Tips membangun perusahaan
Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya yang ini
http://kamal87.wordpress.com/2007/11/22/enterpreneurship-di-kampus/
dimana disitu saya menjanjikan akan menulis tips dan trik untuk membangun perusahaan bagi mahasiswa. Maka pada kesempatan kali ini saya akan coba menuliskannya.
Sebelum dimulai, saya ingin meluruskan dulu pandangan kita tentang perusahaan disini. Jangan menganggap bahwa yang namanya perusahaan itu yang punya struktur pengorganisasian kompleks, harus punya banyak modal, harus menyiapkan infrastruktur dulu dsb. Anggaplah perusahaan ini hanya sebagai sebuah tim yang akan terus disolidkan. Di amerika sudah banyak perusahaan-perusahaan yang hanya dijalankan oleh DUA orang saja. Jadi, gak usah mikir terlalu ribet tentang wujud perusahaan disini.
OK, ini dia tipsnya, tips ini saya sarikan dari apa yang saya lakukan ketika membangun univind
- Jangan kelamaan mikir!! Banyak orang yang sudah berniat membangun sebuah perusahaan harus mengurungkan niatnya karena terlalu banyak yang dia pikirkan. Semakin lama kita berpikir, maka keragu-raguan akan semakin meningkat. Akhirnya malah tidak jadi membuat perusahaan dan terlena dengan kehidupan standar yang sudah dijalani sekarang.
- Segera buat institusionalisasi perusahaan. Apa sih maksudnya institusionalisasi? maksudnya adalah segera tentukan nama perusahaan, struktur perusahaan, ruang lingkup perusahaan. Tidak usah terlalu sempurna, yang penting ada dulu. Keberadaan formalitas-formalitas tersebut akan mendorong kita untuk serius menjalankan bisnis kita.
- Buang semua rasa takut. Ketika kita ingin membuat perusahaan, pasti banyak muncul pikiran-pikiran negatif yang muncul di otak kita. Saya katakan, segera buang pikiran tersebut.
- Kumpulkan keberanian dan kenekatan. Dulu ketika awal membangun univind (dulu bernama apaDonk) saya menentukan lingkup perusahaan saya adalah web design. padahal waktu itu saya sama sekali tidak punya keahlian dibidang tersebut. tapi, ya itulah… waktu itu saya super nekad. Yang penting ada dan jalan dulu. entar belajar pelan-pelan.
- Cari partner yang kompeten, kalau yang satu ini sebenarnya opsional. Banyak pengusaha yang memulai usahanya sendiri dan bisa sukses. Tapi, percayalah… dengan keberadaan partner atau teman kita bisa saling mengisi. Ini adalah hal pertama yang saya lakukan dulu ketika membangun univind. waktu itu saya masih diliputi keraguan untuk membangun perusahaan. lantas saya ajak beberapa teman saya untuk membangun perusahaan. Dari situ saya merasa punya kekuatan lebih untuk mulai bergerak. Sekarang, teman-teman saya itu bahkan lebih semangat daripada saya dalam menjalankan univind
- Jangan terhalang oleh modal uang. Banyak orang yang beralasan tidak mau usaha karena tidak punya modal. padahal uang bukan modal paling penting yang harus dimiliki. Modal yang paling penting adalah keberanian, kenekatan, integritas, komitmen, konsistensi dsb. Kalau masalah uang itu sih gampang. Modal uang bisa dicari melalui banyak cara. Nanti saya akan tulis, tips dan trik untuk membuat usaha tanpa modal uang. Dulu waktu saya mulai merintis univind, jujur waktu itu saya sedang tidak punya uang (bahkan baru saja kehilangan uang 1 juta rupiah). Dan itulah gunanya mencari teman, Kita bisa mengumpulkan modal uang dari teman-teman kita.
- Bersiaplah untuk berkorban. Ketika awal membentuk perusahaan, pasti perusahaan kita itu menyita banyak sekali waktu dan pikiran kita. Jadi… siaplah berkorban. siapkan diri anda untuk terus bekerja 24 jam. Kurangi jam tidur. Pokoknya berikan pengorbanan yang besar untuk perusahaan anda.
- Setelah perusahaan sudah terbentuk. Jalankan perusahaan tersebut dengan komitmen yang tinggi dan juga konsisten dalam bekerja. Jangan mudah menyerah. Dalam perjalanannya nanti anda akan menemukan banyak masalah dalam perusahaan anda. Bersabarlah, jangan mudah menyerah dengan masalah tersebut. Univind atau lebih tepatnya apaDonk pada masa-masa awalnya itu isinya cuma masalah doank. Hampir enam bulan sesudah saya mendeklarasikan apaDonk saya belum juga mendapatkan penghasilan. Internal tim apadonk juga pada tidak semangat menjalankan perusahaan. Sampai waktu itu ada selentingan “bubarin aja deh nih apadonk… gak ada gunanya”. Waktu itu saya sempat berpikir untuk membubarkan apadonk. Tapi setelah saya pikir2 lagi, kalau apadonk saya bubarin sekarang, trus apa gunanya semua perjuangan saya selama enam bulan belakangan. Saya tidak mau perjuangan saya sia-sia. Akhirnya apadonk terus berjalan walaupun terseok-seok, mengalami banyak kegagalan. Tapi semua kegagalan tersebutlah yang akhirnya membuat kami semua di univind (kamal, eko, ikhlas, sipur, yans, ilman) punya semangat yang lebih keras dari baja. Kita semua di univind sekarang bisa dibilang sudah cukup tahan banting.
mungkin segitu aja dulu tips dari saya. sebenarnya masih banyak sekali yang ingin saya share kepada teman-teman semua tentang perjuangan saya membangun univind. Saya berharap tulisan ini bisa memotivasi teman-teman semua untuk membangun perusahaan sendiri.
Jangan takut jadi pengusaha
salam enterpreneur!
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.




Leave A Reply Here
There are 9 Responses to this post, want to join?
Hmm… Akhirnya dirilis juga tulisan ini
Go Go Univind…
Eh, udah masuk Peel Ads saya lho…
@praditya: thanks dit, maksih juga peel ad nya ya
sip deh..
trims sharing pengalamannya
@wallpaper1: sama2, semoga bermanfaat
tapi bro, aku terus terang sering dicekoki tentang entrepreneur tapi gimana aku betul2 blum bisa menerapkannya.
mungkin ente bisa memberikan semacam apa motivasi gituu?
@Grak: saran dari saya, klo ada ide, langsung aja mulai. mulai sekarang juga. kadang kebanyakan dapet motivasi dari orang juga bikin kita jenuh. saking seringnya dikasi motivasi sampe akhirnya semua motivasi tersebut jadi gak ngaruh.
intinya, langsung aja MULAI. jangan takut gagal
Saya semangat mendirikan milik saya, Studio Independent. terimakasih dan salam sukses.
tapi saya bergerak disebuah bidang yang jarang didengar dinegara kita, yaitu game development. hanya segelintir yang tahu saja. ada tips-nya?..
@Indra permana: waah… keren nih mas indra permana, berani terjun ke industri yang masih asing di Indonesia. semoga sukses jadi game developer ya… amiiin…
(jgn lupa klo bikin game yg mendidik ye :p )
Pingback & Trackback
Post A Comment » jump to comment form ↑