perkataan-perkataan yang sarkastik. Oleh karena itu berhentilah bersumpah serapah! berhnetilah mencaci-maki! Mulai sekarang lakukan suatu kontribusi nyata demi kemajuan Indonesia. Mari bangun kebanggaan menjadi bangsa Indonesia. Sadarilah bahwa bangsa kita ini sedang terpuruk.

Sadarilah betapa buruknya citra bangsa kita dimata dunia. kakak saya yang pernah berada di jerman pernah bercerita ke saya bahwa banyak warga Indonesia disana yang apanila ditanya berasal dari mana, maka banyak yang akan menjawab berasal dari malaysia. Kenapa? karena ketika kita mengatakan bahwa kita berasala dari Indonesia, maka banyak orang luar yang akan melihat kita dengan rendah.

  • “ohh… yang negeri korup itu ya?”,
  • “oh… yang presidennya dinobatkan jadi orang terkorup sedunia itu ya?”,
  • “ohh… land of terrorism ya?”,
  • “ohh… negeri polutif itu ya?”
  • “ohh… negeri pengekspor pembantu itu ya”

cuma ini yg tersisa

  • “ohh… yang ada bali nya ya?”

percayalah, seperti itulah reaksi orang luar saat berbicara dengan orang Indonesia yang tinggal disana. Mereka secara eksplisit berkata seperti itu didepan warga Indonesia sendiri. Kaka saya sendiri pernah mengalami hal tersebut. wajar saja banyak warga Indonesia yang tidak mau mengakui bahwa dia adalah orang Indonesia asli.

Sungguh sangat miris mendegar cerita kakak saya. Sungguh sangat miris melihat kenyataan betapa rendahnya bangsa Indonesia dimata dunia. Oleh karena itu, sekali lagi saya tekankan:

Berhentilah mencaci-maki
berhentilah bersumpah serapah
lakukan aksi nyata
berikan kontribusi maksimum
untuk kemajuan Indonesia

INDONESIA, BANGKITLAH!!!!

baca tulisan terkait disini

SOLUSI KONKRET: Blog Kolaborasi Indonesia Malaysia

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

 Leave A Reply Here
Username*

Email*

Website

Comment

 There are 69 Responses to this post, want to join?

Aulia said,  

Mal, ternyata sepertinya blog yang dibuat oleh OTK tersebut memang orang yang suka cari popularitas.
karena baru-baru ini (update) blog anti malaysia juga muncul (I hate Malaysia Blogspot com)…
hak bebas bicara di dunia maya menjadi modal bagi perusuh hubungan bilateral dua negara…Taubatlah…!!

Praditya said,  

FYI, saya punya teman blogger yg kerja di Malaysia…
Beliau bilang di Malaysia sana, informasi tentang dunia luar sulit didapat oleh warga Malaysia. Misalnya klo dsini headline berita tentang pencurian budaya oleh Malaysia sudah biasa. Tapi disana sama sekali tidak ada! Boro-boro headline, berita singkat tentang ketegangan antara Indonesia-Malaysia katanya susah didapat.

Adapun yang melek internet seperti blogger mempunyai keuntungan, dikarenakan mereka mendapat informasi luar. Jadi mungkin salah satu sebab perseteruan ini adalah kesalah pahaman (disamping faktor2 lain yang memang tidak bisa kita singkirkan begitu saja)

kamal87 said,  

@Aulia: emang mesti pada tobat tu orang, bisanya cuma memprovokasi trus ngumpet

mulut said,  

welgedewelbeh
salam kenal

Artikel-2 semacam ini, biar lebih kuat gaungnya dibikin koneksi saja pake “artkel terkait”. OK

kunjungi mulut di : http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/

Cynanthia (malas login) said,  

Ya, bener. Saya tau jika tidak semua orang Indonesia ataupun Malaysia itu jelek, tapi kita ini juga bangsa yang terlalu mudah menggeneralisasi (selain mudah lupa).

Kita perlu hati2, dan kita ngga bs nyalahin siapapun. Hidup Indonesiaku

kamal87 said,  

@Praditya: betul, dulu waktu SMA, ane pernah didatengin pihak universitas malaysia utk promosiij kuliah disana. waktu itu lagi panas2nya blok ambalat. trus ditanya apa pendapatnya ttg isu indonesia vs malaysia. Mereka malah bingung “isu yang mana ya??? oohhh yg itu….. ahh… klo itu sih dinegeri kami bukan menjadi suatu hal yg terlalu dibesar2kan. berita2 kayak gitu cuma masuk jadi berita sisipan di koran2. jatah spacenya juga kecil2″

Setuju! Poin yang bagus.
Kebanyakan orang hanya bisa menggeneralisir dan kemudian memberikan label-label buruk kepada pelaku tanpa melakukan apa pun yang lebih berguna. Mungkin kalau mau dianalogikan, mirip-mirip sama gerombolan massa yang gebukin rame-rame seorang laki-laki hidung belang yang ‘menggoda’ wanita berpakaian minim yang hiperbol. Sebagian hanya bisa ikut-ikutan.

Jangan hanya bisa bertindak biadab, mari bangun sikap yang lebih beradab. :D

dennypiliang said,  

Yo..Setuju banget bro..
Kalo menurut gw sih sebagai mat indon juga.Memang kenyataan negara kita udah parah banget.Gw rasa blog itu ingin menyadarkan kita tentang kondisi bangsa kita sesungguhnya, tapi rakyatnya gak pada nyadar juga…ampun deh.Satu hal lagi,terkadang isu Malaysia menjadi alat kambing hitam untuk mengalihkan perhatian kita dari isu-isu dalam negri yang tambah kacau…Wake up Indonesia!!!

Saynt said,  

@Kamal : Mau gimana lagi bos.. khan freedom of speech.. mau ngehina ato gimana.. biarin aja.. mau lo berkoar2 menyatakan perang ke blog itu.. mereka ga akan sadar..

sandymc said,  

agreed. Mungkin malaysia emang keterlaluan soal maling/pencurian/pelanggaran hak milik atau hak cipta. Tapi masalah sebenernya ada di orang indonesia itu sendiri. Kita gak pernah menghargai budaya kita..

daripada dengerin gamelan.. mending peterpan
daripada makan rendang.. mending McDonald
daripada pake batik.. mending pake billabong
dst.

kita harus mulai menghormati budaya kita sendiri. karena sekali lagi, semua masalah relasi indonesia-malaysia itu akarnya adalah kita sendiri.

ZzZZ....... said,  

to makanya perlu di pahamin ambil sisi positifnya dari setiap kejadian…..:-)…
bukanya maen muntahkan kata2
percuma mulut berbusa yang bersangkutan gak peduli
cari solusi kembali ke diri sendiri

hugy78 said,  

ternyata indonesis lebih maju dari malaysia terhadap pendewasaan warga negaranya… hidup INDONESIA ! MERDEKA!

kamal87 said,  

@mulut: betul juga, supaya opini ya bisa terus berkembang luas ya…

kamal87 said,  

@xaliber: analoginya ada2 aja :)

kamal87 said,  

@dannypiliang: WAKEUP INDONESIA!!! BANGKITLAH!!!

kamal87 said,  

@saynt: saya sih gak terlalu mpeduliiin about freedom of speech nya. yg saya peduliin adalah kenapa mereka berkoar2 mencaci maki negeri orang lain, tapi mereka sendiri gak berkontribusi aktif memajukan negeri sendiri

kamal87 said,  

@sandymc: ((( BEST COMMENT OF THE POST ))) horeee… :)

kamal87 said,  

@zzzzz: btul, kita introspeksi masing2 diri kita, cari solusi terbaik. apa yang diri kita sendiri bisa lakukan untuk memajukan Indonesia

kamal87 said,  

@hugy78: suuuuttt… lha koq si mas ini malah nyari2 celah buat mencemooh malaysia lagi…

Satria said,  

Kamal….

Saya hanya ingin sedikit menambahkan. Kalau tadi kamal mencontohkan image Indonesia di Jerman, kenyataan yang sama juga terjadi di Mesir. Cerita teman-teman saya yang pernah kuliah di Universitas al Azhar Cairo Mesir, kadang mereka suka tidak pede ngaku orang Indonesia tapi justru mengaku mahasiswa asal Malaysia. Menurut teman saya ini karena citra negara kita di sana persis seperti pengakuan kakak kamal yang di Jerman.

Terus terang, saya bukan membela Malaysia. Tapi kadang kita sudah tak pada tempatnya menilai dan akhirnya menjadi bias. Saya juga tak setuju Malaysia melakukan paten terhadap produk budaya Indonesia (Hmmm… tapi apa betul mereka sudah patenkan? mana buktinya?). Ah, jangan-jangan ada pihak ketiga yang ambil untung.

Semoga berkenan.

Tri Aji Nugroho said,  

Kalo dulu pernah dikaji sama Bang Adrian BTA70, kalo kita mensikapi hal ini secara tidak proporsiponal, bisa membahayakan ukhuwah islamiyah juga. Bayangin aja sebenernya malaysia secara umum kan banyak umat muslimnya juga, dan dalam banyak hal umat muslim disana lebih baik dan patut dicontoh oleh umat muslim indonesia. Terutama dari segi keberhasilan politik mereka.

Jadi, proporsional aja menyikapi saudara kita, malaysia. Karena persatuan islam itu diatas persatuan lainnya.

kamal87 said,  

@tri aji nugroho: btul, hal tersebut juga dpaat menghilangkan ukhuwah islamiyah antara kita

Sidicx said,  

Hmmm…komennya kebanyakan yang nggak setuju sama ribut” Indonesia Malaysia ya…???

saya sih emang dari dulu nggak suka sama malaysia…tapi saya walaupun nggak suka, tidak menjelek-jelekkan seperti yang ada di beberapa situs di internet…

rasa ketidaksukaan saya ya dijadiin semangat aja buat ngebuktiin kalo Indonesia tuh nggak kalah dari malaysia…

kebanyakan orang di Indonesia,terutama masyarakat akar rumput, udah terlanjur benci sama Malaysia. Di daerah rumah saya mah udah biasa kalo lagi ada berita malaysia trus pada teriak “Ganyang Malaysia…”. Heh…saya juga setuju sih diganyang, tapi diganyang dengan cara yang baik (nah loh…gimana cara?), maksudnya diberi pembuktian bahwa Indonesia lebih baik dari Malaysia…

sekarang sih yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia (termasuk saya) adalah kerja nyata. Rasanya udah terlalu sering introspeksi, cuma nggak ada perubahan atau langkah nyata setelahnya….

~puas puas komen tentang Malaysia. Ditunggu respon yang konstruktif~

kamal87 said,  

@satria: tuh kan bner, sikap sperti itu bukan cuma ada di jerman dan di mesir tapi hampir diseluruh negara didunia. orang Indonesia dianggap sebagai pembantu, orang rendahan dsb. Makanya ayo kita naikkan martabat bangsa kita ini dengan berkontribusi aktif

kamal87 said,  

@sidicx: klo ane rasa, kita harus buang jauh tuh rasa benci. perasaan kek gitu cuma bikin kita jadi makin kerdil. mending kita lepas aja itu semua. dan fokus pada pengembangan negeri sendiri

mbah Tj said,  

sebenarnya sebagai orang Indonesia kita gak pantes hanya memberikan hujatan tapi solusi.. ingatlah bahwa segala hal itu bersifat relatif!!!
Indonesia harus memperkuat hankam dan sebagai generasi muda kita harus bangkit….kita takkan bisa berbuat apa2 kalo kita bodoh….
jgn memnghujat lagi karena citra indoneisia semakin jelex tapi bwt dunia kagum dengan Indonesia….

m.a.i said,  

daripada menhujat lebih baik generasi muda bahu membahu kembali membangun negara kita tercinta Indonesia.
Generasi muda rapatkan barisan & bangun kembali Indonesia dengan kerja dan karya yang nyata!

noname said,  

sekarang mah gini aja, kalo dua”nya damai, toh kita juga senang, kalo org” yg pinter IT bisa aja ngePHISIHING tuh blog” yang nggak guna, kaya’ kamu, mal, mungkin km tw cara’a nge hack, karena saya tw, km org pinter IT, tapi terang”an aja, perdamaian nggak mempan, yan harus adalah intropeksi diri, dan kesadaran masing”:, ok! PEACE hehe!

kamal87 said,  

@noname: ah… saya gak jago2 amat urusan ngehack-hack-an. emang yg paling penting sbnernya kesadaran kita masing2 ya

underground malang said,  

malingsia oohh malingsia…
memang maling
tapi dari itu semua kita bisa belajar…
belajar dari kesalahan..
kesalahan kita sendiri
kita sadari bahwa kita memang kecolongan
Tak mampu menjaga negri tercinta
kita sadari
kita jauh dari kata MERDEKA
saatnya REvolusi
REvolusi…
yeahhh!!!

underground malang said,  

kita orang beradab
bukan orang biadab
perang bukan penyelesaian
damai itu indah
kita nyolong budaya barat
tapi kita kecolongan
malingsia…
capeee deeh…..
saatnya
REvolusi diri kita masing2..

faudzy said,  

Salam dari Malaysia..

dari apa yang saya baca sehinga kini, saya sebagai orang malaysia menganggap reog ponorogo itu bukanlah milik malaysia.Ia adalah budaya Indonesia kerana peralatannya sahaja di import dari sana.
Persatuan Reog Ponorogo Johor pun sudah maklumi yang reog ponorogo adalah dari iNDONESIA.

Tetapi berlainan dengan batik , ia juga adalah milik Malaysia kerana ianya juga dibuat/dihasilkan dan dipakai disini.Malah batik dihasilkan oleh nun jauh disana – orang di pantai timur malaysia ( yang pada pendapat saya jauh dari pengaruh indonesia mahupun jawa) , tidak seperti di johor.Batik Malaysia dan Batik Indonesia barangkali sama bunyinya tapi ciri dan rekaanya barangkali berbeza dan tersendiri.

Dan laporan pihak media Indonesia bahawa menteri malaysia klaim bahasa indonesia sebagai bahasa melayu itupun saya tidak setuju dengan kata-kata menteri malaysia itu (atau barangkali sudah disalah ertikan oleh pihak media Indonesia?).Bahasa melayu dan bahasa Indonesia adalah dua yang berbeza. Sudahkah isu ini dibawa berbincang dengan pihak berwajib kedua-dua negara?.

Selain itu juga laporan tentang TKI yang menjadi mangsa siksaan oleh rakyat Malaysia.
Saya sebagai orang Islam merasa amat marah bila mana maid dari Indonesia bekerja dengan majikan dengan bukan Islam dan terpaksa meninggalkan solat dan kena masak daging babi.

Disini saya lihat peranan pemerintah Indonesia agar bertindak serta memastikan TKI mereka ini tidak menjadi mangsa.TKI bukan sahaja menjadi mangsa di malaysia tetapi di Arab Saudi..Amerika dan lain2 negara.Oleh itu pentingnya pemerintah Indonesia memelihara TKI anda.Berikan jaminan dan syarat2 diperingkat kedua-dua negara agar TKI kamu dijaga haknya dan TKI itu sendiri adalah berkelayakan untuk bekerja.

dan Malaysia juga menghadapi masalah dengan TKI yang datang ke sini – kes rompakan, pembunuhan..perkosa dan etc.

Isu-isu tentang Malaysia (seperti kecurian naskah melayu) yang ingin ditulis oleh pihak media Indonesia pula perlulah bersertakan laporan yang telah dibuat kepada pihak berwajib/kedutaan Malaysia.Jangan meng-api2kan keadaan pak.

Media di Malaysia masih belum melaporkan isu-isu panas ini.Ramai Malaysian tidak mengetahuinya…seperti malingsia.com …maling itu bahasa asing bagi rakyat malaysia.Ini tidak merebakkan perseteruan.

Media indonesia pula sedang membakar api adu domba :
http://www.youtube.com/results?search_query=anti+malaysia

malingsia.com :
..menghina Malaysian dan hal2 dalaman Malaysia di ungkit serta dibawa kekancah perseteruan.

Harap kewarasan mengatasi kemarahan.
Kebebasan ada batasan.

kamal87 said,  

@underground malang: intinya kita emang harus berubah, dan kita yg udah berubah lebih dewasa harus juga mendewasakan bangsa kita

zack arjuna said,  

Assalamualaikum??
Maaf menganggu.. ini hanya sekadar renungan.. harap jangan fikir yang bukan bukan..

heeeeeeeendri : semoga ngga salah kamar…wah bener bener nyari ribut negh orang…
http://ihateindon.blogspot.com/2007/12/gar…gila-indon.html

samael : pemilik blog tersebut pake email malaysiamaju_indonmundur@yahoo.com (gak tau e-mail asli atau bukan)
bener2 ngajak ribut….. mari kita kerjain e-mailnya

puji : Jangan Kuatir Bro..
Anak2 Indonesia tidak akan tinggal Diam..
Lihat web2 malingsia ini… udah di hancurin ama teman2 kita…
http://www.renaissance.com.my
http://www.istanabudaya.gov.my/ (Sudah Ambruk)
Hidup Hacker indonesia…

blue_ninja :
kalo menurut pengalaman gw sih..hmm orang ini sengaja bikin2 kayak gini ..nah ntar rame mapir ke blog nya..jadi dia bisa bikin uang doank…haahahah

hitam_pekat : setuju gw ama pendapat lo bro…
malah gw yakin yg buat blog itu bukan org malaysia tapi org indonesia (gw analisa dari kata-katanya)
..ck ck ck…kok tega ya orang indonesia ngejelekin bangsa sendiri…
klo gw sih lebih baik peace aja bro…
selanjutnya lihat di http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=61078&st=0

walau bagaimana pun kita tetap serumpun hanya segelintir sahaja yang cuba memisahkan hubungan yang terjalin..
dan tak semua orang indonesia jahat dan tak semua juga orang malaysia baik.. tapi hanya segelintir yang menjadi duri dalam daging atau musuh dalam selimut..
jgn ambil hati ok..
harap indonesia dan malaysia terus menuju kejayaan dan kemajuan di mata dunia..
maaf sekali lagi..
Assalamualaikum?

kamal87 said,  

@zack arjuna: wa’alaikumsalam, bner banget tuh zack. mereka2 yg nyampah itu cuma sgelintir kecil manusia yang keberadaannya dimuka bumi ini gak ada gunanya. bisanya cuma mecah belah doank. Kita harus maju bersama

Aku Anak Malaysia said,  

Assalamualaikum……

Disini saya ingin terangkan situasi sebenar. Pada pandangan saya caci-mencari antara kedua2 negara adalah satu yang memalukan.
Ianya mencerminkan maruah sesebuah bangsa tersebut. Orang ramai tidak seharusnya menyalahgunakan kebebasan media seperti blog etc..

Saya sebagai seorang rakyat Malaysia memang akui bahawa Indonesia memang kaya dari segi keseniannya..Cuba lihat betapa ramainya musisi Indonesia yang dapat menembusi pasaran musik di Malaysia. Tetapi soal kesenian Reog Ponorogo, memang Malaysia tidak pernah klaim ini sebagai kesenian asal dari Malaysia. Soal Batik pula saya rasa identitasnya dari kedua2 negara amat berbeza..batik dari Malaysia mempunyai identitasnya yang tersendiri.

Saya rasa hubungan antara Malaysia & Indonesia tidak lagi begitu rapat seperti dahulunya. Sudah tiba masanya kita merombak kembali sejarah penubuhan kedua-dua negara.

Seperti Malaysia, kalau dulunya Malaysia juga mengalami nasib yang sama seperti Indonesia. Ramai pelajar dari Malaysia yang dahulunya melanjutkan pelajaran di luar negara seperti di United Kingdom etc. malu untuk mangakui bahawa mereka adalah warga Malaysia, lantas menjawab & mengakui yang meraka itu adalah berasal dari Singapura. Kerana persepsi masyarakat dunia pada masa itu lebih fokus kepada Singapura yang begitu pesat membangun. Pada mereka Malaysia begitu kerdil, mundur, malahan tidak wujud di peta Dunia.

Justru Malaysia terus bangkit membangun, pemerintah Malaysia sangat optimis dalam memajukan negara. Seperti mantan perdana menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir, beliau berpandangan jauh dan meletakkan Wawasan 2020 sebagai batu penanda matlamat kerajaan Malaysia.

Kes ini perlulah di tangani dengan bijak. bukan dengan hanya melemparkan tomahan & cacian terhadap mana-mana negara.

Ayuh Malaysia! Ayuh Indonesia! Hentikan tuduh menuduh. mari membangunkan bangsa. Tunjukkan pada Dunia bahwa walaupun negara kita berdua dilabelkan sebagai Negara Blok Ketiga tetapi kita seharusnya menunjukkan bahawa mentaliti masyarakat Malaysia & Indonesia berada pada kelas pertama…

wasalam…..

muslim sejati said,  

tolonglah jgn kacau org malaysia. kami tidak cari gaduh dgn indonesia pun. tiba-tiba saja kamu semua nak serang malaysia. kita sama-sama Islam… seranglah Israel…. benci lah Israel…. kenapa nak benci rakan seperjuangan?

AnakMelayu said,  

Kalau dilihatkan, Indoneisa hanya berbangga dengan bangsa mereka di dalam negara mereka sahaja. Tidakkan mereka sedar bahawa di negara-negara lain seperti Malaysia, Indonesia, Brunei dan Thailand taraf orang Indonesia adalah sangat rendah.

Di Malaysia misalnya orang Indonesia dipanggil orang “Indon”. Bagi rakyat Malaysia perkataan Indon itu menggambarkan suatu bangsa yang merempat, bodoh, pembawa penyakit dan menyusahkan.

Untuk pengetahuan anda, di Malaysia, orang Indon ini sangat tidak tahu berterima kasih kepada pemimpin Malaysia, yang memberi keutamaan kepada mereka dalam mencari peluang pekerjaan di negara ini. Malah ada antara mereka yang diberi taraf kerakyatan. Mereka tidak diapa-apakan oleh kerjaan Malaysia, malah rakyat Malaysia juga tidak memusuhi orang Indon.

Cuba anda tanyakan kepada mereka yang pernah bekerja di Malaysia, adakah orang Malaysia ini maling?.. Siapa sebenarnya maling. Untuk pengetahuan anda yang suka menghina Malaysia sebagai maling, bahawa di Malaysia, kadar jenayah tertinggi adalah datangnya dari orang Indon (peras ugut, bunuh, mencopet, pecah rumah dan sebagainya). Lebih teruk kerajaan anda adalah paling popular dengan RASUAH. Satu dunia sudah tahu.

Kamu kata kami mencuri kebudayaan kamu. Nampaknya kamu buta sejarah. Tahukah kami di Malaysia orang Jawa merupakan antara etnik melayu yang terbesar. Jadi salahkah jika mereka mengiktiraf kebudayaan mereka.

Kamu kata kami ambil pulau kamu. Kenapa kamu begitu tamak. Jika ia benar hak kamu kenapa kamu tidak dapat pulau itu?.

Sedarkah kamu, sebelum mengata bahawa orang Malaysia sebagai pencuri, kamu terlebih dahulu mencuri bahasa kami. Kamu mencuri Bahasa Melayu, yang kamu ubah menjadi Bahasa Indonesia. Sedarkah kamu bahawa Bahasa Indonesia itu adalah Bahasa Melayu?.

Jadi siapa yang pencuri sebenarnya..wahai IndoneSIAL???? Mahukah anda kami panggil dengan nama begitu??.

SEDARLAH SEMUA BAHAWA KITA SERUMPUN!! – Jika Indonesia diserang kami orang Malaysia akan membantu, dan saya yakin begitu jugalah sebaliknya. Hentikan celaan anda. Bukankah negara kamu negara islam paling ramai bilangan di dunia??

Sayang serumpun said,  

Kamu menghina Malaysia, apakah yang kamu dapat? Sedagnkan Malaysia jauh sepuluh tahun lebih maju dari negara kamu. Sedarlah, hentikan penghinaan sebaliknya ubahlah bangsa kamu dahulu sebelum menhina bangsa orang lain.

Jangan jadi anjing menyalak bukit..hanya bunyi saja kuat, bukit tak runtuh juga. Buang masa sahaja.

Kepada rakyat indonesia, percayalah, tanpa Malaysia, tiada siapa akan sedar kewujudan negara Indonesia di peta dunia ini.

Anak Malaysia said,  

Wahai rakyat INDONESIA, Tahukah anda bahawa di Malaysia belum ada satu pun MEDIA MASSA yang mengajak kepada pertengkaran antara Malaysia dan Indonesia. Media kami bersikap professional. Peghinaan begini hanya boleh dilihat di internet sahaja.

Jika kamu menuduh kami maling, itu terpulang kepada kamu. Kami juga mempunyai budaya sendiri yang unik. Kesenian batik misalnya sudah bertapak beratus-ratus tahun dahulu. Hanya kini PM Malaysia mempromosikanya di Dunia. Kenapa pula kamu nak dengki?.

Jika kamu kata itu hak kamu, kenapa tidak dari awal lagi kamu promosikan sebagai ikon pelanconggan negara kamu.

Lagi pula, janganlah kalian buta. Tidakkah kalian warga indon lihat corak batik malaysia yang lebih cantiok dari corak batik indonesia. Bukankah ianya berbeza??..

dee said,  

Mungkin saya sebaliknya ya. Saya pribadi tidak pernah mengaku sebagai orang Malay atau orang Brunei, saya selalu mengaku sebagai orang Indonesia. Dan sejauh ini tanggapan mereka biasa-biasa aja, kok. Banyak yang muji soal Bali. Pernah saya ketemu sama bule (dia dari London) dan ketika saya bilang Jakarta itu crowded, dia malah bilang, “Hey, I’m from London. (dia juga pernah ke Jakarta, Surabaya, Jogya)

Pada akhirnya tergantung individu masing-masing aja.

Afan jafar said,  

Malu lah mengaku taraf pendidikan yang tinggi tapi pakta mengatakan bahwa universitas malaysia tidak ada yang rangking yah lumayan sedikit di atas universitas east timor …maklumlah MALINGSIA rangking aja maling …hehehe

Daniyah said,  

Malingsia…yang bangga dengan malay..makanya kalau ada etnis lain masuk islam di malingsia dia harus jadi malay …yang benar aja ..emang nya nabi muhammad orang malay…bodoh amat dalam memahami islam….???? ?????? …???? ??? ???? ..?? ????? ??? ???????…???? ????

kamal87 said,  

@Aku Anak Malaysia: mantab, sama banget pemikirannya sama saya

kamal87 said,  

@sayang serumpun: kalau ingin mengingatkan mungkin bisa pake bahasa yang lebih halus saja ya sayangs erumpun

kamal87 said,  

@Anaka Malaysia: wsduh yang satu ini ngajak ribut juga. Daripada saling sewot mending kita urus negeri kita masing2 dan terus berupaya saling memajukan. okeh…

kamal87 said,  

@dee: tapi klo kita ngeliat realitas mayoritasnya emang bangsa kita ni sering dilecehin dee

kamal87 said,  

@Afan jafar: emang anda dari dari universitas mana sih? dengan bicara sperti itu, dimanapun anda kuliah, justru menunjukkan anda tidak berjiwa besar

kamal87 said,  

@Daniyah: ya ampun daniyah, sudahlah jangan bawa2 nama islam dalam percekcokan yang tidak penting ini… Dalam islam gak ada kata perpecahan antara etnis dsb. dalam islam yang ada adalah ukhuwah islamiyah, malaysia dan indonesia, keduanya merupakan negara dengan penduduk islam yang besar. oleh karena itu, daripada kita ribut terus mending kita galang ukhwuah dianatara sesama kita

karim said,  

assalamualaikum’

aku malaysian. aku bangga sama kamu. aku fikir, indonesia memerlukan lebih ramai org seperti mu.

wassalam

kamal87 said,  

@karim: makasi karim, salam dari Indonesia :)

Ali Muhamad said,  

Assalamulaikum Saudara Kamal,
Saya rasa lega bila masuk dalam blog satu-satu yang terbuka menerima opini masa termasuk dari Malaysia. Generasi baru Malaysia dan Indonesia mungkin sudah lupa atau kabur tentang sejarah lampau kedua-dua bangsa kita. Pembinaan negara bangsa kita adalah amat berbeda. Lantaran itulah kita terasa jauh berbeza.
Tetapi adakah saudara tahu? Di Malaysia orang-orang Melayu di Semenanjung Malaysia ( Di Johor, Selangor dan Negeri Sembilan) yang nenek moyang berasal dario Tanah Jawa, Sulawesi dan Sumatera. masih bangga dengan budaya asal mereka. Melayu Johor dan Selangor masih makan menu Jawa iaitu tempenya. dan omong Jowo. Melayu kami adalah Jawa, Bugis,Minang, Aceh,Patani,dan India,Arab,Pakistan yang berasimilasi dengan Melayu.
Zaman dahulu orang Melayu adalah Melayu Jati tetapi Melayu Moden (hari Ini)adalah gabungan Melayu Jati + Jawa, Bugis, Banjar, Minang + India, Pakistan dan Arab. Jika orang Melayu di Johor dan Selangor makan tempe dan menari barongan dan kuda kepang adakah maling ? Menghidup budaya nenek adakah boleh di anggap maling?

kamal87 said,  

@Ali Muhammad: ya, saya setuju dengan anda. anda orang malaysia ya. semoga kedepannya kita negeri kita bisa lebih akur ya

jimmy said,  

Salam.

Jika diizinkan saya ingin memberikan sedikit komentar tentang hubungan jiran-tetangga serumpun yg sering dilanda wabak ‘Benci Tapi Rindu’……

Pertamanya tentang permasalahan budaya adat-tradisi. Saya tidak menyalahkan anda warga INA jika anda berasa marah dan sakit hati kepada M’sia. Perasaan sayang, kasih kepada tanahair itu adalah sewajarnya.

Sebut saja Malaysia pastinya yg terbayang di mata WNI adalah orang Melayu tapi kenyataan disebaliknya. Melayu di Malaysia terdiri dari beragam ras etnis ada jawa, bugis, banjar yg banyak mendominasi negeri Johor/Selangor/Perak. Mandailing (beragam marga) di Perak/Selangor . Rawa@Rao di Pahang dan Perak. Malah Minangkabau telah berdiri menjadi satu negri/propinsi yg bernama Negeri Sembilan dimana rajanya adalah dari susur galur kesultanan Pagaruyung. Coba liat dsini:
http://www.rajakitans.gov.my/

Penghijrahan etnis-etnis ini ke semenanjung berlangsung sekian lama, mungkin sekitar abad ke15 sebelum berdirinya negara yg bernama Indonesia & Malaysia. Ini berati kami di M’sia punya hak yg sama terhadap reog ponorogo, kuda lumping, tarian endang, randai, talempong, rendang dll (lucu skale kok soal rendang saja bisa berantem) hi hi…

Saya copy-paste komentar sodara Paisal Pariaman:

Kita tidak bisa begitu saja menyalahkan Malaysia kalau mematenkan aset budaya Minang. Kenapa? Karena mereka juga pewaris sah adat dan budaya Minang.

Kita tau, sebagian dari nenek moyang Minang dan garis raja2 Pagaruyung ada yang hijrah ke negeri Sembilan dan telah beranak pinak di sana. Tentu saja mereka memboyong rendang, randai, talempong dll juga bersama mereka.

Persoalannya, Minang di negeri Sembilan jadi bagian wilayah Malaysia, yang sangat memperhatikan budayanya. Sedang Minang si Sumbar bergabung dengan Indonesia yang entah mau kemana negara ini.

Nah, apakah hanya Indonesia yang berhak atas budaya Minang, lalu Malaysia tidak, padahal dua negara ini sama2 baru dan muda dibanding Minang sendiri? Apakah Minang Negeri Sembilan bukan pewaris budaya Minang?

Jadi perbandingannya bukanlah Minang vs Malaysia. Tapi Indonesia vs Malaysia dalam hal penghargaan budaya.

Kita orang Minang harusnya makin mempererat kerjasama budaya dengan saudara kita di rantau, sehingga rantau tetap mengakui ikatan dengan ranah Minang.

Faisal Pasaman.

Maka jgn lah kami disalahkan 100% jika kami jago dalam ngejual produk2 wisata. Apa yg saya harapkan kita mampu bersaing untuk kebaikkan bersama.

Wassalam.

jimmy said,  

Keduanya permasalahan TKI, bener ada 1-2 yg dizalimi majikan, aparat kepolisian, RELA dsb….semua kasus ini telah ditangani hukum dengan seadilnya.

Pertanyaan saya, apakah WNI tahu@sadar akan keberadaan/kejayaan warga Indonesia di M’sia, apakah anda tahu ratusan ribu telah berjaya memegang taraf Warga Penduduk Tetap (Permanent Resident) berjaya membina penghidupan, kaya mungkin lebih kaya dari warga asli M’sia. Jika anda ke sekitar Chow Kit Road, Gombak di KL hampir semua yg dagangan adalah aslinya WNI….

Masalahnya, media Indonesia itu! . Kejelekan! Keburukan! itu kabaran yg sering diutamakan…saya bisa ngerti….business strategi…..’Bad News Is A Good News’ …..

Maaf jika ada yg gak berkenan.
Wassalam.

karim said,  

ya setuju jimmy,

satu contoh lagi. minggu lepas aku pulang kekampung (selatan johor). sebuah honda civic model terbaru parking dihadapan rumah jiran. keluar 4 orang TKI dari kereta tersebut. mereka bekerja mengambil kontrak membina rumah di kejiranan kami.

wahh…. mampu pakai honda civic? aku fikir tuan rumah yg rumahnya sedang dibikin pun tak mampu. aku tambah terkejut bilamana emak beritahu mereka hanya pekerja biasa, bukan BOSS.

kamal87 said,  

@jimmy n karim: yah… wajarlah, saya sendiri mengakui bahwa pers Indonesia lah yang selama ini memanas-manasi isu ini sehingga seolah keliatan sebagai sebuah isu yang ganas

Sands! said,  

Inti dari semuanya adalah: malaysia lah yg memulai!

kamal87 said,  

@Sands: suuutt… jangan nyari2 masalah lagi deh…

fadzat said,  

Moyang saya belayar dari tanah Minang ke tanah Melayu. Salahkah saya dan keluarga saya mengamalkan adat resam Minang dan membawanya ke serata dunia? Sewaktu belajar di US dahulu pun saya dan rakan pernah mempersembahkan ‘tarian endang’ dalam satu majlis memperkenalkan budaya Malaysia di sana. Adakah saya mencuri budaya Indonesia? Sedangkan ianya budaya warisan saya juga.

Saya bangga sebagai rakyat Malaysia, tetapi hakikatnya saya juga anak Minang. Semoga Indonesia dan Malaysia terus maju dan makmur.

kamal87 said,  

@fadzat: sip, mari kita sama2 membangun Indonesia dan Malaysia menjadi negara adidaya dunia

kevin said,  

buat orang malaysia jangan sebut kami indon, jangan congkak dan takabur kalian karena merasa paling kaya,asal kalian tahu banyak tenaga expert (enginering, architec, peneliti, dosen, guru) dari indonesia sampai tenaga kuli yang bangun kalian punya infrastruktur itu, karena mereka menyebut kita indon kita sebut mereka Malon (malay bloon) oleh karena itu saya menghimbau kepada saudara sebangsa dan setanah air untuk memanggil mereka dengan malon (malaysia bloon) malas’sia(malay bangsa pemalas) maling’sia(malay maling) saya setuju kalau perang asal kalian tau kami tidak takut dengan kalian punya sekutu, 250 juta penduduk indonesia boleh mati tapi seluruh penduduk malaysia bersama sekutu-sekutunya harus ikut mati sampai kapan pun kami merasa tidak pernah serumpun dengan kalian karena kalian bangsa yang congkak, sombong, pongah, arogan, penyiksa manusia, okb

kamal said,  

@lady pepper: betul itu…

Asal Pagar Ruyung said,  

Saya dah baca komen komen saudara diatas.Saya hormat dan puji kerana rata rata anda dari negara sebangsa saya di Indonesia (saya asal dari Pagar Ruyung) bersikap positif, terbuika dan rasional sekali. Oleh itu saya,generasi tua, yakin bahawa generasi muda Malaysia dan Indonesia boleh sama sama berganding bahu,untuk memajukan bangsa kita(walau pun dari dua negara). Kami di Malaysia tidak ada buruk sangka (mala fide) terhadap rumpun kami di Indonesia. Negara Indonesia adalah negara yang luas, telah dikurniakan Allah kekayaan di buminya dan didasar lautnya. Dalam textbook ilmu alam, ianya salah satu negara TERKAYA didunia. Tapi mengapa generasi tua Indonesia dulu tidak majukan negaranya? Ketinggalan !! Negara Republik Rakyat Tiongkok, punyai punduduk 5 kali ganda, dari negara agrarian dan mundur, sekarang ini adalah Kuasa Ekonomi Ketiga dalam dunia ! Selain itu ia sudah capai Nuclear Power’ Dalam buku terbaru, “WHEN CHINA RULES THE WORLD” karya MARTIN JACQUES ia jelas tulis”The Rise of The Middle Kingdom and The End of The Western World”.. Generasi Muda Indonesia mestilah perbetulkan kesilapan yang telah dilakukan oleh generasi tua, bangunkan negara, maju dalam bidang IT, bidang teknologi, buangkan sifat Korupsi yang berleluasa, dan tidak emosi mengaku “jangan curi tarian aku, budaya aku”. Biarlah orang Jawa di Malaysia pamirkan budaya Jawanya, orang Minang pamirkan tarian dan budaya Minangnya. Dengan teriak teriak dijalanan dan di media massa, “ini aku punya, jangan curi curi” tidak akan membawa Indonesia kemana mana. Kami sentiasa mengharapkan Indonesia, dengan generasi muda yang akan mengambil alih pemerintahan negaranya dalam tempuh satu atau dua dekad yang akan datang, akan terus gembeling tenaga, fikiran, dan keupayaan, untuk menaikkan Bendera Sang Saka Merah Putih dimata dunia sebagai Economic Power”second to none” di Asia. Malaysia negara kecil, tapi PETRONAS telah berjaya beroperasi di 52 negara dan berjaya bersaing dengan negara negara kecil yang lain seperti Korea dan Vietnam untuk capai status “Emerging Economic Tiger”.
Lupakan saja isu remeh temeh yang melibatkan bangsa yang serumpun.

Asal Pagar Ruyung said,  

Untuk mengilmiahkan diskusi yang memberi kita pelajaran yang berfaedah, maka saya perturunkan disini buku buku sejarah yang elok benar di simpan di perpustakaan Universitas Universitas di Indonesia: 1.BRIAN MAY “The Indonesian Tragedy” (1978), U.K. 2.M.NASIR TAMARA, “Indonesia In The Wake Of Islam” 1965-1985 I.S.I.S. 3. J.D. LEGGE ,”Sukarno -A Political Biography” Allen &Unwin 1972. 4. MICHAEL R.J.VATIKIOTIS, “Indonesian Politics Under Suharto (Routledge) 1993, 5.DR>A.H. NASUTION,”Memenuhi Panggilan Tugas” Gunung Agung, Jakarta (1981), 6. YUSOFF ISKANDAR & ABD.RAHMAN KAEH, “SEJARAH MELAYU” (Heinermann) 1978, KHAZIN MOHD.TAMRIN, “ORANG JAWA DI SELANGOR – PENGHIJRAHAN DAN PENEMPATAN 1880-1940 (Dewan Bahasa Dan Pustaka) 1984, 7. HJ.Md.SIDIN B>HJ.MD.RESAD, “Asal Usul Alam Melayu” 1954, 8.AILSA ZAINU’DDIN, ” A Short History of INDONESIA” (Cassell Australia) 1968, 9. S.HUSIN ALI, “The Malays- Their Problems And Future” (Heinmann Asia) 1981, 10. SUBKY LATIF,’Memoir Tun Datu Mustapha”(Pustaka Antara) 1981, 11. “Rembau- Sejarah Perlembagaan Adat Dan Istiadatnya” yang di tulis dalam Tulisan Jawi, di terbitkan oleh Jabtan Undang Dan Perlembagaan Adat Dan Istiadat Melayu Rembau. (1952).

kamal said,  

@asal pagar ruyung: yup betul itu…. lebih baik kita sama2 kerja sama membangun kedua negara… tul gak

 Pingback & Trackback
 Post A Comment » jump to comment form  

↑ Back to top