IT, Entrepreneurship, Web, Internet, Motivation, Inspiration
Feb 07 2010

Redefinisi Arti Sukses

“Andaikan dimasa depan nanti kamu jadi orang kaya, punya banyak uang, punya gedung bertingkat, punya segala-galanya. Apakah itu berarti kamu sudah sukses? BELUM TENTU! Kita hanya bisa tahu apakah kita sukses atau tidak di akhirat nanti, bukan di dunia.”

Beberapa minggu lalu saya terhenyak oleh pernyataan tersebut. Sebuah pernyataan yang disampaikan oleh mentor saya. Sebuah pernyataan yang mengingatkan kembali diri saya akan orientasi awal saya dalam berbisnis, yaitu untuk menebar manfaat yang seluas-luasnya ke seluruh penduduk bumi. Bisa dibilang beberapa waktu belakangan ini orientasi saya agak mengabur. Mulai terkikis oleh realitas-realitas dalam dunia usaha. Alhamdulillah saya diingatkan kembali dengan pernyataan tersebut. Makanya saya sangat bersyukur punya peer group yang selalu bisa mengingatkan saya agar tidak silau oleh kerlap-kerlip dunia.

Banyak sekali kita lihat pengusaha-pengusaha yang rela bermain kotor demi mendapatkan sekedar semilyar dua milyar (kayak dikit aje semilyar 2 milyar :p ). Coba saja lihat Anggodo brothers, dia rela mengeluarkan uang sekian banyak untuk menyuap pejabat demi kelancaran bisnisnya. Hal ini merupakan salah satu penyebab masih banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak begitu mengapresiasi profesi sebagai pengusaha. Para pengusaha dipandang sebagai golongan masyarakat elit yang culas. Golongan masyarakat yang bisa berada di puncak atas karena menghisap orang-orang di sekitarnya. Pengusaha-pengusaha seperti itu bisa lahir karena arti sukses dalam benaknya hanyalah uang dan harta dan juga uang serta harta. Tak ubahnya seperti karakter Mister Crab dalam kartun SpongeBob Squarepants yang rela melakukan apa saja demi uang. Terkait hal ini, Ibnu Hajar Rahimahullah pernah berkata:

“Budak dinar adalah orang yang mencarinya dengan semangat tinggi. (Bila mendapatkannya), dia menjaganya seolah-olah dia menjadi khadim, pembantu, dan budak.”

Pengusaha dengan tipikal “Budak Dinar” seperti yang disebutkan diatas tadi mungkin saja bisa mendapatkan semua keinginannya di dunia. Dia bisa saja “sukses” di dunia, tapi di akhirat dia pasti jadi orang yang paling melarat. Di dunia mungkin dia jadi orang paling banyak mendapat untung, tapi di akhirat dia adalah orang yang paling merugi.

Untuk itu, buat teman-teman pengusaha semua, marilah kita luruskan niat kita dalam berbisnis. Jangan jadikan uang, harta dan kekayaan sebagai orientasi utamanya. Menjadikan hal itu sebagai orientasi utama tak akan pernah bisa membuat kita benar-benar hidup bahagia dunia akhirat. Kita akan terus terobsesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Lalu seandainya harta tersebut sudah tertumpuk di tangan kita, so what? mau apa lagi? Jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama kita. Jadikanlah keridhoan Allah sebagai alasan kenapa kita memilih menjadi pengusaha. Menumpukan orientasi bisnis kita pada akhirat bisa dijamin akan membuat kita menjadi pengusaha yang sangat-sangat tangguh dan pantang menyerah.

So, mari kita redefinisi arti sukses. Sukses sebenarnya bukanlah di dunia melainkan di akhirat kelak!

Mari kita kejar akhirat, dan biarkan dunia mengejar-ngejar kita :)

Sep 22 2009

Teroris vs Teroris

Beberapa waktu yang lalu, media-media di Indonesia heboh memberitakan tewasnya gembong teroris nomor satu di Indonesia, yaitu Nurdin M Top. Tentu saja mayoritas masyarakat Indonesia bersukacita mendengar pemeberitaan tersebut. Setelah sekian lama akhirnya salah satu dedengkot teroris di Indonesia itu berhasil dilumpuhkan. Namun pertanyaannya, apakah dengan tewasnya Nurdin M Top itu berarti tamat sudah riwayat per-teroris-an di Indonesia? Tentu tidak bukan? Nurdin M Top sudah punya banyak didikan yang siap melanjutkan perjuangannya, tapi pada postingan kali ini saya tidak ingin membahas teroris dari golongan mereka. Saya lebih tertarik untuk menelaah teroris yang justru bercokol dalam satuan anti teroris Indonesia yang namanya mulai ngetop belakangan ini, DenSus 88 (Detasemen Khusus 88).

Haa… emang ada ya teroris yang nyantol di densus88?? Ya, malah justru teroris yang satu ini merupakan sumber lahirnya berbagai macam gerakan “terorisme” di berbagai belahan dunia. Nurdin M Top dan kawan-kawannya itu hanyalah merupakan fenomena hilir, bukan hulu dari sungai aliran terorisme ini. Nurdin M Top itu ibaratnya hanyalah sehelai  daun yang tumbuh akibat akar yang terus mensuplai makanan ke dirinya.

Nah… karena nurdin itu hanyalah fenomena hilir, maka upaya kita memberantas terorisme selama ini terasa sangat sia-sia. Ibaratnya kita ingin membersihkan sungai, selama ini yang kita lakukan hanyalah membersihkan hilir sungainya saja. Secanggih apapun teknologi yang kita pakai untuk membersihkan hilir sungai itu, selama hulu sungai tersebut masih mensuplai kotoran ke sungai tersebut, kita tidak akan pernah benar-benar mendapatkan sungai yang bersih. Begitulah kondisi kita saat ini. Kepolisian dengan DenSus-nya telah melakukan segala cara untuk menumpas mereka-mereka yang disebut teroris itu. Namun, sayang seribu sayang, ternyata DenSus hanyalah perpanjangan tangan dari teroris yang sebenarnya.

Siapakah teroris yang sebenarnya itu? Teroris yang sebenarnya adalah Amerika dan sekutu-sekutunya. Merekalah penyebab dari lahirnya berbagai macam gerakan-gerakan terorisme di dunia. Dulu, ketika masa perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Amerika melakukan segala cara untuk memenangkan perang dingin tersebut. Mulai dari membuat senjata canggih sampai pergi ke bulan. Semuanya diupayakan demi meraih dominasi global. Nah… salah satu cara yang mereka tempuh adalah dengan memberikan bantuan bagi para mujahidin-mujahidin di Afghanistan yang kala itu sedang berjuang melawan penjajahan Uni Soviet. Percaya gak percaya, Osama bin laden itu dulunya sahabat Amerika. Mujahidin Afghanistan itu dulunya merupakan campuran berbagai macam golongan islam. Sampai akhirnya masuklah teroris baru bernama taliban yang mengusir para mujahidin disana. Para mujahidin itupun akhirnya tersebar. Setelah tersebar itulah baru kemudian muncul pemikiran-pemikiran radikalisme di kalangan mereka. Pemikiran seperti itu muncul sebagai akibat dari dominasi egosentris Amerika yang, setelah memenangkan perang dingn dengan uni soviet, menginvasi negara-negara islam yang cenderung kaya sumber daya alam. Indonesia termasuk salah satu jajaran negara-negara korban Amerika yang sudah dihisap habis sumber daya alamnya. Itulah yang menyebabkan bisa munculnya orang-orang seperti Nurdin M Top.

DenSus 88 yang katanya ditugaskan secara khusus untuk menumpas para teroris secara ironis ternyata justru dibentuk, diprakarsai, dilatih dan didanai oleh para teroris juga. Bahkan justru biangnya teroris.

Please realize!
It’s not simply goods against evils
It’s more like evils against evils
Those who fights the so called terrorist
are just another terrorist…

Referensi

Sep 20 2009

Met Idul Fitri

Jadi malu banget nih… masak ini blog isinya cuma ucapan selamat ramadhan sama selamat lebaran aja :) tapi gapapa deh, daripada gak ada isinya sama sekali. Saya mengucapkan mohon maaf lahir bathin deh ya kalau blog ini jarang banget di-update. Insya Allah kedepannya akan mulai dirajinin lagi update blog ini.

ketupatlebaran2

Aug 24 2009

Marhaban ya Ramadhan

Walaupun sudah telat 3 hari tapi gak papa deh…. daripada gak ngucapin sama sekali kan :) Dengan ini saya, Mustafa Kamal, mengucapkan:

Marhaban ya Ramadhan

Mohon maaf lahir bathin

Mari optimalkan ramadhan kali ini untuk mengeruk pahala sbesar-besarnya

ramadhan_banner

ramadhan_banner

Image by srag @deviantart.com

Jul 26 2009

Ketika Google-pun tak berdaya

Pernahkah Anda mencoba mencari suatu informasi di internet, kemudian Anda dengan penuh percaya diri datang ke ustadz Google untuk menanyakan perihal informasi tersebut? Anda berharap bisa menemukan informasi tersebut dengan mudah namun ternyata profesor Google yang selama ini diagung-agungkan banyak orang itu cuma bisa memberikan ratusan ribu link yang hampir sama sekali tidak ada kaitannya dengan apa yang sebenarnya ingin kita cari.

Well, itulah yang terjadi pada saya saat ini. Saya sedang mencoba mencari contoh template surat perjanjian kontrak usaha bersama untuk mulai memprofesionalisasikan (halah…) kerja perusahaan yang sudah saya bangun dengan darah dan pengorbanan sejak 3,5 tahun yang lalu, Univind, sebuah perusahaan web development. Sangat sulit buat saya untuk mendapatkan apa yang saya mau itu. Saya sudah coba jutaan keyword (hehehe… enggak deng, paling belasan doank) namun saya tidak juga berhasil mendapatkannya. Kenapa bisa begitu? Itu karena informasi yang saya inginkan itu sudah tertutup oleh bejibunnya informasi lain yang lebih populis yang terkait dengan kata kunci yang saya masukkan. Bingung ya? Begini… yang saya cari adalah contoh surat perjanjian usaha bersama untuk dipakai pada perusahaan yang saya bangun bersama rekan-rekan saya. Namun, semua kemungkinan keyword yang saya coba ternyata teralih ke surat kontrak kerjasama biasa antara klien dan penyedia jasa. Kalo surat kontrak begitu sih saya sudah sering pakai.

Karena sepertinya belum ada studi tentang permasalahan ini dan belum ada yang memberi istilah pada kondisi ini, maka saya klaim saja deh ini sebegai penemuan saya. Hohoho… kondisi ini saya beri istilah “Cloud-Vagued Information“. Beeuuhh… keren kan istilahnya. Artinya adalah informasi penting yang menjadi tersamar (Vagued Information) disebabkan sangat banyaknya informasi lain (Cloud Information) yang dikaitkan dengan informasi penting tadi.

Contoh yang paling gampang mengenai Cloud-Vagued Information adalah tentang bisnis internet. Coba saja anda ketikkan keyword “bisnis internet”, “online business” atau “bisnis online” dan sejenisnya. Maka hampir pasti Anda hanya akan mendapatkan daftar puluhan website-website referral marketing yang isinya penuh dengan janji-janji buta dengan font besar-besar dan warna-warni mencolok yang bikin sakit mata (ini contohnya). Padahal seharusnya bisnis internet itu jauh lebih luas daripada skema bisnis seperti itu (yang terkadang banyak banget yang cuma tipuan).

Contoh diatas tadi adalah contoh seriusnya. Sohib saya Agung pernah memberikan contoh yang lucu. Coba baca tulisannya disini. Beliau “menjebak” para pengguna search engine yang ingin mencari informasi tentang Manohara. Baca aja deh tulisannya baik-baik, lucu deh :)

Saya sendiri juga belum tahu apa yang harus kita lakukan jika menghadapi kondisi Cloud-Vagued Information ini. Sampai saat ini teknologi mesin pencari masih hanya memberikan informasi yang populis dan bukan informasi yang tepat. Walaupun memang dalam mayoritas kasus, informasi yang populis itu adalah informasi yang tepat. Namun dengan konsep ini, akan sangat sulit jadinya untuk mencari suatu informasi penting yang tertutup oleh jutaan informasi tak penting lainnya. Teknologi web masa depan seperti web semantic pun tampaknya juga masih akan menggunakan konsep ini sehingga masalah Cloud-Vagued Information ini akan tetap ada.

Eniwei, saya pikir masalah Cloud-Vagued Information ini bisa saja jadi salah satu solusi untuk memberantas pornografi di internet. Andaikan saja suatu saat nanti semua orang jadi baik (kapan ya… :roll: ), lalu mereka menulis banyak hal tentang pornografi di blog mereka. Tentang betapa berbahayanya pornografi, atau tentang edukasi seks atau hal lainnya mengenai pornografi tanpa menaruh gambar-gambar porno di blognya. Maka pasti setiap keyword “porn“, “sex” dan sejenisnya itu akan mengarah ke blog-blog mereka alih-alih ke website-website porno buatan para penjahat kelamin itu.

Sekian saja… wah panjang juga ya… harusnya jadi riset pasca sarjana saya aja nih…. bisa gak ya… hehe…

yowis, semoga bermanfaat :)

Jun 18 2009

Cari modal untuk bisnis di bidang teknologi informasi (2)

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya disini. Kali ini saya akan menceritakan apa-apa saja yang disampaikan oleh sang techno venture tersebut kepada saya dalam acara UI Young and Smart Entrepreneur beberapa waktu yang lalu. Nama lengkapnya adalah Elwin Andririanto. Beliau adalah seorang pemilik perusahaan pemodal ventura di bidang teknologi. Ya, sebuah Venture Capital berbasis teknologi. Sesuatu yang sangat langka di Indonesia.

Contoh bisnis di bidang IT yang telah dimodali dan dibantu oleh Mas Elwin ini adalah Batik Fraktal dan Mobee Indonesia. Batik Fraktal merupakan penemuan seorang mahasiswa ITB yang memungkinkan kita untuk memunculkan pola-pola batik dari berbagai macam corak (batik jawa, batik bali, ulos, batik cina dsb) secara otomatis melalui komputer. Sementara Mobee merupakan perusahaan pembuat produk web renderer untuk perangkat mobile.

Mas Elwin ini adalah investor yang berbeda dengan investor-investor kebanyakan yang ada di Indonesia. Tidak seperti kebanyakan investor Indonesia yang ingin segera memetik hasil, Mas Elwin tahu betul bahwa bisnis di bidang IT itu butuh waktu penanaman yang lama sebelum bisa memetik hasilnya. Ini karena mas Elwin dulunya pernah bekerja di sebuah perusahaan produsen chip di Amerika. Semasa bekerja disana beliau sudah mengenal betul bagaimana berlangsungnya skema IT entrepreneurship di Amerika. Sebuah skema yang memungkinkan lahirnya begitu banyak perusahaan-perusahaan besar di bidang IT seperti Google, Sun, Microsoft dan lain sebagainya.

Pada saat acara kemarin mas Elwin menceritakan panjang lebar skema alur dana modal dari berbagai sumber sehingga bisa terkumpul ke Venture Capital yang kemudian akan didatangi oleh para calon entrepreneur kreatif yang ingin mewujudkan ide kreatifnya menjadi sebuah bisnis. Skema itulah yang tidak terjadi di Indonesia. Skema yang memang tampaknya masih sangat sulit dicapai dalam waktu dekat. Saya sendiri belum sepenuhnya paham dengan skema yang dijelaskan mas Elwin. Mas Elwin menceritakan mulai dari suku bunga, investment banking, family fund dan istilah-istilah lainnya yang bagi saya udah cukup njlimet. Walhasil, mohon maaf saya gak bisa menceritakan secara detail persis apa yang beliau ceritakan saat itu :p

Eniwei, kalau teman-teman punya ide bisnis di bidang IT. Kalau teman-teman membuat sebuah penemuan baru dibidang IT dan ingin menjadikannya sebuah bisnis. Mungkin bisa menghubungi mas Elwin ini untuk mendapatkan bantuan pemodalan dan pembimbingan. Mohon maaf saya tidak bisa memberikan informasi kontak mas Elwin secara terbuka di blog ini. Kalau teman-teman memang tertarik, silahkan japri saya saja elwat email atau YM atau handphone atau lewat manapun lah terserah.

Sukses selalu

Jun 10 2009

Cari modal untuk bisnis di bidang teknologi informasi?

Dulu saya pernah membuat tulisan berjudul Membangun Silicon Valley Indonesia. Disana saya menyampaikan bahwa ada dua faktor yang diperlukan untuk memunculkan tempat yang se-produktif Silicon Valley, yaitu kreativitas dan entrepreneurship. Urusan kreativitas bisa dibilang sebenarnya sudah dimiliki oleh bangsa kita. Yang masih kurang adalah entrepreneurship alias kewirausahaan.

Faktor entrepreneurship ini biasanya terhambat oleh urusan modal. Sulit bagi pejuang-pejuang IT di Indonesia yang punya jiwa kreatif untuk bisa mengimplementasikan hasil karyanya menjadi sebuah bisnis yang akan mendatangkan uang untuk negara kita tercinta ini. Di Silicon Valley sana, tak terhitung banyaknya Venture Capital (semacam perusahaan pemodal sekaligus inkubator bisnis) yang bersedia menanggung resiko besar untuk para mahasiswa-mahasiswa Amerika yang ingin menjajal ide kreatifnya untuk dibisniskan.

Di Indonesia, sebenarnya sudah ada dan bahkan cukup banyak pihak-pihak yang bersedia memberikan modal untuk para pengusaha. Tapi sayangnya, sedikit yang mau atau mengerti skema investasi di bidang IT. Berbisnis di bidang teknologi informasi ini butuh waktu yang lama sebelum akhirnya bisa memetik hasilnya. Lihat saja Sequioa Capital, salah satu Venture Capital pertama Google, yang bersedia memberikan sekian banyak modal kepada Google tanpa tahu persis bagaimana nantinya bisa mengkomersialkan Google. Waktu itu Google sama sekali belum berbentuk perusahaan yang punya keuntungan besar. Pada masa-masa awalnya, Google hanyalah sebuah halaman putih di rimba belantara web yang dilengkapi dengan sebuah textbox plus tombol bertuliskan search. Tidak lebih dari itu. Tak ada uang yang mengalir, tak ada prospek bisnis yang menjanjikan. Tapi kenapa Sequioa Capital tetap nekad memberikan dana untuk Google? Karena mereka tahu, besarnya prospek yang dimiliki Google. Mereka tahu bahwa akan banyak pengguna internet yang menggunakan Google. Jumlah pengguna yang massif inilah yang kemudian dilihat sebagai prospek. Bisa dibilang, prinsip para pemodal-pemodal IT di amerika itu: “Selama prospek penggunanya besar, Danai saja dulu, masalah uang pikirin nanti…“.

Nah… kebetulan saya (pada akhirnya) menemukan Techno Venture Capital aseli Indonesia. Pada saat acara UI Young and Smart Entrepreneur kemarin saya bertemu dengan salah satu (atau mungkin satu-satunya) pemilik Techno Venture Capital di Indonesia. Beliau mengerti betul bagaimana skema wirausaha IT di Amerika karena memang dulu beliau pernah bekerja disana. Dengan begitu, beliau tidak seperti investor-investor lain di Indonesia yang ingin segera memetik hasil. Beliau paham bahwa bisnis di bidang IT itu membutuhkan waktu yang lama untuk memetik hasilnya. Pada postingan selanjutnya nanti saya akan mencoba menceritakan lebih detail tentang apa yang beliau ceritakan ke saya pada acara tersebut.

Dijamin maknyuss ;-)

May 28 2009

Resep Sukses dari Pak Chairul Tandjung

Melanjutkan postingan saya yang berjudul Inspirasi Entrepreneurship dari Pak Chairul Tandjung. Saya ingin menyampaikan resep sukses yang disampaikan pak Chairul Tandjung saat menjadi pengisi seminar pembukaan UI Smart and Young Entrepreneur. Pada seminar itu, pak chairul tandjung memberikan 4 resep suksesnya. Ini dia:

Mulai dengan niat yang baik

Kalau kita ingin berbisnis, mulailah dengan niat yang baik. Niatkanlah usaha yang kita jalankan itu untuk memberi manfaat paling tidak untuk diri kita sendiri. Kalau sudah begitu berilah manfaat untuk keluarga kita. Dan yang jauh lebih baik lagi, niatkanlah bisnis kita untuk memberi manfaat pada orang lain.

Kerja keras

Pak Chairul tandjung bilang bahwa dulu waktu masih bujangan, beliau kerja 18 jam/hari. Wow… 8-O Saya cukup kaget mendengar hal itu. Itu berarti waktu istirahat pak Chairul dalam sehari hanya 3 jam. Setelah berkeluarga, barulah beliau mengurangi jam kerjanya menjadi 14 jam/hari (Tetep aja ya lebih banyak dari kebanyakan kita). Itu menunjukkan betapa kerasnya usaha yang ditempuh pak Chairul menuju kesuksesan. Memang begitulah jalan kesuksesan. Jalan itu membutuhkan pengorbanan yang besar dari kita.

Kerja cerdas

Kerja keras saja tentu tidak cukup. Coba lihat tukang gorengan atau tukang sayur atau tukang roti atau siapapun yang menjalankan usahanya sendiri di dekat rumah kita. Banyak pengusaha-pengusaha itu yang tidak pernah mengalami kemajuan dalam usahanya. Usahanya mandek di satu tempat, tidak pernah berkembang. Pengusaha-pengusaha informal itu biasanya adalah seorang pekerja keras, tapi mereka belum bekerja cerdas. Akhirnya usahany tidak berkembang. Pak Chairul Tandjung bilang bahwa bekerja keras saja tidak cukup. Kerja keras itu harus diiringi dengan kerja cerdas. Pak Chairul Tandjung memberikan contoh usahanya bekerja cerdas dengan salah satu usahanya sebagai penjual es krim. Dia membeli perusahaan es krim bernama Robin Baskin (Kalo gak salah). Usaha es krim itu sebelumnya berupa restoran khusus es krim. Positioning sebagai restoran es krim itu dinilai Pak Chairul sebagai strategi yang salah, karena duduk di restoran hanya untuk makan es krim bukanlah kultur orang Indonesia. Lalu Pak Chairul merubah total strategi penjualannya. Bukan lagi restoran melainkan kedai kecil. Dia menaruh kedai kecil itu di mal. Dia tidak menaruh 1 kedai untuk setiap mal melainkan 7 sampai 8 kedai. Kalau seseorang datang melewati salah satu kedai dan dia merasa tergiur dengan es krim itu, ada kemungkinan dia menunda dulu untuk membelinya. “Nanti ah… jalan-jalan dulu“. Nah nanti ketika sambil jalan-jalan ternyata ketemu lagi dengan kedai tersebut. Harapannya orang yang tadinya memang sudah tergiur akhirnya akan membeli. Itulah strategi dagang yang cerdas.

Hasil serahkan sama Yang Di Atas

Inilah resep terakhir yang diberikan Pak Chairul. Apabila kita sudah mulai dengan niat yang baik, lalu kita sudah bekerja sedemikian keras dan tak lupa juga bekerja cerdas, namun ternyata hasilnya belum juga memuaskan. Maka itulah takdir yang diberikan oleh Allah. Tak perlu disesali, tak perlu kecewa. Apapun hasil yang diberikan oleh Allah, terima saja dan syukuri. Yakini saja bahwa memang itulah yang terbaik untuk kita.

Okeh… segitu aja, semoga bermanfaat.

May 25 2009

Indonesia Masa Depan Adalah Kegemilangan

Saya sangat tertegun membaca status salah satu friend saya di facebook. Friend yang satu ini adalah friend yang sangat istimewa. Dia adalah Shofwan Al-Banna Choiruzzad. Dia adalah senior saya di UI. Salah satu pentolan aktivis mahasiswa di UI ketika masih di kampus dulu. Dia adalah manusia dengan segudang prestasi. Prestasi mendunia. Salah satunya menjadi pemenang The 39th St Gallen Symposium.

“Mari percaya bahwa Indonesia masa depan adalah kisah tentang kegemilangan!” Shofwan Al-Banna Choiruzzad

Itu merupakan potongan dari status facebook-nya. Saat membaca kalimat itu saya tergetar. Sebuah kalimat penuh optimisme akan kejayaan Indonesia di masa depan. Sesuatu yang juga sudah lama saya impi-impikan. Sebuah pemikiran yang harusnya dipampatkan ke setiap sel otak seluruh rakyat Indonesia.

Mari kita yakini dengan segenap jiwa kita bahwa negeri kita Indonesia tak akan selamanya terpuruk. Mari percaya bahwa kelak akan ada masanya saat Indonesia menjadi negara yang berdaya, bahkan adidaya.Negara pengayom dunia.

Jangan lagi ada pemikiran-pemikiran pesimis akan bangsa kita sendiri. Jangan lagi pernah mencemooh bangsa sendiri. “Orang indonesia mah … (some negative word)”, “Orang kita kan biasanya … (some negative word)”. Buang jauh semua kalimat-kalimat seperti itu yang selama ini banyak beredar di kalangan bangsa kita sendiri. Seolah kita mencaci maki diri kita sendiri.

Yakinlah bahwa suatu saat nanti Indonesia akan maju. Isi segenap benak kita dengan mimpi akan Indonesia yang madani. Penuhi pikiran kita dengan bayangan kondisi saat Nusantara berjaya. Gerakkan seluruh raga kita demi mencapai masa depan Indonesia yang penuh kegemilangan.

May 23 2009

usaha tanpa modal uang

Banyak orang yang ingin memulai usaha namun terhambat oleh modal uang. Mereka merasa tidak punya cukup modal (uang) untuk memulai usahanya. Padahal, uang bukanlah modal terpenting dalam berwirausaha. Banyak orang yang bisa memulai usaha tanpa modal uang sama sekali. Mereka mengandalkan kredibilitas dan integritas diri mereka sebagai modal utama mereka dalam berbisnis. Lalu bagaimana caranya bisa berbisnis tanpa modal uang? Berikut diantaranya:

Jadi penyalur

Kita bisa menjadi supplier produk tertentu kepada pihak tertentu tanpa modal uang. Dalam hal ini kita menjadi penengah antara pihak yang membutuhkan dengan pihak yang memiliki barang. Misal, pada sebuah tempat fotokopi, kita tahu mereka pasti membutuhkan supply kertas. Kebetulan kita tahu atau mengenal atau memiliki jaringan ke produsen kertas yang murah. Pada saat itulah kita bisa memanfaatkan posisi ini. Pertama, sampaikan kepada sang produsen bahwa kita berniat menjadi penyalur kertasnya. Minta sample kertas darinya. Kemudian datangi tempat fotokopi tadi, sodorkan kertas tersebut dan berikan penawaran sebaik mungkin. Buat mereka tertarik. Jika mereka tertarik, saat itu kita sudah bisa memulai usaha kita. Jadilah penengah dan ambil margin keuntungan dari setiap transaksi. Dan kita sudah memulai bisnis tanpa modal uang.Cara ini merupakan cara yang ditempuh Aristotle Onassis dalam mengawali bisnisnya.

Konsinyasi

Jika kita punya tempat, misalnya di rumah. Kita bisa memanfaatkan tempat tersebut untuk berbisnis konsinyasi. Ini adalah cara yang ditempuh kakak saya di rumah. Kebetulan rumah saya berada di pinggir jalan dan dekat dengan pasar Cipadu pusat tekstil Asia Tenggara (lebay :p ). Kakak saya berjualan bantal dan bed cover di rumah tanpa modal uang sama sekali. Dia hanya menawarkan kepada produsen bed cover yang dia kenal untuk menaruh barangnya di toko saya. Kakak saya itu hanya membantu menjualkan produk orang lain dan itu dia mulai tanpa modal uang. Saat ini usahanya iu bisa dibilang sudah cukup berkembang. Dengan sarana multiply di fia05.multiply.com, banyak orang dari luar jawa bahkan luar negeri yang memesan bantal dan/atau bed cover darinya.

Cari investor

Ini merupakan cara yang paling umum. Ini juga cara yang ditempuh oleh sang manusia terhebat sepanjang masa, Nabi Muhammad SAW. Kala itu Nabi Muhammad memulai bisnisnya tanpa modal uang. Beliau hanya mengelola dana dari investor yang tidak lain tidak bukan adalah Siti Khadijah RA. Dengan integritas super tinggi, akhirnya beliau berhasil mengelola bisnisnya dengan gemilang dan mampu memutar dana investasi yang diberikan padanya berkali-kali lipat.

Patungan

Cara ini merupakan cara yang saya tempuh dulu waktu membangun perusahaan saya, Univind Web Development Company. Waktu memulai usaha saya itu, saya hampir tidak mengeluarkan uang sama sekali. Waktu itu malah justru saya baru kehilangan uang punya bapak saya yang harusnya dipakai untuk bayar kuliah. Kala itu, saya mengajak beberapa teman yang bisa diajak berbisnis. Akhirnya saya mendapatkan 5 manusia-manusia super yang hingga sekarang tetap menjadi rekan bisnis sekaligus sahabat-sahabat terdekat saya. Mereka adalah Yans, EkoIlman, Ikhlas dan Sipur. Untuk memulai bisnis itu, kami memerlukan dana untuk pembuatan kartu nama dan website. Untuk itu kami patungan masing-masing. Dan karena waktu itu saya belum punya uang, saya patungannya ngutang :p. Dan saya berhasil memulai bisnis tanpa modal uang.

Paling tidak itu empat cara berbisnis tanpa modal uang yang kepikiran di otak saya. Sebenarnya ada banyak lagi caranya. Dulu saya pernah ikut seminar bisnis dan disana disebutkan banyak sekali cara memulai usaha tanpa modal uang. Mungkin ada di antara Anda yang ingin menambahkan, sok atuh dipersilahkan ditulis di bagian komentar.


data recovery
↑ Back to top