AIDS > kondom bukan solusi
1 Desember telah ditetapkan sebagai hari AIDS sedunia. Banyak orang yang memperingati hari ini sebagai momen untuk memberantas virus HIV/AIDS yang telah membunuh jutaan korban. Semua orang didunia tentunya setuju bahwa virus HIV/AIDS adalah virus berbahaya yang harus segera dimusnahkan dari muka bumi ini. Sudah banyak media-media yang menyebarluaskan pentingnya menjaga diri dari virus tersebut. Opini publik sudah tersebar luas.Persepsi orang tentang AIDS sudah diarahkan dengan baik. Namun, opini publik tentang bagaimana membarntas virus HIV terasa amat rancu, terutama yang berkaitan dengan kondom.
“kenakan kondom atau… KENAA…!!!”
begitulah semboyan yang dipaparkan oleh sang aktor (siapa sih namanya? lupa… ) dalam iklan layanan masyarakat tentang AIDS. kata KENA yang dimaksud disini tentunya adalah virus HIV/AIDS, karena memang ini iklan tentang AIDS. Namun, apakah pernyataan tersebut benar adanya? bahwa kalau kita mengenakan kondom maka kita akan terbebas dari virus HIV AIDS. berikut beberpa fakta yang menyanggah hal tersebut:
- Dalam konferensi AIDS Asia Pacific di Chiang Mai, Thailand (1995) dilaporkan bahwa penggunaan kondom aman tidaklah benar. Pori-pori kondom berdiameter 1/60 mikron dalma keadaan tidak merenggang, sedangkan bila dalam keadaan meregang pori-pori tersebut bisa mencapai 10x lebih besar. Sementara kecilnya virus HIV berdiameter 1/250 mikron. Ini sih perbandingannya kayak tikus lagi ngelewatin suatu gerbang yang besar buat ukuran manusia.
- Pernyataan pakar AIDS, R. Smith (1995), setelah bertahun-tahun mengikuti ancaman AIDS dan penggunaan kondom, mengecam mereka yang telah menyebarkan “safe sex” dengan memakai kondom sebagai “sama saja dengan mengundang kematian”. Selanjutnya beliau mengetengahkan pendapat agar resiko penularan/penyebaran HIV/AIDS diberantas dengan tidak melakukan hubungan seks diluar nikah.
Dua fakta diatas sudah cukup untuk menegaskan pada dunia bahwa apa yang selama ini digembar-gemborkan oleh media massa tentang penggunaan kondom untuk keamanan dari virus HIV adalah SALAH TOTAL.
Namun, opini tersebut sudah terlanjur meluas. Kebanyakan orang telah berpikir bahwa kondom bisa menyelamatkan mereka dari ancaman virus HIV. Bahkan opini ini sudah mewujud dalam bentuk program-program pemerintah seperti ATM kondom. na’udzubillah. program ATM kondom dibuat dengan harapan mengurangi tingkat penderita AIDS di Indonesia. padahal justru program tersebut bisa semakin menyebarluaskan seks bebas dan implikasinya adalah semakin luasnya virus HIV/AIDS.
OK, sekarang saya mau menghimbau pada siapapun anda yang membaca tulisan ini. AYO KITA LAKUKAN OPINION ENCOUNTER terhadap opini bahwa kondom bisa menjadi solusi untuk masalah AIDS. Sebarkanlah tulisan-tulisan ini dimanapun anda bisa.
Kalau anda punya blog, tulislah opini ini di blog anda. Supaya opini umum yang muncul dijagad blog ini bisa membantu melawan arus opini dunia tentang AIDS saat ini
Kalau anda mengikuti banyak milis, maka sebarkanlah tulisan ini ke berbagai milis yang anda ikuti.
kalau anda sering membuka forum online. buatlah sebuah topik baru untuk membawa counter opinion ini pada komunnitas forum tersebut.
AYO TOLAK LEGALISASI SEKS BEBAS DI INDONESIA YANG BERKEDOK PEKAN KONDOM NASIONAL
(memang inilah gunanya blog, blog bisa melawan arus opini yang dibawa oleh media2 besar yang sudah dikuasai oleh sekelompok orang tertentu yang menghendaki kehancuran umat manusia)




